Penentuan komoditas Unggulan Agribisnis dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.

Daswilza, . (2002) Penentuan komoditas Unggulan Agribisnis dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r21-01-daswilza-cover.pdf

Download (350kB)
[img]
Preview
PDF
r21-02-daswilza-abstrak.pdf

Download (252kB)
[img]
Preview
PDF
r21-03-daswilza-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (356kB)
[img]
Preview
PDF
r21-04-daswilza-daftar_isi.pdf

Download (374kB)
[img]
Preview
PDF
r21-05-daswilza-pendahuluan.pdf

Download (351kB)
[img] PDF
img-210114828.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-210115048.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-210115248.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Daswilza, 2002 : Penentuan komoditas Unggulan Agribisnis dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat. Di bawah bimbingan Harianto dan Arief Daryanto Undang-undang No. 22/1999 mulai diberlakulcan pada tahun 2001 berdampak luas pada pelaksanaan pembangunan di daerah. Inti dari undangundang tersebut adalah pemberian wewenang yang lebih luas kepada Pemerintahan di daerah untuk menjalankan roda pemerintahan. Pemerintah Daerah harus jeli memanfaatkan dan menggali potensi sumber daya yang dimiliki dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Sektor pertanian merupakan tumpuan hidup terbesar dari masyarakat di Kabupaten Agam karena lebih dari 70% matapencaharian masyarakat disektor pertanian. Dalam era Otonomi Daerah, sektor pertanian harus jadi perhatian utama agar tuinbuh dan berkembang dengan baik sehingga dapat ineningltatkan kemakmuran masyarakat setempat. Untuk lebih folcus dan terarahnya pembangunan pertalian yang berbasiskan sumber daya dan potensi yang dimiliki oleh daerah, maka perlu dilakukan kajian tentang komoditas pertanian apa yang layak dijadikan unggulan. Komoditas unggulan tersebut harus dikembangkan dan dikelola dengan prinsip prinsip agribisnis. Untuk mengembangkan komoditas unggulan agribisnis di Kabupaten Agam dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: (1) bagaiinana penjabaran visi dan misi Pemda Kabupaten Agam dalam pengembangan agribisnis di masa yang akan datang, (2) apa komoditas unggulan agribisnis Kabupaten Agam (3) faktor apa yang jadi kendala dalam pengembangan komoditas unggulan Kabupaten Agam, (4) faktor internal dan eksternal apa yang mempengaruhi pengembangan komoditas unggulan agribisnis, (5) apa prioritas sasaran dari Pemda Kabupaten Agam dalam pengembangan komoditas unggulan agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) nlengidentifikasi komoditas unggulan agribisnis Kabupaten Agam, (2) mengetahui faktor strategis eksternal dan internal yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan komoditas unggulan agribisnis Kabupaten Agam, (3) memperoleh rumusan strategi pengembangan kornoditas unggulan agribisnis sebagai penjabaran visi dan misi Pemerintah Kabupaten Agam. Penelitian dilakukan di Kabupaen Agam dan waktu pelaksanaannya adalah bulan Januari sampai dengan Februari 2002. Metode yang digunalcan adalah deskriptif dengan pengainbilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakau adalah data primer dan selcunder. Data yang diperoleh kemudian diolah sesuai dengan ruang lingkup penelitian, dimulai dari Location Quotient (LQ), Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), External Factor Evaluation (Em, Internal Factor Evaluation (EFE), Matrik SWOT, kemudian dilanjutkan dengan Proses Hirarkhi Analitik (PHA) untuk menentukan strategi terbaik. Berdasarkan analisis LQ maka sektor pertanian masuk basis, artinya sektor pertanian mampu inemenuhi kebutuhan dalam daerah dan sebagian dieksport ke luar daerah. Analisis LQ untuk masing-masing subsektor lapangan usaha pertanian maka terdapat dua sektor basis yaitu subsektor tanaman pangan dan hortikultura dan subsektor perkebunan. Kedua subsektor tersebut layak untuk diprioritraskan pengembangannya di Kabupaten Agam. Metode perbandingan eksponensial (MPE) digunakan untuk menentukan komoditas uggulan agribisnis Kabupaten Agam berdasarkan 11 kriteria, komoditas yang dianalisis dengan MPE adalah komoditas pertanian pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura dan subsektor perkebunan. Pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura yang layak dijadikan komoditas unggulan adalah sayur-sayuran (cabe, tomat, kol) sedangkan untuk subsector perkebunan adalah kopi. Berdasarkan analisis lingkungan, faktor strategis internal yang dapat jadi kekuatan dalam pengembangan komoditas unggulan agribisnis sayur-sayuran di Kabupaten Agam adalah keadaan sumber daya alam, keadaan sumber daya manusia, lembaga pembina, kebijakan pemerintah, informasi pasar, sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi tepat guna; faktor strategis internal yang jadi kelemahan adalah pelaksanaan pembinaan, koordinasi, manajemen usaha, kualitas produk, penelitian dm pengembangan, modal usaha. Faktor strategis eksternal yang jadi peluang dalanl pengembangan agribisnis sayur-sayuran di Kabupaten Agam adalah peluang eksportldijual ke daerah lain, teknologi informasi, otonomi daerah, ketersediaan kredit, kesempatan bermitra dengan pihak lain, pertumbuhan ekonoini; faktor strategis eksternal yang jadi ancaman adalah tingkat inflasi, produk sejenis daerah lain, keadaan politik dan keamanan, tingkat suku bunga, fluktuasi harga, standarisasi produk/selera konsumen. Jumlah skor total matrik IFE 2,918 dan EFE 2,890; keduanya berada di atas rata-rata (2,500) artinya pengembangan agribisnis sayur sayuran layak dilakukan di Kabupaten Agam. Matrik IFEIEFE selanjutnya dianalisis dengan matrik SWOT yang menghasilkan 7 altenatif strategi yaitu: (1) pengembangan sentra produksi, (2) kerjasama dengan pihak lain, (3) kemitraan dengan pihak lain, (4) pembinaan terpadu, (5) mendirikan jaringan infonnasi agribisnis, (6) kerjasama/pendirian Litbang, (7) pengembangan dan pembinaan kelembagaan. Berdasarkan analisis lingkungan, faktor strategis internal yang dapat jadi kekuatan dalam pengembangan komoditas unggulan agribisnis kopi di Kabupaten Agam adalah keadaan sumber daya alam, keadaan sumber daya manusia, lembaga pembina, kebijakan pemerintah, informasi pasar, sarana dan prasarana; faktor strategis internal yang jadi kelemahan adalah pelaksanaan pembinaan, koordinasi, manajemen usaha, kualitas produk, penelitian dan pengembangan, modal usaha, pemanfaatan teknologi tepat guna. Faktor strategis eksternal yang jadi peluang dalam pengembangan agribisnis kopi di Kabupaten Agam adalah peluang ekspor/dijual ke daerah lain, teknologi informasi, otonomi daerah, ketersediaan kredit, kesempatan bermitra dengan pihak lain, pertumbuhan ekonomi; faktor strategis eksternal yang jadi ancanlan adalah tingkat inflasi, produk sejenis daerah lain, keadaan politik dan keamanan, tingkat suku bunga, fluktuasi harga, standarisasi produk/selera konsumen. Jumlah skor toral matrik IFE 3,139 dan EFE 3,097 keduanya berada di atas rata-rata (2,500) artinya pengenlbangan agribisnis kopi layak di Kabupaten Agam. Matrik IFEIEFE selanjutnya dianalisis dengan matrik SWOT yang menghasilkan 7 altematif strategi yaitu : (1) kerjasama dengan pihak lain, (2) pengembangan sentra produksi, (3) kemitraan dengan pihak lain, (4) pembinaan terpadu, (5) mendirikan jaringan informasi agribisnis, (6) pengembangan dan pembinaan kelembagaan, (7) kerjasama/pendirian Litbang. Untuk mencari strategi terbaik dalam pengembangan komoditas unggulan agribisnis di Kabupaten Agam, alternatif strategi yang ada dianalisis dengan PHA. Analisis PHA menunjukan bahwa dalam pengembanagn komoditas unggulan agribisnis sayur-sayuran di Kabupaten Agam faktor penentu utama adalah keterampilan pelaku usaha, kedua adalah pemasaran; pelaku utama adalah pengusaha, kedua adalah masyarakat tani sayur-sayuran dan koperasi; tujuan utalna adalah meningkatan pendapatan masyarakat, kedua adalah meningkatkan pendapatan asli daerah; strategi utama adalah pengembangan sentra produksi: kedua adalah kemitraan dengan pihak lain. Analisis PHA menunjukan bahwa dalam pengembangan komoditas unggulan agribisnis kopi di Kabupaten Agam faktor penentu utama adalah pemasaran, kedua adalah keterampilan pelaku usaha; pelaku utama adalah masyarakat tani kopi dan koperasi, kedua adalah Pemda dan Dinas Instansi terkait; tujuan utama adalah meningkatan pendapatan masyarakat, kedua adalah membuka lapangan usaha; strategi utama adalah pengembangan sentra produksi, kedua adalah kemitraan dengan pihak lain. Berdasarkan hasil kajian di atas maka disarankan: (1) dalam melaksanakan pembangunan yang berorientasi agribisnis sebaiknya Pemerintah Kabupaten Agam lnengacu pada sektor prioritas yaitu subsektor tanaman pangan dan holtikultura dengan konloditas sayur-sayuran dan subsektor perkebunan dengan komoditas kopi, (2) dalam upaya pengembangan komoditas unggulan agribisnis Pemerintah Kabupaten Agam agar membenahi kelemahan yang ada terutama pembinaan, koordinasi, manajemen usaha, dan kualitas produk, (3) strategi menjalin kenlitram dengan pihak lain hendaknya diarahkan pada peningkatan nilai tambah produk, karena selama ini petani menjual produk secara langsung tanpa mengolahnya terlebih dahulu.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Komoditas unggulan, Kabupaten Agam, Analisis LQ, MPE, sayursayuran, kopi, lingkungan internal I eksternal, matrik SWOT, PHA, sentra oroduksi dan kemitraan.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:22
Last Modified: 07 Feb 2012 07:41
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1162

Actions (login required)

View Item View Item