Analisis Kelayakan Investasi Penambahan Kapasitas Produksi PT. Unitra

Sani, Asrul (1998) Analisis Kelayakan Investasi Penambahan Kapasitas Produksi PT. Unitra. Masters thesis, IPB.

[img] Microsoft Word
R11_Asrul_Sani.doc - Published Version

Download (48kB)
[img]
Preview
PDF
R11-01-Asrul_Sani-_Cover.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img]
Preview
PDF
R11-02-Asrul_Sani-_RE.pdf - Published Version

Download (337kB)
[img]
Preview
PDF
R11-03-Asrul_Sani-_DaIsi.pdf - Published Version

Download (331kB)
[img]
Preview
PDF
R11-04-Asrul_Sani-_Bab1.pdf - Published Version

Download (442kB)
[img] PDF
R11-05-Asrul_Sani-_Bab2DST.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Keputusan melakukan investasi atau Capital Budgeting Decision, merupakan salah satu dari keputusan strategis yang penting. Salah satunya adalah penambahan kapasitas produksi perusahaan. Hal ini disebabkan oleh besarnya dana yang diperlukan dan permasalahan lain yang harus diperhitungkan seperti sumberdaya manusia, proyeksi penjualan dan aspek keuangan di masa yang akan datang dan penyiapan aspek administrasinya. PT Unitra Adhijaya, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan ekspor pakaian jadi (jenis jaket), saat ini mengalami permasalahan tidak mempunyai kapasitas yang ada memenuhi seluruh permintaan dari pelanggannya (buyers). Kapasitas yang ada saat ini hanya 720.000 buah (pcs) per tahun sedangkan permintaan melebihi kapasitas tersebut sehingga sebagian dilakukan subkontrak (cutting, making dan triming/CMT) ke perusahaan lain. Dalam melakukan tambahan investasi, perusahaan sangat mengharapkan agar kinerja yang selama ini telah cukup baik dapat lebih ditingkatkan lagi. Oleh karena itu tujuan geladikarya ini adalah untuk (1) melakukan analisis internal dan eksternal perusahaan dan analisis SWOT (2) meramalkan/memproyeksikan penjualan (ekspor) di masa yang akan datang (3) Melakukan analisis finansial rencana investasi (4) Melakukan analisis sensitivitas bila terjadi penurunan penjualan dari proyeksi yang disusun akibat adanya rencana penambahan investasi tersebut. Analisis difokuskan pada pada aspek finansial dan beberapa aspek lain yang berkaitan, sedangkan kelayakan investasi diukur dari kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PBP). Dasar perhitungan digunakan hasil proyeksi keuangan yang dilakukan secara kuantitatif dengan metoda time series (model dekomposisi), regresi sederhana dan proyeksi atas dasar pangsa pasar yang didukung oleh asumsi-asumsi dasar keuangan dan investasi. Berdasarkan hasil analisis SWOT perusahaan dapat dikemukakan kondisi sebagai berikut : • Permintaan akan produk jaket selama lima tahun terakhir meningkat sementara realisasi ekspor belum dapat memenuhi seluruh permintaan tersebut, sehingga terdapat sebagian kuota (permintaan) yang tidak dapat direalisir. • PT Unitra Adhijaya termasuk pemain utama dalam produksi dan ekspor produk jaket (kategori 21) yang berada di rangking 7 (tahun 1995) dan 4 (tahun 1996), dengan pangsa pasar berkisar sebesar 5 %. Sementara itu kapasitas perusahaan tidak mencukupi permintaan pelanggannya (pangsa pasar tersebut). • Aktiva (asset) dan perolehan laba (profitability) perusahaan meningkat dari tahun ke tahun yang menggambarkan bahwa manajemen perusahaan dapat dijalankan dengan baik. Dengan demikian diharapkan manajemen akan mengelola peningkatan atau tambahan kapasitas yang akan dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan/ kenaikan permintaan. • Adanya dukungan bahan baku dan bahan pembantu baik dari pemasok di dalam dan luar negeri sehingga untuk memenuhi produksinya perusahaan tidak akan mengalami kesulitan berarti. Selain itu dukungan tenaga manajemen yang cukup ahli dan kemudahan penyediaan tambahan tenaga kerja mudah saat ini. Sementara itu hasil analisis keuangan dan kelayakan finansial investasi menunjukkan bahwa tambahan investasi yang direncanakan layak dilakukan dengan hasil sebagai berikut : • Proyeksi arus kas menunjukkan bahwa tambahan fasilitas kredit investasi sebesar Rp.1.700 juta dan diharapkan lunas tahun 2001. Selain itu dukungan tambahan kredit modal kerja juga dapat dilunasi pada tahun yang sama. • Analisis kelayakan investasi menunjukkan (1) atas dasar proyeksi penjualan metode time series model dekompisisi (skenario I) yaitu Net Present Value (NPV) sebesar Rp.3.222,95 juta, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 33,37 % dan Payback Period (discounted PBP) selama 5 tahun 6 bulan (2) atas dasar proyeksi penguasaan pangsa pasar (skenario II) yaitu Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 2.1 15,92 juta, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 28,06 % dan PaybackPeriod (discounted PBP) selama 6 tahun 5 bulan. Apabila berpedoman pada kriteria investasi yang ada maka hasil tersebut menunjukkan bahwa rencana penambahan investasi tersebut layak (feasible) untuk dilaksanakan. Hal tersebut juga didukung oleh adanya beberapa aspek positif yang dilihat dari hasil analisis SWOT. Aspek-aspek tersebut diharapkan akan lebih menjamin keberhasilannya sesuai proyeksi yang disusun di masa yang akan datang. • Analisis sensitivitas yang dilakukan dengan asumsi proyeksi penjualan mengalami penurunan yang dihitung atas dasar persentase kesalahan mutlak rata-rata masing-masing skenario yaitu sebesar 10 % (dibulatkan) untuk skenario I dan 5 % (dibulatkan) untuk skenario II, menunjukan hasil sebagai berikut (1) atas dasar proyeksi penjualan metode time series model dekomposisi (skenario I) yaitu Net Present Value (NPV) sebesar Rp.2.706,92 juta, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 3 1,09 % dan Payback Period (discounted PBP) selama 5 tahun 10 bulan. (2) atas dasar prayeksi penguasaan pangsa pasar (skenario II) yaitu Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 1.892,70 juta, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 26,92 % dan Payback Period (discounted PBP)' selama 6 tahun 8 bulan. Hasil ini menunjukan bahwa rencana investasi tersebut masih dapat mentolerir adanya penurunan penjualan sebesar masing-masing 10 % (skenario I) dan 5 % (skenario II) dari proyeksi yang disusun (tidak sensitif). Beberapa faktor yang mendukung perlunya dilakukan penambahan kapasitas produksi ini adalah sebagai berikut : • Adanya dukungan yang realistik pada aspek pemasarannya dengan adanya jaminan kontrak jangka panjang dan L/C ekspor dari pelanggannya. • Kemudahan penambahan jumlah tenaga kerja serta pemenuhan tingkat kemampuan menjalankan produksi karena tingkat teknologi produksi yang relatif mudah. • Kemampuan manajemen perusahaan meningkatkan baik aktiva, kapasitas produksi dan ekspor dalam lima tahun terakhir. Pengalaman ini diharapkan akan dapat membantu dalam rencana penambahan kapasitas tersebut. Namun demikian dalam persiapan proses produksi yang lebih baik, maka diperlukan perbaikan pengelolaan administrasi seperti pembuatan rincian uraian tugas (job description) dan pembagian tugas yang sesuai antara kemampuan setiap karyawan yang ada dengan tingkat kesulitan pekerjaan yang dilakukan. Selain itu agar implementasinya dapat dilaksanakan dengan baik maka diperlukan penyiapan aspek perijinan dan persiapan yang matang untuk memperkecil kemungkinan-kemungkinan tak terduga seperti adanya kenaikan harga dan kesulitan atas perolehan peralatan yang sesuai, yang memerlukan alternatif peralatan lain yang jenisnya berbeda namun dapat berfungsi sama.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kelayakan Investasi, Kapasitas Produksi, PT. Unitra
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 18 Jan 2012 03:46
Last Modified: 18 Jan 2012 03:46
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1018

Actions (login required)

View Item View Item