KAJIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN POLA KARIR PEGAWAI DI LINGKUNGAN DINAS PENDAPATAN DAERAH PROPINSI DKI JAKARTA

Manalu, K. (2001) KAJIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN POLA KARIR PEGAWAI DI LINGKUNGAN DINAS PENDAPATAN DAERAH PROPINSI DKI JAKARTA. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-K_Manalu-cover.pdf - Published Version

Download (380kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-K_Manalu-RE.pdf - Published Version

Download (359kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-03-K_Manalu-DaIsi.pdf - Published Version

Download (351kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-04-K_Manalu-Bab1.pdf - Published Version

Download (449kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Sumberdaya manusia memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam organisasi atau perusahaan, baik swasta maupun publik (pemerintahan). Hal ini karena sumberdaya manusia merupakan aset produksi yang memiliki kepribadian aktif, yakni membutuhkan perlakuan yang wajar dan adil, misalnya menyangkut kebutuhan dasar, pengembangan diri dan emosional, serta pengembangan karir (karakteristik unik). Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan upaya khusus terhadap peningkatan potensi sumberdaya manusia yang dimiliki oleh suatu organisasi yang dapat mengakomodasi seluruh permasalahan yang melingkupinya. Peningkatan potensi sumberdaya manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui perencanaan dan pengembangan pola karir. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengembangan pola karir tersebut antara lain meliputi keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh pegawai, serta jenis dan siklus pekerjaan yang dihadapi oleh pegawai dalam organisasi. Perencanaan dan pengembangan pola karir merupakan proses dalam merancang dan mempersiapkan pengembangan karir seseorang berdasarkan sumber informasi yang ada, kemampuan dan bakat yang dimiliki, dan rancangan kegiatan serta strategi untuk merebut peluang dalam mencapai sasaran karir. Bagi organisasi Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Propinsi DKI Jakarta, permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengembangan pola karir pegawai merupakan salah satu permasalahan serius yang perlu dikaji secara komprehensif. Hal ini terkait erat dengan kekhawatiran akan motivasi pegawai untuk bekerja secara lebih baik melalui promosi, rotasi, mutasi, pelatihan, dan perolehan posisi serta penghasilan yang lebih baik. Kekhawatiran tersebut sangat beralasan untuk dicermati dan dijadikan sebagai argumen logis akan pentingnya dilakukan upaya pengembangan kualitas pegawai di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta secara khusus, dan di lingkungan Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta secara umum. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang diidentiikasi, maka penelitian ini berusaha menjawabnya melalui pencapaian beberapa tujuan, yaitu memberi gambaran mengenai kondisi perencanaan dan pengembangan karir pegawai di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta, mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perencanaan dan pengembangan karir pegawai Dipenda Propinsi DKI Jakarta, dan menyusun rekomendasi serta upaya-upaya yang berkaitan dengan perbaikan sistem perencanaan dan pengembangan karir pegawai di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta. Adapun ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada pegawai Dipenda Propinsi DKI Jakarta dan aspek-aspek perencanaan serta pengembangan karir pegawai. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan hubungan antara pelaksanaan perencanaan karir, pengembangan pola karir, dan manajemen karir di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta. Sampel (responden) penelitian terdiri dari para pejabat Eselon III dan IV (Kelompok Pimpinan) dan non Eselon (Kelompok Staf), yang ditentukan dengan menggunakan teknik purpossive sampling. Secara keseluruhan, jumlah responden Kelompok Pimpinan sebanyak 60 orang, dan jumlah responden Kelompok Staf sebanyak 85 orang. Para responden seianjutnya diberikan kuesioner dan beberapa pertanyaan lisan berkenaan dengan ruang lingkup penelitian. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Teknik Analisis Uji Tanda (Sign Test) untuk melihat kondisi peubah (variabel) yang dianalisis, dan Teknik Uji Korelasi (Rank Spearman) untuk melihat hubungan antar peubah (variabel). Berdasarkan hasil analisis Uji Tanda berdasarkan perspektif pendapat responden kelompok pimpinan, terindikasi bahwa perencanaan karir individu berada dalam kondisi yang efektif. Namun, dari sisi pendapat responden kelompok staf terindikasi bahwa perencanaan karir individu mereka tidak berjalan secara efektif. Dan perpaduan pendapat seluruh responden diperoleh hasil bahwa perencanaan karir individu telah berjalan secara efektif. Kemudian, baik menurut responden kelompok pimpinan dan staf maupun keseluruhan responden berpendapat bahwa perencanaan karir secara organisasional dan manajemen karir Dipenda Propinsi DKI Jakarta dilakukan masih belum efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa organisasi ini perlu melakukan penyempurnaan sistem perencanaan karir dan manajemen karir terhadap pegawainya. Hubungan-hubungan yang terjadi antar kategori di atas, dari sisi pendapat responden kelompok pimpinan terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan dan pengembangan karir organisasi dan manajemen karir, sedangkan perencanaan dan pengembangan karir individu tidak memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kedua faktor tersebut. Berbeda dengan responden kelompok staf, seluruh faktor saling terkait secara signifikan dan sangat signifikan. Hasil ini juga sama dengan hasil yang diperoleh menurut pendapat seluruh responden. Dengan mengacu kepada hasil analisis penelitian dan beberapa temuan di atas, maka prioritas kebijakan yang perlu dipertimbangkan dalam upaya mengefektifkan perencanaan dan pengembangan karir di lingkungan Dipenda Propinsi DKl Jakarta adalah : (1) Perencanaan dan Pengembangan karier individu, meliputi kemampuan/keahlian personil, perolehan informasi Diklat, komitmen terhadap organisasi, integritas, kejujuran, tingkat kreativitas dan inovasi, dukungan terhadap atasan, dasar pemilihan pekerjaan, tujuan karir, dan semangat dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan; (2) Perencanaan dan Pengembangan Karir Organisasi, meliputi penilaian kinerja, dukungan terhadap pengembangan pegawai, program pengembangan karir organisasi, penyediaan informasi karir, konsultasi karir, kriteria atau persyaratan jabatan dan kenaikan pangkat/golongan, dan penghargaan pegawai; dan (3) manajemen karir, meliputi kejelasan dan sistem pembinaan kelompok atau jalur karir pegawai, sistem dalam jabatan dan perekrutan pegawai baru, mutasi, pendidikan dan latihan sebagai dasar perencanaan dan pengembangan karir pegawai, dan alokasi pegawai (sumberdaya manusia). Dari temuan-temuan yang diperoleh melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa secara umum, pelaksanaan perencanaan dan pengembangan karir dirasakan oleh responden kelompok pimpinan dan staf masih belum efektif. Para responden kelompok pimpinan berpendapat bahwa perencanaan dan pengembangan karir secara individu telah berjalan secara efektif, namun menurut responden kelompok staf masih belum efektif. Untuk perencanaan dan pengembangan karir secara organisasi dan manajemen, baik menurut responden kelompok pimpinan maupun staf berpendapat masih belum berjalan secara efektif. Secara keseluruhan, antara perencanaan dan pengembangan karir individu, organisasi, dan manajemen karir memiliki keterkaitan yang signifikan dan sangat signifikan. Hampir seluruh sub faktor perencanaan dan pengembangan karir individu, organisasi, dan manajemen karir saling berhubungan. Adapun beberapa saran yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengembangan karir di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta adalah (1) perlu diperjelas kembali aspek-aspek perencanaan dan pengembangan karir pegawai, termasuk sistematikanya, dengan melibatkan merit system, penilaian kinerja, dan analisis beban kerja; (2) Perlu dibentuk suatu Pusat Informasi Karir di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta; (3) Diklat yang pernah diikuti selama ini hendaknya secara sungguh-sungguh dijadikan dasar dalam perencanaan dan pengembangan karir. pegawai, dengan berdasarkan pada latar belakang kompetensi, profesionalisme, beban kerja, moral, attitude pegawai, dan diutamakan dari internal Dipenda Propinsi DKI Jakarta; serta (4) perlunya ditingkatkan sosialisasi peraturan perundang-undangan Kepegawaian, khususnya berkaitan dengan perencanaan dan pengembangan karir, sehingga para pegawai mendapatkan suatu pemahaman dan kepastian yang jelas mengenai pola atau sistem karir yang akan dijalaninya. Selain itu, perlunya dibentuk suatu team work untuk menyusun suatu pedoman penilaian dan pengusulan pegawai dalam jabatan struktural di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta dengan mengacu kepada beberapa temuan dan prioritas kebijakan perencanaan dan pengembangan karir pegawai yang diusulkan di dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sumberdaya Manusia (Pegawai), Dinas Pendapatan Daerah Propinsi DKI Jakarta, Pemungutan dan Koordinasi Pemungutan Pendapatan Daerah, Perencanaan dan Pengembangan Pola Karir, Metode Deskriptif, Teknik Analisis Uji Tanda dan Teknik Analisis Uji Korelasi Rank Spearman, Data Primer dan Data Sekunder, Kondisi dan Korelasi Antar Faktor, serta Perumusan Kebijakan Perencanaan dan Pengembangan Pola Karir, Propinsi DKI Jakarta.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:09
Last Modified: 24 Mar 2014 08:09
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1197

Actions (login required)

View Item View Item