Pengembangan Strategi Pemasaran Wisata Agro di PT. Mekar Unggul Sari

Sigit, Ridzki, Rinanto (1997) Pengembangan Strategi Pemasaran Wisata Agro di PT. Mekar Unggul Sari. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R11-01-Ridzki_Rinanto_Sigit-Cover.pdf - Published Version

Download (328kB)
[img]
Preview
PDF
R11-02-Ridzki_Rinanto_Sigit-RE.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
R11-03-Ridzki_Rinanto_Sigit-DaIsi.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
PDF
R11-04-Ridzki_Rinanto_Sigit-Bab1.pdf - Published Version

Download (354kB)
[img] PDF
R11-05-Ridzki_Rinanto_Sigit-Bab2DST.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Kebutuhan berwisata yang meningkat saat ini diyakini berawal dari meningkatnya waktu luang, kemajuan transportasi dan teknologi. Peningkatan permintaan berwisata diikuti pula oleh meningkatnya permintaan akan wisata yang ramah dengan lingkungan, yang akhirnya mendorong kepada timbulnya pariwisata alternatif. Wisata agro sebagai salah satu bentuk wisata alternatif menyediakan daya tarik berupa kedekatan terhadap alam berupa rasa nyaman, estetika, lingkungan alami, pemandangan alam serta sarana rekreatif alamiah. Meningkatnya permintaan akan wisata agro membuka peluang bagi para investor untuk mengelola kawasan-kawasan wisata agro, salah satu pemain tersebut adalah PT Mekar Unggul Sari yang terletak di kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dengan kawasan pengelolaannya yaitu Taman Buah Mekarsari. Di samping terdapat peluang bagi pengembangan industri wisata agro, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan oleh masing-masing pemain terutama potensi meningkatnya persaingan antar pemain dalam bisnis tersebut di masa yang akan datang. Terdapatnya peluang dan tantangan di dalam bisnis wisata agro menuntut para pengelola untuk melakukan strategi dalam upaya menentukan formulasi kebijakan perusahaan di masa yang akan datang. Penelitian bersifat studi kasus dilakukan di PT Mekar Unggul Sari, suatu perusahaan yang relatif baru dalam industri wisata agro. Tujuan akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah memberikan rekomendasi pengembangan dari strategi bauran pemasaran yang telah ada berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Untuk sampai ke sana, langkah-langkah penelitian dimulai dari mengidentifikasikan strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh PT Mekar Unggul Sari; menganalisis struktur industri wisata agro untuk mengetahui posisi perusahaan; dan mengidentifikasikan serta menganalisis karakteristik dan persepsi konsumen wisata agro. Teknik Analisis yang dilakukan di dalam penelitian ini adalah analisis citra, deskriptif, dan struktur industri. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yaitu data-data riset konsumen dan data sekunder berupa data intern perusahaan dan hasil studi pustaka. Hasil kajian analisis struktur industri menunjukkan bahwa strategi generik yang tepat untuk perkembangan wisata agro Taman Buah Mekarsari adalah diferensiasi yang diimplementasikan dalam bentuk inovasi produk wisata agro yang berbeda dengan para pesaing. Faktor-faktor paling berpengaruh di dalam struktur industri wisata agro adalah ancaman pendatang baru, persaingan antar pemain, dan ancaman produk pengganti (substitusi). Hasil analisis citra terhadap enam buah kawasan wisata agro di kawasan Jabotabek dan sekitarnya memperoleh temuan bahwa Taman Buah Mekarsari adalah obyek wisata rata-rata, bukan merupakan yang terbaik maupun yang terburuk. Opini responden yang diperoleh mengindikasikan bahwa Taman Buah Mekarsari diidentikkan dengan semua yang berhubungan dengan buah dan keunikan tamannya. Dari hasil analisis deskriptif pengunjung Taman Buah Mekarsari diperoleh informasi bahwa mayoritas pengunjung Taman Buah Mekarsari adalah individu yang berusia dewasa awal (20-25 tahun) dan dewasa madya (26-35 tahun) serta berpendapatan rendah (kurang dari Rp 500.000) dan sedang-rendah (Rp 500.001-Rp 1.000.000). Berdasarkan kelompok, pengunjung Taman Buah Mekarsari dapat dibedakan menjadi keluarga (dominan dalam jumlah kelompok diatas 3 orang), teman (jumlah kelompok 2 orang) dan rombongan (jumlah kelompok lebih dari 10 orang). Pengembangan strategi bauran pemasaran yang direkomendasikan adalah sebagai berikut : 1. Produk (product) a. Pengembangan atraksi wisata; pemberdayaan potensi obyek/atraksi wisata yang telah ada, termasuk dengan pembukaan 'konsesi areal tertentu bagi pengunjung, termasuk dilakukan penarikan biaya atraksi lanjutan. b. Pengembangan paket-paket wisata; berupa penyempurnaan paket wisata keliling reguler dan pengembangan paket-paket khusus (spesial). c. Event khusus; pelaksanaan disinkronkan dengan tema kalender nasional. 2. Promosi (promotion), dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan popularitas, menciptakan citra, dan meningkatkan pengetahuan konsumen tentang produk, dilakukan melalui : a. Pengiklanan; lewat media televisi baik yang berupa cara above the line maupun below the line. b. Promosi penjualan; lewat penarikan undian, membentuk ikatan khusus dan pameran.H c. Hubungan masyarakat dan publisitas; lewat sponsorship dan pengefektifan media identitas. 3. Tempat (placement), peningkatan kerjasama dengan travel biro, kelompok hobies, kelompok sekolah, dan kelompok sosial. 4. Harga (price) a. Biaya atraksi wisata; dilakukan lewat atraksi wisata dan penjualan souvenir. b. Biaya paket khusus; disesuaikan dengan jenis paket wisata yang diminta, lamanya paket dan jumlah peserta yang ikut. c. Biaya akomodasi; perlu dipertimbangkan untuk membuka warung makanan murah dimana disesuaikan dengan tingginya permintaan (demand) pada saat peak dan off season. 5. Personil (personnel), dibutuhkan penyesuaian tenaga yang dibutuhkan dengan jenis produk yang dihasilkan seperti : a. Paket wisata reguler : tenaga terampil; b. Paket wisata khusus : tenaga ahli dan tenaga terampil; c. Event kegiatan : tenaga ahli dan terampil; d. Souvenir : tenaga terampil. 6. Fasilitas Fisik (physical facility), keterpusatan pengunjung di lokasi GKS dan situ Cipicung dipecah (dispersal) dengan koridor pejalan kaki berbentuk radial (jaring laba-laba), terutama yang langsung menghubungkan antara GKS dengan situ Cipicung. Dapat dilakukan penambahan fasilitas dan atraksi wisata sebagai pusat keramaian baru di tengah-tengah koridor radial. 7. Proses manajemen (management process), proses manajemen disesuaikan dengan pengembangan produk. Hasil akhir berupa pembentukan unit-unit pengelola mandiri untuk masing-masing paket reguler, paket khusus, event dan souvenir.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi Pemasaran, Wisata Agro, PT. Mekar Unggul Sari
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:15
Last Modified: 24 Mar 2014 08:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1153

Actions (login required)

View Item View Item