Kajian manajemen teknologi pengelolaan hasil tangkapan ikan tuna di PT (Persero) Perikanan Samudra Besar Cabang Benoa, Bali.

SUYOSO, UTOYO (2002) Kajian manajemen teknologi pengelolaan hasil tangkapan ikan tuna di PT (Persero) Perikanan Samudra Besar Cabang Benoa, Bali. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E3K-_01-_Utoyo_Suyoso_-_Cover.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E3K-_02-_Utoyo_Suyoso_-_RE.pdf

Download (967kB)
[img]
Preview
PDF
E3K-_03_-_Utoyo_Suyoso_-_DaIsi.pdf

Download (796kB)
[img]
Preview
PDF
E3K-_04_-_Utoyo_Suyoso_-_Bab1.pdf

Download (1MB)
[img] PDF
E3K-_05_-_Utoyo_Suyoso_-_Bab2DST.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19MB)

Abstract

Kegiatan operasional penangkapan ikan di laut, khususnya ikan tuna mulai meningkat dilakukan sejak telah diumumkannya oleh Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian bahwa lokasi Benoa, Bali dan Sabang, Aceh sebagai tempat yang layak untuk basis operasi kapal-kapal tuna pada tahun 1971. PT (Persero) Perikanan Samudra Besar Cabang Benoa, Bali sebagai salah satu badan usaha milik negara (BUMN), yang dahulu berada di bawah Direktorat Jenderal Perikanan bekerja sama dengan perusahaan Jepang Nichiro Gyo Gyo Kaisha sampai dengan saat ini telah melakukan kegiatan operasi kapal penangkap tuna. PT(Persero) Perikanan Samudra Besar Cabang Benoa, Bali dengan mengandalkan bekal pengalaman yang cukup lama telah dimiliki sejak tahun 1972, peluang lokasi fishing ground sampai dengan zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) sebagai tempat dilaksanakannya penangkapan tuna secara professional, yang didukung oleh pertumbuhan industri hulu dan industri hilir dalam pembangunan ekonomi kelautan nasional, serta berpeluang juga untuk melakukan kegiatan komersialisasi berupa perdagangan ekspor dan perbelian ikan lokal, yang sangat mendukung keberhasilan produktivitas perusahaan. Pemasalahan yang dihadapi dalam kegiatan operasi penangkapan tuna cukup banyak yang dirasakan sebagai hambatan dan tantangan, untuk dapat diatasi menghadapi persaingan usaha dalam rangka dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan, yang dirumuskan sebagai berikut. (1) Bagaimana kajian manajemen teknologi pengelolaan penangkapan tuna, hanya dengan mengandalkan terbatasnya personil nakhoda dan anak buah kapal (ABK) yang berpengalaman, namun masih menggunakan sarana dan fasilitas produksi dengan teknologi rendah, yang berusia cukup tua dibandingkan dengan fasilitas produksi saat ini yang berteknologi lebih baik ?. (2) Apakah strategi pengembangan teknologi yang dilakukan oleh perusahaan, bila masih menggunakan sarana dan fasilitas penangkapan tuna yang cukup tua, dimana penambahan kapal baru dengan biaya yang terjangkau masih berkualifikasi sama dibandingkan dengan kapal-kapal lama yang masih layak dioperasikan ? Penelitian bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan di laut, yang perlu dirumuskan dalam strategi pengembangan dan kebijakan pengelolaan penangkapan, (2) merumuskan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing dengan kapal-kapal penangkapan tuna lainnya, yang sebagian memiliki teknologi yang lebih baik, agar dapat tetap meningkatkan pertumbuhannya. Penelitian ini menggunakan kajian manajemen teknologi, berupa kajian komponen teknologi, yang dikenal dengan technoware, humanware, infoware dan orgaware sebagai THIO, yang memiliki persyaratan minimal perlunya operator dengan tingkat pengetahuan tertentu pada komponen teknologi, dimilikinya kemampuan mengembangkan operasional teknologi secara bertahap pada komponen manusia, diperlukannya pembaharuan data informasi dan fakta secara regular pada komponen informasi, dan perlu adanya pengembangan secara berlanjut untuk memenuhi perubahan di dalam dan di luar kegiatan transformasi pada komponen organisasi. Dengan demikian tingkat keandalan teknologi dapat menggambarkan tingkat produktivitas dari perusahaan. Teknologi sangat erat hubungannya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia untuk meningkatkan taraf hidupnya, sehingga diperlukan (1) kajian kemampuan technoware untuk membahas tingkat kesulitan pada kegiatan operasional berhubungan dengan fisik, agar mendapatkan hasil yang tepat dan cepat, (2) kajian kemampuan humanware pada tingkat keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan ketrampilan manusia, (3) kajian kemampuan infoware pada tingkat pemanfaatan sistem dan informasi fakta dalam menentukan kesesuaian dan waktu penggunaan serta kualitas dan tingkat kepercayaan dan keandalannya, (4) kajian kemampuan orgaware dalam kebijakan atau kerangka kerja pengendalian operasi dan perencanaan produksi yang menentukan tingkat persaingan dalam harga, mutu, waktu, dan manfaat bagi lingkungan terkait. Metoda penelitian dilakukan dengan melalui kuesioner dan wawancara dengan para responden pada pimpinan dan staf perusahaan, yang masing-masing menguasai bidangnya dalam kegiatan manajemen teknologi pengelolaan penangkapan ikan di laut. Analisis didukung oleh data-data sekunder dari data dan informasi perusahaan termasuk laporan-laporan operasi, logistik, personil dan organisasi yang mendukung proses kajian manajemen teknologi. Berdasarkan hasil analisis kajian indikator transformasi teknologi, dalam kajian tingkat teknologi hasil pengamatan yang dibandingkan dengan harapan yang diinginkan menunjukkan hasil perhitungan pada perangkat teknologi memiliki nilai kapabilitas sebesar 0,0027 pada taraf nyata 0,05 yang menyimpulkan bahwa Ho (nilai hasil pengamatan sama dengan nilai yang diharapkan) ditolak. Selanjutnya pada perangkat manusia hasil pengamatan yang dibandingkan dengan harapan yang diinginkan menunjukkan hasil perhitungan yang memiliki nilai probabilitas sebesar 0,0733 pada taraf nyata 0,05 yang menyimpulkan bahwa Ho (nilai hasil pengamatan sama dengan nilai yang diharapkan) diterima, pada perangkat informasi hasil pengamatan yang membandingkan dengan harapan yang diinginkan menunjukkan hasil perhitungan memiliki nilai probabilitas sebesar 0,1720 pada taraf nyata 0,05 yang menyimpukan bahwa Ho (nilai hasil pengamatan sama dengan nilai yang diharapkan) diterima, dan pada perangkat organisasi hasil pengamatan yang dibandiigkan dengan harapan yang diiinginkan menunjukkan hasil perhitungan memiliki nilai probabilitas sebesar 0,0413 pada taraf nyata 0,05 yang menyimpulkan bahwa Ho (nilai hasil pengamatan sama dengan nilai yang diharapkan) ditolak. Pada kesimpulan dan saran yang dipertimbangkan untuk dilaksanakan adalah (1) melakukan penambahan kapal ukuran di bawah 60 gross tonnage (GT), melakukan kerja sama dengan para nelayan untuk mendapatkan dukungan umpan yang memadai, perbaikan mutu produk perikanan disesuaikan dengan permintaan pasar, (2) kerja sama dengan pihak swasta lainnya untuk pengadaan kapal penangkap ikan di bawah ukuran 60 GT melalui kebijakan impor kapal atau pengadaan didalam negeri, (3) melakukan diversifikasi usaha di bidang perdagangan ikan non tuna dan alat tangkap perikanan untuk meningkatkan mutu produk dalam negeri, menyarankan pada pemerintah untuk dapat memberikan kemudahan bagi produk industri alat-alat perikanan dalam negeri, (4) melakukan perluasan usaha dengan pengembangan kapal penangkap tuna beku ukuran 60 - 300 GT untuk produksi tuna beku sashimi dan purse seine 400 GT produksi cakalang untuk bahan baku ikan kaleng.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects:
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Feb 2012 05:55
Last Modified: 28 Feb 2012 05:55
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1411

Actions (login required)

View Item View Item