Kajian Strategi Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Awanto, Yopi (2002) Kajian Strategi Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
2EK-01-Yopi_Awanto-cover.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-02-Yopi_Awanto-RE.pdf - Published Version

Download (409kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-03-Yopi_Awanto-DaIsi.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
PDF
2EK-04-Yopi_Awanto-Bab1.pdf - Published Version

Download (327kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Sektor pariwisata merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dari data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata Propinsi DKI Jakarta, pada tahun 2000 saja PAD sektor pariwisata sebesar Rp. 335.848.120.253 dan pada tahun 2001 meningkat menjadi Rp.504.458.197.863. Besarnya potensi sektor pariwisata tersebut mendapat perhatian serius Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Terdapat beberapa upaya Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan sektor pariwisata, antara lain dikeluarkannya SK Gubemur Nomor 4486 tahun 1999 yang mengembangkan pariwisata di DKI Jakarta dalam 3 (tiga) jalur yakni jalur Sunda Kelapa - Pondok Indah, Jalur Ancol - Taman Mini dan Jalur Menteng - Ragunan. Namun demikian keberhasilan sektor pariwisata dihadapkan kepada permasalahan yang cukup rumit antara lain rendahnya partisipasi dan pemahaman masyarakat dalam mengembangkan dunia pariwisata. Disamping itu kurangnya tenaga profesional dilingkungan Dinas Pariwisata Propinsi DKI Jakarta juga mempengaruhi cepatnya pertumbuhan sektor pariwisata yang sebenarnya sangat diharapkan khususnya dalam membuat produk - produk hukum atau ketentuan yang berstandar Intemasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor kepariwisataan yang berpengaruh terhadap jumlah wisatawan di Propinsi DKI Jakarta, menganalisis strategi pemasaran kepariwisataan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta selama ini, dan menyusun alternatif strategi pemasaran bidang kepariwisataan di Propinsi DKI Jakarta. Dengan kedudukan Dinas Pariwisata sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta di bidang pariwisata, Dinas Pariwisata dihadapkan kepada upaya untuk mengembangkan Sektor Pariwisata di DKI Jakarta. Dengan visinya " Jakarta sebagai Tujuan Wisata Utama Dunia dalam' Dinamika Pariwisata Global ': Dinas Pariwisata harus terus berbenah baik secara intemal dengan konsolidasi kedalam maupun memanfaatkan peluang dan merespon ancaman secara ekstemal. Untuk menghimpun data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua cara pengumpulan data yakni penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Pembobotan menggunakan pairwise comparison adalah dengan membandingkan setiap faktor dengan angka 1 jika sama penting, angka 2 jika lebih penting. Dari seluruh responden sebanyak sepuluh responden ini, digabung yang kemudian menjadi bobot gabungan. Bobot gabungan ini merupakan bobot setiap faktor yang diteliti danmelalui konsultasi dengan kepala Dinas Pariwisata Propinsi DKI Jakarta ditentukan rating (peringkat) dengan angka 1 sampai dengan angka 4. Demikian pula untuk faktor internal Pada Evaluasi Faktor eksternal diperoleh nilai 2,56 yang merupakan nilai diatas rata - rata (2,50) yang menunjukkan bahwa secara eksternal Dinas Pariwisata cukup mampu memanfaatkan peluang dan merespon ancaman. Namun secara internal diperoleh nilai skor 2,28, mengindikasikan bahwa secara internal Dinas Pariwisata DKI Jakarta lemah secara internal. Dalam Matrik Internal - Eksternal (Matrik IE) dapat diketahui bahwa Dinas Pariwisata pada Kuadran V yang berarti pada Posisi Pertahankan dan Pelihara. Kondisi ini merupakan kunci dalam menentukan strategi, yakni organisasi harus menggunakan strategi yang bersifat Pertahankan dan Pelihara. Strategi yang mungkin dapat dikembangkan pada kondisi organisasi ini adalah Penetrasi Pasar dan Pengembangan Produk (David, 2002). Setelah tahap pencocokan dengan matrik IE tersebut dengan Analisis SWOT atau Matrik TOWS ditentukanlah Strategi yang sesuai dengan kondisi Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Tiga strategi utama yang dihasilkan adalah pertama mengadakan sosialisasi Sapta Pesona atau penyadaran manfaat pariwisata untuk seluruh lapisan masyarakat secara berkesinambungan dan sistematis, kedua pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan ketiga SDM Dinas Pariwisata harus memiliki sertifikasi kepariwisataan. Ketiga strategi ini kemudian dianalisis tingkat kemungkinan tercapainya dikaitkan dengan faktor (bobot faktor). Metode yang digunanakan adalah Matrik QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) atau matrik perencanaan strategi quantitatif. Dari hasil pengolahan melalui QSPM ini dihasilkan tiga strategi utama yang diurut sesuai dengan prioritasnya yakni pertama mengadakan sosisalisasi Sapta Pesona atau penyadaran manfaat pariwisata untuk seluruh lapisan masyarakat secara berkesinambungan dan sistematis dengan Nilai Total TAS 4,38, kedua pembanguan pariwisata berbasis masyarakat dengan Nilai Total TAS 4,32 dan ketiga SDM Dinas Pariwisata harus memiliki sertifikasi kepariwisataan dengan Nilai Total TAS 3,03. Disarankan kepada Pemerintah DKI Jakarta dalam upaya pemasaran faktor pariwisata di DKI Jakarta adalah sebagai berikut : 1. Mengadakan sosialisasi Sapta Pesona atau Penyadaran manfaat pariwisata untuk seluruh lapisan masyarakat secara berkesinambungan dan sistematis. Selama ini masyarakat kurang mendapatkan informasi, sehigga masyarakat tidak mengetahui manfaat apa yang akan diterima apabila sektor pariwisata berkembang. Akibatnya masyarakat kurang berpartisipasi. 2. Mengajak instansi terkait menyusun program yang berorientasi pada Sektor Pariwisata. Artinya setiap program yang dibuat oleh masing - masing instansi berwawasan pariwisata. 3. SDM Dinas Pariwisata diusahaka nmemiliki sertifikasi kepariwisataan. Hal ini dikarenakan kondisi sumber daya manusia yang ada saat ini terdiri dari berbagai disiplin ilmu, sehingga untuk menyamakan pola pikir tentang pengembangan kepariwisataan diperlukan pendidikan khusus kepariwisataan yang bersertifikat, dengan demikian diharapkan pada tingkat jabatan menengah dapat memberikan masukan - masukan kepada Kepala Dinas Pariwisata sebagai penentu kebijakan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata, Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:06
Last Modified: 18 May 2016 01:08
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1205

Actions (login required)

View Item View Item