Strategi Dinas Pertanian Dalam Mengembangkan Agribisnis Komoditas Sayuran Unggulan di Kota Medan

Sinaga, Donald (2002) Strategi Dinas Pertanian Dalam Mengembangkan Agribisnis Komoditas Sayuran Unggulan di Kota Medan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r21-01-donald_sinaga-cover.pdf

Download (351kB)
[img]
Preview
PDF
r21-02-donald_sinaga-abstrak.pdf

Download (272kB)
[img]
Preview
PDF
r21-02-donald_sinaga-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (369kB)
[img]
Preview
PDF
r21-04-donald_sinaga-daftar_isi.pdf

Download (347kB)
[img]
Preview
PDF
r21-05-donald_sinaga-pendahuluan.pdf

Download (418kB)

Abstract

Donald Sinaga, 2002. Strategi Dinas Pertanian Dalam Mengembangkan Agribisnis Komoditas Sayuran Unggulan di Kota Medan. Di bawah bimbingan Bonar M. Sinaga dan Idqan Fahmi. Kota Medan merupakan salah satu di antara 19 daerah di Propinsi Sumatera Utara. Di kota ini berbagai kegiatan dilakukan anggota masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan penduduknya yang berjumlah sekitar 2 juta jiwa, menyebabkannya menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia. Pembangunan fisik maupun non fisik berlangsung dengan pesat. Akibatnya bisa menimbulkan alih fhgsi lahan secara drastis dari lahan fungsional menjadi lahan industri atau untuk kepentingan lain yang bukan pertanian. Hal ini akan mengurangi kesempatan kerja bagi mereka yang selama ini hidup dari usaha tani budidaya. Untuk memenuhi kebutuhan pangan di kota Medan khususnya pada komoditi sayur-sayuran, didatangkan dari daerah lain di Wilayah Sumut. Tingkat konsumsi sayuran di Medan saat ini adalah 95.95 kgkapitaltahun. Dengan demiluan total kebutuhan daerah ini pada komoditas sayuran dalam satu tahun adalah sekitar 191 900 ton. Sedangkan produksi sayuran dari Kota Medan pada tahun 2000, dengan luas panenan sekitar 2 698 ha hanya berjumlah sekitar 19 041 ton dengan tingkat produktivitas adalah 7 06 tonha. Jumlah produksi ini masih jauh dari kebutuhan kota Medan. Oleh karena itu, usaha meningkatkan produksi sayuran dengan cara meningkatkan produktivitas dan intensitas pertanaman adalah realistis, karena potensi hasil sayuran masih diatas produktivitas yang diperoleh saat ini. Melihat perkembangan jumlah penduduk yang cenderung meningkat serta meningkatnya kesadaran masyarakat tentang gizi akan menyebabkan naiknya konsumsi sayuran. Jika tidak ada peningkatan produksi sayuran di kota Medan, menyebabkan tingkat ketergantungan kota ini pada penyediaan komoditi sayuran semakin tinggi. Dalam upaya meminimalisasi gap antara kebutuhan sayuran dan produksi yang dihasilkan. Dinas Pertanian kota Medan hams memiliki strategi dalam mengembangkan komoditas sayuran. Berangkat dari kondisi tersebut maka masalah yang dirumusltan dalam penelitian ini adalah : (1) apa jenis komoditas sayuran yang akan dikembangkan, (2) faldor-faktor apa yang mempengaruhi pengembangan agribisnis komoditas sayuran di kota Medan, dan (3) bagaimana strategi Dinas Pertanian kota Medan dalam mengembangkan agribisnis komoditas sayuran unggulan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : (1) menentukan jenis komoditas sayuran unggulan yang akan diembangkan di kota Medan, (2) menganalisis faktor lingkungan internal dan eksternal sebagai dasar formulasi alternatif strategi pengembangan agribisnis komoditas sayuran di kota Medan, dan (3) menentukan prioritas strategi Dinas Pertanian dalam mengembangkan agribisnis komoditas sayuran unggulan di kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu dilakukan pengumpulan data untuk menjawab permasalahan yang ada dan dilakukan dalam bentuk studi kasus, sehingga kesimpulan yang diambil akan tetap terkait dengan Dinas Pertanian kota Medan. Jenis data yang diambil terdiri dari data primer dan data sekunder, sedangkan sumber data berasal dari internal dan eksternal diias. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara : wawancara, penyebaran kuesioner dan studi pustaka. Tahapan yang dilakukan dalam analisis data adalah :(1) analisis MPE yang digunakan untuk memperoleh komoditas prioritas, (2) analisis matriks evaluasi faktor internal dan ekstemal, yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap dinas, (3) analisis dengan menggunakan matriks SWOT, yang digunakan untuk mendapatkan alternatif strategi bagi Dinas Pertanian dalam mengembangkan agribisnis komoditas sayuran di Kota Medan dan (4) menggunakan analisis QSPM untuk menghasilkan strategi prioritas. Dengan menggunakan analisis MPE, diperoleh 4 (empat) lcomoditas prioritas, yaitu sawi, kacang panjang, bayam dm kangkung. Terpilihnya komoditas sawi sebagai prioritas 1, diduga karena permintaan terhadap produk komoditas ini sangat tinggi, hal ini sesuai dengan data dari Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Utara yaitu 7.14 kg/tahun per kapita, sedangkan permintaan terhadap komoditas prioritas yang lain, masing-masing untuk kacang panjang 2.91 kg/tahudkapita, bayam 1.20 kg/tahudkapita dan komoditas kangkung sebesar 0.98 kg/tahu/kapita. Pada umur pertanaman kurang dari 60 hari, masing-masing komoditas sayuran tersebut sudah dapat dipanen. Sehingga dalam rangka meningkatkan produksi sayuran di kota Medan dapat dilakukan dengan mengoptimalisasikan pemanfaatan lahan. Ke empat jenis komoditas sayuran prioritas tersebut dapat dibudidayakan pada lahan sawah dengan memanfaatkan masa istirahat pertanaman padi (masa bera) selama kurang lebih 90 hari. Berdasarkan hasil identifikasi terhadap lingkungan internal diketahui faktorfaktor yang merupakan kekuatan dan kelemahan. Faktor-faktor kekuatan adalah : (1) motivasi pimpinan, (2) sumber gizi sayuran yang relatif murah, (3) produktivitas masih dapat ditingkatkan, (4) kemampuan bekerja sama dengan dinas instansi lintas sektoral, (5) akses terhadap petanil kelompok tani, (6) kepercayaan masyarakatlpetani pada Dinas sebagai Lembaga penyuluhan, dan (7) potensi meningkatkan PDRB. Yang menjadi faktor-faktor kelemahan adalah : (1) terbatasnya saranalprasarana penyuluhan, (2) terbatasnya modal usaha tani, (3) kurang'nya inovasi, (4) pengelolaan pertanian tidak profesional, (5) prioritas gema palagung, (6) alokasi dana kurang efektif, dan (7) tidak optimalnya pemberdayaan pegawai. Dari hasil identifikasi terhadap faktor eksternal Dinas Pertanian, diperoleh faktor-faktor peluang yaitu : (1) perkembangan teknologi dm. infomasi, (2) kesadaran masyarakat tentang gizi, (3) kebijakan pemda, (4) potensi geografis, (5) peningkatan konsumsi sayuran, (6) pemanfaatan lahan kosong, dan (7) meningkatnya pendapatan per kapita. Sedangkan yang menjadi faktor ancaman : (1) masuknya produk dari luar, (2) terjadinya alih fungsi lahan, (3) serangan hama dan penyakit tanaman, (4) ketersediaan dan harga saprotan, (5) stabilitas politik dan keamanan, (6) sifat mudah rusah (perishable), dan (7) fluktuasi harga. Berdasarkan persepsi responden diperoleh nilai terbobot faktor internal 2.53. Hal ini menunjukan bahwa kondisi internal Dinas Pertanian Kota Medan sudah berada sedikit di atas rata-rata. Sedangkan nilai terbobot faktor eksternal adalah 2.57. Hal ini menunjukkan bahwa Dinas Pertanian Kota Medan sedikit di atas rata-rata dalam memanfaatkan peluang ekstemal dan menghindari ancaman. Faktor-faktor internal dan ekstemal disusun kedalam bentuk matriks SWOT . Berdasarkan analis matriks SWOT diperoleh 7 (tujuh) altematif strategi yang dapat dikembangkan dalam agribisnis komoditas sayuran. Alternatif tersebut adalah : Pada sel Strengths-Opportunities, ada dua altematif masing-masing : (1) meningkatkan produksi komoditas sayuran, dan (2) mengintensifkan penyuluhan. Pada sel Weaknesses-Opportunities, masing-masing adalah : (1) pengembangan SDM aparat, dan (2) melaksanakan pelatihan terhadap petani tentang agribisnis komoditas sayuran. Pada sel Strengths-Threats, adalah : (1) pengembangan teknologi tepat guna. Pada sel Weaknesses-Threats masing-masing adalah : (1) menerapkan manajemen produksi dan pemasaran, dan (2) menumbuhkan kemandirian petani. Untuk menentukan prioritas strategi dari tujuh altematif s&tegi yang akan dikembangkan dilakukan dengan menggunakan analisis QSPM. Urutan prioritas utama sampai yang terakhii disajikan sebagai berikut :(I) melaksanakan pelatihan terhadap petani tentang agribisnis komoditas sayuran, (2) meningkatkan produksi komoditas sayuran, (3) pengembangan SDM aparat, (4) menerapkan manajemen produksi dan pemasaran, (5) mengembangkan kemandirian petani, (6) mengintensifkan penyuluhan, dan (7) pengembangan teknologi tepat guna. Saran bagi Dinas Pertanian dalam pengembangan agribisnis komoditas sayuran di kota Medan, yaitu : (1) Dinas Pertanian perlu mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan intemal maupun ekstemal, agar tidak merugikan pihak yang terlibat dalam pengembangan tersebut, khususnya mereka sebagai pelaku usahatani tersebut di lapangan, (2) Dinas Pertanian hams lebih intensif dalam melakukan penyuluhan karena pengelolaan pertanian selama ini masih belum profesional. Untuk masa yang akan datang diharapkan lebih maju, sehingga kuantitas maupun kualitas produksi sayuran di Kota Medan meningkat, (3) untuk melaksanakan pelatihan kepada petani hendaknya dipertimbarigkan beberapa faktor, diantaranya : (a) peserta yang ikut dapat menjadi motivator bagi kelompoknya, (b) peserta benar-benar memiliki usahatani, dan (c). materi pelatihan hendaknya yang up to date. Sehingga kesan selama ini pelaksanaan pelatihan hanya merupakan "proyek", tidak muncul lagi, (4) untuk menangkap peluang begitu besarnya kebutuhan Kota Medan pada komoditas sayuran, diharapkan peranan Dinas Pertanian agar lebih &if memberikan informasi terhadap petani atau mereka yang terlibat dalam agribisnis tersebut, dan (5) alokasi dana hendaknya ditingkatkan untuk melakukan penelitian, seperti melaksanakan demplot di beberapa tempat di Kota Medan, lengkap dengan analisa usahatani, Hal ini perlu agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat adalah produk penyuluhan yang efektif dan efisien. Kata kunci : Sayuran, Dinas Pertanian Kota Medan, Manajemen strategi, MPE, Formulasi Strategi, QSPM, Metode Deskriptif, Studi kasus, Primer, Sekunder, Kota Medan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sayuran, Dinas Pertanian Kota Medan, Manajemen strategi, MPE, Formulasi Strategi, QSPM, Metode Deskriptif, Studi kasus, Primer, Sekunder, Kota Medan.
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:14
Last Modified: 24 Mar 2014 08:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1224

Actions (login required)

View Item View Item