Kajian Nilai-nilai Budaya Organisasi Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat Pada Kantor Catatan Sipil Propinsi DKI Jakarta

INDOPA, SUDHAR (2001) Kajian Nilai-nilai Budaya Organisasi Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat Pada Kantor Catatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-Sudhar_Indopa-cover.pdf - Published Version

Download (380kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-Sudhar_Indopa-RE.pdf - Published Version

Download (468kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-03-Sudhar_Indopa-DaIsi.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-04-Sudhar_Indopa-Bab1.pdf - Published Version

Download (465kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Isu Good Governance yang dihadapi oleh Pemerintah saat ini, adalah mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang mampu memfasilitasi tumbuhnya kerjasama yang kreatif dan saling mendukung antar domain-domain negara, sektor swasta dan masyarakat. Salah satu diantaranya adalah tuntutan untuk mewujudkan pelayanan pemerintah yang sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat. Kantor Catatan Sipil Propinsi DKI Jakarta, adalah salah satu instansi pemerintah yang melaksanakan fungsi pelayanan umum pemerintahan dibidang pemberian status dan kedudukan hukum atas terjadinya peristiwa kelahiran, perkawinan dan perceraian non-islam, pengakuan dan pengesahan anak serta kematian yang terjadi di masyarakat. Fungsi pelayanan pencatatan sipil tersebut adalah strategis dalam ikut membangun citra pelayanan pemerintah kepada masyarakat, oleh karena sifat pelayanannya yang menyentuh kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Sebagaimana umumnya pelayanan pemerintahan yang selama lebih dari tiga dekade, dibangun berdasarkan pendekatan kekuasan (politis) yang tersentralisir di tingkat pusat. Sehingga menimbulkan dampak terhadap citra pelayanan pemerintah yang cenderung dipengaruhi oleh sifat arogansi aparat, birokrasi yang berbelit-belit dan maraknya KKN. Demikian juga halnya kondisi pelayanan catatan sipil, praktek-praktek penyimpangan dari prosedur dan perilaku yang kurang mendukung keinginan dan harapan masyarakat seperti KKN masih terus berlangsung. Sekalipun upaya-upaya untuk perbaikan telah dilakukan, namun hasilnya belum sepenuhnya memenuhi harapan. Disamping itu permasalahan lain yang mendasar dihadapi oleh Kantor Catatan Sipil saat ini, adalah adanya paradigma baru peran Kantor catatan sipil sebagai bagian dari fungsi pendaftaran penduduk (PP No. 31 tahun 1998). Paradigma baru tersebut sejalan dengan isu desentralisasi (UU NO. 22 Tahun 1999), sehingga lembaga catatan sipil ini nantinya akan menjadi Dinas Pendaftaran Penduduk. Faktor-faktor pendukung budaya organisasi diadopsi dari sifat-sifat pokok mutu pelayanan dengan 5 variabel yakni: Keterpercayaan (Reliability), Keterjaminan (Assurance), Penampilan (Tangibility), Pemerhatian (Emphaty) dan Ketanggapan (Responsiveness), dengan 22 item atributnya. Metoda Survey Nilai Rockeah (RVS) dalam Robbins (1996) terdiri dari 18 item nilai terminal (nilai eksistensi yang dicita-citakan selama kehidupan) dan 18 item nilai instrumen (nilai modus sikap dan perilaku yang lebih disukai). RVS menunjukkan ranking nilai tingkat penting dan dominannya nilai-nilai tersebut. Selanjutnya dicari korelasi antara pilihan terhadap nilai terminal dengan nilai instrumen, untuk mengetahui tingkat konsistensi responden dalam menetapkan nilai-nilai penting dan dominan. Korelasi dicari dengan analisis korelasi rank spearman. Sedangkan penelitian mencari nilai perilaku pegawai terhadap faktor-faktor pendukung Budaya Organisasi, digunakan model analisis multi atribut Fishbein yang terdiri dari variabel nilai tingkat keyakinan terhadap atribut, variabel nilai tingkat keyakinan normatif dan variabel evaluasi terhadap masing-masing keyakinan atribut dan keyakinan normatif. Hasil penelitian yang dilakukan melalui kuestioner terhadap 29 responden yang dipilih secara acak, dari jumlah populasi pegawai kantor Catatan Sipil 83 pegawai adalah sebagai berikut : 1. Penelitian tentang Nilai-nilai Penting dan Dominan. Penelitian ini menjelaskan nilai Terminal dan Nilai Instrumen yang dianggap penting dan dominan dikalangan pegawai (responden). Selanjutnya dilakukan analisis korelasi, untuk mendapatkan tingkat signifikan tidaknya korelasi atau hubungan antara pilihan responden terhadap nilai terminal dengan nilai inshmennya. Kaidah ujinya adalah H0 = tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pilihan nilai terminal dengan nilai instrumen, artinya tidak konsistensinya pilihan responden terhadap nilai-nilai yang diyakini penting dan dominan. H0 ditolak pada taraf nyata 0.05 jika t hitung lebih besar dari t tabel. Analisis korelasi Spearman Rank, pada taraf nyata 0.05 dan n 18 nilai t = 012 (n-2) = 0.025 (16) = 2.2120 dan nilai Rs diperoleh - 0,2718 dan t. hitung diperoleh - 1.1740 atau < t = 2.2120 maka : H0 diterima, uji korelasi menghasilkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pilihan nilai terminal dengan nilai instrumen. Keputusan : memilih nilai-nilai Instrumen sebagai nilai modus sikap dan perilaku yang digunakan untuk meramalkan kecenderungan perilaku pegawai. Adapun 5 nilai instrumen yang memiliki ranking tertinggi ,adalah : (1) Nilai Kejujuran, (2) Nilai kritis , (3) Nilai Kapabel/Berkemampuan, (4) Nilai Kebersihan dan Keteraturan dan (5) Nilai Pemaaf dan Kecintaan kepada keluarga. Nilai-nilai inilah yang direkomendasikan untuk dibentuk dan dikembangkan pada Kantor Catatan Sipil Propinsi DKI Jakarta. 2. Penelitian tentang tingkat nilai perilaku terhadap faktor-faktor pendukung budaya organisasi , yakni sifat-sifat pokok mutu pelayanan, menghasilkan skor 21.2468, menunjukkan bahwa konsep mutu diterima/didukung oleh pegawai. Sedangkan untuk skor masing-masing variabel sebagai berikut : a Nilai perilaku terhadap variabel keterpercayaan (reliability). Hasil skor = 5.2425 (baik). b. Nilai perilaku terhadap variabel keterjaminan (assurance). Hasil skor = 2,2626 (baik) c. Nilai perilaku terhadap variabel penampilan (tangibility). Hasil skor = 10.3611 (baik) d. Nilai perilaku terhadap variabel pemerhatian (emphaty) = 1.3043 (baik) c. Nilai perilaku terhadap variabel ketanggapan (responsiveness) = - 0.1730 (tidak baik) Berkenaan dengan paradigma baru penyelenggaraan catatan sipil sebagai bagian dari fungsi pendaftaran penduduk (PP. No. 31/1998), permasalahan yang dihadapi adalah karena belum adanya undang-undang administrasi kependudukan nasional. Sehingga dalam prakteknya penyelenggaraan pelayanan catatan sipil masih terkait dengan aspek-aspek hukum pencatatan sipil yang dibuat pada tahun 1849, 1917, 1920 dan 1933 sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Kondisi tersebut di lapangan sering berbenturan dengan kepentingan aspek tertib administrasi pendaftaran penduduk. Kesimpulan penelitian dirumuskan dalam bentuk implikasi dan rekomendasi sebagai berikut : 1. Mengembangkan nilai-nilai penting atau dominan individu pegawai, yakni nilai-nilai kejujuran dan keterbukaan, objektif, menghargai pendidikan dan latihan, lingkungan kerja yang asri/bersih dan damai/menekan terjadinya konflik 2. Meningkatkan Faktor-faktor Pendukung Budaya organisasi, yakni : meningkatkan sikap dan perilaku Ketanggapan, Kepemerhatian dan Keterjaminan dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat 3. Mengembangkan Nilai-nilai fungsi baru Pendaftaran penduduk, yakni : fungsi penyedia data dan informasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perilaku Organisasi, Kantor Catatan Sipil Propinsi DKI Jakarta, Budaya Organisasi Dalam Pelayanan Masyarakat, Nilai-nilai penting dan nilai tingkat perilaku pegawai, Survey Nilai Rokeach-Rank Spearman-Multi Atribut Fishbein, survey, primer, preferensi pegawai, DKI Jakarta, Pegawai
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:15
Last Modified: 24 Mar 2014 08:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1200

Actions (login required)

View Item View Item