Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit peternakan dan perikanan di kabupaten siak

Mawardi, - (2008) Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit peternakan dan perikanan di kabupaten siak. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Mawardi-Cover.pdf - Published Version

Download (365kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Mawardi-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Mawardi-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (323kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Mawardi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Mawardi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (620kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Pembangunan subsektor peternakan dan perikanan di Kabupaten Siak diarahkan untuk penyediaan kebutuhan pangan yang bersumber dari protein hewani. Pengembangan peternakan dan perikanan terus ditingkatkan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan melalui suatu visi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak melalui kosumsi gizi protein hewani yang cukup dengan pengembangan agribisnis dan agroindustri yang maju dilandasi kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat. Pemberian bantuan kredit adala pemecahan masalah petani peternakan dan perikanan untuk akses terhadap permodalan, kemitraan serta peluang usaha dan merangsang usaha peternakan dan perikanan petani di pedesaan dengan tetap memperhatikan aspek pengembalian secara bertanggungjawab. Bantuan kredit ini dimulai sejak tahun 2002–2005 dengan sumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Pengembalian kredit peternakan dan perikanan memiliki Non Performing Loan (NPL) 79%. Tingginya nilai NPL menunjukkan adanya permasalahan pengembalian kredit. berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan untuk meningkatkan pengembalian kredit, namun belum mencapai target pengembalian kredit secara maksimum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit peternakan dan perikanan. Secara spesifik, tujuan penelitian adalah: (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit, (2) menganalisis secara deskriptif pengembalian kredit, dan (3) merumuskan upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengembalian kredit. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pedesaan yang merupakan domisili petani penerima kredit dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode survey menggunakan kuesioner kepada responden untuk mencari informasi yang lengkap mengenai faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit. Responden penelitian ini adalah petani penerima bantuan kredit peternakan dan perikanan. Jumlah responden yang akan diwawancarai sebanyak 120 petani penerima kredit yang terdiri dari 60 orang petani penerima kredit peternakan dan 60 orang petani penerima kredit perikanan di Kabupaten Siak. Penentuan respoonden dilakukan secara purposif sampling dengan mengambil sampling responden dari petani yang menerima kredit. Analisis data faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit peternakan dan perikanan di Kabupaten Siak dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dan analisis regresi linear berganda. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit dilakukan dengan persamaan regersi linear berganda. Aspek pengembalian kredit diukur dari nilai Non Performing Loan (NPL). Faktor-faktor yang mempengaruhi NPL sebagai variabel bebas dibagi ke dalam tiga kategori yakni aspek individu (i), sistem dan mekanisme (s), dan kelembagaan (k). Faktor individu mencakup tingkat pendidikan petani (X1i), persepsi petani terhadap kredit (X2i), pendapatan petani (X3i), keaktifan dalam kelompok (X4i), dan status keanggotan (X5i). Faktor sistem dan mekanisme mencakup tanggung renteng (X1s), nilai agunan (X2s), sanksi (X3s), reward (X4s), lama penyaluran kredit (X5s), dan prosedur penyaluran kredit (X6s). Faktor kelembagaan mencakup kepemimpinan (X1k), budaya organisasi (X2k), prosedur administrasi (X3k), pengelolaan biaya administrasi (X4k), pelaporan (X5k), dan hubungan PPL dengan petani (X6k). Non performing loan (NPL) memberikan gambaran persentase kredit yang tidak kembali. Berdasarkan hasil analisis, NPL responden pada penelitian ini sebagian besar tergolong relatif rendah. NPL mencapai 88% dengan standar deviasi 7,70. Nilai NPL minimum adalah 68,12% dan maksimum 100%. Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh nilai F = 6,147 dengan taraf signifikansi 0,00. Koefisien determinasi (r2) model regresi linear berganda menunjukkan bahwa 50,6% variasi variabel NPL ditentukan oleh ketujuhbelas variabel bebasnya. Hasil uji multicolinearity menunjukkan bahwa tidak terjadi kolinear ganda diantara variabel bebas yang digunakan. Dengan demikian, model yang dihasilkan dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku variabel tersebut. Secara umum model tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit di Kabupaten Siak. Hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa terdapat lima faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pengembalian kredit yaitu: persepsi (X2i), nilai agunan (X2s), prosedur penyaluran kredit (X6s), prosedur administrasi (X3k), dan Pengelolaan biaya administrasi (X4k). Persepsi petani terhadap kredit berpengaruh negatif terhadap nilai NPL. Hal ini menunjukkan bahwa makin baik persepsi petani terhadap kredit makin kecil nilai NPL. Nilai agunan berpengaruh negatif terhadap nilai NPL. Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi nilai agunan maka makin kecil nilai NPL. Prosedur penyaluran kredit berpengaruh negatif terhadap nilai NPL. Hal ini menunjukkan bahwa makin transparan prosedur penyaluran kredit maka makin kecil nilai NPL. Prosedur administrasi berpengaruh negatif terhadap nilai NPL. Hal ini menunjukkan bahwa makin transparan prosedur administrasi kelembagaan maka makin kecil nilai NPL. Pengelolaan biaya administrasi berpengaruh positif terhadap nilai NPL. Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi pengelolaan biaya administrasi maka makin besar nilai NPL. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka diperlukan langkah-langkah upaya untuk meningkatkan pengembalian kredit di masa mendatang yaitu: (1) meningkatkan pembinaan kelompok tani, (2) tetap menggunakan anggunan sebagai syarat mendapatkan kredit, (3) mempercepat penyaluran kredit kepada petani, dan (4) peningkatan sistem pengelolaan bantuan yang diterima oleh petani

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: analysis, return, credit, regency of siak Analisis, kredit, pengembalian, Kabupaten Siak
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 24 Dec 2011 05:42
Last Modified: 25 Nov 2014 08:29
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/127

Actions (login required)

View Item View Item