Penentuan Biaya Produksi Budidaya Tembakau Rakyat Dengan Akuntansi Berbasis Kas dan Akuntansi Berbasis Aktual (Studi Kasus di Desa Tuksari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah).

., Haryono (1997) Penentuan Biaya Produksi Budidaya Tembakau Rakyat Dengan Akuntansi Berbasis Kas dan Akuntansi Berbasis Aktual (Studi Kasus di Desa Tuksari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R10-_01-_Haryono-_Cover.pdf

Download (394kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_02-_Haryono-_RE.pdf

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_03-_Haryono-_DaIsi.pdf

Download (345kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_04-_Haryono-_Bab1.pdf

Download (382kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_05-_Haryono-_Bab2DST.pdf

Download (3MB)

Abstract

Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau rakyat dengan kualitas terbaik untuk konsumsi sebagian besar industri rokok di Indonesia, sehingga konstribusi hasil pertanian ini pada PDRB mencapai kurang lebih 16 persen. Bagi petani, tembakau telah banyak meningkatkan kesejahteraan hidup, menurut salah satu sumber menyebutkan bahwa kesejahteraan petani tembakau di Temanggung tertinggi di antara petani tembakau di berbagai daerah di Indonesia. Seperti halnya petani pada umumnya, petani tembakau di Temanggung tidak memiliki akses terhadap harga, baik harga sarana produksi pertanian maupun harga jual hasil, sehingga posisinya lemah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar usahanya tetap berjalan baik adalah mengelola biaya produksi sebaik-baiknya, namun demikian sampai saat ini petani di Temanggung pada umumnya dan petani di Desa Tuksari khususnya belum mengetahui bagaimana cara menghitung dan menentukan besarnya biaya produksi seharusnya, biaya produksi biasanya dihitung hanya berdasarkan jumlah uang yang telah dikeluarkan, sedangkan pengeluaran non kas diabaikan misalnya; biaya tenaga kerja sendiri atau keluarga, biaya makan, biaya penyusutan peralatan pertanian, dan lain-lainnya, penelitian ini ingin menetapkan besarnya total biaya produksi budidaya tembakau dengan akuntansi berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual untuk luas lahan per hektar. Dengan adanya dua pendekatan dalam perhitungan total biaya produksi tersebut, diharapkan dapat menjadi rangsangan serta dorongan bagi petani untuk selalu memperhatikan pengelolaan biaya produksi di dalam usaha budidaya tembakau serta sebagai pemicu untuk melakukan efisiensi. Untuk menyusun perhitungan biaya produksi dilakukan survai terhadap 50 sampel dari 403 kepala keluarga sebagai populasi yang diambil dari 703 kepala keluarga penduduk Desa Tuksari, Kecamatan Parakan. Penetapan populasi didasarkan atas kesamaan-kesamaan karakteristik pada; jenis lahan (tegal/gunung), kondisi lingkungan, sarana produksi yang digunakan, proses produksi, bibit, kualitas hasil. Dari penelitian diperoleh gambaran secara lengkap teknik serta tahapan dalam budidaya tembakau sebagai berikut; pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen dan pengolahan hasil, berikut kegiatan-kegiatan persiapan yang diperlukan. Selanjutnya dari teknik budidaya dilakukan penelusuran untuk mengetahui jenis dan besarnya biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan jenis dan biaya yang dikeluarkan, kemudian dilakukan penghitungan besarnya biaya rata-rata tiap faktor produksi untuk tiap hektar lahan. Langkah selanjutnya yaitu menyusun biaya produksi dengan akutansi berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual. Berdasar perhitungan biaya produksi dapat disimpulkan bahwa, biaya produksi dengan akuntansi berbasis kas sebesar Rp. 5470.72 ribu dan biaya produksi dengan akuntansi berbasis akrual sebesar Rp. 5537.85 ribu. Di samping dengan dua pendekatan tersebut, diperoleh perhitungan biaya produksi menurut petani sebesar Rp. 3973.38 ribu. Dari ketiga perhitungan biaya produksi, diketahui terdapat tiga jenis biaya yang dominan, berturut-turut yaitu biaya tenaga panen dan pengolahan hasil (BPP), biaya pengadaan pupuk kandang (BPK) dan biaya bunga pinjaman (BBP). Berdasarkan presentase terhadap total biaya, maka besarnya ketiga jenis biaya tersebut sebagai berikut; Akuntansi Berbasis Kas; BPP = 29,19%, BPK = 22,70%, BBP = 18,89% Akuntansi Berbasis Akrual; BPP = 32,59%, BPK = 19,81%, BBP = 16,49% Menurut Petani, BPP = 33,06%, BPK= 31,25%, BBP = - Saran yang dapat disampaikan, yaitu bahwa petani harus mengetahui besarnya biaya produksi atas dasar dua pendekatan tersebut, selanjumya agar dalam menghitung dan menentukan biaya produksi menggunakan pendekatan dengan akuntansi berbasis akrual, serta lebih jauh agar dapat dijadikan dasar untuk melakukan efesiensi terutama pada biaya pengadaan pupuk, biaya tenaga kerja panen dan pengolahan hasil serta biaya bunga pinjaman. Apabila petani dapat mengetahui biaya produksi dengan baik serta dapat melakukan efisiensi, maka biaya produksi diharapkan dapat ditekan menjadi seminimal mungkin. Untuk itu diperlukan pula peningkatan pembinaan oleh pemerintah daerah, serta perlunya penelitian-penelitian lainnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Penentuan Biaya Produksi Budidaya Tembakau Rakyat, Akuntansi Berbasis Kas dan Akuntansi Berbasis Aktual, Studi Kasus,manajemen keuangan
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 14 Feb 2012 11:54
Last Modified: 14 Feb 2012 11:54
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1250

Actions (login required)

View Item View Item