Analisis Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pegawai Lapangan DLLAJ Propinsi DKI Jakarta

SUBAGDJA, HADI (2002) Analisis Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pegawai Lapangan DLLAJ Propinsi DKI Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
E2K-01-Hadi_Subagdja-cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E2K-02-Hadi_Subagdja-RE.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E2K-03-Hadi_Subagdja-Daisi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E2K-04-Hadi_Subagdja-Bab1.pdf - Published Version

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

Jakarta sebagai kota metropolitan sekaligus sebagai pusat kegiatan bisnis di Indonesia, yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku serta warga negara dari hampir seluruh negara di dunia. Selain itu, Jakarta juga diarahkan untuk menjadi kota jasa dan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang diharapkan dapat menghasilkan devisa serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Oleh karena itu, sangat diperlukan kondisi lalu lintas yang tertib, aman dan lancar serta dukungan angkutan umum yang baik dan memadai. Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Propinsi DKI Jakarta sebagai salah satu unit di lingkungan pemerintah Propinsi DKI Jakarta bertugas membantu polisi dalam mengatur dan mengendalikan kelancaran lalu lintas serta membina pengoperasian angkutan umum di wilayah Propinsi DKI Jakarta. Tugas lapangan pegawai DLLAJ di terminal, tempat pengujian kendaraan, dan jalan raya, memiliki resiko yang relatif besar, baik resiko langsung maupun resiko tidak langsung, seperti (1) polusi udara seperti debu, asap kendaraan dan lain-lain, (2) kondisi cuaca panas, dingin, dan musim hujan, (3) kecelakaan kerja yang menyebabkan pegawai tersebut meninggal, cacat total, cacat sebagian, dan sakit, dan (4) sasaran emosi masyarakat, serta (5) kerusuhan sosial dan lain-lain. Dengan demikian, diperlukan jaminan K3 bagi segenap pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta. DLLAJ Propinsi DKI Jakarta telah memiliki program jaminan K3 yang diberlakukan sama terhadap seluruh pegawainya, baik yang bertugas di kantor maupun dilapangan, seperti asuransi kesehatan dan asuransi dwiguna. Penerapan program jaminan K3 yang diberlakukan sama tersebut nampaknya dirasakan tidak adil, karena disinyalir bahwa resiko yang dihadapi pegawai lapangan relatif lebih tinggi dibandingkan resiko yang dihadapi oleh pegawai yang bekerja di kantor. Di samping itu, terdapat data yang menunjukkan bahwa tingkat kematian pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang bertugas di lapangan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pegawai yang bertugas dikantor. Berdasarkan data kematian pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta selama dua tahun terakhir, terdapat 22 orang pegawai lapangan dan 4 orang pegawai non lapangan yang meninggal dunia. Program K3 yang diterapkan oleh DLLAJ Propinsi DKI Jakarta belum sesuai dengan harapan pegawai, karena penerapannya tidak disesuaikan dengan tingkat resiko yang dihadapi oleh segenap pegawai. Dengan asumsi tersebut, dapat dirumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan adalah (1) Apakah terdapat hubungan antara program K3 yang diterapkan dengan kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta? (2) Sejauh mana program K3 DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang diterapkan sesuai dengan harapan pegawai lapangan? (3) Bagaimana tingkat kepentingan faktor-faktor K3 dan tingkat resiko yang dihadapi dihadapi pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang bertugas di lapangan? (4) Bagaimana formulasi program K3 DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang dapat memenuhi harapan pegawai lapangan? Tujuan kajian mengenai jaminan K3 DLLAJ Propinsi DKI Jakarta adalah (1) Menganalisis hubungan antara program K3 DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang diterapkan dengan kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta; (2) Menganalisis tingkat pemenuhan harapan para pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta dari program K3 yang diterapkannya; (3) Menganalisis tingkat kepentingan faktor-faktor program K3 pada kelompok pegawai lapangan; (4) Menganalisis tingkat resiko yang dihadapi pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang bertugas di lapangan; dan (5) Merekomendasikan alternatif program jaminan K3 DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang dapat memenuhi harapan pegawai lapangan. Kajian mengenai Jaminan K3 Propinsi DKI Jakarta memiliki manfaat untuk (2) Menjadi referensi bagi DLLAJ Propinsi DKI Jakarta dalam merencanakan dan implementasikan program K3 yang akan diterapkan; serta (2) Menjadi referensi bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan program K3. Penelitian ini dilakukan di DLLAJ Propinsi DKI Jakarta pada mulai bulan Februari 2001 sampai Mei 2001. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan contoh dilakukan secara sengaja dengan jumlah responden 50-60 orang. Data yang dibutuhkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari instansi DLIAJ, dan instansi lainnya yang terkait. Data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisa deskriptif, koefisien korelasi ranking Spearman, analisa pemenuhan harapan, analisa tingkat kepentingan faktor K3 dan analisa tingkat resiko yang dihadapi pegawai. Metode pembobotan yang digunakan adalah metode Eickenrode. Pada kajian ini, responden yang berhasil diwawancarai berjumlah 58 orang dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Propinsi DKI Jakarta (5 responden) dan lima Suku Dinas LLAJ, yaitu Suku Dinas Jakarta Pusat (7 responden), Jakarta Utara (9 responden), Jakarta Barat (11 responden), Jakarta Selatan (13 responden) dan Jakarta Timur (13 responden). Semua responden adalah pria. Hal ini disebabkan karena pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta 97% adalah pria. Dengan demikian. responden berjenis kelamin pria dianggap mewakili pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta. Kebanyakan responden berumur antara 41-50 Tahun Pangkat atau Golongan responden kebanyakan adalah Golongan II dibandingkan dengan Golongan III. Konsentrasi responden pada Golongan II/a dan III/a sesuai dengan perimbangan golongan pegawai. Di lain pihak, tingkat pendidikan responden kebanyakan adalah lulusan SLTA ke bawah. Kebanyakan responden adalah staf pegawai lapangan DLLAJ Propinsi DKI Jakarta (Dinas pada Sub Dinas Pengendalian Lalu Lintas, Seksi Penertiban dan Suku Dinas pada Seksi Penertiban dan Terminal. Pada umumnya responden bertugas di terminal. Kebanyakan responden memiliki masa bakti antara 21-30 Tahun. Faktor kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta dalam hubungannya dengan K3 yang memiliki bobot paling tinggi adalah disiplin pegawai dan yang paling rendah adalah proses pembayaran dan besarnya dana operasional. Faktor kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang memiliki skor terbobot paling tinggi adalah disiplin pegawai dan yang paling rendah adalah proses pembayaran dan besarnya dana operasional pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta. Perhitungan korelasi rangking antara faktor K3 dengan faktor kinerja DLIAJ Propinsi DKI Jakarta dengan menggunakan metode "Spearman's Rank Correlation" dengan 50. Korelasi rangking antara faktor K3 dan faktor kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta memiliki nilai korelasi (Rs) sebesar 0,748 dengan nilai Z = 5.239. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Korelasi Ranking Spearman tersebut dimana diperoleh hasil Rs = 0.748 yang lebih besar dari nol, maka terdapat,korelasi antara Faktor K3 dan Faktor Kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta. Apabila hipotesis no1 (Ho) Faktor K3 dan Kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta saling bebas lawan Hipotesis alternatifnya (H1) diuji pada tingkat signifikan 0.01 (α = 0,01), maka diperoleh hasil bahwa Hipotesis no1 ditolak, karena Z hitung berada di daerah penolakan hipotesis nol. Faktor K3 berupa Pelayanan asuransi kesehatan memperoleh bobot yang paling tinggi dan yang paling rendah adalah pembagian kerja yang adil. Faktor K3 yang memperoleh skor terbobot paling tinggi adalah faktor jaminan kesejahteraan keluarga dan yang peling rendah adalah pembagian kerja yang adil. Program K3 yang diselenggarakan oleh DLLAJ Propinsi DKI Jakarta hanya mampu mencapai harapan pegawai sebesar 66,52%. Penyelenggaraan program K3 di DLLAJ Propinsi DKI Jakarta yang memenuhi harapan para pegawai secara berurutan adalah jaminan kesejahteraan keluarga, pelayanan asuransi kesehatan, pelatihan dan pembinaan kerja, hubungan pegawai dengan atasan yang harmonis, pembagian kerja yang adil, lingkungan kerja yang harmonis, dan standar operasional pekerjaan. Terdapat empat faktor K3 yang cukup memenuhi harapan, yaitu asuransi dwi guna, pembinaan kerohanian dan rekreasi, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan, dan alat keamanan lapangan. Di lain pihak, terdapat dua faktor K3 yang kurang memenuhi harapan pegawai, yaitu ketersediaan sarana perlindungan tubuh, dan ketersediaan kendaraan operasional lapangan. Bahkan terdapat tiga faktor K3 yang tidak memenuhi harapan pegawai, yaitu pemeriksaan kesehatan berkala, ketersediaan kendaraan ambulance, dan ketersediaan makanan tambahan. Tingkat resiko yang dihadapi pegawai lapangan pada DLLAJ Propinsi DKI Jakarta memiliki rata-rata skor terbobot adalah 24,42, dengan median data 19,91, dan standar deviasi 16,l0. Resiko yang paling tinggi adalah polusi asap kendaraan, disusul oleh polusi debu, terjadinya kerusuhan, kekerasan lingkungan kerja, penyakit, meninggal dunia, resiko beban yang ditimbulkan oleh suasana kerja, beban kerja social/beban mental, beban kerja fisik, cacat berat, cacat ringan, cacat sedang, resiko yang timbul karena suhu udara siang, dan suhu udara malam. Kesimpulan yang dapat dirumuskan adalah (1) Faktor K3 dengan faktor kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta memiliki hubungan yang erat. Adanya korelasi tersebut benar pada tingkat signifikan α = 0.01; (2) Tingkat pemenuhan harapan pegawai DLLAJ Propinsi DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan program K3 adalah cukup, tetapi beberapa faktor K3 yang dianggap kurang, yaitu Sarana perlindungan tubuh, kendaraan operasional, serta yang dianggap sangat kurang/tidak ada adalah kendaraan ambulance, makanan tambahan, dan pemeriksaan kesehatan berkala; (3) Faktor K3 yang dianggap penting berturut-turut dari yang terpenting adalah jaminan kesra, pelayanan ASKES, pemeriksaan kesehatan berkala, makanan tambahan, standar operasional pekerjaan, pelatihan dan pembinaan kerja, P3K, sarana perlindungan tubuh, alat-alat keamanan lapangan, dan lain-lain; (4) Tingkat resiko yang dihadapi pegawai lapangan DLLAJ Propinsi DKI Jakarta berturut-turut dari yang paling tinggi adalah polusi asap kendaraan, polusi debu, terjadinya kerusuhan social, kekerasan lingkungan kerja, penyakit, meninggal dunia, resiko beban yang ditimbulkan oleh suasana kerja, beban kerja social/beban mental, beban kerja fisik, cacat berat, cacat ringan, cacat sedang, resiko yang timbul karena suhu udara siang dan suhu udara malam. Dengan demikian, disarankan agar DLLAJ Propinsi DKI Jakarta seyogyanya meningkatkan jaminan KESRA dan pelayanan ASKES bagi pegawai lapangan karena kedua faktor tersebut dianggap sangat penting bagi pegawai lapangan. DLLAJ Propinsi DKI Jakarta seyogyanya menyediakan makanan tambahan dalam upaya meningkatkan stamina pegawai lapangan, kendaraan ambulance sebagai suatu pelayanan bagi pegawai lapangan yang tertimpa musibah/penyakit mengingat pegawai lapangan tersebut menghadapi berbagai resiko di lapangan, serta menyediakan pemeriksaan kesehatan berkala untuk memonitor gejala-gejala penyakit yang diderita oleh pegawai lapangan. Ketiga fakor tersebut selama ini tidak memuaskan bagi pegawai lapangan. Begitu juga factor K3 yang kurang memuaskan, agar ditingkatkan, seperti ketersediaan kendaraan operasional lapangan, sarana perlindungan tubuh, pembinaan kerohanian dan rekreasi. DLLAJ Propinsi DKI Jakarta seyogyanya memperbaiki Standar Operasional Pekerjaan yang telah ditetapkan, serta memberikan pelatihan dan pembinaan kerja yang sesuai dengan SOP tersebut agar kinerja DLLAJ Propinsi DKI Jakarta dapat ditingkatkan. DLLAJ Propinsi DKI Jakarta seyogyanya menyediakan alat keamanan lapangan yang cukup bagi para pegawai lapangan yang menghadapi berbagai resiko tinggi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pegawai Lapangan DLLAJ, Propinsi DKI Jakarta
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:06
Last Modified: 12 Jan 2012 09:06
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1210

Actions (login required)

View Item View Item