Analisis Kebutuhan Pelatihan Pengelola Perkebunan Pada PT. Perkebunan Minanga Ogan

., Sukarji (1997) Analisis Kebutuhan Pelatihan Pengelola Perkebunan Pada PT. Perkebunan Minanga Ogan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R10-_01-_Sukarji-_Cover.pdf

Download (335kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_02-_Sukarji-_RE.pdf

Download (339kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_03-_Sukarji-_DaIsi.pdf

Download (292kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_04-_Sukarji-_Bab1.pdf

Download (349kB)
[img]
Preview
PDF
R10-_05-_Sukarji-_Bab2DST.pdf

Download (1MB)

Abstract

Perkebunan adalah salah satu bentuk agribisnis yang memiliki keterkaitan antara subsistem sarana produksi, budidaya/produksi, pengolahan serta subsistem pemasaran. Subsistem dalam perkebunan harus terintegrasi dengan baik, dan hal ini akan dapat tercapai apabila ada dukungan sumberdaya manusia yang memadai. Salah satu ciri dari perkebunan adalah bidang tanaman merupakan tempat aktivitas inti dalam pengelolaannya. Pengelolaan bidang tanaman atau lebih dikenal dengan bidang budidaya/produksi, melibatkan tenaga kerja lebih banyak dibandingkan dengan bidang yang lain, serta merupakan titik awal dari seluruh rangkaian proses kegiatan dalam perusahaan perkebunan. Produksi yang merupakan hasil dari budidaya tanaman merupakan bahan dasar untuk pengolahan lebih lanjut serta pemasaran. Keberhasilan dalam bidang tanaman/budidaya, akan berdampak baik terhadap bidang-bidang selanjutnya. PT. Perkebunan Minanga Ogan adalah salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit. Perusahaan didirikan pada tahun 1981 dan mulai berproduksi/menghasilkan pada tahun 1987. Di samping mengelola perkebunan kelapa sawit, perusahaan juga mengelola pabrik pengolahan minyak sawit mentah dan memasarkan hasil pengolahan dari pabrik yang dikelola. Salah satu karakteristik pengelolaan perkebunan kelapa sawit adalah adanya sifat pengulangan (rutinitas) dalam manajemen dan teknologi, yaitu tidak adanya perubahan yang menyolok dari waktu ke waktu. Pada kondisi yang seperti itu, yang lebih penting dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit adalah bagaimana dapat menjalankan pekerjaan/kegiatan sesuai dengan pedoman teknis serta perencanaan yang telah disusun oleh perusahaan. Untuk mencapai sasaran ini, peran sumberdaya manusia sangatlah penting dalam melaksanakan serta mengawasi pekerjaan/kegiatan yang telah ditetapkan. Pihak manajemen PT. Perkebunan Minanga Ogan menyadari bahwa peran sumberdaya manusia di bidang tanaman sangatlah penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan perkebunan. Namun perusahaan juga menyadari bahwa salah satu masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya kemampuan kerja para manajer (pengelola) tanaman, baik untuk pimpinan kebun sampai dengan tingkat pelaksana di lapangan. Dengan kondisi sumberdaya manusia yang demikian, perusahaan telah berusaha untuk mengembangkan kemampuan para pengelola tanaman melalui program pelatihan. Namun pihak manajemen juga mengakui bahwa penyelenggaraan program pelatihan masih didasarkan adanya penawaran dari lembaga lain dan belum didasarkan pada analisis terhadap kebutuhan pelatihan baik oleh perusahaan maupun oleh sumberdaya manusianya sendiri. Oleh karena itu perlu diadakan suatu analisis kebutuhan pelatihan dalam rangka penyusunan program pelatihan yang lebih terarah dan terencana. Tujuan kegiatan Geladikarya adalah untuk melakukan penilaian program pelatihan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan, serta melakukan analisis kebutuhan pelatihan bagi para pengelola (manajer) tanaman, mulai dari tingkat pimpinan kebun sampai dengan mandor. Hasil analisis ini, kemudian dipakai sebagai dasar untuk penentuan bentuk dan metode pelatihan. Penelitian dalam Geladikarya ini menggunakan metoda kasus dengan menggunakan data primer dari responden dan pengamatan langsung, serta data sekunder dari perusahaan. Penilaian terhadap program pelatihan dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui seberapa jauh (frekuensi, kesinambungan, kesesuaian) program pelatihan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan. Sedangkan untuk penentuan kebutuhan pelatihan, dilakukan analisis dengan menggunakan Training Needs Assessment Tool (TNA-T). TNA-T pada prinsipnya merupakan alat untuk mengukur kemampuan kerja dengan menggunakan skala dan indikator tertentu. Hasil penilaian program pelatihan menunjukkan bahwa perusahaan masih belum menyelenggarakan program pelatihan secara terencana dan teratur. Sebanyak 41.18 persen responden menyatakan bahwa mereka belum pernah mengikuti pelatihan, dan hanya 21.18 persen yang pernah mengikuti pelatihan dua kali atau lebih, sedangkan sisanya (37.65 persen) baru mengikuti pelatihan hanya sekali. Dalam hal kesesuaian pelatihan yang pernah diikuti, hanya 35.29 persen yang menyatakan sesuai dengan bidang tugas yang diemban pada saat ini, sedangkan sisanya menyatakan tidak sesuai lagi dengan tugas sekarang. Dari segi frekuensi pelatihan, sebanyak 77.65 persen responden menyatakan sangat kurang sampai dengan kurang, sedangkan yang menyatakan cukup hanya 22.35 persen. Berdasarkan hasil penilaian ini, masih diperlukan adanya penambahan frekuensi pelatihan dengan pemilihan jenis pelatihan yang sesuai dengan tugas yang diemban pada saat ini. Hasil analisis kebutuhan pelatihan menunjukkan bahwa semua manajer (pengelola) bidang tanaman, mulai dari tingkat mandor sampai pimpinan kebun masih memerlukan penambahan kemampuan dalam menjalankan tugasnya. Manajer Kebun sebagai pimpinan dan pengelola pada tingkat perkebunan masih membutuhkan penambahan kemampuan dalam bidang : manajemen produksi dan operasi perkebunan secara umum, perencanaan kerja/biaya jangka pendek/panjang, pengelolaan sumberdaya manusia perkebunan, pengelolaan keuangan, pengawasan, serta kemampuan berkomunikasi baik dengan atasan, bawahan serta dengan pihak luar yang berhubungan dengan tugas sebagai pimpinan di perkebunan. Asisten Kepala sebagai pejabat yang bertugas dalam bidang pengawasan serta koordinasi dalam pelaksanaan pekerjaan/kegiatan di lapangan masih membutuhkan tambahan kemampuan dalam bidang manajemen produksi dan operasi perkebunan, penyusunan rencana kerja jangka pendek/panjang, pengawasan, kemampuan berkomunikasi serta koordinasi. Asisten Afdeling sebagai pemimpin dan pengelola pada tingkat afdeling masih membutuhkan tambahan kemampuan dalam bidang pengelolaan : pembukaan lahan/penanaman, pembibitan, pemeliharaan tanaman, serta panen dan angkut; kemampuan berkomunikasi dengan bawahan/atasan serta penyusunan rencana kerja bulanan. Sedangkan untuk Mandor Tanaman yang bertugas sebagai pengawas serta pelaksana langsung pekerjaan di lapangan masih membutuhkan tambahan kemampuan dalam bidang teknis : pemeliharaan tanaman, pengendalian hama/penyakit/gulma, panen; memimpin serta mengawasi pekerja; pembuatan laporan harian serta kemampuan berkomunikasi dengan atasan atau pekerja. Berdasarkan hasil di atas, maka perusahaan perlu melaksanakan program pelatihan secara terencana dengan mengefektifkan bagian yang menangani sumberdaya manusia (bagian personalia), serta memilih jenis pelatihan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing jabatan. Penentuan kebutuhan pelatihan merupakan langkah awal dalam penyusunan program pelatihan. Dalam menyusun program pelatihan lebih lanjut, disarankan untuk tetap mempertimbangkan faktor dana, kesibukan kerja, serta pemilihan calon peserta yang berpotensi untuk dikembangkan melalui pelatihan. Bentuk pelatihan yang dapat disarankan adalah dengan mengikutkan pada pelatihan di lembaga lain dengan tetap memperhatikan jenis/materi pelatihan. Disamping itu, terutama untuk tingkat mandor dengan jumlah yang relatif banyak, disarankan untuk menyelenggarakan pelatihan di tempat kerja dengan bimbingan pelatih dari luar/dalam perusahaan, yang memungkinkan adanya praktek langsung di lapangan/kebun.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: manajemen sumber daya manusia, Analisis Pelatihan Pengelola Perkebunan
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 14 Feb 2012 11:54
Last Modified: 14 Feb 2012 11:54
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1362

Actions (login required)

View Item View Item