Preferensi Konsumen Terhadap Produk Roti dan Implikasinya Bagi PT. Pangan Rahmat Buana

Farida, Eva (2001) Preferensi Konsumen Terhadap Produk Roti dan Implikasinya Bagi PT. Pangan Rahmat Buana. Masters thesis, IPB.

[img]
Preview
PDF
R19-01b-Eva_Farida-Lembar_Pengesahan.pdf - Published Version

Download (463kB)
[img]
Preview
PDF
R19-01-Eva_Farida-Cover.pdf - Published Version

Download (259kB)
[img]
Preview
PDF
R19-02-Eva_Farida-Abstract.pdf - Published Version

Download (279kB)
[img]
Preview
PDF
R19-03-Eva_Farida-Ringkasan_Eksekutif.pdf - Published Version

Download (502kB)
[img]
Preview
PDF
R19-04-Eva_Farida-Daftar_Isi.pdf - Published Version

Download (597kB)
[img]
Preview
PDF
R19-05-Eva_Farida-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (620kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

RINGKASAN EKSEKUTIF EVA FARIDA. 2001. Preferensi Konsumen Terhadap Produk Roti dan Implikasinya Bagi PT. Pangan Rahmat Buana. Di bawah bimbingan KIRBRANDOKO dan SRIHARTOYO Perilaku konsumen senantiasa berubah-ubah sesuai dengan tuntutan kebutuhan mereka yang semakin hari semakin berkembang. Pemasar yang baik harus dapat mengamati perubahan kebutuhan dan tuntutan tersebut, siap mengadakan perubahan serta menerapkan dan mengetahui kesempatan-kesempatan baru yang berasal dari belum terpenuhinya kebutuhan tersebut. PT. Pangan Rahmat Buana adalah perusahaan baru yang bergerak di bidang makanan khususnya produk roti. Saat ini pemain utama dalam bisnis roti adalah roti merek Sari Roti, Sara Lee dan Roti Lauw. Dengan adanya tingkat persaingan yang demikian ketat, maka untuk menghasilkan produk roti yang sesuai dengan keinginan dan selera konsumen diperlukan suatu strategi yang tepat agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yaitu dengan mengetahui perilaku konsumen terhadap produk roti yang sudah ada. Pengetahuan ini diharapkan dapat meminimalkan kegagalan produk dan dapat mengembangkan produk yang mendekati keinginan dan kebutuhan konsumen. Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui konsep produk yang sesuai dengan keinginan konsumen (2) Mengetahui karakteristik konsumen yang berhubungan dengan konsumsi roti dan (3) Mengetahui respon konsumen terhadap merek roti beserta atribut-atributnya dan mengetahui minat beli terhadap roti. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok serta dibantu oleh alat analisis seperti tabulasi silang dan analisis konjoin. Dari hasil survei diketahui bahwa konsumen roti saat ini mayoritas berusia 21-30 tahun dan 31-40 tahun. Mereka berstatus sebagai karyawanlti dan ibu rumahtangga dengan latar belakang pendidikan SLTA dan Sarjana. Mayoritas berpenghasilan rata-rata per bulan ada diantara Rp 1.000.000-Rp 3.000.000 dan Rp 3.000.001-Rp 5.000.000. Dengan memperhatikan atribut-atribut yang terdapat pada produk roti maka konsep produk roti yang dapat dikemukakan adalah, untuk roti tawar, konsumen menyukai roti tawar dengan kulit dan berbentuk segiempat serta memiliki tekstur lembut padatlpori-pori kecil. Dalam satu bungkusnya bejumlah 10 lembar dengan jenis kemasan yang disukai adalah plastik tertutup rapatldipress. Harga jual per bungkus yang disukai konsumen adalah Rp 3500. Untuk roti isi, konsumen menyukai roti dengan bentuk lonjong dan teksturnya lembut beronggalpori-pori besar. Tampilan roti yang disukai adalah benvarna coklat muda dengan permukaan � yang mengkilathasah. Isi coklat yang disukai adalah coklat cair dengan bentuk pasta. Sedangkan isi keju lebih disukai dengan bentuk parutan keju. Karakteristik konsumen yang berkaitan dengan konsumsi roti bisa dilihat dari besarnya jumlah anggota keluarga, jenis pekejaan dan tingkat penghasilan konsumen. Dari jenis pekejaan, yang paling banyak melakukan pembelian roti adalah konsumen dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 3-6 orang. Jumlah pembelian yang paling banyak dilakukan pada roti tawar adalah sebanyak satu bungkus dengan isi 10 lembarhungkus, sedangkan pada roti isi sebanyak 2-5 buah dalam satu kali pembelian. Dari jenis pekerjaan, yang paling banyak melakukan pembelian adalah konsumen dengan jenis pekejaan sebagai ibu rumahtangga dan karyawanlti dengan pembelian terbanyak pada gerobak sepeda keliling dan tokolsupermarket. Waktu yang sering digunakan untuk melakukan pembelian roti adalah pagi hari dan sore han. Sedangkan tempat yang senng digunakan untuk mengkonsumsi roti adalah di rumah bersama keluarga pada saat pagi hari untuk sarapan. Dari tingkat penghasilan rata-rata per bulan, pembelian roti tawar sebanyak 1 bungkus dan 2-5 buah untuk roti isi. Sedangkan untuk frekwensinya, konsumen paling sering mengkonsumsi setiap 2-3 hari sekali. Berdasarkan uji organoleptik, untuk rasa coklat dan srikaya yang paling disukai konsumen adalah roti merek Sari Roti, sedangkan untuk rasa keju, konsumen lebii menyukai roti merek Swanish dengan isi keju bempa parutan keju. Menurut konsumen hal ini membuat roti terlihat lebih menarik, kejunya terkesan asli serta rasanya lebih enak. Berdasarkan hasil analisis konjoin, yang menjadi prioritas utama dalam pembelian roti oleh konsumen di wilayah Bogor adalah rasa (64.5255), harga (24.1319), merek (8.3333) dan tekstur (3.0093). Sedangkan rasa yang disukai adalah rasa coklat (1.38333) dan keju (0.71771) dengan harga yang disukai Rp 1800. Merek yang paling disukai adalah Buana (0.09688) dan Sari Roti (0.25937) dengan tekstur lembut berongga (0.08125). Di wilayah Jakarta Timur, urutan atribut yang menjadi pertimbangan utama adalah harga (40.4600), rasa (27.0869), merek (20.1022) dan tekstur (12.3509). Sedangkan rasa yang disukai adalah rasa coklat (0.76944) dan keju (0.57778). Harga yang dipilih adalah Rp 1800 (1.03611) dan merek yang disukai adalah Simplot (0.43958) dan Sari Roti (0.24792) dengan tekstur lembut berongga (0.30208). Untuk wilayah Jakarta Selatan, urutan atribut yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk roti adalah harga (31.2306), rasa (28.5419), tekstur (25.7497) dan terakhir adalah merek (14.4778). Rasa yang paling disukai adalah rasa coklat (0.60694) kemudian keju (-0.06389) dan terakhir srikaya (-0.54306) dengan harga yang dipilih adalah Rp 1800. Di wilayah ini konsumen lebih menyukai merek Buana (0.32292) dan Sari Roti (0.03958) dengan tekstur lembut berongga (0.51875). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disarankan kepada pemsahaan sebaiknya memproduksi roti yang mendekati keinginan konsumen, dan ha1 ini dapat dilakukan perusahaan melalui (I) Memproduksi roti tawar dengan kulit dan berbentuk segiempat serta memiliki tekstur lembut padatlpori-pori kecil. Jumlah roti dalam satu bungkus 10 lembar dengan jenis kemasan plastik tertutup rapatldipress. Harga yang dianjurkan adalah Rp 3500hungkus (2) Memproduksi roti � isi dengan bentuk lonjong dan tekstumya lembut beronggalpori-pori besar. Tampilan roti benvarna coklat muda dengan permukaan mengkilatibasah serta isinya berupa coklat cair berbentuk pasta. Untuk roti isi keju sebaiknya pemsahaan membuat isi bempa pamtan keju, dan harga yang dianjurkan adalah Rp 1800ibuah. (3) Dari segi merek, untuk rasa coklat dan srikaya pemsahaan dapat menjadikan merek Sari Roti sebagai benchmarking. Sedangkan untuk rasa keju, merek yang dianjurkan sebagai benchmarking adalah merek Swanish (4) Dari sisi distribusi, pemsahaan sebaiknya memperbanyak armada penjualan melalui gerobak sepeda keliling karena dari hasil survei terbukti bahwa lewat alat distribusi ini lebih mendekatkan produk pada konsumen.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Roti, PT. Pangan Rahmat Buana, Perilaku Konsumen, Preferensi Konsumen, Analisis Konjoin, survei �
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-2 Perpustakaan
Date Deposited: 19 Mar 2014 03:07
Last Modified: 19 Mar 2014 03:07
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1326

Actions (login required)

View Item View Item