Analisis Kepuasan Karier Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional - Studi Kasus pada Kantor Pengolahan Data Elektronik Propinsi DKI Jakarta

SUHANDI, . (2001) Analisis Kepuasan Karier Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional - Studi Kasus pada Kantor Pengolahan Data Elektronik Propinsi DKI Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-A_Suhandi-cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-A_Suhandi-RE.pdf - Published Version

Download (923kB)
[img] PDF
2EK-03-A_Suhandi-DaIsi.pdf - Published Version

Download (975kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-04-A_Suhandi-Bab1.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-05-A_Suhandi-Bab2DST.pdf - Published Version

Download (18MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Era reformasi dan globalisasi membutuhkan aparatur Pemerintah yang profesional dan bebas KKN. Profesionalisme mengandung pengertian bahwa setiap aparatur pemerintah harus bekerja dengan sebaik-baiknya dan menuntut kecintaan terhadap profesi dan fungsinya dengan terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya guna meningkatkan kualitas pekerjaannya untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya.Untuk mewujudkan aparatur pemerintah yang profesional diperlukan upaya pembinaan secara terus menerus melalui pembinaan karier dan pembinaan kesejahteraan, sehingga mereka mampu melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Pembinaan karier bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta sangat terbatas ruang geraknya, karena pengembangan karier bagi Pegawai Negeri Sipil selama ini lebih banyak diarahkan pada jabatan struktural. sedangkan jumlah jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta jumlahnya sangat terbatas. Jumlah jabatan struktural di hgkungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta akan berkurang sejalan dengan dilaksanakannya restrukturisasi organisasi sebagai implementasi otonomi daerah dengan menerapkan prinsip hemat struktur kaya fungsi. Alternatif pengembangan karier pegawai adalah melalui penerapan jabatan fungsional. Namun demikian tidak semua pegawai mempunyai minat yang sama dalam menjalani karier melalui jabatan fungsional dibandingkan melalui jabatan struktural. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh tingkat kepuasan dari para pemegang jabatan tersebut dalam menjalani kariernya. Penelitian dan pembahasan dibatasi pada masalah kepuasan karier serta faktor yang mempengaruhi kepuasan karier para pejabat struktural dm pejabat fungsional di lingkungan Kantor Pengolahan Data Elektronik Propinsi DKI Jakarta. Tujuan penelitian adalah : Menganalisis tingkat kepuasaan karier para pejabat struktural dan pejabat fungsional. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan karier para pejabat struktural dan pejabat fungsional. Menganalisis kecenderungan pilihan karier dari para pejabat struktural dan pejabat fungsional Merumuskan langkah-langkah kebijakan yang dapat dilakukan oleh pimpinan dalam meningkatkan kepuasan karier. Variabel penelitian adalah : Faktor pekerjaan yang mempengaruhi kepuasan karier sebagai variabel bebas (independen) yang terdiri dari: a. Faktor Sifat Pekerjaan b. Faktor Penghasilan c. Faktor Kesempatan Berkembang/Maju (Promosi) d. Faktor Perhatian Pimpinan e. Faktor Hubungan dengan Rekan Sekerja Kepuasan karier sebagai variabel terikat (dependen). Responden penelitian sebanyak 43 orang yang terdiri dari 24 orang pejabat struktural dan 19 orang pejabat fungsional di lingkungan Kantor Pengolahan Data Elektronik Propinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian mengenai tingkat kepuasan karier dengan menggunakan metoda analisis Median Test dengan Chi Kuadrat diperoleh hasil perhitungan bahwa nilai chi kuadrat hitung lebih besar dari nilai chi kuadrat tabel. Hal ini memberikan gambaran sebagai berikut : Terdapat perbedaan yang signifikan mengenai kepuasan karier antara pejabat struktural dengan pejabat fungsional. Tingkat kepuasan karier rata-rata pejabat struktural lebih tinggi dari rata-rata pejabat fungsional. Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan karier dengan menggunakan metoda analisis Korelasi Rank Spearman diperoleh gambaran sebagai be- : Ada perbedaan persepsi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan karier antara pejabat struktural dengan pejabat fungsional. Hal ini terbukti dengan hasil perhitungan yang menunjukkan nilai rho hitung lebih kecil dari rho tabel. Perbedaan terjadi pada faktor sifat pekerjaan di mana rata-rata pejabat struktural merasa puas terhadap sifat pekerjaannya, sedangkan para pejabat fungsional merasa cukup puas. Kepuasan karier para pejabat struktural dan pejabat fungsional dipengaruhi oleh faktor-faktor pekerjaan sebagai berikut : a. Faktor sifat pekerjaan menurut persepsi rata-rata pejabat struktural merupakan faktor yang mempengaruhi kepuasan, artinya para pejabat struktural merasa puas terhadap faktor sifat pekerjaan. Sedangkan menurut persepsi rata-rata pejabat fungsional faktor ini cukup mempengaruhi kepuasan karier. b. Faktor penghasilan merupakan faktor yang kurang mempengaruhi kepuasan karier baik menurut persepsi rata-rata pejabat struktural maupun rata-rata pejabat fungsional. Hal ini memberikan gambaran bahwa para pejabat struktural dan pejabat fungsional merasa kurang puas terhadap penghasilan mereka. c. Faktor kesempatan berkembang atau promosi menurut persepsi rata-rata pejabat struktural dan pejabat fungsional merupakan faktor yang cukup mempengaruhi kepuasan karier. Ini berarti bahwa para pejabat tersebut merasa cukup puas terhadap kesempatan untuk berkembang atau promosi. d. Faktor perhatian pimpinan menurut persepsi rata-rata pejabat struktural dan rata-rata pejabat fungsional merupakan faktor yang cukup mempengaruhi kepuasan karier. Hal ini menunjukan bahwa para pejabat struktural dan pejabat fungsional merasa cukup puas terhadap perhatian pimpinan. e. Faktor hubungan dengan rekan sekerja menurut persepsi rata-rata pejabat Struktural dan pejabat fungsional merupakan faktor yang cukup mempengaruhi kepuasan karier. Hasil penelitian mengenai kecenderungan pilihan karier pejabat menunjukkan bahwa sebagian besar responden baik pejabat struktural maupun pejabat fungsional memilih jabatan struktural sebagai pilihan karier mereka. Kondisi ini membuktikan bahwa jabatan struktural masih menjadi pilihan utama para pejabat di lingkungan KPDE. Pimpinan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dan pimpinan KPDE\telah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan kepuasan karier pejabat struktural dan pejabat fungsional antara lain dengan memberikan tunjangan kelangkaan, tunjangan khusus, dan uang lembur kepada para pejabat struktural, pejabat fungsional, dan staf teknis di lingkungan KPDE Propinsi DKI Jakarta. Namun demikian perlu diadakan peninjauan kembali terhadap besarnya tunjangan kelangkaan dan tunjangan khusus tersebut, sehingga nilainya mendekati apa yang diberikan oleh perusahaan swasta dan beberapa unit lain di lingkungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk meningkatkan kepuasan karier para pejabat fungsional disarankan agar kepada para pejabat fungsional pada level tertentu dapat diberikan fasilitas kerja dan penghargaan yang sama dengan para pejabat struktural pada eselon/level yang setara. Selain itu guna meningkatkan pendidikan dan pengetahuan para pejabat di lingkungan KPDE, disarankan agar kepada mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti atau melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam bidang teknologi informasi dan komputer pada jenjang pendidikan diploma, sarjana strata 1, dan pasca sarjana melalui izin belajar atau program tugas belajar atau melalui program kerja sama dengan perguruan tinggi tertentu.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kepuasan Karier, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Studi Kasus, Kantor Pengolahan Data Elektronik, Propinsi DKI Jakarta
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:15
Last Modified: 24 Mar 2014 08:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1166

Actions (login required)

View Item View Item