Strategi Pengembangan Agribisnis Benih Padi Di Jawa Barat (Studi Kasus Pada Balai Benih Tani Makmur Cihea)

Mursyid., Al (2002) Strategi Pengembangan Agribisnis Benih Padi Di Jawa Barat (Studi Kasus Pada Balai Benih Tani Makmur Cihea). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r21-01-al_mursyid-cover.pdf

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
r21-02-al_mursyid-abstrak.pdf

Download (255kB)
[img]
Preview
PDF
r21-03-al_mursyid-daftar_isi.pdf

Download (294kB)
[img]
Preview
PDF
r21-03-al_mursyid-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (351kB)
[img]
Preview
PDF
r21-04-al_mursyid-pendahuluan.pdf

Download (350kB)
[img] PDF
img-209175050.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-209175224.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-209175420.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Al Mursyid. 2002. Strategi Pengembangan Agribisnis Benih Padi Di Jawa Barat (Studi Kasus Pada Balai Benih Tani Makmur Cihea). Di bawah bimbingan Arlef DARYANTO dan Agus Maulana. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat telah menetapkan dua program utama pembangunan pertanian tanaman pangan Propinsi Jawa Barat, yaitu Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Agribisnis. Program Peningkatan Ketahanan Pangan dimaksudkan untuk mengoperasionalkan kebijakan peningkatan ketahanan pangan menyangkut ketersediaan, keterjangkauan (aksesibilitas) dan stabilitas pengadaannya. Tujuannya adalah meningkatkan ketersediaan bahan pangan pokok terutama beras dalam jumlah yang cukup, kualitas yang memadai dan tersedia sepanjang waktu melalui peningkatan produksi, produktivitas dan pengembangan produk olahan. Salah satu sasaran program peningkatan ketahanan pangan di Jawa Barat adalah meningkatkan produksi padi secara berkelaniutan untuk memantapkan ketahanan pangan regional maupun kontribusinya pada tingkat nasional. Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, termasuk penduduk Jawa Barat. Secara rasional bahan makanan pokok ini dapat digantikan atau dapat disubstitusi dengan bahan makanan pokok lainnya, namun padi memiliki nilai tersendiri bagi orang yang terbiasa makan nasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Berdasarkan kebiasaan tersebut di atas dan pertimbangan jumlah penduduk lndonesia yang semakin lama semakin meningkat dan kondisi riil lndonesia setelah era swasembada beras pada tahun 1984 malah menjadi negara tetap pengimpor beras, maka komoditi padi masih merupakan komoditi strategis untuk diusahakan. Ketersediaan pangan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan peningkatan produksi dalam berusaha tani. Demikian juga dengan peningkatan produksi pangan terutama beras erat kaitannya dengan penggunaan benih yang bermutu di lapang produksi. Dengan menggunakan benih yang bermutu dan jelas asal usulnya diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas per satuan luas, adanya keseragaman tanaman dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Di Jawa Barat prospek pengembangan agribisnis benih padi masih terbuka luas. Hal ini tercermin dari potensi luas lahan sawah di Jawa Barat sebesar 1.13 juta Ha. diantaranya sekitar 900.000 Ha lahan sawah beririgasi. Dengan luas tanam rata-rata per tahunnya sekitar 2 juta Ha (setahun 2 kali musim tanam) dan penggunaan benih padi sebesar 25 kg per Ha, maka kebutuhan benih padi bermutu di Jawa Barat rata-rata setiap tahunnya tidak kurang dari 50,000 Ton. Mengacu pada potensi kebutuhan benih padi tersebut dan peningkatan penggunaan benih padi dari tahun ke tahun serta kecenderungan peningkatan jumlah penduduk Jawa Barat yang semakin lama semakin meningkat, yaitu sebesar 42.818.000 orang, maka sudah selayaknya Balai Benih Tani Makmur Cihea (BBTMC) sebagai salah satu institusi perbenihan di Jawa Barat dapat menggunakan segenap sumberdaya yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang baik ini. Tantangan ini sejalan dengan visi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat, yaitu "Terwujudnya Agribisnis Tanaman Pangan Termaju Tahun 2010" dan visi BBTMC sendiri yaitu "Menjadi Produsen Benih Padi terbaik Dalam Rangka Peningkatan produksi tanaman Pangan di Propinsi Jawa Barat", yang dalam salah satu misinya adalah mengupayakan BBTMC menjadi unit swadana. Guna menindaklanjuti visi dan misi tersebut di atas dan agar BBTMC tetap bisa survive (tidak dilikuidasi) serta berkesinambungan usahanya dengan meraih pangsa pasar yang lebih besar lagi, maka perlu kiranya disusun suatu strategi agribisnis benih padi di Jawa Barat, yang nantinya sangat berguna bagi BBTMC untuk diimplementasikan di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kelayakan investasi agribisnis benih padi di Jawa Barat berdasarkan analisis finansial, mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor strategis eksternal dan internal yang mempengaruhi perkembangan dan tingkat keberhasilan BBTMC dalam industri benih padi di Propinsi Jawa Barat, mengidentifikasi dan menganalisis intensitas persaingan dalam industri benih padi di Propinsi Jawa Barat. menganalisis dan menyusun altematif strategi yang mungkin dapat diterapkan oleh BBTMC di masa yang akan datang serta memformulasikan strategi yang tepat bagi BBTMC di masa yang akan datang dalarn rangka pengembangan agribisnis benih padi di Propinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus pada Balai Benih Tani Makmur Cihea. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu dengan memilih secara sengaja sampel yang akan diteliti sebagai responden. Sedangkan analisis yang dilakukan adalah analisis kelayakan investasi, analisis internal (IFE), analisis ekstemal (EFE), analisis lingkungan industri, analisis SWOT, dan analisis QSPM. Hasil perhitungan kriteria finansial menunjukkan bahwa dari ketiga alat ukur yang digunakan memperlihatkan indikator yang positif, yaitu nilai NPV yang positif (NPV > 0), nilai Net BIC lebih besar dari 1 dan nilai IRR lebih besar dari maksimum bunga deposit0 yang berlaku saat ini (20%). Keadaan ini berarti bahwa agribisnis benih padi oleh BBTMC dilihat dari sudut pandang financial layak untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Hasil analisis internal (IFE) menunjukkan bahwa faktor strategis internal yang dapat mempengaruhi atau menentukan tingkat keberhasilan industri benih padi di Jawa Barat dan dapat dimanfaatkan oleh BBTMC sebagai kekuatan adalah kualitas benih yang bermutu, lahan sawah yang subur dan berpengairan teknis, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, adanya kemitraan dengan petani sekitar, lokasi usaha yang strategis, kualitas SDM dan penyediaan benih yang tepat waktu. Sedangkan yang merupakan kelernahan bagi BBTMC adalah jaringan pemasaran, kapasitas produksi, budaya kerja (birokrasi), harga - jual benih yang bersaing, pembagian tugas dan wewenang yang jelas (struktur organisasi) dan kualitas pelayanan. Dari analisis ekstemal (EFE) diketahui bahwa faktor strategis eksternal (makro) yang dapat mempengaruhi atau menentukan tingkat keberhasilan industri benih padi di Jawa Barat dan dapat dimanfaatkan oleh BBTMC sebagai peluang adalah adanya keberpihakan pemerintah, adanya program ketahanan pangan, meningkatnya permintaan benih bermutu, adanya peluang memperluas jalinan kerjasama (kemitraan), mata pencaharian utama penduduk Jawa Barat adalah berusahatani serta penggunaan teknologi alsintan dan informasi. Sedangkan faktor strategis eksternal makro yang merupakan ancaman bagi BBTMC adalah situasi politik dan keamanan dalam negeri, fluktuasi nilai tukar dan inflasi, persaingan dalam indutri benih padi, adanya serangan hama dan penyakit serta krisis ekonomi dan moneter yang berkelanjutan. Hasil analisis lingkungan eksternal mikro (industri) menunjukkan bahwa intensitas persaingan industri benih padi di Jawa Barat dikategorikan sedang (skor 2.35). Pengaruh terbesar terhadap intensitas persaingan adalah semakin kuatnya tawar menawar pembeli dikarenakan pernbeli mempunyai pilihan untuk membeli benih di pasaran dengan ciri atau kualitas produk tertentu, tidak tergantung hanya pada satu produsen benih saja serta semakin lengkapnya informasi yang dimiliki oleh pembeli. Sedangkan faktor yang paling rendah pengaruhnya adalah ancaman produk pengganti (substitusi), karena sampai saat ini belum ada produk yang signifikan dapat rnenggantikan peran benih padi. Hasil evaluasi dengan matriks IFE dan EFE diperoleh nilai total skor yaitu 2.56 dan 2.61 yang menunjukkan bahwa nilai tersebut tennasuk di atas rata-rata (2.5). Kondisi ini berarti bahwa kemampuan BBTMC dalam mengakomodir factor strategis internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor strategis eksternal (peluang dan ancarnan) cukup baik. Pada tahap pencocokan dengan matriks SWOT diperoleh empat strategi altematif untuk pengembangan agribisnis benih padi oleh BBTMC di masa yang akan datang, yaitu strategi intensiflagresif melalui penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk, strategi unggul mutu, strategi pengembangan partnershiplkemitraan dan strategi defensif. Pada tahap keputusan dengan menggunakan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) diperoleh strategi terpilih yang dianggap paling baik untuk diimplernentasikan oleh BBTMC guna pengembangan agribisnis benih padi di Jawa Barat yaitu strategi pengembangan partnershiplkemitraan (skor 6.71). Saran yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan oleh BBTMC dalam rangka pengembangan agribisnis benih padi di Jawa Barat adalah: 1). Diperlukan pengkajian yang lebih mendalam lagi mengenai st~ktur organisasi dan pembagian tugas serta wewenang yang jelas, untuk mendorong perkembangan organisasi dan kelancaran operasional BBTMC sesuai dengan kebutuhan, guna mewujudkan BBTMC menjadi unit swadana; 2). Diperlukan pembentukan suatu tim kerja khusus guna mengkaji dan mempertimbangkan teknis imlementasi strategi pengembangan kemitraan, sehingga diperoleh suatu pola kemitraan yang sesuai dan saling menguntungkan antara petani mitra dan BBTMC.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi, Agribisnis, Benih Padi, Balai Benih Tani Makmur Cihea (BBTMC), Analisis Kelayakan Investasi. Analisis IFE dan EFE, Analisis Lingkungan industri, Analisis SWOT, dan Analisis QSPM.
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:21
Last Modified: 07 Feb 2012 07:30
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1159

Actions (login required)

View Item View Item