Komersialisasi Aset Keragaman Hayati (Studi Kasus Tanaman Obat Siberut)

Janis, Ramon (1997) Komersialisasi Aset Keragaman Hayati (Studi Kasus Tanaman Obat Siberut). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R10-_01-_Ramon_Janis-_Cover.pdf

Download (336kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_02-_Ramon_Janis-_RE.pdf

Download (335kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_03-_Ramon_Janis-_DaIsi.pdf

Download (358kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_04-_Ramon_Janis-_Bab1.pdf

Download (408kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_05-_Ramon_Janis-_Bab2DST.pdf

Download (4MB)

Abstract

Pulau Siberut yang terletak di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, memiliki keragaman hayati yang tinggi, termasuk di dalamnya jenis-jenis tanaman yang dimanfaatkan masyarakat setempat untuk membuat ramuan obat. Dalam rangka menjaga kelestarian keragaman hayati ini, pemerintah menetapkan sebagian besar wilayah di Pulau Siberut sebagai kawasan pelestarian alam dengan nama Taman Nasional Siberut. Akhir-akhir ini, terdapat kecenderungan masyarakat untuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi obat-obat modern/sintetis. Masyarakat mulai menyadari bahwa obat-obat modern mempunyai efek negatif bagi kehidupan dan kesehatan mereka. Dengan demikian, terdapat kecenderungan yang besar dalam masyarakat untuk lebih menyukai obat-obat yang dibuat dengan bahan baku tumbuhan atau bahan alami lainnya. Kebijakan pemerintah menetapkan sebagian Pulau Siberut sebagai kawasan Taman Nasional Siberut, menyebabkan terjadinya keterbatasan ruang gerak bagi masyarakat yang memanfaatkan potensi sumber daya alam di pulau ini sebagai sumber mata pencaharian. Untuk itu perlu diupayakan alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat. Selain itu, tingginya potensi keragaman hayati yang dimiliki bangsa Indonesia, termasuk yang terdapat di Pulau Siberut, perlu dimanfaatkan secara bijaksana agar mampu memberikan nilai tambah yang berarti bagi masyarakat dan pemerintah. Dengan melihat peluang-peluang yang cukup besar komersialisasi tanaman obat saat ini, maka dalam rangka memberikan alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat serta memberikan nilai tambah terhadap aset keragaman hayati di Siberut, perlu dilakukan komersialisasi terhadap tanaman obat Siberut. Agar kegiatan komersialisasi dapat memberikan manfaat yang optimal, diperlukan penelitian mengenai hal tersebut. Geladikarya bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tanaman, yang mempunyai nilai jual (selling point) bagi industri jamu/ fitofarma, menyusun alternatif cara komersialisasi, serta memberikan langkah-langkah pelaksanaan komersialisasi agar dapat memberikan hasil yang optimal. Hasil analisis internal dan eksternal (analisis SWOT) terhadap komersialisasi keragaman tanaman obat Siberut, menggambarkan bahwa tanaman obat Siberut mempunyai peluang yang baik untuk dikomersialisasikan, namun terdapat banyak kelemahan yang perlu dihadapi. Selanjutnya dari hasil penyaringan (screening) terhadap potensi keragaman hayati dan keragaman tanaman obat, didapatkan hasil bahwa 30 jenis tanaman Siberut mempunyai nilai jual (selling point) untuk dipasarkan kepada industri jamu/fitofarma di Indonesia saat ini. Sedangkan dari penyaringan (screening) berdasarkan ramuan yang mungkin dikembangkan saat ini, didapat hasil bahwa 156 jenis tanaman obat mempunyai nilai jual (seeling point). Cara pemasaran yang dapat diterapkan dalam rangka komersialisasi tanaman obat Siberut, yaitu pemasaran bebas, pemasaran langsung ke industri dan kemitraan dengan industri. Analisis terhadap cara-cara pemasaran tersebut, serta dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi Siberut dan karakteristik penyediaan bahan baku pada industri jamu/fitofarma, memberikan hasil bahwa cara pemasaran yang sebaiknya diterapkan adalah kemitraan dengan industri jamu/fitofarma. Hasil analisis terhadap bentuk-bentuk kemitraan tersebut, menyatakan bahwa komersialisasi keragaman dalam jangka pendek dapat dilaksanakan dengan dua alternatif, yaitu pertama, kemitraan dengan pola inti-plasma (PI R ) antara industri jamu/fitofarma dengan masyarakat, dimana masyarakat melakukan pemungutan (ekstraksi) jenis-jenis tanaman yang saat ini merupakan bahan baku bagi industri (pihak mitra). Kedua, kemitraan dengan pola inti-plasma (PIR) antara industri jamu/fitofarma dengan masyarakat dimana masyarakat melakukan pemungutan (ekstraksi) jenis-jenis tanaman yang merupakan bahan baku bagi industri (pihak mitra) yang memproduksi obat-obatan berdasarkan ramuan masyarakat Siberut. Sedangkan untuk jangka panjang, komersialisasi dilaksanakan dengan dua alternatif, yaitu pertama, tetap menerapkan kemitraan dengan pola intiplasma, dan mengurangi kegiatan pemungutan (ekstraksi) tanaman dari alam melalui budidaya. Kedua, menerapkan kemitraan dengan pola sub kontrak. Implikasi komersialisasi ini diawali dengan kegiatan persiapan, yaitu upaya mempromosikan potensi tanaman obat Siberut, agar dapat menarik minat industri jamu/fitofarma. Selanjutnya, perlu dilakukan pembentukan kelembagaan, saluran distribusi yang akan digunakan, evaluasi pelaksanaan kemitraan, serta konservasi keragaman hayati Siberut. Pada implikasi komersialisasi jangka pendek diperlukan adanya kegiatan penyebaran informasi dan pelatihan bagi masyarakat (plasma), sedangkan untuk jangka panjang selain pelatihan, masyarakat (plasma) juga perlu diberi bantuan modal sarana produksi. Agar komersialisasi dapat memberikan hasil yang optimal, maka disarankan pelaksanaan komersialisasi harus memperhatikan dan menghargai perilaku/adat istiadat masyarakat setempat, karena keberhasilan kegiatan sangat tergantung pada tingkat hambatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, komersialisasi tanaman obat ini sebaiknya tidak diterapkan secara umum di seluruh desa di Siberut, karena terdapat perbedaan tingkat respon dari masyarakat dalam menerima kegiatan ini. Jadi sebaiknya pelaksanaan di setiap desa diawali dengan perencanaan bersama masyarakat (buttom up planning). Selanjutnya, untuk menunjang implementasi komersialisasi, perlu dilakukan penelitian-penelitian lanjutan yang lebih spesifik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Komersialisasi Aset, Keragaman Hayati,manajemen pemasaran
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 14 Feb 2012 11:54
Last Modified: 14 Feb 2012 11:54
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1353

Actions (login required)

View Item View Item