Analisis Pelaporan Kinerja Per Jenis Produk Dalam Rangka Meningkatkan Efisiensi Kebun Pada Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung

Munawar, Aang (1997) Analisis Pelaporan Kinerja Per Jenis Produk Dalam Rangka Meningkatkan Efisiensi Kebun Pada Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R10-_01-_Aang_Munawar_-_Cover.pdf

Download (355kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_02-_Aang_Munawar_-_RE.pdf

Download (327kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_03-_Aang_Munawar_-_DaIsi.pdf

Download (332kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_04-_Aang_Munawar_-_Bab1.pdf

Download (385kB)
[img] PDF
R10-_05-_Aang_Munawar_-_Bab2DST.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Industri perkebunan teh di Indonesia sudah sejak lama berdiri dan tersebar di pulau Jawa dan Sumatera, khususnya di daerah pegunungan, bukit dan dataran tinggi yang berhawa sejuk. Teh juga merupakan komoditi yang dibutuhkan asyarakat sebagai bahan minuman segar selain kopi. Perkembangan industri teh juga menunjukkan peningkatan yang besar dengan munculnya industri minuman teh dalam kemasan, yang akan meningkatkan konsumsi teh dalam negeri maupun internasional. Dewasa ini sekitar 90% produk teh PT Perkebunan Nusantara diekspor sehingga memberikan tambahan devisa yang cukup penting. Pusat Penelitian (Puslit) Teh dan Kina merupakan salah satu unit pelaksana penelitian dari Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (APPI) dan merupakan lembagayang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan komoditas teh dan kina di Indonesia. Puslit Teh dan Kina yang mempunyai lokasi di Gambung, Kecamatan Ciwidey,Kabupaten Jawa Barat memiliki tiga kebun yang berlokasi di Gambung sendiri, Pasirsarongge, Cianjur, Jawa Barat dan Simalungun, Sumatera Utara, dengan produk utamateh hitam, teh hijau dan pucuk teh. Ketiga kebun tersebut merupakan sumber penghasilan Puslit selain dana dari Sekretariat Dewan Pembina Puslitbun. Hal ini menyebabkan adanya dualisme fungsi yaitu di satu pihak tugas penelitian yang merupakan cost center yang mengabaikan efisiensi dan di pihak lain harus mencari pendapatan sendiri yang merupakan profit center yang berfokus komersial. Puslit Teh dan Kina sebagai lembaga penelitian menjadi panutan perkebunan BUMN maupun swasta dalam mengelola perkebunan teh secara profesional. Dengan sistem pelaporan keuangan kebun yang ada tidak mendukung upaya Puslit sebagai panutan/acuanindustri perkebunan teh di Indonesia karena sistem pembukuan di kebun yang berbeda dengan praktek pembukuan kebun PTP Nusantara. Hal ini mengakibatkan sulit untuk melakukan analisa pembandingan antara kinerja kebun Puslit dengan angka rata-rata industri teh sehingga manajemen Puslit mengalami kesulitan untuk melakukan langkah efisiensi kebun. dari kondisi demikian maka permasalahan utama adalah berapa harga pokok produk yang sesuai dengan angka industri, biaya mana yang jauh di atas angka rata-rata industri dan bagaimana kinerja ketiga kebun Puslit Teh dan Kina. Tujuan dari geladikarya ini adalah untuk melakukan analisis rincian biaya, penelusuran biaya, penentuan alokasi biaya dan penentuan harga pokok produk, pelaporan kinerja per jenis produk yang selanjutnya dilakukan analisis pembandingan dan analisis biaya dan pendapatan untuk menilai penyimpangan yang terjadi. Selanjutnya memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi kebun yang merupakan umpan balik perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kebun di masa yang akan datang. Dari pengeluaran biaya di kebun yang diklasifikasikan kedalam Gaji, Upah, Bahan, Lain-lain, Eksploitasi Listrik, Eksploitasi Kendaraan, Eksploitasi Mess, dan Eksploitasi Poliklinik dilakukan analisis rincian biaya kedalam kegiatan menghasilkan produk. Selanjutnya ditentukan harga pokok per jenis produk sehingga dapat disusun laporan penjualan dan harga pokok sebagai laporan kinerja per jenis produk. Untuk menentukan kinerja produk kebun dilakukan analisis perbandingan antara kinerja kebun dengan angka rata-rata industri diperoleh hasil sebagai berikut : - harga jual produk teh hitam, teh hijau dan pucuk teh masih dibawah angka rata-rata industri walaupun masih diatas harga jual lokal. - biaya tanaman berupa pemeliharaan tanaman menghasilkan, panen dan pengangkutan masih di atas angka rata-rata industri. - biaya pengolahan masih di atas angka rata-rata industri. - produktivitas (kg/ha) kebun Gambung masih dibawah angka rata-rata industri. - produk serbuk kina dan stek memberikan kontribusi pendapatan yang baik bagi kebun. - produk sampingan kebun (penanaman sayur-sayuran), bibit teh polybag dan wisma, walaupun sebagian diantaranya rugi/defisit namun mempunyai potensi untuk memberikan keuntungan jika dilakukan manajemen yang baik. Atas dasar analisis perbandingan maka terungkap bahwa nilai efisiensi yang dapat dilakukan adalah : - jika harga jual teh hitam dan teh hijau pada level angka rata-rata industri (rata-rata tertimbang antara harga jual ekspor dengan harga jual lokal) maka akan meningkatkan pendapatan di Kebun Gambung pada tahun 1994 dan 1995 masing-masing Rp 205.345.249,56 dan Rp 218.182.991,85. Pendapatan juga dapat ditingkatkan di Kebun Pasirsarongge tahun 1994, 1995 dan 1996 masing-masing adalah Rp 161.747.801,16, Rp 222.425.823,78 dan Rp 78.379.286,40. - jika biaya tanaman di Kebun Gambung, Pasirsarongge dan Simalungun pada angka rata-rata industri sehingga akan dapat dihemat dana di Kebun Gambung tahun 1994, 1995 dan 1996 masing-masing sebesar Rp 187.845.429,69, Rp 274.5 11.487,46 dan Rp 132.951.802,OO. Penghematan dana dapat dilakukan di Kebun Pasirsarongge pada tahun 1995 dan 1996 masing-masing sebesar Rp 80.415.916,46 dan Rp 161.645.063,68 dan di Kebun Simalungun pada tahun 1994, 1995 dan 1996 masing-masing sebesar Rp 36.056.582,72, Rp 72.865.402,87 danRp 63.888.024,87. - jika biaya pengolahan di kebun Gambung dan Pasirsarongge pada angka rata-rata industri maka akan dapat dihemat dana tahun 1994, 1995 dan 1996 di Kebun Gambung masing-masing Rp 119.230.333,20, Rp 152.535.002,61 dan Rp 172.799.679,20 sedangkan di Pasirsarongge dapat dihemat dana masing-masing sebesar Rp 28.592.454,00, Rp 43. 149.470,54 dan Rp 30.540.753,92. Efisiensi kebun di masa datang dapat dilakukan dengan menjadikan angka rata-rata industri sebagai dasar penyusunan anggaran Puslit Teh dan Kina tahun 1997. Selanjutnya dengan pelaporan kine rja per jenis produk sesuai perhitungan dan format hasil geladikarya ini maka manajemen dapat mengambil keputusan peningkatan kinerja kebun

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Pelaporan Kinerja Per Jenis Produk Dalam Rangka Meningkatkan Efisiensi Kebun, Penelitian Teh dan Kina, Gambung, manajemen keuangan
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 30 Jan 2012 01:14
Last Modified: 16 Feb 2012 07:40
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1236

Actions (login required)

View Item View Item