Analisis Sikap Konsumen dan lmplikasinya Terhadap Bauran Pemasaran Produk Sosis PD. Badranaya Bandung

Sembiring, Carolina, Florencia (1997) Analisis Sikap Konsumen dan lmplikasinya Terhadap Bauran Pemasaran Produk Sosis PD. Badranaya Bandung. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R11-_01-_Carolina_Florencia_Sembiring-_Cover.pdf - Published Version

Download (390kB)
[img]
Preview
PDF
R11-_02-_Carolina_Florencia_Sembiring-_RE.pdf - Published Version

Download (305kB)
[img]
Preview
PDF
R11-_03-_Carolina_Florencia_Sembiring-_DaIsi.pdf - Published Version

Download (349kB)
[img]
Preview
PDF
R11-_04-_Carolina_Florencia_Sembiring-_Bab1.pdf - Published Version

Download (366kB)
[img]
Preview
PDF
R11-_05-_Carolina_Florencia_Sembiring-_Bab2DaIsi.pdf - Published Version

Download (2MB)
Official URL: http://library.mb.ipb.ac.id

Abstract

PD. Badranaya merupakan perusahaan penghasil daging olahan sapi dan ayam yang cukup bermutu dan higienis, serta merupakan pelopor perusahaan sosis daging pertama di Indonesia. Namun demikian, kegiatan pemasaran perusahaan dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, dalam artian program pemasaran tidak berjalan secara efektif. Dari hasil pengamatan pendahuluan terdapat beberapa masalah bauran pemasaran yang teridentifikasi yaitu : 1). Pengemasan produk dinilai masih belum sempurna, karena penjelasan mengenai media memasak serta penyimpanan di lemari pendingin belum ada. 2). Penetapan harga penyalur terlalu bebas, sehingga terjadinya perbedaan harga pada berbagai tempat penjualan produk. 3). Promosi perusahaan untuk berbagai produk, khususnya sosis sapi yang memiliki pangsa pasar terbesar, belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Hal ini ditunjukkan dengan masih ada sebagian konsumen yang tidak mengetahui keberadaan produk perusahaan serta ditunjang dengan rendahnya skor responden terhadap promosi. 4). Penyaluran produk selama ini belum merata, termasuk ketersediaan dari jumlah dan jenis produk itu sendiri, mengakibatkan keterbatasan konsumen dalam mengkonsumsi produk perusahaan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka geladikarya ini ditujukan untuk menganalisa strategi pemasaran yang telah dilakukan perusahaan selama ini. Selain itu, geladikarya ini ditujukan untuk memberikan alternative pemecahan masalah dalam upaya memberikan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan strategi-strategi yang berkaitan dengan pemasaran produk sosis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis multiatribut model Fishbein. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa kuat kepercayaan konsumen terhadap produk dibandingkan dengan skala evaluasi yang ada, mampu menunjukkan atribut produk manakah yang memiliki skor terkecil atau terbesar, berdasarkan hasil analisis terhadap 21 responden, geladikarya ini menghasilkan beberapa hal : 1. Desain kemasan produk sosis secara fisik dinilai baik. Atribut lainnya yang menyangkut ukuran, rasa, warna juga baik. Untuk atribut lainnya yaitu daya tahan produk adalah kompetitif dengan pesaing, sedangkan atribut label masih belum baik, karena label pada kemasan kurang jelas terutama untuk sosis sapi ukuran 1 kilogram. Informasi yang rinci tentang penggunaan dan penyimpanan juga tidak tercantum pada kemasan. 2. Penetapan harga yang tidak seragam pada semua pasar baik itu tradisional maupun swalayan, karena adanya kebebasan penetapan harga dari perusahaan kepada distributor. Walau harga produk perusahaan lebih sedikit mahal dari harga pesaing, umumnya responden mengatakan harga tersebut kompetitif. 3. Promosi yang dilakukan perusahaan selama ini adalah melalui pemasangan iklan di billboard, surat khabar, leaflet, pembagian baju bergambar Badranaya dan lainnya. Namun masih belum berjalan dengan efektif, karena tidak adanya tenaga pemasaran yang dapat menjalankan program pemasaran dengan gencar secara efektif dan efisien. 4. Ketersediaan produk baik dari jenis maupun jumlah di pasar pasar dan keberadaan produk yang masih jarang ditemui di luar Bandung. 5. Berdasarkan model Fishbein, maka diperoleh nilai evaluasi responden sebesar 23,58 dengan nilai kepercayaan responden terhadap sosis sapi sebesar 4,517, untuk cocktail sebesar 1,8 dan untuk sosis sapi rasa pedas adalah sebesar 1.27. Atas dasar temuan tersebut terlihat bahwa skor keseluruhan maksimum yang dapat diterima oleh suatu produk dengan perangkat evaluasi atribut adalah sebesar 23,58 artinya, kepuasan rnaksimum oleh responden adalah 23,58 sementara kepuasan yang ada hanya sebesar 4,57 untuk sosis sapi, 1,8 untuk cocktail dan 1,27 untuk sosis sapi rasa pedas lebih kecil dan ini menunjukkan besarnya selisih angka evaluasi responden dengan angka kepercayaan responden adalah sangat besar yaitu untuk sosis sapi sebesar 19,01, cocktail sebesar 21,70 dan untuk sosis sapi rasa pedas sebesar 22,31 dan besarnya selisih angka evaluasi responden dengan angka kepercayaan responden adalah sangat besar yaitu untuk sosis sapi sebesar 19,01, cocktail sebesar 21,70 dan untuk sosis sapi rasa pedas sebesar 22,31 dan besarnya selisih tersebut adalah tidak baik bagi perusahaan karena, atribut-atribut yang telah disusun perusahaan selama ini belum maksimal bagi konsumen, demikian juga dengan bauran pemasaran lain seperti harga, promosi dan distribusi. Apabila angka evaluasi responden adalah sama dengan angka kepercayaan responden terhadap produk, maka strategi perusahaan yang dilakukan selama ini khususnya bagi bauran pemasaran produk perusahaan adalah sesuai dengan keinginan konsumen.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sikap Konsumen, Bauran Pemasaran, Produk Sosis, PD. Badranaya Bandung
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:07
Last Modified: 27 Sep 2018 01:13
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1124

Actions (login required)

View Item View Item