Perencanaan Strategis Pengembangan Agribisnis Kabupaten Kapuas Dalam Menyongsong Era Otonomi Daerah

Bhakti, Anjono (2002) Perencanaan Strategis Pengembangan Agribisnis Kabupaten Kapuas Dalam Menyongsong Era Otonomi Daerah. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R19-01-Anjono_Bhakti-Cover.pdf - Published Version

Download (304kB)
[img]
Preview
PDF
R19-01b-Anjono_Bhakti-Lembar_Pengesahan.pdf - Published Version

Download (523kB)
[img]
Preview
PDF
R19-02-Anjono_Bhakti-Abstract.pdf - Published Version

Download (347kB)
[img]
Preview
PDF
R19-03-Anjono_Bhakti-Ringkasan_Eksekutif.pdf - Published Version

Download (786kB)
[img]
Preview
PDF
R19-04-Anjono_Bhakti-Daftar_Isi.pdf - Published Version

Download (699kB)
[img]
Preview
PDF
R19-05-Anjono_Bhakti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (830kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

� RINGKASAN EKSEKUTIF ANJONO BHAKTI. 2002. Perencanaan Strategis Pengembangan Agribisnis Kabupaten Kapuas Dalam Menyongsong Era Otonomi Daerah. Dibawah bimbingan BUNASOR SANIM dan IMAM TEGUH SAPTONO. Sektor agribisnis yang sering disebut sektor pertanian secara umum, memegang peranan dan potensi yang sangat besar sebagai sektor penggerak utama dalam pembangunan daerah dan pembangunan nasional. Ini tercermin dari peranannya yang sangat besar sebagai katup pengaman pengangguran, pangsa penyerap tenaga keja di daerah, pangsa kesempatan keja dan berusaha, sumber pendapatan daerah dan pangsa kontribusinya terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor agribisnis merupakan salah satu alternatif pembangunan perekonomian daerah yang sangat strategis karena sektor ini menguasai hajat hidup sebagian besar masyarakat terutama di perdesaan, sumberdaya alamnya terletak dan banyak menyerap tenaga keja serta produknya tahan terhadap krisis ekonomi dan berpeluang baik untuk ekspor. Kabupaten Kapuas memiliki lahan potensial seluas 1.370.892 hektar untuk pembangunan dan pengembangan pertanian secara luas (sub sektor perkebunan, pertanian tanarnan pangan, perikanan dan peternakan) yang diharapkan rnampu untuk memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah dalam pengelolaannya. Pembdakuan Undang-undang No. 22 Tahun 1999, tentang otonomi daerah dan Undang-undang No. 25 Tahun 1999, mengenai perimbangan keuangan antar pemerintah pusat dan daerah, yang memberikan wewenang secara penuh bagi pemerintah daerah Tingkat II (KabupaterUKotamadya) untuk mengelola pemerintahan dan sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan fasilitas-fasilitas yang telah ada serta keuangannya dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan pembangunan yang bertanggung-jawab. Hal ini memberikan suatu peluang bagi Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah untuk menyusun dan merencanakan pembangunan daerahnya yang sesuai dengan riil kebutuhan daerah. Sebagai pedoman dalam pembangunan perekonomian daerah untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat rnaka perlu perencanaan yang strategis, rasional, sistematis dan komprehensif dalam pengembangan sub sektor agribisnis tersebut dalam rangka menyongsong era otonomi dae'rah. Rumusan masalah. dalam penelitian ini adalah (1). Faktor-faktor lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan) apa saja yang mempengaruhi dalam perencanaan strategis pengembangan sub sektor agribisnis tersebut, (2). Bagaimana alternatif strategi pengembangan agribisnis yang sebaiknya diterapkan dan perencanaan strategis apakah yang akan ditempuh dalam pengembangan sub sektor agribisnis, (3). Sub sektor agribisnis apa yang menjadi basis dan prioritas direncanakan untuk dikembangkan yang sesuai dengan kondisi lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor yang strategis (faktor internal dan eksternal) yang mempengaruhi dalarn pengembangan agribisnis di Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah, (2). Merumuskan dan menyusun formulasi strategi yang menjadi prioritas pengembangan agribisnis di Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah, serta � derencanaan strategis (strategic action plan) untuk masa yang akan datang. (3). Mengetahui sub sektor agribisnis yang rnenjadi basis dalam pengembangan agribisnis di Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah rnetode deskriptif dan kuantitatif melalui survey dengan pengambilan contoh secara purposive sampling (sengaja) terhadap 27 responden yang terdiri dari aparatur pemerintah (Birokrat), masyarakat (pefani, pedagang dan tokoh masyarakat), dan para pakarlahli (Perguruan Tinggi). Sedangkan prosedur analisisnya dalam penelitian ini, menggunakan alat bantu analisis, yaitu :(1). Analisis Deskriptif; (2). Analisis Internal (IFE) dan Eksternal (EFE); (3). Analisis SWOT; (4). Analisis Hierarki Proses (AHP); dan (5). Analisis LQ (Loqation Quotients). Faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) strategis yang memberikan pengaruh dalam perencanaan dan pengembangan agribisnis Kabupaten Kapuas, yaitu : (1). Faktor kekuatan, meliputi: Ketersediaan sumberdaya manusia dengan bobot 0,0610; Kernauan dan kesungguhan masyarakat berusaha (0,0577); Ketersediaan lahan (0,050); Pengalarnan berusahatani (0,0588); Sumber pendapatan masyarakatlpetani (0,0633); Banyak rnenyerap tenaga keja (0,0566); Letak geografis (0,0511); dan Agroklimat yang wkup baik (0,0500). Berdasarkan analisis IFE terhadap faktor tersebut yang penting dan berpengaruh besar dalam perencanaan strategis pengembangan agribisnis di Kabupaten Kapuas adalah faktor Ketersediaan SDM dan Kesungguhan masyarakat bemsaha serta ketersediaan lahan. (2). Faktor Kelemahan stmtegisnya adalah Teknologi yang dikuasai dan diterapkan masih rendah dengan bobot 0,0633; lnfonnasi pasar (0.0688); Modal daerah yang terbatas (0,0622); SDM yang kurang trampil dan berkualiis (0.0566); Sarana transportasi yang kurang mendukung (0,0655); Kemampuan pengelolaan usaha agribisnis (0,0644); Koordinasi dinashnstansi terkait (0,0622); dan Pengolahan hasil produksi (0,0677). Berdasarkan analisis IFE terhadap faktor tersebut yang penting dan berpengaruh besar dalam perencanaan strategis pengembangan agribisnis di Kabupaten Kapuas adalah faktor lnfonnasi pasar dan Koordinasi Dinadnstansi terkait. (3). Faktor peluang yang rneliputi : Kebijakan dan komitmen pemerintah daerah dengan bobot 0,0720: Perkembangan teknologi dan inforrnasi ( 0,0577); Pemberlakuan otonorni daerah (0,0655); Pola kernitraan (0,0588); Pasar dekat dengan konsumen (0,0688); Pennintaan hasil produksi (0,0666) dan Kornoditi yang dikembangkan cukup banyak (0,0655). Berdasarkan analisis EFE terhadap faktor peluang tersebut yang penting dan berpengaruh besar dalarn perencanaan strategis pengembangan agribisnis di Kabupaten Kapuas adalah faktor Kebijakan dan kohtmen pemerintah daerah dan pembedakuan otonomi daerah. (4). Faktor anceman strategisnya adalah Globalisasi dan perdagangan bebas dengan bobot 0,0633; Kondisi politik dan keamanan (0,070); Perturnbuhan ekonomi yang rendah (0,0611); Tingkat suku bunga yang tinggi (0,0622); Serangan hama dan penyakit (0,0688); Teknologi budidaya dan pascapanen (0,0720); Disintegrasi dan kerusuhan (0,0720); dan Fluktuasi harga produk (0,060). Berdasarkan analisis EFE terhadap faktor ancaman tersebut yang penting dan berpengatuh besar dalarn perencanaan strategis pengembangan agribisnis di Kabupaten adalah faktor Kondisi politik dan keamanan; Teknologi budidaya dan pasca panen; Serangan hama dan penyakit; Globalisasi dan perdagangan bebas; Disintegrasi dan kerusuhan; Tingkat suku bunga yang tinggi dan Pertumbuhan ekonomi yang rendah. � Berdasarkan analisis SWOT yang dilakukan terhadap faktor intemal dan ekstemal strategis di atas didapatkan altematif strategi dalam perencanaan strategis pengembangan agribisnis Kabupaten Kapuas, antara lain : (1) Strategi SO yang terdiri dari strategi pengembangan sumberdaya agribisnis dan strategi pengembangan kawasan sentra agribisnis/komoditi unggulan; (2). Strategi ST yang terdiri dari strategi penciptaan iklim berusaha yang kondusif ; dan strategi kerjasama usaha pengembangan kawasan sentra agribisnis; (3). Strategi W-0 yang terdiri dari strategi pengembangan agroindustri; dan strategi pengembangan infrast~kiur dan kerjasama lintas sektoral ;(4). strategi W-T yaitu strategi kerjasama usahahisnis dan pembinaan terpadu. Dari beberapa altematif strategi yang ada, melalui analisis hierarki proses (AHP) didapatkan prioritas strategi yang direkomendasikan bagi pemerintah daerah Kabupaten Kapuas adalah prioritas pertama (utama) yaitu strategi pengembengan sumberdaya agrlbisnls dan prioritas kedua yaitu strategi pengembengan infmstnrMur den ker/esama llntas sektoral. Selain itu dari hasil AHP diketahui bahwa di dalam perencanaan strateg~s pengernbangan agribisnis Kabupaten Kapuas yang menjadi fakior penentu utama adalah ketersediaan SDM, Aktor utama adalah Pernerintah Daerah dan DinasAnstansi terkait; dengan tujuan utamanya peningkatan pendapatan masyamkat. Berdasarkan hasil analisis LQ, diketahui bahwa sub sektor yang menjadi basis (LQww > 1) dan utama (LQm > I) unhlk dikembangkan dalam perencanaan strategis pengembangan agribisnis di Kabupaten Kapuas adalah sub sektor tanaman pangan dan hortikultura dengan LQNw = 1,53, yang berarti mempunyai peranan penting sebagai sumber pendapatan dan lapangan usaha dan kerja utama (LQm = 1,13) bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Untuk sub sektor lainnya bukan basis dan utama seperti sub sektor perikanan (LQMFn= 0,92 dan LQw = 0,85), sub sektor petemakan (LQw, = 0,89 dan LQm = 0,97), sub sektor perkebunan (LQMc = 0,64 dan LQm = 0,56). Sedangkan untuk lebih spesifiknya proses perencanaan strategis pengembangan agribisnis Kabupaten Kapuas ini maka perlu juga dilihat dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) sebagai organisasi pemerintah yang secara teknis dan operasional memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka keberhasilan dari pembangunan dan pengembangan agribisnis yang berbasiskan tanaman pangan dan hortikultura. Adapun faktor intemal dan ekstemal yang memberikan pengaruh yaitu faktor kekuatan meliputi : (1). Struktur organisasi yang jelas; (2). Dukungan dan perhatian pimpinan; (3). Dukungan kemampuan staf; (4). Adanya pedoman, standar, juklak dan juknis (petunjuk teknis) dalam pembangunan dan pengembangan PTPH; (5). Perlengkapan (sarana dan prasarana). Faktor kelemahan meliputi : (1). Sikap mental aparatur; (2). Sikap mental petani; (3).. Pengendalian dan pengawasan; (4). Keterbatasan anggaranl modal; (5). Teknologi yang dikuasai dan diterapkan masih rendah; dan (6). Belum adanya managemen informasi sistem (MIS). Sedangkan faktor peluang meliputi : (1). Pemberlakuan otonomi daerah; (2). Kebijakan dan komitrnen pemerintah daerah; (3). Pasar dekat dengan konsumen; (4). Kebutuhan permintaan akan produk komoditi tanaman pangan dan hortikultura; (5). Perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat; dan (6). Potensi sumberdaya lahan. Faktor ancaman meliputi : (1). Situasi kondisi politik dan keamanan; (2). Tingkat suku bunga yang tinggi; (3):~dopsi ilmu pengetahuan dan teknologi.(lptek) dan perubaiannya; (4). Globalisasi dan Perdagangan bebas; dan (5). Serangan hama dan penyakit. � Altematif strategi yang dilakukan berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi Dinas PTPH dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) adalah Strategi S -0 yaitu : (1). Mengembangkan kegiatan agribisnis pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang mendapat dukungan pimpinan dan staf melalui sistem perencanaan Kawasan Sentra Produksi yang menjadi komoditi unggulan; (2). Memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas komoditi melalui sistem perencanaan terpadu yang didukung pimpinan dan staf (3). Meningkatkan produksi melalui pemanfaatan dan perluasan areal tanam; dan (4). Mengadakan promosi dan mengundang investor untuk menanamkan modalnya di bidang pertanian yang berbasiskan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura yang mendapat dukungan dan interest pimpinan. Strategi S -T yang dilakukan adalah (1). Meningkatkan kualitas kemampuan dan ketrampilan staf untuk mengadopsi lptek dan perubahannya dengan dukungan dan perhatian pimpinan; (2). Mendorong penciptaan stabilitas politik, keamanan, supremasi hukum dan stabilitas ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang tertib guna mendukung usaha di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura; dan (3). Melakukan sosialisasi dan pembinaan serta bimbingan teknis dan penyuluhan yang terpadu. Untuk Strategi W-0yang dilaksanakan meliputi : (1). Meningkatkan pembinaan -sikap mental aparatur (operator) pelaksana agar mampu memberikan pelayanan yang prima, berdedikasi tinggi dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan tufoksi; (2). Mendorong dan merubah sikap mental petani dari budaya yang selalu berharap kepada bantuan pemerintah (proyek-proyek) untuk menjadi mandiri dan berwawasan agribisnis (orientasi pasar, berkelanjutan dll) serta memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneure); (3). Menjalin kerjasama dengan pola kemitraan diberbagai bidang (pembiayaanlpermodalan, pemasaran dan pengembangan jaringannya, pengolahan produk, pendidikan, dll); (4). Mengupayakan terbangunnya Manajemen lnformasi Sistem (MIS) dan mendorong peningkatan kualitas operator (aparatur) dalam rangka meningkatkan pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan dan pengembangan agribisnis TPH dengan memantau secara rutin dan terus menerus. Sedangkan Strategi W-T yang dilaksanakan meliputi :(1). Meningkatkan ketrampilan, kemampuan dan keahlian SDM pelaku dan pendukung agribisnis dalam menaikan nilai tambah produk pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang mempunyai daya saing; (2). Mendorong dan mengarahkan sikap mental sumberdaya manusia (SDM) aparatur, petani dan lain-lain, agar dapat mengadopsi lptek dan perubahan situasi yang berubah secara cepat. Melihat kepada uraian di atas maka rencana strategis yang disusun dengan mengkaitkan strategi dan sub sektor agribisnis yang akan dikembangkan di Kabupaten Kapuas, yaitu sub sektor pertanian yang berbasiskan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura yang mempunyai kaitan dengan visi dan misi pemerintah daerah serta visi dan misi dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Untuk lima tahun ke depan rencana strategis yang dikembangkan lebih berfokus kepada : (1). Pernberdayaan dan peningkatan SDM agribisnis yang berkualitas dan mempunyai daya saing terhadap perubahan, yaitu melalui upaya pembinaan. pendidikan dan latihan baik yang bersifat pendidikan formal maupun informal. Melalui pendidikan (formal dan informal) diharapkan aparatur mampu untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik (prima), berdedikasi tinggi dan memiliki komitmen yang tinggi dalam �

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-2 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:13
Last Modified: 24 Mar 2014 08:13
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1307

Actions (login required)

View Item View Item