Perancangan arsitektur strategik di perusahaan furnitur panel wood pt. cahya sakti furintraco, bogor

Sidabutar, Juanda H. (2007) Perancangan arsitektur strategik di perusahaan furnitur panel wood pt. cahya sakti furintraco, bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E25-01-Juanda-Cover.pdf - Published Version

Download (345kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-02-Juanda-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (325kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-03-Juanda-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-05-Juanda-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (409kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E25-04-Juanda-daftarisi.pdf - Published Version

Download (321kB) | Preview

Abstract

Furnitur atau sering juga disebut dengan bahasa lain ”Meubel” adalah merupakan produk yang termasuk dalam kelompok kebutuhan rumah tangga, baik rumah tangga individu maupun rumah tangga organisasi perusahaan. Kebutuhan furnitur saat ini berkembang sangat pesat, karena di samping furnitur dibutuhkan fungsinya juga dibutuhkan dari sudut pandang tampilan dan mode (fashion). Trend seperti ini jelas menimbulkan pasar yang sangat baik untuk bisnis furnitur. Lima tahun terahir ini industri furnitur bertumbuh dengan pesat. Hal itu terlihat dengan tumbuhnya perusahaan-perusahaan ritel baru atau pusat-pusat penjualan ritel untuk furnitur seperti: Index Furnishing Home, MER Furnitur Center, Furnimart, Home Centro, Vinoti Office Furnishing, dan Vivere. Walaupun demikian, sebagian besar dari industri furnitur yang berskala kecil (UKM) banyak yang gulung tikar sebagai akibat ketatnya persaingan di pasar dan juga sebagai akibat dari isu illegal logging yang sangat mengganggu para pengusaha perkayuan dan furnitur. Permintaan pasar dalam negeri untuk produk furnitur tidak pernah berkurang, bahkan menurut data dari Asosiasi Industri Perfurnituran dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), bahwa sejak tahun 2002, pertumbuhan impor furnitur Indonesia meningkat menjadi 88 persen (volume) dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan impor furnitur Indonesia tertinggi terjadi pada tahun 2004 dengan nilai pertumbuhan 130 persen (volume) atau 82,6 persen (value). Sepanjang tahun 2000 hingga tahun 2005 rata-rata pertumbuhan impor furnitur Indonesia yang berasal dari berbagai negara telah mencapai US$ 21.187.548 Industri furnitur Indonesia tidak hanya menghadapi persaingan didalam negeri, namun juga harus menghadapi persaingan produk yang berasal dari impor. Dari keseluruhan nilai impor produk furnitur tersebut ditahun 2005, produk furnitur yang berasal dari negara China mendominasi hingga 44 persen, diikuti oleh Jepang, Singapura dan Thailand dengan masing-masing proporsi nilai ekspornya sebesar 17 persen, 13 persen dan 5 persen. Produk furnitur impor dari negeri China saat ini telah menjadi kompetitor yang serius bagi produk yang dihasilkan produsen dalam negeri, karena produk furnitur China di produksi dengan biaya yang rendah sehingga menciptakan harga yang ditawarkan kepada konsumen juga relatif murah serta pilihan produk yang beragam. Dari uraian tersebut dapat dirumuskan permasalahan yang dihadapi oleh PT. Cahaya Sakti Furintraco yang selanjutnya disebut PT. CSF adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana persaingan dalam industri furnitur secara global dapat mempengaruhi perusahaan PT. CSF ? (2) Bagaimana kondisi lingkungan internal PT. CSF saat ini yang dapat menjadi kompetensi dalam memanfaatkan peluang di masa depan? (3) Bagaimana merancang industri masa depan PT. CSF melalui arsitektur strategik untuk mewujudkan visi/misi perusahaan?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Merumuskan faktor-faktor persaingan industri furnitur yang terjadi saat ini, (2) Merumuskan kondisi lingkungan internal PT. CSF saat ini yang dapat menjadi kompetensi untuk dikembangkan dan diterapkan di masa yang akan datang, dan (3) Menyusun arsitektur strategik PT. CSF untuk mewujudkan visi/misi perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk memperoleh gambaran yang luas dan mendalam tentang PT. CSF. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dalam lingkup manajemen strategik. Penelitian ini dimulai dengan menganalisis visi dan misi serta tujuan dari PT. CSF saat ini. Analisis ini untuk mengetahui sejauhmana visi dan misi serta tujuan dari PT.CSF tersebut telah dapat diwujudkan. Kemudian tahap selanjutnya dilakukan analisis lingkungan eksternal yang mencakup lingkungan makro dan mikro (industri). Analisis lingkungan makro mencakup faktor-faktor penggerak industri seperti faktor politik, ekonomi, sosial budaya dan teknologi yang dapat menjadi peluang ataupun ancaman bagi perusahaan. Analisis lingkungan mikro (industri) menggunakan konsep five force’s dari Porter (1994) untuk dapat mengetahui intensitas persaingan pada lingkungan industri dimana perusahaan beroperasi, mencakup ancaman pendatang baru, ancaman produk dalam arti produk substitusi, kekuatan tawar menawar pemasok, kekuatan tawar menawar pembeli, serta pesaing industri. Setelah itu kemudian dilakukan analisis internal untuk mengetahui mengenai gambaran dari organisasi perusahaan, juga termasuk lini produk dengan audit kinerjanya dengan menggunakan analisis rantai nilai (value chain analysis). Kemudian tahapan berikutnya adalah merumuskan wawasan industri masa depan (industry foresight) sesuai dengan visi dan misi perusahaan dan analisis evolusi potensial faktor-faktor penggerak industri. Berdasarkan rumusan industri masa depan tersebut, dilakukan analisis terhadap manfaat yang dapat diberikan perusahaan dan kompetensi yang diperlukan serta pelanggan apa yang harus dilayani untuk mewujudkan industri masa depan tersebut. Berdasarkan tinjauan masa depan industri tersebut, kemudian dibuat dan disusunlah arsitektur strategik yang merupakan cetak biru dari jalur migrasi strategi-strategi untuk menjembatani antara industri saat ini dengan industri masa depan. Tugas manajemen pada tahap implementasi selanjutnya adalah mempersonalisasikan maksud dari strategi (strategic intent) untuk memfokuskan perhatian setiap karyawan kepada pelaksanaan strategi tersebut yang dirumuskan melalui program-program yang merupakan tahapan dalam memperoleh keunggulan bersaing. Dalam persaingan industri furnitur yang terjadi saat ini faktor yang menjadi ancaman terbesar berasal dari ancaman pesaing yaitu karakteristik pesaing yang beragam dan kekuatan tawar menawar pembeli dengan ketergantungan perusahaan terhadap pembeli. Perumusan kondisi lingkungan internal PT. CSF saat ini yang dapat menjadi kompetensi untuk dikembangkan dan diterapkan di masa datang dilakukan dengan menggunakan rantai nilai (value chains). Kompetensi yang dimiliki PT. CSF antara lain adalah : kemampuan logistik ke dalam Terdiri dari kemampuan memperoleh bahan baku yang berkualitas dari pemasok untuk mengurangi pengembalian barang cacat dan kemampuan melakukan pemesanan bahan baku tepat waktu; kemampuan operasional sampel terdiri dari kemampuan menciptakan desain dan pengunaan bahan baku yang inovatif; kemampuan operasional produk terdiri dari kemampuan membuat jadwal produksi main line yang tepat waktu; kemampuan logistik ke luar terdiri dari kemampuan mendistribusikan produk secara cepat dan tepat sesuai dengan waktu dan lokasi tujuan; kemampuan pemasaran dan penjualan terdiri dari kemampuan menciptakan dan memelihara jaringan pemasaran; kemampuan pelayanan terdiri dari kemampuan mencari titik kepuasan pelanggan terhadap furnitur; kemampuan infrastruktur perusahaan terdiri dari kemampuan total manajemen menciptakan image perusahaan dan image produk. Arsitektur strategik PT. CSF yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi/misi perusahaan adalah pada tahun 2008, perusahaan akan fokus pada pengembangan pasar (market development) dan market intellegent. melakukan inovasi produk dan kelengkapan produk furnitur dengan cara pemantauan dan pemantapan sumber bahan baku, melakukan penyesuaian produk mengikuti selera konsumen (2009). PT. CSF akan memfokuskan pada pengembangan jaringan bisnis (networking) dan multioutsourcing (2010). PT. CSF akan melakukan diversifikasi usaha berupa pengembangan bisnis (2011), mengembangkan model pemasaran produk dengan model retailing modern store (2012).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Eksternal, Analisis Kompetensi Inti, Analisis Rantai Nilai, Analisis Gap, Industry Foresight, Arsitektur Strategik, Furnitur, PT. CSF.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: Staff-3 Perpustakaan
Date Deposited: 10 Jan 2012 07:50
Last Modified: 23 Jun 2016 05:40
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1087

Actions (login required)

View Item View Item