Kajian Penetapan Suku Bunga Pinjaman Pada Pemberian Kredit di Bank Tabungan Pensiunan Nasional

SIAHAAN, HENRY, MP (1997) Kajian Penetapan Suku Bunga Pinjaman Pada Pemberian Kredit di Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R11-01-_Henry_Mp_Siahaan-Cover.pdf - Published Version

Download (332kB)
[img]
Preview
PDF
R11-02-_Henry_Mp_Siahaan-RE.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img]
Preview
PDF
R11-03-_Henry_Mp_Siahaan-DaIsi.pdf - Published Version

Download (373kB)
[img]
Preview
PDF
R11-04-_Henry_Mp_Siahaan-Bab1pdf.pdf - Published Version

Download (410kB)
[img] PDF
R11-05-_Henry_Mp_Siahaan-Bab2DSTpdf.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Berkembangnya bank-bank di Indonesia di satu sisi merupakan prestasi yang cukup membanggakan tetapi di sisi lain kondisi pasar sekarang dan terutama di masa datang adalah kompetitif dan akan semakin kompetitif. Ini berarti bahwa bank yang bisa bertahan hidup adalah bank yang bisa bersaing dengan baik di dalam pasar yang kompetitif itu. Apalagi dengan adanya deregulasi bulan Februari 1991 (Pakfeb 1991) merupakan upaya pemerintah untuk memantapkan eksistensi dan kesehatan perbankan di Indonesia. Dalam menghadapi kondisi demikian, bank dituntut untuk memiliki sistem dan strategi penetapan harga yang tepat agar keuntungan bank tetap akan terpelihara dan tumbuh dengan baik walaupun menghadapi persaingan yang semakin ketat Bank selaku financial intermediary sangat berkepentingan pada tingkat bunga yang ditawarkannya sebab bila bank menetapkan tingkat suku bunga yang tidak tepat dalam arti terlalu tinggi atau terlalu rendah maka keuntungan yang diperoleh akan kurang maksimal. LR adalah penjumlahan biaya dana (COF), OHC, COR dan laba yang diharapkan Konsep perhitungan biaya dana di masing-masing Bank Komersial Indonesia masih terdapat perbedaan. Perbedaan ini mulai dari hal prinsip seperti pada perhitungan biaya dana Rupiah saja atau gabungan Rupiah dan Valuta Asing, antara biaya dana pihak ketiga saja atau gabungan dengan dana pasar antar bank, antara dana berbiaya saja atau seluruh dana termasuk di dalamnya dana sendiri dan dana tidak berbiaya. Sementara itu, ada tiga metode dalam menetapkan biaya dana (Historical Average Cost, Weighted Average Projected Cost of All Sources, dan Marginal Cost of Funds). Bank BTPN memiliki aset lebih dari Rp 1 trilyun. Sebagian besar pendapatan operasionalnya masih berasal dari pendapatan bunga pinjaman. Sesuai dengan neraca per Desember 1996 jumlah pendapatan dari bunga pinjaman sebesar Rp 258,048 milyar, yaitu sekitar 89,00 persen dari pendapatan operasional atau 67,50 persen dari total pendapatan. Oleh karena itu tingkat suku bunga kredit akan mempengaruhi besarnya pendapatan operasional bank tersebut. Dalam upaya meningkatkan pendapatan operasional dari penyaluran kredit maka perlu menetapkan perhitungan Lending Rate (LR) yang paling mendekati Lending Rate Effective (LRE). Selama ini Bank BTPN melalui Biro Kredit dan Biro Akuntansi menghitung sendiri-sendiri LR dan LRE dengan konsep masing-masing biro tersebut Dalam geladikarya ini dikaji penetapan LR dengan membandingkan teknik penetapan LR dan LRE dengan metode Variable Cost, Full Cost dan kedua konsep biro tersebut. Selain itu tujuan geladikarya adalah mendeskripsikan komposisi sumber dana dan variable lain yang mempengaruhi LR. Debitur perusahaan didominasi para pensiunan yaitu sebesar 82,29 persen dari total pinjaman tahun 1995. Untuk tahun 1996, dominasi debitur para pensiunan tersebut menurun menjadi sekitar 81,34 persen dari total pinjaman yang diberikan. Perkembangan total dana yaitu dana berbiaya (dana yang memiliki biaya berupa besarnya tingkat suku bunga di dalam penghimpunannya) dan dana tanpa biaya (dana yang berhasil dihimpun bank tanpa dikenakan imbal jasa dalam bentuk tingkat suku bunga) tahun 1994-1996 menunjukkan trend yang meningkat Struktur dana berbiaya didominasi oleh Simpanan Berjangka dan struktur dana tanpa biaya didominasi Modal Dasar. Rata-rata OHC dari tahun 1994 sampai 1996 menunjukkan trend yang meningkat dengan rata-rata OHC tahun 1994 adalah Rp 6,552 milyar per bulan, tahun 1995 rata-rata OHC sebesar Rp 7,851 milyar, dan tahun 1996 OHC rata-ratanya Rp 8,830 milyar. Besar rata-rata Cadangan Piutang selama tahun 1994-1996 berfluktuasi. Tahun 1994 sebesar Rp 682,23 juta, tahun 1995 sebesar Rp 455,67 juta, dan tahun 1996 sebesar Rp 575 juta. Metode Variable Cost adalah metode yang lebih sesuai menggambarkan besarnya LR untuk tahun 1994-1996. Hal ini dapat disimpulkan karena nilai deviasi LR metode ini lebih mendekati dua LRE. Untuk dapat menekan Cost of Fund yang akan mempengaruhi besarnya LR, maka sumber dana "berbiaya murah" perlu ditingkatkan. Upaya peningkatan tersebut dapat berupa pemasaran giro yang lebih intensif, peningkatan kerjasama dengan lembaga atau perusahaan sampai dengan upaya go public. Dengan demikian maka diharapkan LR Bank BTPN dapat lebih kompetitif dengan bank umum lainnya. Disamping itu perlu adanya persamaan persepsi tentang penetapan LR sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat lebih selaras dan terus ditindaklanjuti.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Suku Bunga Pinjaman, Kredit, Bank Tabungan Pensiunan Nasional
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:16
Last Modified: 24 Mar 2014 08:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1135

Actions (login required)

View Item View Item