Kajian Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai pada PT. Bank Bahtera

Mudjiarto, . (1997) Kajian Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai pada PT. Bank Bahtera. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R11-01-Mudjiarto-Cover.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img]
Preview
PDF
R11-02-Mudjiarto-RE.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
R11-03-Mudjiarto-DaIsi.pdf - Published Version

Download (340kB)
[img]
Preview
PDF
R11-04-Mudjiarto-Bab1pdf.pdf - Published Version

Download (335kB)
[img] PDF
R11-05-Mudjiarto-Bab2DSTpdf.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Sumber daya manusia merupakan asset terpenting dalam perusahaan, apabila dikelola dengan tepat akan menjadi sumber kekuatan bagi perusahaan untuk berkembang secara dinamis. Bakat, kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia perusahaan dapat diukur melalui prestasi kerja, pengalaman dan kualifikasi. Penilaian prestasi kerja merupakan salah satu kegiatan manajemen sumber daya manusia untuk mendorong kinerja sumber daya manusia perusahaan, dalam rangka memantau kemampuan dan potensi mereka, yang berguna bagi manajemen untuk melakukan penempatan yang sesuai, dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. PT. Bank Bahtera, sebuah Bank ternama di Indonesia, saat ini memiliki sekitar 13.100 sumber daya manusia yang tersebar di seluruh Indonesia sesuai dengan keberadaan cabang-cabangnya. PT. Bank Bahtera telah memiliki sistem penilaian prestasi kerja yang menggunakan metode penilaian berdasarkan sasaran. Tujuan dari sistem penilaian tersebut adalah untuk meningkatkan keterampilan pegawai dan memberikan penilaian hasil kerjanya secara lebih obyektif, dengan harapan akan mendorong meningkatnya hasil kerja setiap unit usaha/kantor cabang, yang pada akhirnya akan meningkatkan usaha PT. Bank Bahtera secara keseluruhan. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, khususnya untuk tingkat penyelia ke bawah masih terjadi penyimpangan dari prosedur yang ditentukan, antara lain : pembuatan rencana kerja yang pada umumnya terlambat sampai melampaui pertengahan tahun; adanya pembuatan rencana kerja yang dilakukan pada saat pengukuran hasil hendak dilaksanakan; dan laporan perkembangan pencapaian sasaran secara berkala sebagai alat/sarana pemantauan tidak dilaksanakan. Geladikarya ini dilakukan untuk melakukan evaluasi dan menginventarisasi faktor-faktor yang menyebabkan kendala pelaksanaan sistem penilaian tersebut, dan mengkaji pendekatan masalah untuk menyempurnakan pelaksanaannya. Metode penelitian yang dilakukan adalah kaji manajemen, yaitu membandingkan antara prosedur normatif yang harus dipenuhi bagi terlaksananya penilaian prestasi kerja yang baik, dengan praktek pelaksanaanya. Dari hasil geladikarya yang dilakukan diidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan/menjadi kendala dalam pelaksanaan/penerapan sistem penilaian prestasi kerja yang berlaku yaitu : (1) masih lemahnya komitmen dan disiplin pegawai untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan sistem penilaian prestasi kerja yang disebabkan oleh : (a) penilaian yang dilaksanakan dirasakan tidak obyektif dan tidak sepenuhnya dilakukan berdasarkan rencana kerja pegawai, sehingga rencana kerja yang telah dibuat tidak diyakini perannya, (b) peranan penilaian prestasi terhadap pengembangan pegawai dirasakan kecil sehingga kurang membangkitkan dorongan untuk menuntut pelaksanaan sistem penilaian prestasi yang lebih baik dan lebih berkualitas, (c) pegawai belum memahami secara mendalam sistem penilaian prestasi kerja yang berlaku, (d) tidak ada sanksi untuk keterlambatan penyelesaian rencana kerja yang akan digunakan untuk menilai kinerja pegawai (2) Kurangnya keberanian dan tanggung jawab penilai untuk melakukan penilaian secara jujur, yang disebabkan oleh : (a) tidak berani menanggung beban moral untuk menilai dengan keadaan yang sebenarnya, karena tidak ingin menghambat kepangkatan pegawai dengan ketatnya sistem kepangkatan yang berlaku, (b) tidak dapat memberikan penilaian yang tinggi kepada semua pegawai yang benar-benar berhak, karena adanya pembatasan jumlah pegawai yang boleh dinilai dengan yudicium tinggi, akibatnya penilaian cenderung memusat (rata-rata) dan dirasakan tidak adil. Untuk mengeliminir/meminimalkan kelemahan yang terjadi dalam pelaksanaan sistem penilaian prestasi kerja di PT. Bank Bahtera, diajukan beberapa saran pemecahan masalah sebagai berikut : (1) Melakukan pelatihan kepada seluruh jajaran pegawai mengenai sistem penilai prestasi kerja yang berlaku, agar diperoleh pemahaman yang mendalam dan tercipta kesamaan pemahaman sehingga akan meningkatkan komitmen pegawai untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya, meningkatkan keberanian dan tanggung jawab penilai untuk melakukan penilaian secara jujur, dan memberikan keberanian kepada pegawai untuk menerima penilaian yang benar-benar obyektif; (2) Merubah persyaratan kenaikan pangkat dengan sistem kredit berdasarkan akumulasi jumlah nilai terbobot, karena dinilai lebih fleksibel dan lebih mampu memberikan pembedaan terhadap pegawai yang lebih produktif dengan yang kurang produktif, dan dapat mengeliminir kelemahan penilaian yang diakibatkan oleh kecenderungan memusat, sehingga diharapkan kepercayaan pegawai terhadap sistem penilaian akan meningkat yang akan mendorong meningkatnya komitmen pegawai untuk melaksanakan sistem penilaian dengan lebih baik; (3) Menyediakan penjenjangan karier untuk pegawai penyelia ke bawah yang dikaitkan dengan penilaian prestasi kerja, karena dengan memberikan kesempatan berkembang melalui penilaian prestasi kerja akan meningkatkan kepercayaan pegawai terhadap manfaat sistem penilaian, sehingga akan menumbuhkan komitmen pegawai untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya; (4) Menerapkan sanksi terhadap keterlambatan pembuatan rencana kerja, berupa pengurangan nilai atas jumlah nilai terbobot hasil penilaian, yang diperhitungkan sesuai dengan hari/minggu keterlambatannya, tujuan dari penerapan sanksi ini adalah untuk membangun kedisiplinan dan melatih pegawai untuk mampu mengatur waktu dan mengatur diri sendiri (self management), agar penilaian dapat dilakukan dengan lebih tertib dan lancar; (5) Menyediakan media banding kepada pegawai untuk mengajukan keberatan atas hasil penilaian prestasi kerja melalui instansi yang lebih tinggi (Kantor Wilayah), tujuannya adalah untuk mendorong agar penilai bersikap teliti dan hati-hati dalam melakukan penilaian, sehingga,obyektivitas penilaian dapat lebih dioptimalkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Penilaian Prestasi Kerja Pegawai, PT. Bank Bahtera
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:16
Last Modified: 24 Mar 2014 08:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1149

Actions (login required)

View Item View Item