Formulasi strategi hubungan internasional antar daerah di propinsi dki jakarta

Laswanto, Catur (2002) Formulasi strategi hubungan internasional antar daerah di propinsi dki jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
E2K-01-Catur_Laswanto-cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E2K-02-Catur_Laswanto-RE.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E2K-03-Catur_Laswanto-DaIsi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E2K-04-Catur_Laswanto-Bab1.pdf - Published Version

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Hubungan lnternasional Antar Daerah (Municipal International Cooperation) atau yang lebih populer dengan istilah sister city, muncul pertama kali di Eropa Barat pada tahun 1940-an. Pada awalnya lingkup Hubungan Internasional Antar Daerah (HIAD) hanya terbatas pada aspek sosial budaya dan terutama diarahkan untuk menciptakan international understanding guna mendorong rekonsiliasi dan perdamaian pada era perang dingin. Dalam perkembangannya, lingkup HIAD tidak lagi terbatas pada aspek sosial budaya, namun mencakup aspek yang sangat luas dan multi dimensional. Kerjasama ekonomi dan perdagangan, pelatihan pegawai, asistensi teknis dan manajerial, serta bantuan pembangunan merupakan program-program HIAD yang lazim dilaksanakan dewasa ini, disamping program-program lainnya. Pemerintah Propinsi DKI Jakarta yang mulai menjalin HIAD sejak tahun 1973, senantiasa berupaya agar penyelenggaraan HIAD berjalan efektif dan efisien. Namun upaya tersebut ternyata tidak mudah dilaksanakan, mengingat kompleksitas kendala yang dihadapi. Salah satu kendala tersebut adalah keterbatasan wewenang daerah dalam menyelenggarakan hubungan luar negeri. Oleh karena itu, terbitnya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan kewenangan luas kepada Daerah untuk melaksanakan hubungan luar negeri serta meningkatnya aktivitas Pemerintah Daerah dalam berbagai bentuk hubungan luar negeri pada skala global, merupakan peluang berharga yang perlu ditanggapi secara positif. Penelitian yang mengambil lokasi di lingkungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, dikembangkan dengan menggunakan dua metode pendekatan, yaitu manajemen strategis dan proses hirarki analitis. Pendekatan manajemen strategis ditujukan untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan HIAD di Propinsi DKI Jakarta serta mengembangkan alternatif-alternatif strategi. Sedangkan proses hirarki analitis diterapkan untuk mengevaluasi elemen-elemen yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan HIAD di Propinsi DKI Jakarta, khususnya alternatif-alternatif strategi yang dikembangkan dalam Matrik SWOT. Data yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini mencakup data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden yang sengaja dipilih (purposive) berdasarkan pertimbangan pengalaman dan pengetahuannya yang luas mengenai penyelenggaraan HIAD di Propinsi DKI - Jakarta. Sedangkan data- sekunder diperoleh melalui studi terhadap berbagai perangkat perundang-undangan, naskah kerjasama (Letter of Intent, Memorandum of Understanding, Exchange Program), laporan dan berbagai publikasi yang relevan dengan penelitian ini. Hasil evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan internal menghasilkan total skor yang berjumlah 2,5919. Hasil ini menunjukkan bahwa secara internal posisi penyelenggaraan HIAD di Propinsi DKI Jakarta sedikit berada di atas nilai rata-rata yang menurut David (1995) berjumlah 2,5. Sedangkan evaluasi terhadap peluang dan ancaman eksternal menghasilkan total skor 2,3784. Hasil ini menunjukkan bahwa, secara eksternal posisi penyelenggaraan HIAD di Propinsi DKI Jakarta berada di bawah rata-rata. Dengan kata lain, kemampuan untuk memanfaatkan peluang dan menghadapi ancaman relatif rendah. Perpaduan antara kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman eksternal dalam Matrik SWOT menghasilkan 4 (empat) alternatif strategi yaitu ; Strategi SO (Municipality Led Multi Purpose Link With Third Party Intervention), Strategi WO (Municipality Led Technical Link With Third Patty Intervention), Strategi ST (Municipality Led Multi Purpose Link), dan Strategi WT (Community Led Multi Purpose With Municipality Support). Evaluasi terhadap keempat alternatif strategi yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan proses hirarki analitis, menghasilkan strategi dengan masing-masing nilai bobot yang mencerminkan urutan prioritas sebagai berikut ; Municipality Led Multi Purpose Link With Third Party intervention (0,359), Municipality Led Multi Purpose Link (0,309), Municipality Led Technical Link With Third Party intervention (0,204), dan Community Led Multi Purpose Link With Municipality Support (0,128). Alternatif strategi yang memperoleh nilai bobot tertinggi, Municipality Led Multi Purpose Link with Third Party Intervention, ditetapkan sebagai strategi utama. Strategi ini dilaksanakan untuk mencapai 4 (empat) tujuan yaitu ; meningkatkan kemampuan manajerial dan teknis pegawai (0,277), meningkatkan kerjasama teknik (0,275), meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan (0,260), serta meningkatkan hubungan sosial budaya (0,189). Dalam hubungan ini, peranan Pemerintah Daerah sebagai aktor penyelenggara HIAD di Propinsi DKI Jakarta menempati posisi yang sangat penting (0,388), jauh di atas ketiga aktor lainnya yaitu ; masyarakat (0,231), lembaga donor (0,217), dan pemerintah pusat (0,164). Sementara itu, pendanaan merupakan faktor yang sangat menentukan (0,366) dibandingkan kualitas SDM (0,252),lembaga penyelenggara (0,217), dan bentuk kerjasama (0,165). Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, maka disarankan agar Pemerintah Propinsi DKI Jakarta perlu meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan lembaga donor dalam penyelenggaran HIAD. Hal ini terutama dimaksudkan untuk mendapatkan sumber-sumber pembiayaan baru di luar APBD. Untuk itu, kualitas SDM di Biro KAKDA perlu ditingkatkan terutama kemampuan berbahasa asing dan pemahaman terhadap hubungan luar negeri. Pada sisi lain, program kerjasama seyogyanya disusun secara kongkrit, terukur dan mencakup aspek yang luas sehingga memungkinkan keterlibatan berbagai aktor dalam penyelenggaraan HIAD di Propinsi DKI Jakarta

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi Hubungan Internasional, Antar Daerah, Propinsi DKI Jakarta
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:06
Last Modified: 02 Feb 2018 02:41
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1208

Actions (login required)

View Item View Item