Analisis penerapan manajemen berbasis aktivitas untuk mencapai efisiensi biaya pada pt. metal inti presisi

Yuwono, Panji (2007) Analisis penerapan manajemen berbasis aktivitas untuk mencapai efisiensi biaya pada pt. metal inti presisi. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R33-01-Panji-Cover.pdf - Published Version

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-02-Panji-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-03-Panji-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (322kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-04-Panji-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
R33-05-Panji-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (321kB) | Preview

Abstract

Globalisasi yang terjadi saat ini menuntut semua pihak untuk dapat meningkatkan kemampuan daya saingnya. Dalam keadaan ekonomi perubahan yang cepat, laba hanya dapat dihasilkan melalui manajemen yang cerdas atas seluruh sumberdaya perusahaan. Untuk dapat mencapai tujuannya dalam memaksimalkan laba, pihak manajemen perusahaan harus menyesuaikan strategi perusahaan dan pada gilirannya perubahan strategi menuntut perubahan inisiatif strategik dan aktivitas yang digunakan untuk menjalankan bisnis dalam usaha melipatgandakan pendapatan dan mengurangi biaya secara signifikan dalam jangka panjang. Salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh manajemen perusahaan adalah dalam hal penerapan sistem informasi biaya. Sistem informasi khususnya sistem informasi biaya kini seharusnya tidak lagi hanya untuk memenuhi kebutuhan informasi biaya produk oleh manajemen puncak dan pihak luar yang berkepentingan, namun juga didesain untuk memberdayakan seluruh personel perusahaan, baik itu karyawan maupun manajer dalam pengelolaan aktivitas. Salah satu permasalahan khusus yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masuknya produk-produk dari negara Cina. Dengan upah tenaga kerja yang relatif lebih murah, produk-produk dari Cina ini memiliki daya saing yang tinggi dengan harga-harganya yang relatif jauh lebih murah. Dengan masuknya produk-produk dari Cina maupun yang lainnya membuat persaingan usaha menjadi kian ketat. Pangsa pasar dari perusahaan pun berkurang yang berakibat langsung pada berkurangnya tingkat keuntungan. Hal ini memaksa perusahaan khususnya perusahaan manufaktur untuk bisa bertahan dan memaksimalkan laba dengan menerapkan strategi perbaikan yang berkesinambungan, personel perusahaan dirasakan semakin memerlukan informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai aktivitas yang dilakukan serta obyek dari aktivitas itu sendiri yaitu produk maupun pelanggan demi optimalisasi kinerja perusahaan. PT. MIP sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang menghasilkan berbagai macam produk. Produk yang dihasilkannya adalah pendukung utama kendaraan bermotor roda dua, yaitu piston kaliper rem. Salah satu strategi yang dapat dijalankan untuk meningkatkan daya saing perusahaan ialah dengan menerapkan sistem manajemen berbasis aktivitas yang mendayagunakan informasi dari activity based costing. ABC yang bertujuan untuk menghasilkan informasi biaya produk yang akurat. Berdasarkan latarbelakang yang diuraikan maka rumusan masalah yang akan dikaji adalah Bagaimana perbandingan antara perhitungan Activity-Based Costing dan yang telah dilakukan oleh perusahaan ? Aktivitas-aktivitas mana saja yang termasuk kedalam kelompok aktivitas value-added maupun non value-added untuk mengidentifikasi kesempatan untuk melakukan perbaikan dan mengurangi pemborosan ? Bagaimana strategi perusahaan dalam efisiensi biaya untuk memperbaiki posisi strategiknya berdasarkan manajemen berbasis aktivitas ? Dari perumusan masalah yang ada, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan harga pokok berdasarkan sistem ABC dan standar perusahaan, mengidentifikasi aktivitas yang value added dan non value-added untuk mengidentifikasi kesempatan untuk melakukan perbaikan dan mengurangi pemborosan dan merumuskan langkah-langkah yang sebaiknya diambil oleh manajemen dalam efisiensi biaya berdasarkan aktivitas dari hasil analisa yang sudah dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Metal Inti Presisi, dimulai dengan Direct Tracing terhadap aktivitas-aktivitas yang menjadi konsumen dari sumberdaya untuk masing-masing produk. Melakukan penghitungan jumlah biaya yang terjadi pada masing-masing aktivitas. Mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang dikonsumsi oleh produk yang sama. Menghitung tarif biaya masing-masing kelompok. Membebankan biaya tidak langsung kepada produk. Dilakukan perbandingan antara harga pokok produksi hasil perhitungan ABC system dengan harga pokok produksi perusahaan. Menganalisis aktivitas-aktivitas operasional untuk dimasukkan ke dalam kelompok aktivitas yang value-added maupun yang non-value added. Dilanjutkan dengan analisis efisiensi biaya. Setelah didapatkan hasil perbandingan antara HPP perusahaan dan HPP dengan menggunakan sistem ABC, maka dapat diketahui metode perhitungan mana yang lebih tepat bagi perusahaan dengan menginterpretasikan data-data yang telah dianalisis dalam sebuah pembahasan yang akan dijadikan suatu kesimpulan. Evaluasi aktivitas merupakan interpretasi atas setiap analisis yang dilakukan dan penjabaran proses penerapan sistem informasi biaya pada perusahaan. Dari hasil evaluasi dan pengolahan data berdasarkan sistem informasi biaya Activity based costing pada PT. Metal Inti Presisi maka dapat disimpulkan : Melalui metode alokasi biaya tidak langsung berdasarkan tingkat aktivitas, terdapat kelebihan kalkulasi biaya untuk piston tipe SL 15 sebesar 36,76% dan terjadi kekurangan kalkulasi biaya untuk piston tipe SL 35 sebesar 11,29 %. Hal ini mengakibatkan terjadinya selisih alokasi biaya yang terjadi pada perusahaan sebesar 24,03% yang masih berupa keuntungan bagi perusahaan. Meskipun harga pokok perusahaan masih dibawah harga pokok yang ditargetkan suplier utama dan masuk kategori favorable berdasarkan perhitungan biaya. Namun akan lebih baik jika perusahaan menggunakan sistem perhitungan biaya berbasis aktivitas guna mendapatkan hasil yang lebih menguntungkan. Melalui metode alokasi biaya ABC dapat diketahui bahwa produk piston SL 15 mengalami overvalue dan piston SL 35 mengalami undervalue. Apabila di bandingkan dengan secara silang / subsidi silang, perusahaan tetap mengalami keuntungan. Hal tersebut dikarenakan overvalue pada SL 15 dapat menutupi undervalue yang terjadi pada piston SL 35. Melalui penelusuran aktivitas dengan sistem ABC, diketahui bahwa masih ada kesempatan bagi perusahaan untuk memperbaiki kemampuan produksi (value added) dengan cara mengoptimalkan kapasitas menganggur pada mesin untuk diperoleh kapasitas produksi yang lebih optimal. Sedangkan untuk yang non value added adalah over time kerja mesin dalam rangka memenuhi target produksi seharusnya tetap mempertimbangkan jadwal servis berkala agar tidak terjadi mesin run down yang malah berbalik merugikan. Dalam efisiensi biaya produksi, perusahaan masih belum dapat mencapai target produksi kecuali dengan tambahan karyawan maupun jam kerja. Dengan memberlakukan sistem kerja shift / lembur dengan optimal, diharapkan dapat mengisi iddle capacity untuk memenuhi permintaan dengan jumlah yang lebih besar. Target produksi yang tidak tercapai tersebut juga disebabkan oleh mesin stop produksi. Terjadinya masalah teknis mesin diakibatkan perusahaan kurang memperhatikan jadwal servis mesin, karena untuk memperbaiki mesin tersebut justru akan menyebabkan pemborosan waktu Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan sistem biaya biaya berbasis aktivitas terhadap perusahaan jasa dengan volume maupun diferensiasi jasa lebih beragam.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: AB Costing, Direct tracing, cost driver, value, non value added, favorable, unfavorable.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 08 Aug 2011 00:51
Last Modified: 24 Jun 2016 03:28
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/104

Actions (login required)

View Item View Item