Analisis rasio keuanan dalam menentukan financial distress pada bank yang terdafar dalam bursa efek indonesia

Pratiwi, Sulistiyani Novi (2010) Analisis rasio keuanan dalam menentukan financial distress pada bank yang terdafar dalam bursa efek indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R41-01-Novi-Cover.pdf - Published Version

Download (363kB)
[img]
Preview
PDF
R41-02-Novi-Abstrak.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
PDF
R41-03-Novi-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
R41-04-Novi-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img]
Preview
PDF
R41-05-Novi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (706kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Perbankan di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting, salah satunya menjaga kestabilan moneter yang di sebabkan atas kebijakannya terhadap simpanan masyarakat serta sebagai lalu lintas pembayaran. Bank merupakan suatu badan usaha yang tujuannya menghasilkan keuntungan atau laba, dan untuk memaksimalkan labanya, sering kali perusahaan termasuk perbankan melakukan segala cara bahkan yang merugikan stakeholders. Adanya kasus bank Century membuktikan bahwa bank-bank tidak selalu mengelola uang nasabahnya dengan baik dan benar. Oleh karena itu, informasi yang akurat sangat diperlukan agar nasabah dapat mengambil keputusan dengan benar saat akan menyimpan atau menginvestasikan uangnya di bank. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan (perbankan) merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan bank, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan. Hal ini ditempuh dengan cara melakukan analisis laporan keuangan. Model yang sering digunakan dalam melakukan analisis tersebut adalah dalam bentuk rasio-rasio keuangan. Untuk membuktikan bahwa laporan keuangan bermanfaat maka dilakukan penelitian mengenai manfaat laporan keuangan. Salah satu bentuk penelitian yang menggunakan rasio-rasio keuangan yaitu penelitian-penelitian yang berkaitan dengan manfaat laporan keuangan untuk tujuan memprediksikan kinerja perusahaan seperti kebangkrutan dan financial distress. Financial distress terjadi sebelum kebangkrutan. Model financial distress perlu untuk dikembangkan, karena dengan mengetahui kondisi financial distress perusahaan sejak dini diharapkan dapat dilakukan tindakan-tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan. Banyak sekali literatur yang menggambarkan model prediksi kebangkrutan perusahaan, tetapi hanya sedikit penelitian yang berusaha untuk memprediksi financial distress suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan sangat sulit mendefinisikan secara obyektif permulaan adanya financial distress. Rasio analisis tradisional berfokus pada profitabilitas, solvency dan likuiditas. Perusahaan yang mengalami kerugian, tidak dapat membayar kewajiban atau tidak likuid mungkin memerlukan restrukturisasi. Untuk mengetahui adanya gejala kebangkrutan diperlukan suatu model untuk memprediksi financial distress untuk menghindari kerugian dalam nilai investasi. Meskipun telah terdapat model-model yang mampu meramalkan tentang finansial distress suatu perusahaan seperti Altman Z-Score, akan tetapi sering kali keakuratannya kurang mampu memprediksikan kebangkrutan pada perbankan. Untuk itu pada penelitian ini akan dibuat model tersendiri untuk meramalkan financial distress suatu bank berdasarkan tingkat laba yang terjadi serta kemampuan bank tersebut membayar deviden. Dengan demikian perumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pengaruh rasio-rasio keuangan yang dimiliki bank yang terdapat dalam BEI terhadap finansial distress dengan menggunakan regresi logit, (2) Rasio keuangan apa sajakah yang dominan dalam menetukan finansial distress dalam sektor perbankan, (3) Apa yang harus dilakukan oleh pihak manajemen invetasi dalam melihat kondisi laporan keuangan pada perbankan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pengaruh rasio-rasio keungan yang dimiliki bank yang terdapat dalam BEI terhadap finansial distress dengan menggunakan regresi logit, (2) mengetahui rasio keuangan apa sajakah yang dominan dalam menentukan finansial distress dalam perbankan, (3) menentukan implikasi manajerial. Desain penelitian yang digunakan adalah riset deskriptif dan kuantitatif menggunakan data sekunder. Dalam penelitian ini terlebih dahulu akan dianalisis bank mana yang tergolong mengalami financial distress dan yang tidak mengalami financial distress berdasarkan laba operasional akhir tahun yang diperoleh. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data laporan keuangan tahunan bank go public di Indonesia. Analisis data meliputi: (1) Analisis regresi logistik, (2) Analisis deskriminan. Dari sembilan persamaan regresi logistik yang dibentuk diatas menunjukkan bahwa rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksikan financial distress suatu bank. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, bahwa rasio-rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksikan financial distress suatu bank. Sedangkan tambahan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel rasio keuangan yang paling dominan dalam menentukan financial distress suatu bank adalah: (1) Loan to Deposit Ratio (LDR), (2) Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), (3) Nett Interest Margin (NIM), (4) Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPPAP) Beberapa hal yang dapat disampaikan sebagai saran adalah: (1) Nasabah dapat melihat kondisi suatu bank apakah dalam kondisi baik atau tidak berdasarkan Rasio keuangan BOPO, LDR, NIM dan PPPAP. Karena pada penelitian ini keempat variabel tersebut adalah yang paling signifikan mempengaruhi terjadinya kesulitan keuangan pada bank yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. (2) Agar terhindar dari masalah financial distress pihak bank sebaiknya meningkatkan nilai LDR yang dimiliki dengan cara meningkatkan pemberian kredit kepada masyarakat. Penyaluran kredit dari dana pihak ketiga tersebut tentu saja harus dilakukan dengan pengawasan yang baik dan sesuai dengan peraturan yang ada. (3) Bagi peniliti berikutnya disarankan untuk menambah periode penelitian agar R-squared yang dihasilkan dapat lebih dari yang didapatkan pada penelitian ini. Selain itu penambahan jumlah variabel independent dalam penelitian ini akan dapat memperbanyak kemungkinan persamaan yang dapat dibentuk.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Financial distress, Financial ratio, Regression logistic analysis, Discriminant analysis. Financial distress, Rasio keuangan, Analisis regresi logistik, Analisis deskriminan.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 08 Aug 2011 00:50
Last Modified: 01 Sep 2014 03:33
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/110

Actions (login required)

View Item View Item