Analisis Penggunaan Kartu Kredit PT. Bank X Sebagai Alat Pembayaran di Bogor, Tangerang dan Bekasi,

Heriyanto, Agus Edy (1997) Analisis Penggunaan Kartu Kredit PT. Bank X Sebagai Alat Pembayaran di Bogor, Tangerang dan Bekasi,. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R10-_01-_Agus_Edi_Heriyanto-_Cover.pdf

Download (336kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_02-_Agus_Edi_Heriyanto-_RE.pdf

Download (325kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_03-_Agus_Edi_Heriyanto-_DaIsi.pdf

Download (362kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_04-_Agus_Edi_Heriyanto-_Bab1.pdf

Download (357kB)
[img] PDF
R10-_05-_Agus_Edi_Heriyanto-_Bab2DST.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Agus Edy Heriyanto. 1997. Analisis Penggunaan Kartu Kredit PT. Bank X Sebagai Alat Pembayaran di Bogor, Tangerang dan Bekasi, Dewasa ini industri perbankan yang melakukan diversifikasi usaha di bidang kartu kredit terus meningkat. Pasar kartu kredit di lndonesia mengalami pertumbuhan cukup pesat sampai 30% per tahun. Saat ini terdapat 20 bank yang terlibat dalam penanganan kartu kredit. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah, mengingat dalam bulan Maret 1997 saja ada tiga buah bank yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai penerbit baru kartu kredit. Tingkat kompetisi yang sangat ketat menuntut perusahaan untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat, sehingga perusahaan berhasil menjaring segmen pasar yang benar-benar potensial. Apalagi beberapa pihak mensinyalir kemungkinan telah terjadinya perebutan nasabah yang sebenamya sudah menjadi nasabah pada bank lain. Padahal pasar potensial kartu kredit di Indonesia diperkirakan hanya 1% dari total penduduk yang jumlahnya 200 juta jiwa . Untuk mengkaji perilaku pengguna kartu kredit, maka penulis dalam geladikaryanya memilih PT. Bank X sebagai salah satu institusi yang menekuni bisnis ini. Geladikarya ini memiliki tujuan untuk : (1) mengkaji keragaan pasar kartu kredit di Bogor, Tangerang dan Bekasi berdasarkan peubah demografis, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah terhadap kartu kredit, (3) menjajaki potensi untuk mengembangkan pasar dan (4) merumuskan strategi pemasaran untuk mengantisipasi tingkat kompetisi yang semakin tinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey, melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara menyebar kuesioner kepada 100 responden untuk ketiga wilayah yang ditetapkan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari PT. Data Consult. Pengolahan data dilakukan dengan paket program Minitab versi 8.2 untuk menghitung frekuensi dan persentase responden melalui tabulasi sederhana dan tabulasi silang. Hasil keluaran Minitab kemudian dirangkum kembali, untuk memadukan perilaku kelima peubah demografis yang diamati. Hasil analisis keragaan pasar kartu kredit di ketiga wilayah menunjukkan bahwa, secara umum responden yang menggunakan kartu kredit berusia di bawah 39 tahun. Pada usia yang sangat produktif ini, untuk wilayah Bogor menunjukkan persentase kumulatif sebesar 64%, Tangerang 82% dan Bekasi 76%. Pasar potensial untuk bisnis ini, terlihat pada nasabah yang rata-rata memiliki pendidikan terakhir sampai sarjana, yang diperkirakan lebih banyak bekerja di sektor swasta (pengusaha, pimpinan atau karyawan swasta) dengan tingkat penghasilan sampai dengan maksimum Rp. 2 juta. Evaluasi selanjutnya dilakukan dengan menyusun tabulasi silang antara kelima peubah demografis dengan rata-rata pembayaran per bulan, jenis keperluan, alasan memiliki dan keinginan untuk meninggalkan kartu kredit. Dan hasil analisis diperoleh gambaran bahwa nasabah kebanyakan menggunakan kartu kredit untuk pembelanjaan kebutuhan sehari-hari pada interval harga Rp. 150.000 sampai Rp.300.000. Persentase responden pada interval harga ini sebesar 48% untuk wilayah Bogor, 30% untuk Tangerang dan 45% untuk Bekasi. Ditinjau dari jenis keperluan, kebanyakan responden menggunakan kartu kredit untuk keperluan sehari-hari, dengan tingkat persentase sebesar 42% (Bogor) dan 57% (Tangerang), sampai persentase terbesar 65% untuk wilayah Bekasi. Faktor kemudahan tampaknya merupakan alasan paling dominan menyangkut kepemilikian kartu kredit, yaitu sebesar 75% di wilayah Bogor, 77% di Tangerang, bahkan sampai 81% di Bekasi. Sementara itu responden yang sudah memiliki kartu kredit, keinginan untuk meninggalkan kartu kredit cukup tinggi, yaitu 18% untuk Tangerang, 19% untuk Bogor dan yang tertinggi adalah Bekasi, yaitu sebesar 31 %. Jika dilihat dari jenis kartu kreditnya, responden dengan usia sampai 49 tahun lebih banyak menjadikan VlSA sebagai pilihan utama, baik yang termasuk dalam kategori 30-39 tahun ataupun 40-49 tahun. Gejala ini muncul pada ke tiga wilayah. Pada ketiga wilayah, gejala yang serupa juga muncul pada saat dua faktor demografis lain diamati, yaitu tingkat pendidikan dan penghasilan. Berdasarkan faktor tingkat pendidikan ataupun penghasilan, alokasi responden terbesar masih terlihat pada VlSA dan Master-Card. Jika ditinjau dari faktor usia, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan, Citibank selalu mampu meraih responden terbanyak. Sementara itu BCA mampu mempertahankan posisinya sebagai pilihan kedua dalam segala segmen pasar. Dari analisis industri, kelompok pemegang merek sebagai pemasok dipegang oleh dua perusahaan yaitu VlSA dan Master-Card. Kedua jenis kartu kredit ini lebih memasyarakat dibandingkan dengan jenis lainnya. Kekuatan tawar dari keduanya tinggi, sehingga bank yang telah menerbitkan kedua kartu tersebut tidak dapat mencegah keduanya mencari ataupun menambah anggota penerbit yang lain. Tingkat keuntungan yang menatik apabila menerbitkan kartu kredit menjadi daya tank yang besar bagi pendatang baru. Banyak bank-bank papan atas yang belum melengkapi produk perbankannya dengan kartu kredit, sehingga mereka adalah calon pendatang baru yang potensial. Produk substitusi seperti kartu debet dan ATM juga terus berkembang, dan diminati oleh masyarakat. Hampir semua bank menengah ke atas telah memiliki produk kartu ATM. Bukan suatu bank yang modem apabila tidak memiliki kartu ATM. Keadaan ini akan menimbulkan tekanan yang cukup kuat bagi industri kartu kredit, meskipun saat ini jumlah penerbit kartu kredit di Indonesia masih relatif sedikit, yaitu sekitar 20 penerbit. Dari analisis SWOT, strategi fokus, yaitu pemasaran yang ditujukan untuk melayani target pasar tertentu, merupakan strategi pemasaran yang sebaiknya dipertimbangkan PT. Bank X. Perusahaan memilih target pasar yang lebih sempit, sehingga pelayanan yang diberikan akan lebih efektif. Di pihak lain benturan dengan penerbit lain yang lebih kuat dapat dihindari. Fokus pemasaran antara lain ditujukan kepada kelompok wanita, kelompok usia 40 - 49 tahun, kelompok berpendidikan di bawah sajana, kelompok pengusaha dan pimpinan perusahaan swasta, serta kepada pemegang kredit yang ingin meningggalkan kartu kredit.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Penggunaan Kartu Kredit
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 09 Feb 2012 02:22
Last Modified: 16 Feb 2012 07:41
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1237

Actions (login required)

View Item View Item