Kajian Manajemen Teknologi Pembuatan Kapal Ikan Tuna di PT PAL Indonesia. Surabaya. Jawa Timur

C. Suyadi, (2001) Kajian Manajemen Teknologi Pembuatan Kapal Ikan Tuna di PT PAL Indonesia. Surabaya. Jawa Timur. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
3EK-01-C_Suyadi-cover.pdf

Download (360kB)
[img]
Preview
PDF
3EK-02-C_Suyadi-RE.pdf

Download (365kB)
[img]
Preview
PDF
3EK-03-C_Suyadi-DaIsi.pdf

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
3EK-04-C_Suyadi-Bab1.pdf

Download (459kB)
[img] PDF
3EK-05-C_Suyadi-Bab2DST.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Dipilihnya topik pembahasan didalam penelitian, yaitu Manajemen Teknologi Pembuatan Kapal Ikan Tuna di PT. PAL Indonesia, dengan pertimbangan bahwa sumber daya ikan laut Indonesia sangat berlimpah sekitar 6,1 juta ton/thn, dimana baru diproduksi sekitar 2,9 juta ton/thn (Underfishing), atau baru sekitar 3,6 persen dari total ekspor ikan dunia, yaitu sekitar 80 juta ton/thn. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan Agribisnis Kelautan, khususnya produksi ikan laut Indonesia masih terbuka lebar. Salah satu penyebab sedikitnya produksi ikan laut Indonesia adalah kurang memadainya kondisi kuantitas dan kualitas kapal penangkap ikan. PT PAL Indonesia selaku perusahaan yang bergerak di sektor Industri Perkapalan telah memproduksi tujuh unit Kapal lkan Tuna tipe 60 Gross Tonne (GT) Long Line atas pesanan Direktorat Jenderal Perikanan. Manajemen teknologi yang diterapkan PT PAL Indonesia didalam pembuatan kapal ikan tuna tersebut telah dapat terlaksana dengan baik, walaupun masih terdapat adanya beberapa permasalahan antara lain, ketergantungan teknologi dengan pihak luar dan budaya kerja industri yang belum optimal. Hal ini pada gilirannya dapat mengakibatkan keterlambatan penyelesaian produk, produksi biaya tinggi, lemahnya daya saing dan dapat mengurangi keuntungan perusahaan. Kondisi tersebut di atas menunjukan bahwa pelaksanaan manajemen teknologi (dilihat dari sisi technoware, humanware, infoware dan orgaware) telah cukup dapat memenuhi sesuai dengan harapan perusahaan, namun kesemuanya itu dirasa masih belum optimal. Untuk dapat lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, perusahaan perlu mengevaluasi dan mengkaji sampai dimana tingkat kemampuan teknologi yang dimiliki. Dengan mengelola komponen-komponen teknologi seperti sumberdaya rnanusia, informasi dan organisasi secara baik, diharapkan perusahaan dapat mengembangkan manajemen teknologi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Berdasarkan kondisi tersebut di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut (1) Bagaimana pengkajian manajemen teknologi pembuatan Kapal Ikan Tuna tipe 60 GT Long Line PT PAL Indonesia dilakukan, (2) Bagaimana menentukan parameter, pengumpulan data, penilaian parameter serta alat analisa guna pengkajian dan (3) Bagaimana merumuskan strategi teknologi yang mungkin dapat diterapkan dan dapat dilaksanakan di PT. PAL Indonesia, guna pengembangan manajemen teknologi. Tujuan penelitian adalah (1) Mendapatkan penilaian tingkat kemampuan teknologi pembuatan Kapal Ikan Tuna tipe 60 GT Long Line yang dilaksanakan PT PAL Indonesia, (2) Merumuskan beberapa alternatif strategi guna pengembangan manajemen teknologi yang sesuai dan yang mungkin dapat diterapkan di PT PAL Indonesia. Penelitian difokuskan pada kajian kemampuan manajemen teknologi pembuatan Kapal Ikan Tuna tipe 60 GT Long Line yang dilaksanakan PT PAL Indonesia serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Kajian hanya terbatas pada tahap pemberian alternatif rekomendasi teknologi, sedangkan implementasi selanjutnya diserahkan kepada manajemen perusahaan. Metoda penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisa deskriptif. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan menggunakan metoda Manual Indikator Teknologi Industri yang dikembangkan oleh Proyek Science and Technological Management Information System (STMIS) terhadap dua indikator teknologi, yaitu indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi. Selanjutnya data dianalisa menggunakan statistika non parametrik dengan metoda Mann- Whitney untuk uji signifikansi indikator transformasi teknologi serta metoda Chi- Square untuk uji interdependensi antara indikator transformasi teknologi dengan indikator kemampuan teknologi. Dari hasil pengkajian indikator transformasi teknologi yang dimiliki perusahaan, dapat diketahui bahwa (1) Perangkat teknologi memiliki median 4 (mesin manual, mesin bermotor dan mesin khusus), dinilai tidak jauh berbeda dengan kondisi yang diharapkan, yaitu berada pada median 5 (mesin bermotor, mesin khusus dan mesin otomatis). (2) Perangkat manusia memiliki median 5 (kemampuan mereparasi, mereproduksi dan mengadaptasi), dinilai belum memenuhi kondisi yang diharapkan, yaitu berada pada median 7 (kemampuan mengadaptasi, menyempurnakan dan melakukan inovasi). (3) Perangkat Informasi memiliki median 6,5 (menggunakan dan menghayati fakta), dinilai tidak jauh berbeda dengan kondisi yang diharapkan, yaitu berada pada median 7,5 (menghayati dan menyimpulkan fakta). (4) Perangkat organisasi memiliki median 6 (melindungi, menstabilkan dan memapankan pola kerja), dinilai tidak jauh berbeda dengan kondisi yang diharapkan, yaitu berada pada median 7 (menstabilkan, memapankan dan menguasai pola kerja unggul). Dilain pihak hasil pengkajian indikator kemampuan teknologi menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan berada pada level 4 (sebanding dengan rata-rata Industri Perkapalan ASEAN),dinilai bahwa kondisi perusahaan saat ini belum memenuhi kondisi seperti yang diharapkan, yaitu berada pada level 5 (sebanding dengan rata-rata Industri Perkapalan Internasional). Namun berhubung PT PAL Indonesia merupakan Industri Perkapalan terbaik di Indonesia dan sejajar dengan Industri Perkapalan di ASEAN, maka PT PAL Indonesia dinilai telah memiliki potensi untuk mampu bersaing dengan kompetitor dikawasan tersebut. Berdasarkan uji statistika dengan metoda Chi-Square, disimpulkan bahwa hubungan antara indikator transformasi teknologi dengan indikator kemampuan teknologi yang dimiliki perusahaan, bersifat bebas dan tidak saling mempengaruhi. Dari hasil kajian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan manajemen teknologi perusahaan pada umumya sudah baik, dimana perusahaan telah mampu mengelola dan menguasai perangkat teknologi, perangkat informasi dan perangkat organisasi dengan baik, sehingga perusahaan dapat mampu bersaing dengan kompetitor perusahaan sejenis di tingkat ASEAN. Namun demikian dirasa masih terdapat kelemahan, terutama kondisi perangkat manusia yang dinilai belum dapat memenuhi harapan perusahaan sehingga masih memerlukan peningkatan kemampuan, agar perusahaan dapat mampu bersaing dengan kompetitor ditingkat Internasional. Beberapa alternatif kebijakan jangka pendek yang dapat disarankan dalam rangka pengembangan manajemen teknologi perusahaan, adalah memantapkan Strategi Pengikut Teknologi. Hal tersebut dilakukan melalui (1) Percepatan adaptasi teknologi dengan melanjutkan program alih teknologi dari negara maju. Meningkatkan perawatan mesin produksi secara rutin dengan penerapan Sistem Pemeliharaan Terencana. (2) Peningkatan motivasi, dedikasi, disiplin dan profesionalisme karyawan dengan optimasi program inservice dan on the job training. Memantapkan pelaksanaan budaya kerja industri (Setiap karyawan harus tahu mengerjakan apa, mengapa, bagaimana, kapan dan dimana harus mengerjakannya). (3) Pemantapan Sistem Informasi Manajemen dengan memanfaatkan Local Area Network (LAN) seoptimal mungkin di semua lini. . Mengutamakan mekanisme kerja yang lebih koordinatif, integratif, sinkronitatif dan simplikatif (KISS) dan (4) Penerapan Manajemen Modern secara konsisten dengan mengutamakan Total Quality Control (TQC) dan Total Quality Manajemen (TQM). Mempertajam tugas, wewenang dan tanggung jawab. Konsistensi pelaksanaan the right man on the right place maupun budaya 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin). Sedangkan untuk jangka panjang, saran kebijakan adalah dengan mencanangkan Strategi Unggul Teknologi. dm Strategi Unggul Mutu. Hal tersebut dilakukan dengan (1) Menguasai produksi teknologi canggih. Secara bertahap mengganti peralatan lama dengan peralatan baru yang kapasitas maupun tingkat teknologinya lebih tinggi. (2) Pemberian peluang pendidikan ke strata yang lebih tinggi bagi karyawan berprestasi. Secara bertahap mengurangi sistem padat karya menjadi kondisi padat teknologi. (3) Otomasi disegala bidang serta pemanfaatan informasi teknologi dengan penyelenggaraan sistem Wide Area Network (WAN) dan Data Link antara PT PAL dengan Pakarya Industri. Melanjutkan program kerja sama teknologi dengan Perguruan Tinggi, LIPI maupun Industri Perkapalan lain dan (4) Strategi Proaktif untuk Pemuasan Pembeli dengan Pelayanan Puma Jual yang lebih baik serta penerapan Teknologi Bersih Lingkungan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kapal Ikan Tuna, PT. PAL Indonesia, Manajemen Teknologi, Strategi Teknologi, Statistik Non Parametrik (1Mnnn-Whitney dan Chi-Sqliare,J, Studi Kasus.
Subjects: Manajemen Teknologi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 26 Jan 2012 06:48
Last Modified: 26 Jan 2012 06:48
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1372

Actions (login required)

View Item View Item