STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PULP BERBASIS HUTAN TANAMAN INDUSTRI PULP PADA KAWASAN SENTRA PRODUKSI DI PROPINSI RIAU

M,, Apif (2002) STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PULP BERBASIS HUTAN TANAMAN INDUSTRI PULP PADA KAWASAN SENTRA PRODUKSI DI PROPINSI RIAU. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r21-01-m_apif-cover.pdf

Download (351kB)
[img]
Preview
PDF
r21-02-m_apif-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (276kB)
[img]
Preview
PDF
r21-03-m_apif-daftar_isi.pdf

Download (374kB)
[img]
Preview
PDF
r21-04-m_apif-pendahuluan.pdf

Download (416kB)

Abstract

Daerah Propinsi Riau saat ini dalam menghadapi dinamika ekstemal pengembangan industri pulp cukup baik, dengan total nilai Matrik EFE sebesar 2,542, dengan kata lain cukup mampu memanfaatkan peluang dan sekaligus mengendalikan ancaman yang ada, namun demikian di masa yang akan datang perlu ditingkatkan lagi ke arah yang lebih baik. Dan hasil Evaluasi Faktor Intemal (IFE) diketahui bahwa faktor kunci kekuatan yang hams dimanfaatkan secara optimal oleh Daerah Propinsi Riau adalah; tersedianya areal pencadangan lahan HTI pulp, posisi yang strategis dan telah terdapatnya dua (2) unit industri pulp, dengan bobot ketiga faktor tersebut sebesar 0,115. Disisi lain faktor kunci kelemahan yang hams diperhatikan dan diatasi dengan baik adalah; besamya ketergantungan industri pulp terhadap bahan baku kayu dari hutan alam yang ditandai dengan bobotnya sebesar 0,130, kemudian diikuti oleh faktor masih rendahnya realisasi pembangunan HTI pulp dan faktor banyaknya klaim dan okupasi lahan dengan bobot keduanya sebesar 0,125. Total nilai matrik IFE sebesar 2,646, bermakna bahwa strategi Daerah Propinsi Riau saat ini dalam memanfaatkan lingkungan internal memiliki posisi yang cukup baik, dengan kata lain mampu memanfaatkan kekuatan dan sekaligus meminimalisir kelemahan yang a&, namun demikian di masa datang perlu tens ditingkatkan secara maksimal. Dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats), dihasilkan 9 (sembilan) altematif strategi unhik mengembangkan industri pulp di Propinsi Riau, yang diumt berdasarkan prioritas pertama, yaitu; (1) Pengembangan HTI Pulp, (2) Peningkatan produksi pulp, (3) Pemberdayaan masyarakat, (4) Pengembangan kawasan sentra produksi, (5) Penguatan daya saing industri pulp, (6) Pembinaan dan pengawasan, (7) Penciptaan stabilitas politik dan keamanan, (8) Penciptqan Produksi Bersih dan (9) Pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Selanjutnya disampaikan beberapa saran antara lain adalah; (1) Pemerintah Daerah Riau perlu secara terus menerus dan berkelanjutan memonitor perkembangan industri pulp yang ada agar tetap menerapkan prinsipprinsip produksi bersih (clean Production) dan ecoeficiency, dalam rangka mempertahankan kelestarian lingkungan serta meningkatkan daya saing gum mengantisipasi era ekolabel, (2) Agar pembangunan HTI Pulp dapat berjalan baik dan kondusif dalam rangka mendukung industri pulp, maka Pemerintah Daerah Riau perlu meningkatkan peran aktifnya dalam memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat dan pemsahaan HTI Pulp, sehingga HTI Pulp dan industri pulp dapat tumbuh sehat dan lapangan keja tetap terjamin, (3) perlu dikaji lebih jauh kelayakan pengembangan industri pulp dari aspek sosial ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, (4) perlu difomulasikan sistem pengambilan keputusan yang obyektif dan efektif untuk meminimalisir teqadinya konflik kepentingan antar lembagalinstitusi yang terkait dalam pengembangan industri pulp di Propinsi Riau.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Industri Pulp, Propinsi Riau, Strategi Pengembangan, HTI Pulp, Kawasan Sentra Produksi, Perbandingan Betpasangan, Metoda Perbandingan Eksponensial, Kelayakan Usaha, Interpretative Structural Modelling, Analisis SWOT.
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 11 Jan 2012 08:35
Last Modified: 11 Jan 2012 08:35
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1175

Actions (login required)

View Item View Item