Analisis pengetahuan, preferensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap furnitur bambu

Deiner, Fadilah (2012) Analisis pengetahuan, preferensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap furnitur bambu. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R43-01-Fadilah-Cover.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img]
Preview
Text
R43-02-Fadilah-Abstrak.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img]
Preview
Text
R43-03-Fadilah-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img]
Preview
Text
R43-04-Fadilah-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
Text
R43-05-Fadilah-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (645kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (701kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Furnitur atau sering juga disebut dengan kata mebel adalah produk yang termasuk dalam kelompok kebutuhan rumah tangga, baik rumah tangga individu maupun rumah tangga organisasi perusahaan. Kebutuhan furnitur saat ini berkembang sangat pesat. Kebutuhan akan produk furnitur saat ini tidak hanya dari segi fungsinya saja, namun juga dibutuhkan dari sudut pandang aspek tampilan/desain dan mode/fashion. Persaingan industri furnitur semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan furnitur di Indonesia. Industri furnitur di Indonesia saat ini cenderung lebih banyak berbahan dasar kayu, oleh sebab itu ketersedian bahan baku kayu semakin menipis. Salah satu alternatif sebagai bahan pengganti kayu adalah bambu. Penggunaan bambu sebagai bahan alternatif pengganti kayu diharapkan dapat mengurangi kegiatan penebangan hutan, Potensi bambu membuat peluang pasar industri furnitur bambu di Indonesia berkembang, karena ketersediaan bahan baku bambu yang ada cukup besar. Namun sayangnya tidak banyak orang yang mengetahui bahwa bambu mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar apabila digarap secara maksimal. Pengetahuan, kesukaan (preferensi) dan kebutuhan konsumen merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi konsumen dalam melalukan pembelian suatu produk. Mengetahui keinginan dan kebutuhan keonsumen terhadap produk yang ditawarkan merupakan hal penting bagi perusahaan untuk dapat bersaing dan meningkatkan market share perusahaan. Untuk itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat, baik dari segi harga, produk, tempat, dan promosi. Meskipun keputusan pembelian suatu barang/jasa berada ditangan konsumen, namun motivasi dan perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh produsen atau pemasar melalui promosi/strategi pemasaran yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi pengetahuan dan preferensi konsumen terhadap produk furnitur bambu, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk furnitur bambu, dan (3) memformulasikan strategi pemasaran yang tepat untuk industri furnitur bambu. Penelitian ini dilakukan di Bogor dan di toko-toko furnitur bambu, di Kabupaten Bogor – Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu bulan Juni 2010 sampai dengan bulan Agustus 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Pengambilan sampling dilakukan secara non probability sampling dengan menggunakan teknik Convenience Sampling dan Snow ball sampling. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen akhir, yaitu responden umum dan responden yang datang ke toko furnitur bambu, dengan kriteria dewasa/telah berkeluarga. Pengambilan jumlah sampling ditentukan secara sengaja, yaitu sebanyak 100 responden. Teknik ini dipilih karena tidak ada data pelanggan atau konsumen. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari variabel demografi, variabel preferensi konsumen dan variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap furnitur bambu. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan beberapa alat analisis, diantaranya adalah analisis deskriptif, konjoin, regresi logistik, rataan skor dan tingkat kepentingan. Analisis deskriptif bertujuan untuk mengelompokkan jawaban responden yang sama agar mudah dipahami, meliputi demografi dan pengetahuan konsumen. Analisis regresi logistisk bertujuan untuk melihat pengaruh antara faktor demografi responden terhadap keputusan pembelian responden yang pernah membeli produk, dan untuk melihat pengaruh antara faktor budaya (X7), kelas sosial (X8), pengaruh pribadi (X9), keluarga (X10), situasi (X11), sumberdaya konsumen (X12), motivasi (X13), pengetahuan (X14), sikap (X15), gaya hidup (X16), pemrosesan informasi (X17), pembelajaran (X18), perubahan sikap/perilaku (X19), desain (X20), kerapihan (X21), daya tahan/umur (X22), warna (X23), ukuran (X24), harga (X25), iklan (X26), brosur (X27), personal selling (X28), promosi penjualan (X29), tempat (X30), dan distribusi (X31) terhadap keputusan pembelian konsumen yang datang ke toko (yang berniat untuk membeli). Analisis rataan skor dilakukan untuk melihat seberapa tinggi tingkat pengetahuan responden terhadap bambu dan furnitur bambu. Analisis tingkat kepentingan bertujuan untuk melihat seberapa penting dari atribut yang ada pada produk furnitur bambu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Katakteristik demografi konsumen furnitur bambu yang datang ke toko berdasarkan usia tergolong dalam konumen dewasa muda, yaitu berusia 30 sampai 40 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan, segmentasi konsumen furnitur bambu tergolong dalam kelompok lulus SLTA/sederajat. Berdasarkan status perkawinan, segmentasi konsumen furnitur bambu tergolong dalam kelompok sudah berkeluarga, dan Berdasarkan pekerjaan, segmentasi konsumen furnitur bambu tergolong dalam kelompok wiraswasta. Oleh sebab itu sebaiknya pengusaha bambu menawarkan produk kepada pasar dengan segmentasi usia dewasa muda, lulusan SLTA/sederajat, telah berkeluarga dan bekerja sebagai wiraswasta, seperti pengusaha rumah makan, restoran, atau hotel. Pengetahuan responden terhadap produk furnitur bambu berdasarkan rataan skor tergolong tinggi dan sangat tinggi. Sebagian besar responden mengetahui dengan baik tentang krakteristik produk, jenis produk, dimana dan kapan akan membeli produk. Namun pengetahuan responden terhadap daya tahan produk sangat rendah. Menurut lebih dari setengah responden daya tahan produk furnitur bambu hanya 5 sampai 8 tahun, sementara dengan penanganan dan proses pengawetan yang baik, bambu dapat bertahan lebih dari 10 tahun. Hal ini diakibatkan karena daya tahan furnitur bambu yang ada masih kurang baik. Berdasarkan hasil analisis konjoin diketahui bahwa perusahaan/ pengusaha bambu sebaiknya menciptakan berbagai macam bentuk kursi dan meja tamu yang bervariatif, dengan diameter yang sesuai (8 - 10 cm), dan desain yang sederhana. Hasil regresi logistik menunjukan bahwa faktor demografi yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen yang pernah membeli produk berdasarkan adalah faktor usia (X2). Konstanta usia bernilai negatif, hal ini berarti bahwa konsumen yang lebih muda cenderung untuk lebih membeli dibandingkan tidak membeli, begitu juga sebaliknya. Oleh sebab itu perusahaan sebaiknya memperkenalkan produk furnitur bambu secara lebih dalam kepada konsumen yang lebih muda. Hasil analisis regresi logistik berdasarkan pengaruh budaya (X7), kelas sosial (X8), pengaruh pribadi (X9), keluarga (X10), situasi (X11), sumberdaya konsumen (X12), motivasi (X13), pengetahuan (X14), sikap (X15), gaya hidup (X16), pemrosesan informasi (X17), pembelajaran (X18), perubahan sikap/perilaku (X19), desain (X20), kerapihan (X21), daya tahan/umur (X22), warna (X23), ukuran (X24), harga (X25), iklan (X26), brosur (X27), personal selling (X28), promosi penjualan (X29), tempat (X30), dan variabel distribusi (X31) terhadap keputusan pembelian konsumen yang datang ke toko tidak ada satupun yang signifikan. Hasil yang tidak signifikan ini disebabkan oleh nilai Y (keputusan jadi membelian/tidak) yang tidak bervariatif. Berdasarkan tingkat kepentingan atribut, ketahanan, kerapihan, desain dan nilai seni, kesesuaian harga dengan kualitas, dan kemudahan mendapatkan produk dianggap sangat penting oleh konsumen. Hal ini menunjukan produk furnitur bambu yang diinginkan konsumen adalah produk yang memiliki desain menarik dan bernilai seni, rapih, tahan lama, berkualitas dan memiliki harga sesuaia dengan kualitasnya. Selain itu ukuran, warna produk, dan distribusi juga dianggap penting oleh responden, sehingga pengusaha perlu memperhatikan ukuran dan warna produk sesuai dengan kebutuhan konsumen, serta meningkatkan saluran ditribusi yang ada. Adanya iklan, brosur, pameran, promo penjualan dan citra produk/merek juga dianggap penting oleh responden. Produk bambu yang diproduksi saat ini tidak memiliki merek, dan kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan/pengusaha bambu masih kurang. Oleh sebab itu, strategi pemasaran melalui iklan, brosur, pameran dan promo penjualan sebaiknya perlu dilakukan, dan perusahaan/pengusaha bambu sebaiknya menciptakan sebuah merek produk yang mencerminkan citra produk tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: pengetahuan konsumen, preferensi, keputusan pembelian, furnitur bambu, konjoin, regresi logistik
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 19 Apr 2012 01:29
Last Modified: 16 Jun 2020 06:11
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1433

Actions (login required)

View Item View Item