PENGELOLAAN PERSEDIAANUANG KAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN BANK (Studi Kasus Pada PT.Bank X Cabang B)

Murtjito, Bambang (1997) PENGELOLAAN PERSEDIAANUANG KAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN BANK (Studi Kasus Pada PT.Bank X Cabang B). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R10-_01-_Bambang_Murjito_-_Cover.pdf

Download (343kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_02-_Bambang_Murjito_-_RE.pdf

Download (322kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_03-_Bambang_Murjito_-_DaIsi.pdf

Download (293kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_04-_Bambang_Murjito_-_Bab1.pdf

Download (378kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_05-_Bambang_Murjito_-_Bab2DST.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam melaksanakan fungsinya sebagai penghimpun dana masyarakat, maka modal utama bagi suatu bank adalah kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat dapat dipenuhi apabila suatu bank dapat memenuhi semua kewajibannya, terutama dalam memenuhi dana yang ditarik masyarakat yang terjadi sewaktu-waktu dalam bentuk uang tunai. Di lain pihak, bank dihadapkan pada unsur ketidakpastian mengenai waktu dan jumlah penarikan kredit maupun penarikan dana yang dilakukan oleh masyarakat. Bagi kantor cabang sebuah bank, masalah pemeliharaan alat likuid khususnya dalam bentuk uang tunai sangat penting terutama bagi Kantor Cabang Bank yang jauh dari kedudukan Kantor Cabang Bank Indonesia, sehingga sering kali kebutuhan uang tunai (cash supply) tidak dapat dilaksanakan dalam waktu yang cepat. Di lain pihak, apabila uang tunai tersedia cukup besar akan menimbulkan inefisiensi, karena kelebihan uang tunai yang tersimpan di brankas cabang tidak dapat dioperasikan oleh Kantor Pusatnya. Permasalahannya adalah bagaimana PT. Bank X Kantor Cabang B melakukan pengelolaan kasnya agar pelayanan kepada nasabah tidak terganggu, faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam pengelolaan uang kas, bagaimana PT. Bank X Kantor Cabang B mengatasi kendala tersebut, serta bagaimana PT. Bank X Cabang B menyiasati ketidakteraturan pola penarikan maupun penyetoran uang tunai yang dilakukan oleh nasabah agar tercapai bentuk pelayanan yang unggul. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka geladikarya ini memiliki beberapa tujuan, yaitu melakukan kajian terhadap manajemen kas yang dilakukan pihak manajemen PT. Bank X Kantor Cabang B, menganalisa kendala-kendala yang dihadapi PT. Bank X Kantor Cabang B di dalam mengelola kas dan menganalisa pola penarikan dan penyetoran uang tunai oleh nasabah. Dengan tercapainya tujuan tersebut, diharapkan geladikarya ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pihak manajemen PT. Bank X Kantor Cabang B dalam upaya meningkatkan kinerja pengelolaan kasnya. Secara teori, salah satu tujuan pengelolaan persediaan adalah untuk menjaga kemungkinan hilangnya pelanggan apabila sewaktu-waktu datang membutuhkan persediaan tersebut. Pengelolaan persediaan dapat dilakukan dengan dua metode yang tergantung kepada perilaku barang atau non-barang (termasuk kas) yang akan dikelola. Dua metode tersebut adalah metode persediaan deterministik (serba tentu) dan metode persediaan probabilistik (serba ubah). Selanjutnya dari dua metode persediaan tersebut yang digunakan dalam geladikarya ini adalah metode persediaan probabilistik. Hal ini dikarenakan perilaku kas sulit untuk dipastikan, baik jumlah maupun saat pemesanannya. Dari hasil geladikarya dapat diperoleh beberapa temuan, yaitu PT. Bank X Cabang B tidak melakukan manajemen kas, tetapi hanyalah melaksanakan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh kantor pusatnya (Divisi Treasury). Perilaku nasabah PT.Bank X Cabang B dalam melakukan penyetoran dan penarikan kasnya dalam jangka pendek belum menunjukkan pola tertentu dan berdasarkan sebaran data yang ada, yaitu data rata-rata penyetoran kas (kas masuk), menunjukkan adanya kecenderungan yang meningkat pada akhir bulan, yaitu antara tanggal 29 hingga tanggal 31. Kondisi tersebut terjadi karena PT. Bank X Cabang B melayani pembayaran gaji pegawai negeri maupun perusahaan swasta yang menjadi nasabahnya pada awal bulan. Oleh karena itu, pada tangal-tanggal tersebut PT. Bank X Cabang B menyiapkan uang tunai yang cukup besar dengan mengambil uang (cash supply) dari Bank Indonesia. Namun demikian, secara umum rata-rata saldo kas menunjukkan kecenderungan dibawah pagu kas yang ditetapkan sebesar Rp. 1.700 juta per hari. Berdasarkan hasil perhitungan cadangan kas dengan menggunakan pendekatan kurva Z, pagu kas yang dianggap cukup untuk melayani nasabah PT. bank X Cabang B adalah sebesar Rp. 1.800 juta. Menyadari atas hasil temuan tersebut, maka dalam laporan geladikarya ini disarankan agar PT. Bank X Cabang B dapat mengusulkan untuk menaikkan pagu kasnya menjadi Rp. 1.800 juta. Hal ini perlu agar kantor cabang B dapat memberikan pelayanan yang unggul kepada nasabah sesuai dengan misi yang diemban. Selain itu agar terhindar dari terjadinya underlikuid yang dapat mengakibatkan rendahnya kualitas layanan terhadap nasabah, maka pihak manajemen kas perlu mengamati pola penarikan dan penyetoran kas yang terjadi setiap hari. Untuk menghindari pengendapan saldo kas yang cukup besar pada menjelang (setiap) akhir bulan, maka uang kas untuk pembayaran gaji tidak harus seluruhnya disediakan pada akhir bulan, tetapi dapat dilaksanakan pada awal bulan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: PENGELOLAAN UANG KAS,MENINGKATKAN PELAYANAN BANK, manajemen keuangan
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 14 Feb 2012 11:53
Last Modified: 14 Feb 2012 11:53
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1240

Actions (login required)

View Item View Item