Optimalisasi Produksi Bibit Tanaman dengan Bioteknologi System Kultur Jaringan pada PT. Dafa Teknoagro Mandiri

Irawan, Dendi (2001) Optimalisasi Produksi Bibit Tanaman dengan Bioteknologi System Kultur Jaringan pada PT. Dafa Teknoagro Mandiri. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R19-01b-Dendi_Irawan-Lembar_Pengesahan.pdf - Published Version

Download (391kB)
[img]
Preview
PDF
R19-01-Dendi_Irawan-Cover.pdf - Published Version

Download (263kB)
[img]
Preview
PDF
R19-02-Dendi_Irawan-Abstract.pdf - Published Version

Download (230kB)
[img]
Preview
PDF
R19-03-Dendi_Irawan-Ringkasan_Eksekutif.pdf - Published Version

Download (604kB)
[img]
Preview
PDF
R19-04-Dendi_Irawan-Daftar_Isi.pdf - Published Version

Download (515kB)
[img]
Preview
PDF
R19-05-Dendi_Irawan-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (572kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

� RINGKASAN EKSEKUTIF DENDI IRAWAN. 2001. Optimalisasi Produksi Bibit Tanaman dengan Bioteknologi System Kultur Jaringan pada PT. Dafa Teknoagro Mandiri. Di bawah pembimbing SYAMSUL MA'ARIF dan SRI HARTOYO. PT. Dafa Teknoagro Mandiri merupakan perusahaan baru yang bergerak dibidang perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan. Didalam pelaksanaan produksi dan operasi kesehariannya dibutuhkan suatu perencanaan teknis berproduksi dan optimalisasi usaha untuk mencapai keuntungan sesuai dengan yang diinginkan pihak perusahaan. Permasalahan yang dihadapi adalah penentuan perencanaan produksi dan komposisi produk dalarn mencapai target keuntungan dan pemenuhan permintaan pasar sesuai dengan kapasitas sumber daya yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan optimalisasi produksi serta menganalisis kombinasi produksi dari berbagai jenis bibit tanaman yang dibuat dengan sistem kultur jaringan sesuai dengan permintaan pasar, sehingga dapat memberikan alternatif perbaikan bagi jalannya proses produksi dan perusahaan mampu mencapai keuntungan optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif studi kasus dibantu dengan berbagai alat analisis antara lain untuk peramalan untuk tahun produksi 2002 dengan mempergunakan QSB (Quantitative System for Business) dan optimalisasi permodelan goal programming dengan QM (Quantitative Method). Dari hasil peramalan, dengan melihat nilai MSE yang terkecil, maka untuk produk pisang tanduk, mempergunakan metode single exponential smoothing dengan nilai MSE sebesar 2481505. Perkiraan nilai penjualan pada tahun 2002 hasil dari peramalan sebesar 7944 bibit. Untuk peramalan kentang granola mempergunakan metode Double Exponential Smoothing dengan nilai terkecil dari MSE sebesar 68800000. Dari hasil peramalan tersebut didapatkan nilai perkiraan penjualan pada tahun 2002 sebesar 75.600 plantlet untuk kentang Granola. Jurnlah permintaan untuk jati kencana sebesar 120.000 bibit, Phalaenopsis sebesar 120.000 plantlet, Dendrobium sebesar 20.000 plantlet, dan Krisan sebesar 120.000, dijudgment berdasarkan keputusan pihak manajemen dengan melihat order atau pesanan yang diterima mulai tahun 2001 sampai tahun 2002. Pesanan yang diterima tersebut diperkirakan jumlahnya dan disesuaikan dengan kemampuan kerja dari sumberdaya perusahaan (mesin dan tenaga kerja) yang ada. Berdasarkan formulasi goal programming untuk melihat optimalisasi produksi sesuai dengan sumberdaya yang ada di perusahaan sebagai permodelan pertama, Nilai keuntungan optimal dihasilkan sebesar Rp. 1.139.716.720,00. Nilai tersebut dihasilkan dari produksi bibit jati kencana sebanyak 169.550 bibit dengan keuntungan Rp. 1.102.072.400,00, Kentang Granola 75.600 plantlet dengan jumlah keuntungan Rp. 26.838.000,00, Krisan sebanyak 7063 bibit dengan keuntungan Rp. 7.062.293,OO dan plantlet anggrek Phalaenopsis sebanyak 2.496 sebesar dengan keuntungan Rp. 3.744.000,OO. Pada alat pemanas, ruang stock, Ruang Pendingin dan Rumah Kaca, terjadi idle capacity karena mesin menganggur atau tidak melakukan kerja. Pemanas mengalami idle capacity sebesar 118.290,6 menit, ruang stock � media sebanyak dua jam perminggu dan di ruang aklimatisasi sebanyak 12 orang. Dari kombinasi produksi permodelan tahap pertama, untuk mengantisipasi produk yang berlebih divisi pemasaran harus secara aktif melakukan penetrasi pasar sehingga mampu menjual kelebihan jati yang diproduksi. Penetrasi pasar yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan promosi mengenai produk perusahaan baik melalui media internet yang sudah ada, maupun mengikuti pameran pertanian yang ada dan memanfaatkan jalur - jalur hubungan dan kerja sama antar perusahaan sejenis. Untuk mengantisipasi jumlah produksi yang kurang sehingga perusahaan kehilangan pasar, maka langkah yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan pembelian produk dari perusahaan lain yang dibutuhkan konsumen sesuai dengan permintaan pasar dimana dari pihak PT. Dafa Teknoagro Mandiri tidak dapat memenuhinya. Selain itu juga menjalin kerjasama dengan perusahaan sejenis untuk bisa saling mengisi kekurangan produksi dari masing -masing perusahaan tersebut. Untuk permodelan tahap kedua, dimana perusahaan menginginkan semua produk sesuai dengan permintaan pasar dapat terproduksi semua, maka langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menambah semua kapasitas produksi. Mesin Autoclaf perlu ditambah 3 buah, mesin laminar airflow ditambah 8 buah dan bahkan untuk mesin rotary shaker dibutuhkan dalam jumlah yang banyak yaitu 110 buah. Untuk penggunaan rotary shaker bisa diganti pemakaiannya atau tidak dipergunakan dalam proses produksi anggrek. Ruang Pendingin perlu penambahan luas ruangan sebesar 15,7 m2 untuk bisa menampung tambahan botol sebanyak 4485 buah. Sedangkan R. Nursery perlu penambahan ruangan seluas 64 m2 untuk bisa menampung polibag sebanyak 5244 buah. Dari kombinasi permodelan tahap kedua, kebutuhan penambahan tenaga kerja mutlak diperlukan. Tenaga kerja di formulasi media perlu penambahan sebanyak 2 orang, tenaga kerja di ruang laminar airflow perlu penambahan 8 orang dan tenaga kerja di aklimatisasi perlu penambahan sebanyak 11 orang. Apabila penambahan jumlah tenaga kerja tersebut dirasakan sangat berat, maka dapat dilakukan dengan kombinasi adanya kerja lembur dan penambahan tenaga kerja sebagian dari yang ditentukan. Dengan berjalannya waktu, semakin meningkatnya kemampuan tenaga kerja dan meningkatnya permintaan produk, maka perlu dilakukan spesialisasi produksi, dimana perusahaan hanya akan memproduksi jenis bibit tertentu yang mempunyai nilai keuntungan dan tingkat permintaan tinggi secara kontinyu. Oleh karena itu dibutuhkan kesiapan tenaga kerja, ketersediaan dan penguasaan teknologi untuk penanganan proses produksi tanaman. Perlu dilakukannya penjadwalan terhadap kegiatan produksi mulai dari proses formulasi media, proses penanaman dan perbanyakan, proses pertumbuhan dan perkembangan di ruang kultur dan pemeliharaan dirumah kaca. Dengan adanya rencana penambahan mesin dan peralatan baru serta penambahan jumlah tenaga kerja, maka pihak perusahaan khususnya bagian pemasaran lebih giat dalam mencari konsumen sehingga diharapkan mampu meningkatkan jumlah pesanan. Semakin banyak jumlah permintaan pasar yang disesuaikan dengan kemampuan kerja perusahaan, akan semakin meningkatkan nilai keuntungan perusahaanperlu kajian lebih mendalam terhadap manajemen finansial yang berhubungan dengan penentuan biaya produksi dan investasi baru untuk penambahan mesin dan peralatan yang digunakan serta tenaga kerja sesuai dengan rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini. �

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Jati Kencana Fast Growing, Kentang Granola, Pisang Tanduk, Anggrek Dendrobium, Anggrek Phalaenopsis, Krisan. PT. Dafa Teknoagro Mandiri. Manajemen Produksi, Optimalisasi Produksi. Peramalan, Goal Programming. Studi kasus. �
Subjects: Manajemen Produksi dan Operasi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-2 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 08:12
Last Modified: 24 Mar 2014 08:12
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1319

Actions (login required)

View Item View Item