Hubungan Karakteristik Individu, Pekerjaan Dan Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Staf Biro Perlengkapan Propinsi DKI Jakarta

BENJAMIN, . (2001) Hubungan Karakteristik Individu, Pekerjaan Dan Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Staf Biro Perlengkapan Propinsi DKI Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-Benjamin-cover.pdf - Published Version

Download (343kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-Benjamin-RE.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-03-Benjamin-DaIsi.pdf - Published Version

Download (331kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-04-Benjamin-Bab1.pdf - Published Version

Download (475kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produktivtas kerja. Kepuasan kerja yang rendah juga merupakan gejala yang paling meyakinkan dari rusaknya kondisi dalam suatu organisasi. Diantaranya adalah tingginya angka kemungkinan yang notabene akan berpengaruh terhadap kepuasan kerja seseorang. Beberapa fakta yang mempengaruhi kepuasan kerja diantaranya adalah: faktor perorangawindiudu, faktor pekerjaan dan faktor yang dikendalikan dan organisasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor apa yang berhubungan serta berpengaruh terhadap kepuasan kerja staf Biro Perlengkapan DKI Jakarta Penelitian ini merupakan analisis data primer yang dikumpulkan dari Biro Perlengkapan Propinsi DKI Jakarta dengan rancangan penelitian "Cross Sectional" dengan jumlah sampei 117 orang khususnya staf non struktural. Hasil analisa univariat diperoleh bahwa : (a) 70,9% staf Biro Perlengkapan berjenis kelamin laki-laki dan 20,1% berjenis kelamin perempuan, (b) Usia , sebagian besar atau 42,7% berusia antara 42 s/d 55 tahun, (c) Pendidikan, 51,3% berpendidikan SMU, (d) golongan, 65% bergolongan tiga, (e) lama bekerja, 88,9% telah bekerja > 6 tahun keatas, (f) pernah bekerja di tempat lain sebelum di Biro Perlengkapan sebanyak 61,5%, (g) feedback dari atasan, 5,1% staf menyatakan tidak pernah mendapat feedback, (h) variasi pekerjaan, 10,3% menyatakan tidak pernah menerima pekerjaan yang bervariasi, (i) tugas spesifik, 19,7% staf menyatakan tidak mempunyai tugas yang spesifik, (j) 12,9% staf menyatakan bahwa pekerjaan yang mereka terima tidak sesuai dengan kemampuan mereka, (k) 11,1% staf menyatakan tidak pernah diberikan kebebasan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, (l) hanya 5,1% staf mempunyai penghasilan > 1 juta rupiah setiap bulannya, (m) 47,8% menyatakan belum pernah mengikuti suatu pelatihan, (8,5%) staf menyatakan belum pernah mendapat bimbingan dari atasan, (n) 41,9% staf menyatakan tidak puas bekerja di Biro Perlengkapan. Hasil analisa bivariat dari sejumlah variabel independen terhadap kepuasan kerja menunjukkan bahwa variabel : jenis kelamin, golongan, pengalaman bekerja ditempat lain, pendidikan, umpan balik, variasi pekerjaan, tugas khusus, kebebasan mengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan, penghasilan dan supervisi mempunyai hubungan yang signifikan ( p value < 0,05). Sedangkan variabel yang tidak mempunyai hubungan bermakna dengan kepuasan kerja diantaranya adalah : Umur (usia) responden, Lama bekerja, Kesesuaian antara kemampuan dengan pekerjaan yang diterima karyawan/staf, serta Diklat (Pendidikan dan Pelatihan). Analisa multivariat regresi logistik dengan variabel dependen kepuasan kerja yang bertahan dalam pemodelan, sehingga diperoleh fakta yang paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan kerja adalah variasi pekerjaan, kebebasan mengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan, penghasilan, supervisi dan diklat. Dari hasil penelitian ini disarankan bahwa dalam waktu dekat Biro Perlengkapan dapat meningkatkan supervisi yang efektif, menciptakan variasi pekerjaan serta memberikan kebebasan kepada staf untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Dan untuk jangka waktu berikutnya adalah dengan memperhatikan penghasilan serta faktor Pendidikan dan Pelatihan bagi staf yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Biro Perlengkapan DKI Jakarta. Disamping itu proporsi jenis kelamin 70,9% pegawai tergolong laki-laki, sehingga untuk mendatang perlu diperhatikan jenis kelamin dalam merekrut tenaga di Biro Perlengkapan. Faktor lain seperti feedback yang diberikan atasan terhadap bawahan serta tugas spesifik sebaiknya tetap ditingkatkan dalam upaya peningkatan kepuasan kerja staf Biro Perlengkapan DKI Jakarta. Hal lain adalah perlu dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta penelitian yang bersifat kualitatif sehingga hasil yang diperoleh benar-benar dapat diaplikasikan diseluruh instansi dibawah naungan PEMDA DKI Jakarta.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Karakteristik Individu, Pekerjaan Dan Organisasi, Kepuasan Kerja, Biro Perlengkapan, Propinsi DKI Jakarta
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:09
Last Modified: 24 Mar 2014 08:09
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1185

Actions (login required)

View Item View Item