Kajian Kebutuhan Pelatihan di Lingkungan Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta

Hutahaean, Pandapotan (2001) Kajian Kebutuhan Pelatihan di Lingkungan Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-Pandapotan_H-cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-Pandapotan_H-RE.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-03-Pandapotan_H-DaIsi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] PDF
2EK-04-Pandapotan_H-Bab1.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-05-Pandapotan_H-Bab2DST.pdf - Published Version

Download (20MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Globalisasi dan berbagai kondisi yang berkembang pada lingkungan strategis Pemerintah Propinsi DKI Jakarta saat ini secara langsung juga membawa konsekwensi logis bagi Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta agar mampu meningkatkan kinerjanya di bidang penataan bangunan di ibukota sesuai dengan standarisasi internasional. Untuk meningkatkan kompetensi pegawainya agar mampu mendukung tuntutan kerja yang diemban oleh organisasi tersebut. Langkah yang perlu diperhatikan untuk pengembangan pelatihan bagi pegawai di lingkungan ini adalah mengkaji tingkat kebutuhan pelatihan yang dibutuhkan oleh pegawai. Atas dasar pertimbangan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis kebutuhan pelatihan bagi pegawai di lingkungan Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta, terutama untuk meningkatkan KSA (knowledge, skill dan attitude) pegawai dan 2) Memformulasikan jenis-jenis pelatihan yang dibutuhkan oleh pegawai di lingkungan organisasi Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut, konsep teoritis yang digunakan adalah teori tentang pelatihan yang disampaikan oleh Cann dan Tashima (1981) yang menyatakan bahwa analisis kebutuhan pelatihan merupakan langkah sistematis untuk membandingkan Kemampuan Kerja Pribadi pegawai (KKP) dan Kemampuan Kerja Jabatan (KKJ) saat yang bersangkutan bekerja atau menjabat. Lebih lanjut Cann dan Tashima (1981) menyatakan bahwa faktor internal dan faktor ekternal juga berpengaruh terhadap kemampuan pegawai, faktor tersebut adalah 1) Faktor dari dalam atau pribadi (internal) yang berupa knowledge, skill dan attitude pada diri pribadi pegawai, 2) Faktor dari luar (eksternal) yang berasal dari luar diri pegawai dan berpengaruh terhadap kualitas kerja pegawai. Dalam penelitian ini, pegawai Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta yang dilibatkan sebanyak 84 orang yang kemudian disebut dengan responden. Responden ini diambil secara acak sederhana di berbagai unit kerja yang terdapat di Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta. Kemudian terhadap responden tersebut, diberikan kuesioner untuk diperoleh berbagai tanggapan atau pendapat. Dari pendapat atau tanggapan yang diberikan responden tersebut kemudian dengan analisis T-NAT diperoleh hasil seperti yang disajikan pada bagian berikut ini. 1. Ditinjau dari tingkat pendidikannya, komposisi pegawai yang terdapat di lingkungan organisasi Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta cenderung didominasi oleh kelompok pegawai dengan tingkat pendidikan SLTA atau sederajat. Kondisi komposisi pegawai yang demikian ini tentunya sulit untuk diharapkan kualitas kerjanya yang sesuai dengan perkembangan lingkungan. Selain itu, ketidaksesuaian ini pada akhirnya berimplikasi terhadap sulitnya untuk memenuhi beban kerja yang tinggi dan tuntutan masyarakat terhadap Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta. Agar kondisi ini dapat diatasi, maka komposisi pegawai dengan tingkat pendidikan yang ada saat ini perlu ditingkatkan kemampuannya melalui program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan bidang tugas yang terdapat di organisasi Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta. 2. Hasil analisis kebutuhan pelatihan dengan menggunakan T-NAT (Training Need Assessment Tools) yang dilakukan dalam penelitian ini terindikasi bahwa terdapat kesenjangan yang tinggi antara kemampuan kerja pegawai (KKP) dengan kemampuan kerja jabatannya (KKJ), dan ini berlaku di berbagai bidang tugas yang dianalisis. Kesenjangan yang tinggi ini diindikasikan dari keberadaan kondisi KKP dan KKJ-nya yang berada pada Zona A. Dimana dalam Zona A ini, mencerminkan kondisi kemampuan pegawai yang ada masih belum sesuai (di bawah) dengan kemampuan kerja yang dituntut oleh jabatannya. Selain gambaran tentang kesenjangan tersebut, melalui analisis di atas terindikasi beberapa prioritas kebutuhan jenis pelatihan sesuai bidang tugas yang dianalisis, yaitu : a. Prioritas Pertama, jenis pelatihan Bidang Perencanaan Pembiayaan dan Anggaran, b. Prioritas Kedua, jenis pelatihan Bidang Perencanaan Mekanikal dan Elektrikal, c. Prioritas Ketiga, jenis pelatihan Bidang Perencanaan Arsitektur, d. Prioritas Keempat, jenis pelatihan Bidang Perencanaan Konstruksi, e. Prioritas Kelima, jenis pelatihan Bidang Perencanaan Pengawasan (monitoring) bangunan. 3. Melalui analisis yang digunakan dalam penelitian ini juga diperoleh indikasi bahwa prioritas komponen keluaran, yaitu yang menyangkut ' knowledge atau pengetahuan, skill atau keahlian dan attitude atau sikap (KSA), yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan prioritasnya agar penyelenggaraan pelatihan yang dibutuhkan tersebut dapat berjalan secara efektif. Adapun prioritas komponen keluaran pelatihan yang perlu dipertimbangkan menurut prioritasnya adalah sebagai berikut : a. Prioritas pertama dalam menyelenggarakan pelatihan yang perlu diutamakan adalah Peningkatan Keterampilan Kerja (Skill) Pegawai, b. Prioritas kedua dalam menyelenggarakan pelatihan adalah Peningkatan Pengetahuan Kerja (Knowledge) Pegawai, c. Prioritas ketiga dalam menyelenggarakan pelatihan adalah Perubahan Perilaku atau Sikap Kerja (Attitude) pegawai. Dengan mengacu pada hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka dapat direkomendasikan beberapa hal berikut ini. 1. Dari temuan penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu yang mengindikasikan tingginya kesenjangan KKP dan KKJ, maka direkomendasikan untuk disusun kebijakan pelatihan bagi pegawai yang terdapat di lingkungan organisasi Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta dalam jangka pendek. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa tuntutan pekerjaan dan masyarakat yang berkembang saat ini sudah sangat tinggi. 2. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut, maka pihak organisasi Dinas Tata Bangunan Propinsi DKI Jakarta perlu melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang berkompeten dengan penyelenggaan pelatihan teknis bangunan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kebutuhan Pelatihan, Dinas Tata Bangunan, Propinsi DKI Jakarta
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:16
Last Modified: 24 Mar 2014 08:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1168

Actions (login required)

View Item View Item