Analisa Kelayakan Investasi Tambahan Kapasitas Produksi Karet SIR-20 PT Sampit

Budijono, Setya (1997) Analisa Kelayakan Investasi Tambahan Kapasitas Produksi Karet SIR-20 PT Sampit. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R10-_01-_Setya_Budi_Jono-_Cover.pdf

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_02-_Setya_Budi_Jono-_RE.pdf

Download (328kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_03-_Setya_Budi_Jono-_Daisi.pdf

Download (294kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_04-_Setya_Budi_Jono-_Bab1.pdf

Download (371kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_05-_Setya_Budi_Jono-_Bab2DST.pdf

Download (2MB)

Abstract

PT Sampit adalah salah satu produsen karet SIR-20 yang saat ini merencanakan melakukan investasi menambah kapasitas produksi dari 12.000 ton/tahun menjadi 30.000 ton/tahun. Rencana investasi PT Sampit sewajarnya apabila didasarkan kepada berbagai aspek yang relevan dan tetap berpegang kepada prinsip kehatian-hatian. Disamping itu penambahan kapasitas produksi juga harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan yang akhirnya bermuara kepada kepuasan dan kesejahteraan pemilik perusahaan. Keputusan yang kurang tepat apabila penambahan kapasitas produksi justru menjadi beban perusahaan dan mengecewakan pemegang saham. Sejalan dengan itu, maka tujuan geladikarya ini adalah melakukan analisa apakah rencana investasi tambahan kapasitas produksi karet PT Sampit layak direalisir dalam arti akan mampu meraih keuntungan yang memuaskan bagi para pemegang saham. Dalam geladikarya ini digunakan metode studi kasus dengan analisa deskriptif. Analisa dititik beratkan kepada aspek finansial yang telah didasarkan kepada analisa lingkungan strategis perusahaan baik lingkungan internal maupun eksternal. Lingkungan strategis dianalisa dengan metode "Kekepan (SWOT)". Kelayakan investasi dianalisa dengan metode "Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value), Tingkat Hasil Pengembalian (Internal Rate of Return) dan Jangka Pengembalian (Payback Period)". Kinerja perusahaan khususnya dari aspek finansial dianalisa dengan metode "Rasio Keuangan". Analisa dilakukan terhadap tambahan kapasitas produksi terpisah dengan kapasitas produksi yang sudah berjalan dengan tehnik "Aliran Kas Inkremental (Incremental Cash Flow) " . Dasar perhitungan adalah proyeksi keuangan (proyeksi aliran kas, proyeksi rugi/laba, proyeksi neraca) yang disusun dari hasil peramalan kuantitatif dengan metode deret waktu (time series), yakni untuk volume penjualan karet dengan model dekomposisi, harga jual karet dan nilai penjualan produk non karet dengan model regresi sederhana dan beberapa asumsi yang relevan dengan rencana investasi. Hasil analisa strategis perusahaan secara internal maupun eksternal mendukung rencana investasi tambahan kapasitas produksi Karet SIR-20 PT Sampit untuk direalisir dengan pertimbangan-pertimbangan : o. Manajemen telah berpengalaman sekitar 40 tahun dalam industri hasil hutan termasuk karet dan mampu mengelola perusahaan dengan baik. Indikatornya adalah omzet penjualan dan aktiva perusahaan yang terus meningkat serta kepercayaan yang cukup besar dari perbankan. o. Proyeksi konsumsi karet alam terus meningkat dengan laju pertumbuhan 3,1%, sedangkan laju pertumbuhan produksi hanya 2,7% berarti akan terjadi kelebihan permintaan. o. Perusahaan memiliki sekitar 30 pelanggan tetap yang tersebar di-Asia, Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Disamping itu juga ditopang oleh keberadaan kelompok usaha di Hongkong dan Singapore yang akan sangat bermanfaat untuk memasarkan produk dan melobi pelanggan. o. Walaupun untuk penyediaan bahan baku tidak dipasok dari kebun sendiri, namun telah dijalin kerja sama dengan sekitar 160 pemasok (pedagang pengumpul) yang tersebar di seluruh Kalimantan Tengah. Sebagai tali pengikat pemasok diberikan panjar/uang muka. o. Produksi saat ini sudah melebihi kapasitas yang ada, sehingga untuk dapat meningkatkan omzet penjualan harus melakukan penambahan kapasitas produksi. o. penambahan kapasitas produksi akan meningkatkan daya saing PT Sampit karena akan menduduki peringkat ke-10 diantara 77 produsen karet di Indonesia. Hasil analisa finansial juga mendukung rencana investasi direalisir dengan pertimbangan-pertimbangan : o. Net Present Value positif Rp.8.503 juta,- o. Internal Rate of Return sebesar 67,35%, lebih besar dari biaya modal sebesar 19,01%. o. Payback Period relatif singkat yakni 2,l tahun. o. Analisa sensitivitas menunjukkan bahwa tambahan investasi memiliki daya tahan yang baik (tidak peka) terhadap resiko penurunan penjualan. Apabila selama umur ekonomis mesin yakni 10 tahun khusus tambahan investasi hanya mampu menjual produk karet rata-rata 4.723 ton/tahun atau 26,25% dari total tambahan kapasitas produksi 18.000 ton/tahun, rencana investasi masih layak untuk direalisir karena masih menghasilkan NPV positif Rp.1,364 juta,-, IRR sebesar 29,61% masih lebih besar dari biaya modal 19,01% dan PBP 4 tahun 2 bulan. Rencana investasi tidak layak direalisir apabila volume penjualan atas tambahan kapasitas produksi hanya mampu mencapai 4.723 ton/tahun dilain pihak Harga Pokok Penjualan (HPP) meningkat dari 83,36% menjadi 85%. o. Tambahan kapasitas produksi akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan yang akhirnya kepuasan pemegang saham akan tercapai. Indikatornya adalah proyeksi rasio-rasio keuangan antara lain Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Return on Equity yang semakin baik dan dalam waktu 8 tahun sudah mampu menyelesaikan seluruh kewajiban yakni kredit lama sebelum adanya tambahan kapasitas produksi maupun kredit baru untuk membiayai tambahan kapasitas produksi. Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak manajemen apabila investasi direalisir adalah : o. Agar dijajagi pola kerja sama segitiga antara pemasok, PT Sampit dan bank dalam artian bank membantu kredit kepada pemasok, sedangkan PT Sampit menjadi penjamin atas kelancaran kredit tersebut. Hal ini akan bermanfaat bagi PT Sampit yakni agar dapat memenuhi kebutuhan modal kerja pemasok yang terus meningkat. o. Upaya mendapatkan konsesi lahan untuk perkebunan karet agar lebih diintensifkan karena dalam jangka panjang nampaknya kepemilikan perkebunan sendiri untuk industri karet mutlak diperlukan agar kontinyuitas penyediaan bahan baku terjamin. o. Pendekatan-pendekatan kepada pelanggan lama maupun calon pelanggan perlu ditingkatkan, yang dalam hal ini keberadaan kantor perwakilan di Jakarta dan kelompok usaha di Hongkong maupun di Singapore akan sangat membantu.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisa Kelayakan, Investasi Tambahan, Kapasitas Produksi, Karet SIR-20, manajemen keuangan
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 14 Feb 2012 11:54
Last Modified: 14 Feb 2012 11:54
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1357

Actions (login required)

View Item View Item