Analisis Kesenjangan Kinerja Layanan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKDA) Yang Menggunakan Komputer Dengan Yang Manual di Kantor Kas Daerah Kecamatan DKI Jakarta

SURAJI , MOHAMAD (2001) Analisis Kesenjangan Kinerja Layanan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKDA) Yang Menggunakan Komputer Dengan Yang Manual di Kantor Kas Daerah Kecamatan DKI Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-Moh_Suraji-cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-Moh_Suraji-RE.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-03-Moh_Suraji-DaIsi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-04-Moh_Suraji-Bab1.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] PDF
2EK-05-Moh_Suraji-Bab2DST.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (22MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Keuangan daerah memiliki peran penting dan strategis dalam menggerakan roda pemerintahan dan pembangunan di daerah. Dalam era otonomi daerah peran keuangan daerah menjadi sangat penting dan sekaligus menentukan keberhasilan dacrah untuk mewujudkan otonomi daerah. Aktifitas pengelolaan keuangan daerah meliputi : 1. Penggalian sumber-sumber pendapatan daerah, 2. Penerimaan pendapatan daerah, 3. Penyimpanan dan pengeluaran daerah, 4. Pengelolaan belanja daerah, 5. Pencatatan dan pertanggungjawaban. Kantor Kas Daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 1984 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kas Daerah yang memiliki tugas pokok menerima, menyimpan, membayar/mengeluarkan dan mempertanggungjawabkan uang dan surat-surat berharga milik pemerintah daerah. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Kantor Kas Daerah DKI Jakarta telah memiliki sistem informasi keuangan daerah (SIKDA) baik yang komputerisasi maupun yang manual sebagai pendukung dan sebagai bentuk antisipasi Pemda dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan strategis (meningkatkan kinerja layanan kepada masyarakat). Penelitian ini dibatasi pada permasalahan yang terkait langsung dengan layanan masyarakat yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan daerah di unit-unit Kantor Kas Daerah tingkat kecamatan khususnya yang memiliki sistem informasi komputer dan manual. Berdasarkan latarbelakang dan batasan masalah, maka rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana kondisi kualitas layanan yang diberikan oleh unit layanan Kantor Kas Daerah tingkat kecamatan yang menggunakan SIKDA komputer dan manual, 2) Variabel-variabel atau dimensi layanan apa yang berpengaruh terhadap kualitas kinerja layanan, dan 3) Upaya-upaya apa yang perlu dilakukan dalam meningkatkan kualitas kinerja layanan. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah : 1. Mendiskripsikan kondisi kualitas kinerja layanan di unit-unit Kantor Kas Daerah tingkat kecamatan, 2. Menganalisis berbagai variabel/dimensi layanan yang berkorelasi kuat terhadap kualitas kinerja layanan, 3. Menformulasikan upaya-upaya peningkatan kualitas kinerja layanan. Untuk mencapai tujuan ini metode yang digunakan adalah studi kasus di Kantor Kas Daerah tingkat kecamatan yang memberikan layanan yang menggunakan SIKDA dengan sistem komputer dan manual. Adapun variabel kinerja layanan yang dilibatkan terdiri dari beberapa dimensi layanan yaitu keberadaan (X1), keandalan (X2), kenyamanan (X3), ketepatan waktu (X4), kepastian (X5) dan empati (X6). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dua tahapan, yaitu tahapan pertama dengan tehnik analisis Willcoxon Match Pair Test yang digunakan untuk menguji kesenjangan dua kondisi kualitas kinerja layanan yang dilakukan dengan menggunakan sistem komputer dan sistem manual, tahap kedua menggunakan analisis korelasi Rank’s Spearman tehnik yang digunakan untuk menganalisis korelasi antar kondisi kualitas kinerja layanan dengan komponen atau dimensi layanan. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini terdiri dari responden internal dan eksternal dimana jumlah responden internal 39 orang dengan tingkat kesalahan 5% sehingga pendapat responden 32 orang, sedang responden eksternal sebanyak 30 orang. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut : 1. Kesenjangan kualitas kinerja layanan yaitu antara sistem komputer dan sistem manual bahwa menurut pendapat responden internal cenderung tidak signifikan, melihat implementasi secara manual maupun secara komputer pada SIKDA di Kantor Kas Daerah kecamatan cenderung atau relatif sama saja dan tidak menunjukan perbedaan kualitas kinerja layanan. 2. Hasil analisis Rank's Spearman menurut pegawai bahwa dimensi layanan yang signifikan sampai yang sangat signifikan berkorelasi dengan kualitas kinerja layanan yang diberikan Kantor Kas Daerah tingkat kecamatan yang menggunakan sistem komputer adalah Keberadaan (X1), Keandalan (X2), Kenyamanan (X3), Ketepatan Waktu (X4), dan Kepastian (X5), sedang dimensi Empati (X6) pegawai melihat tidak adanya korelasi yang signifikan dengan kualitas layanan. Menurut responden eksternal/pelanggan dimensi layanan yang berkorelasi secara signifikan sampai dengan sangat signifikan dengan kualitas layanan adalah Keandalan (X2), Kenyamanan (X3), Ketepatan Waktu (X4), dan Kepastian (X5), dan Empati (X6), sedangkan dimensi layanan yang tidak signifikan berkorelasi dengan kualitas layanan adalah dimensi layanan keberadaan (XI). Untuk korelasi antar dimensi layanan, baik menurut responden internal maupun eksternal, menunjukkan tingkat korelasi yang sangat bervariasi. Hasil korelasi ini tentunya berpengaruh terhadap upaya pembenahan kualitas layanan yang ada selama ini. 3. Hasil analisis dalam upaya pembenahan yang perlu dilakukan oleh Kantor Kas Daerah untuk meningkatkan kualitas layanan di unit-unit layanan yang menggunakan sistem komputer berdasarkan prioritas adalah sebagai berikut : - Prioritas ke-1: Pembenahan dimensi layanan Kenyamanan (X3) dan Ketepatan Waktu (X4), - Prioritas ke-2 : Pembenahan dimensi layanan Keberadaan (XI) dan Empati (X6). Wujud nyata dari upaya pembenahan berdasarkan prioritas layanan tersebut adalah sebagai berikut : a. Pembenahan kondisi kenyamanan melalui upaya pembenahan internal unit layanannya, yaitu menata rancang bangung (design) interior maupun eksterior unit-unit layanan dengan tujuan memberikan kemudahan untuk datang dan memperoleh layanan secara layak dan baik, serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. b. Pembenahan kondisi ketepatan waktu dengan upaya memberikan kesempatan bagi pegawai tingkat kecamatan agar dapat meningkatkan kemampuannya di bidang komputer. Selain itu, pembenahan terhadap jaringan komputer secara on-line dari level operator penerima berkas (yang diserahkan pelanggan pertama kali) sampai dengan jaringan yang terdapat di Kantor Pembantu Kas Daerah tingkat Walikota juga perlu dilakukan. c. Pembenahan kondisi keberadaan melalui upaya relokasi unit-unit layanan yang ada saat ini pada lokasi-lokasi yang strategis, d. Pembenahan kondisi empati pegawai melalui upaya pembenahan orientasi pegawai dari fokusnya pada internal diorientasikan ke eksternal (pelanggan).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kesenjangan Kinerja, Layanan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKDA), Kantor Kas Daerah Kecamatan DKI Jakarta
Subjects: Manajemen Sistem Informasi
Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:15
Last Modified: 24 Mar 2014 08:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1165

Actions (login required)

View Item View Item