Kajian Motivasi Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Sumberdaya Manusia Pada Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol Propinsi DKI Jakarta

SUBARDlNl , . (2001) Kajian Motivasi Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Sumberdaya Manusia Pada Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol Propinsi DKI Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-Subardini-cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-Subardini-RE.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
2EK-03-Subardini-DaIsi.pdf - Published Version

Download (963kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-04-Subardini-Bab1.pdf - Published Version

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Gubernur Kepala Daerah berperan penting dalam proses pencapaian tujuan pembangunan daerah. Salah satu karakteristik yang harus dimilikinya adalah berkualitas dan mampu menerapkan kepemimpinan yang tepat di lingkungan organisasi administrasi daerah. Memperhatikan kedudukan dan peranan serta tuntutan tugas dan kewajiban yang harus dijalankan oleh Gubernur, maka diperlukan kinerja pegawai yang profesional, yang dapat menghasilkan kinerja secara optimal. Untuk itu, pimpinan harus dapat memberikan motivasi atau dorongan yang kuat kepada para pegawainya untuk mencapai tujuan dan penanganan setiap masalah sesuai dengan visi, misi organisasi, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan. Bersamaan dengan hal tersebut, organisasi Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol (APP) Propinsi DKI Jakarta sebagai unit yang melayani secara langsung para pimpinan atau pejabat teras Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, dituntut untuk mampu mengoptimalkan kinerjanya melalui pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana yang ditegaskan di dalam Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 1992 tentang Susunan Organisasi dan Tata kerja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi DKI Jakarta. Adapun tugas pokok dan fungsinya antara lain adalah melaksanakan urusan tata usaha, kebutuhan fasiltas pimpinan atau pejabat Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, protokol, pelayanan tamu, perjalanan dinas para pimpinan dan pejabat Pemerintah Propinsi DKI Jakarta serta melakukan pembinaan sandi dan telekomunikasi. Salah satu instrumen yang memiliki keterkaitan atau pengaruh yang penting dalam pengoptimalan kinerja pegawai adalah melalui pemotivasian pegawai. Motivasi pegawai merupakan bagian inheren dalam diri pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya sehari-hari. Oleh karena itu, kajian-kajian mengenai motivasi merupakan hal yang penting dilakukan dalam menentukan atau memfonulasikan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan hal tersebut, dan memiliki pengaruh (dampak) terhadap kinerja Biro APP Propinsi DKI Jakarta. Berdasarkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Biro APP Propinsi DKI Jakarta tersebut, terdapat beberapa permasalahan yang terindikasi, yaitu cenderung menurunnya atau masih rendahnya disiplin dan kinerja pegawai Biro APP Propinsi DKI Jakarta, masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia dalam pelayanan, kurangnya motivasi dalam menlngkatkan kinerja pegawai, dan terbatasnya berbagai fasllitas kerja yang dapat menjadi penghambat kelancaran kegiatan. Dengan adanya permasalahan yang dihadapi, maka penelitian ini lebih memfokuskan perhatian pada berbagai permasalahan yang terkait dengan meningkatkan kinerja pegawai pada Biro APP Propinsi DKI Jakarta, dan upaya-upaya yang perlu dilakukan agar pegawai di biro ini termotivasi, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya secara optimal. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengkaji kondisi motivasi pegawai di lingkungan Biro APP Propinsi DKI Jakarta saat ini, 2) Melakukan analisis korelasi antar faktor motivasi pegawai Biro APP Propinsi DKI Jakarta saat ini, dan 3) Merumuskan altematif kebijakan yang dapat ditempuh untuk memotivasi pegawai, sehingga pada akhimya dapat memberikan kinerja yang optimal bagi Biro APP Propinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, yakni dengan melakukan studi (pembelajaran) dan observasi serta pengamatan langsung ke lokasi penelitian yang sedang terjadi pada saat penelitian dilakukan. Adapun variabel-variabel yang digunakan merupakan variabel-variabel yang secara teoritis memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai Biro APP Propinsi DKI Jakarta, yang secara keseluruhan terdiri dari Prestasi (M1), Penghargaan (M2), Tanggung Jawab (M3). Tantangan (M4), Pengembangan (M5), Pekerjaan itu Sendiri (M6), Balas jasa (M7), Supervisi (M8). Hubungan Antar Manusia (M9), Rasa Aman (M10), Lingkungan Kerja (M11), Status (M12), Keterlibatan (M13), dan Kebijakan manajemen (M14). Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh melalui studi dan observasi lapangan dengan cara mendatangi dan mengamati secara langsung serta melakukan wawancara (interview) kepada para responden penelitian di tempat kerja Biro APP Propinsi DKI Jakarta. Selain itu, juga digunakan data sekunder diperoleh dari studi berbagai literatur, laporan-laporan internal dan eksternal Biro APP Propinsi DKI Jakarta, dan beberapa sumber-sumber lain yang relevan. Populasi responden penelitian meliputi Kepala Bagian, Kepala Subbagian, dan Staf. Dan jumlah populasi sebanyak 287 orang pegawai, diambil jumlah responden sebanyak 74 orang, yang dibagi berdasarkan responden kelompok Pimpinan sebanyak 19 orang, dan responden kelompok Staf sebanyak 55 orang. Dalam penelitian ini, teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah Teknik Analisis Uji Beda Nilai Tengah dan Teknik Analisis Uji Korelasi Rank Spearman. Teknik Analisis Uji Beda Nilai Tengah digunakan untuk mengetahui kondisi atau keberadaan Motivasi pegawai di Biro APP Propinsi DKI Jakarta, sedangkan Teknik Analisis Uji Korelasi Peringkat (Rank) Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan atau korelasi antar variabel motivasi. Kedua teknik analisis tersebut selanjutnya dioperasionalisasikan dengan menggunakan bantuan software Minitab versi 11 for Windows dan software SPSS versi 7.5 for Windows pada komputer. Dari hasil analisis pada responden kelompok pimpinan diperoleh bahwa terdapat beberapa faktor motivasi yang berada dalam kondisi yang masih rendah atau belum termotivasi sepenuhnya, yakni Faktor Motivasi Tantangan, Pekerjaan Itu Sendiri, Balas Jasa, Hubungan Antar Manusia, dan Rasa Aman. Sedangkan Faktor Motivasi Prestasi, Penghargaan, Tanggung Jawab, Pengembangan, Supervisi, Lingkungan Keja, Status, Keterlibatan, dan Kebiiakan Manajemen berada dalam kondisi yang relatif kondusif. Dari hasil analisis terhadap responden kelompok staf diperoleh hasil bahwa terdapat beberapa faktor motivasi,yang berada dalam kondisi yang masih rendah atau belum termotivasi sepenuhnya, yakni Faktor Motivasi Prestasi, Tantangan, Pengembangan, Pekerjaan Itu Sendiri, Balas Jasa, Hubungan Antar Manusia, dan Rasa Aman. Sedangkan Faktor Motivasi Penghargaan, Tanggung Jawab, Supervisi, Status, Keterlibatan, dan Kebijakan Manajemen berada dalam kondisi yang relatif memberikan motivasi bagi pegawai. Dari kedua hasil analisis di atas dapat dinyatakan bahwa Faktor Motivasi Tantangan, Pekerjaan Itu Sendiri. Balas Jasa, Hubungan Antar Manusia, dan Rasa Aman sama-sama berada dalam kondisi yang masih rendah atau belum termotivasi sepenuhnya. Adapun Faktor Motivasi Penghargaan, Tanggung Jawab, Supervisi, Status, Keterlibatan, dan Kebijakan Manajemen pada kedua kelompok responden tersebut berada dalam kondisi yang relatif kondusif untuk meningkatkan motivasi pegawai Biro APP Propinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, dari hasil analisis keterkaitan antar faktor motivasi pegawai pada responden kelompok pimpinan diperoleh bahwa Faktor Motivasi Penghargaan, Tanggung Jawab, Pekerjaan Itu Sendiri, Supervisi, dan Rasa Aman tidak terkait dengan faktor-faktor motivasi yang lainnya. Selebihnya, yakni Faktor Motivasi Penghargaan, Tantangan, Pengembangap, Balas Jasa, Hubungan Antar Manusia, Lingkungan Kerja, Status, Keterlibatan, dan Kebijakan Manajemen saling memiliki keterkaitan. Dari sisi responden kelompok staf, Faktor Motivasi Tantangan, Supervisi, Hubungan Antar Manusia, dan Lingkungan Kerja tidak terkait dengan faktor-faktor motivasi yang lainnya. Sedangkan Faktor Motivasi Prestasi, Penghargaan, Tanggung Jawab, Pengembangan, Pekerjaan Itu Sendiri, Balas Jasa, Rasa Aman, Status, Keterlibatan, dan Kebijakan Manajemen terdapat saling keterkaitan. Berdasarkan hasil analisis di atas. maka saran yang dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada masa-masa selanjutnya ialah upaya peningkatan motivasi pegawai di Biro APP Propinsi DKI Jakarta dapat dipertimbangkan beberapa alternatif kebijakan berikut ini : 1. Memberikan rasa aman kepada para pegawai secara fisik dan psikis, sehingga membawa ketenangan pada diri masing-masing pegawai Biro APP Propinsi DKl Jakarta dalam bekerja. 2. Menyusun program balas jasa yang memadai dan seimbang dengan kinerja pegawai. 3. Membina hubungan antar sesama rekan kerja dan antara staf dan pimpinan sebagai suatu hubungan mitra. 4. Evaluasi cara (metode) pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi 5. Mendorong para pegawai untuk dapat berprestasi dalam bekerja. 6. Memformulasikan upaya-upaya untuk mengantisipasi segala tantangan yang lebih efektif dan efisien dari yang pernah dilakukan selama ini. 7. Penataan ulang lingkungan kerja saat ini 8. Menyusun program-program pengembangan pegawai dan organisasi ke arah pencapaian Visi dan Misi Biro APP Propinsi DKI Jakarta

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Motivasi Sumberdaya Manusia (Pegawai), Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol, Propinsi DKI Jakarta
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:15
Last Modified: 24 Mar 2014 08:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1199

Actions (login required)

View Item View Item