ANALISIS INVESTASI SAHAM DENGAN TEKNIK WARREN BUFFETT DI BURSA EFEK JAKARTA

Siagian, Jonny (2000) ANALISIS INVESTASI SAHAM DENGAN TEKNIK WARREN BUFFETT DI BURSA EFEK JAKARTA. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R16-01b-Jonny_Siagian-Lembar_Pengesahan.pdf - Published Version

Download (337kB)
[img]
Preview
PDF
R16-01-Jonny_Siagian-Cover.pdf - Published Version

Download (241kB)
[img]
Preview
PDF
R16-03-Jonny_Siagian-Ringkasan_Eksekutif.pdf - Published Version

Download (378kB)
[img]
Preview
PDF
R16-04-Jonny_Siagian-Daftar_Isi.pdf - Published Version

Download (346kB)
[img]
Preview
PDF
R16-05-Jonny_Siagian-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (432kB)
Official URL: Http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

RINGKASAN EKSEKUTIF Jonny Siagian. Analisis Investasi Saham Dengan Teknik Warren Buffett Di Bursa Efek Jakarta. Dibawah bimbingan Hamdani M Syah dan Harianto. Sebagai salah satu kegiatan ekonomi, investasi dapat dilakukan secara perorangan maupun oleh perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh tingkat hasil pengembalian yang optimal. Investasi pada urnumnya dapat dikelompokkan dalam dua golongan yaitu investasi dalam hentuk real asset dan investasi dalam bentuk financial assets. Pasar modal Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup baik belakangan ini walaupun relatif masih lebih lambat jika dibandingkan dengan perkembangan pasar modal negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia. Namun perkembangan pasar modal tersebut belum dinikrnati oleh sebahagian besar masyarakat Indonesia, dimana jumlah investor domestik yang terlibat melakukan investasi di pasar modal masih sangat rendah yaitu sekitar 0,2% dari total penduduk Indonesia. Rendahnya keterlibatan tersebut diduga antara lain disebabkan oleh pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai pasar modal masih sangat minim. Untuk mendorong peningkatan partisipasi investor domestik serta untuk menggeser perilaku mereka dari spekulan menjadi investor, memasyarakatkan pengetahuan tentang teknik- teknik analisis investasi perlu lebih ditingkatkan. Salah satu teknik analisis investasi yang ada saat ini dan dianggap cukup sederhana, mudah untuk dipahami dan telah terbukti kesuksesannya di Amerika Serikat yaitu teknik Warren Buffett. Kondisi pasar modal di Amerika Serikat tentunya berbeda dengan kondisi pasar modal di Indonesia. Dalam perbedaan kondisi tersebut, melalui penelitian untuk tesis ini penulis ingin mengkaji sejauh mana teknik Warren Buffett tersebut dapat di implementasikan dalam proses pengambilan keputusan investasi saham di Bursa Efek Jakarta. Juga turut dikaji prinsip-prinsip apa yang harus diperhatikan dalam pemhentukan portofolio saham serta bagaimana kineja portofolio yang terbentuk ditinjau dari tingkat hasil pengembalian yang diharapkan (expected return) dan tingkat risiko investasi baik dalam kondisi perekonomian normal maupun pada saat perekonomian sedang mengalami krisis moneter. Dari hasil analisis yang dilakukan akan dapat diketahui apakah teknik Warren Buffett tersebut dapat atau tidak di implementasikan di Bursa Efek Jakarta. Demikian juga faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pembentukan portofolio yang mana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi keputusan investasi sesuai dengan kondisi pasar modal Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para menejer keuangan, investor dan pemerhati pasar modal guna menamhah wawasan pemahaman mereka tentang investasi swat berharga saham. Khusus dalam penelitian laporan tesis ini, prinsip-prinsip teknik Warren Buffett yang terdiri dari prinsip bisnis, prinsip manajemen, prinsip keuangan dan prinsip pasar tidak seluruhnya dibahas secara mendalam. Pembentukan portofolio hanya didasarkan pada prinsip keuangan dan prinsip pasar saja. Pengukuran kinerja portofolio dan pasar dilakukan dalam dua periode yaitu periode sebelum perekonomian Indonesia mengalami krisis moneter (Januari s/d 13 Agustur 1997) disebut periode normal dan periode dimana perekonomian Indonesia sedang mengalami krisis moneter (1 4 Agustus 1997 s/d 13 Agustus 1998) disebut periode abnormal. Metode pengukuran yang digunakan yaitu metode Retum Risk Adjusted (RRA)dan metode Holding Period Return (HPR). Penelitian ini dilaksanakan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bank Indonesia (BI) dan Biro Pusat Statistik (BPS) dengan pendekatan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Data dan informasi yang akan digunakan adalah data sekunder yang sifatnya kuantitatip dan diperoleh dengan pengumpulan secara sensus melalui observasi langsung. Populasinya merupakan populasi terbatas yaitu seluruh perusahaan yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta minimal dari tahun 1993 sampai dengan tahun 1998 secara konsisten. Analisis dilakukan dengan pendekatan metode statistika deskriptif. Teknik Warren Buffen tidak hanya mencari pemsahaan yang memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang, tetapi juga bertujuan untuk membeli perusahaan dengan harga dibawah nilai yang sebenarya (nilai intrinsik). Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan seleksi terhadap pemsahaan emiten di BEJ berdasarkan prinsip keuangan dan prinsip pasar. Hasil dari seleksi perusahaan perusahaan tersebut diperoleh bahwa portofolio saham yang efisien terdiri dari saham Indosat, saham Daya Guna Samudra, saham Sari Husada dan saham Tambang Timah. Untuk periode normal (2 Januari s/d 13 Agustus 1997) hasil pengukuran, kinerja portofolio dan kinerja pasar dengan menggunakan metode Return Risk Adjusted diperoleh rata-rata tingkat hasil pengembalian portofolio sebesar 33,22% sedangkan rata-rata tingkat hasil pengembalian pasar adalah sebesar 9,34% pertahun. Portofolio yang terbentuk memiliki beta sebesar 0,621524 dengan koefisien determinasi sebesar 0,180697. Ukuran Sharpe untuk portofolio sebesar 15,970716 dan untuk pasar sebesar -4,920838. Ukuran Treynor untuk portofolio sebesar 0,3 17535 untuk pasar sebesar -0,041 589. Ukuran Jensen untuk portofolio sebesar 0,223205 sedangkan Apraisal ratio nilainya adalah sebesar 19,955159. Dengan metode Holding Period Retum tingkat hasil pengembalian portofolio diperoleh sebesar 23,83% per-tahun sedangkan tingkat hasil pengembalian pasar adalah sebesar 5,17% per-tahun. Total risiko portofolio untuk periode ini adalah sebesar 0,0001527 yang terdiri dari risiko sistematik sebesar 0,00002759 dan risiko unsistematik sebesar 0,00012511 sedangkan total risiko pasar diperoleh sebesar 0,00007144. Untuk periode abnormal (14 Agustus 1997 s/d 13 Agustus 1998) hasil pengukuran kinerja portofolio dan kinerja pasar dengan menggunakan metode Return Risk Adjusted adalah rata-rata tingkat hasil pengembalian portofolio diperoleh sebesar 139,4992% pertahun sedangkan tingkat hasil pengembalian pasar adalah sebesar -66,19% pertahun. Portofolio yang terbentuk memiliki beta sebesar 0,715906 dengan koefisien determinasi sebesar 0,453699. Ukuran Sharpe untuk portofolio sebesar 33,856750 dan untuk pasar sebesar -21,440349. Ukuran Treynor untuk portofolio diperoleh sebesar 1,570136 dan untuk pasar diperoleh sebesar -0,669742. Ukuran Jensen untuk portofolio sebesar 1,603542 sedangkan Apraisal ratio nilainya adalah sebesar 65,345576. Dengan metode Holding Period Return, tingkat hasil pengembalian portofolio diperoleh sebesar 61,2050% pertahun sedangkan tingkat hail pengembalian pasar bernilai negatip yaitu sebesar -37,3353%.per-tahun. Total risiko portofolio adalah sebesar 0,001 1022 yang terdiri dari risiko sistematik sebesar 0,0005001 dan risiko unsistematik sebesar 0,0006021 sedangkan total risiko pasar diperoleh sebesar 0,0009758. Dari perbandingan ukuran-ukuran kinerja tersebut baik baik hasil pengukuran metode Return Risk Adjusted maupun hasil pengukuran metode Holding Period Return, penulis menyimpulkan bahwa kinerja dari portofolio yang terbentuk sesuai dengan teknik Warren Buffett secara signifikan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan kinerja pasar. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa teknik Warren Buffett tersebut dapat di implementasikan dalarm pengambilan keputusan investasi saham di Bursa Efek Jakarta karena portofolio yang terbentuk memiliki kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kinerja pasar baik dalam kondisi perekonomian normal maupun saat terjadi krisis moneter. Walaupun demikian ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dimana hal tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis yang dilakukan yaitu kondisi fundamental perusahaan yang berbeda-beda, penggunaan metode akuntansi yang berbeda, jangka waktu pengamatan dan kondisi pasar modal. Beberapa saran yang diajukan penulis agar teknik analisis yang diterapkan dapat lebih memberikan hasil yang optimal yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan memasukkan secara lengkap prinsi-prinsip Warren Buffett. Dengan demikian dapat lebih menggambarkan kondisi fundamental pemsahaan yang sifatnya spesifik, sehingga saham-saham yang terpilih benar-benar memenuhi kriteria Warren Buffett. Menurut hemat penulis juga perlu dilakukan penyesuaian current earning sebagai prediksi besarnya pertumbuhan dan owner's equity dimasa depan dengan memperhatikan kondisi perekonomian secara makro, industri dimana perusahaan beroperasi dan metode akuntansi yang digunakan tiap- tiap pemsahaan. Jumlah hutang perusahaan dalam bentuk mata uang asing perlu dicermati. Mengingat kelemahan-kelemahan yang dikandung oleh ROE, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan model Cash Value Added (CVA) atau Economic Value Added (EVA) dalam proses seleksi pembentukan portofolio saham, dan untuk menentukan proporsi saham optimal sebaiknya digunakan metode yang lebih baik misalnya dengan menggunakan model sederhana Sharpe atau model trial error atau mungkin juga dapat dilakukan dengan bantuan teknik Linear Programming.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-2 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Mar 2014 07:56
Last Modified: 24 Mar 2014 07:56
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1320

Actions (login required)

View Item View Item