Analisis pengaruh makroekonomi, ihsg dan harga minyak dunia terhadap return saham energi dan pertambangan energi

Jayadin, - (2011) Analisis pengaruh makroekonomi, ihsg dan harga minyak dunia terhadap return saham energi dan pertambangan energi. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R43-01-Jayadin-Cover.pdf - Published Version

Download (374kB)
[img]
Preview
Text
R43-02-Jayadin-Abstrak.pdf - Published Version

Download (337kB)
[img]
Preview
Text
R43-03-Jayadin-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (346kB)
[img]
Preview
Text
R43-04-Jayadin-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img]
Preview
Text
R43-05-Jayadin-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (648kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (859kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Sektor energi dan pertambangan merupakan sektor yang sangat besar kontribusinya terhadap pendapatan negara. Tahun 2010, sector energi dan pertambangan berkontribusi sebesar Rp 288,5 Triliun. (www.detikfinance.com) Sektor ini senantiasa terus berkembang sejalan dengan perkembangan sektor-sektor lain yang sangat memerlukan energi. Rata-rata pertumbuhan energi untuk skala nasional untuk periode 2002-2025 mencapai 8,4% pertahun. (http://www.esdm.go.id). Sektor energi dan pertambangan energi sangat vital juga bagi sektor-sektor lain yakni menjadi tulang punggung bagi sektor-sektor lain. Sektor-sektor lain seakan-akan tidak berdaya terhadap sector energi, padahal sejatinya antar sektor satu dengan sektor yang lain saling ketergantungan. Vitalnya dan “manisnya” prospek sektor energi dan pertambangan energi kedepan menjadi sektor yang menarik untuk diteliti dalam sisi pendanaannya, khususnya pendanaan melalui pasar modal. Naik turunnya nilai saham tidak hanya bergantung dari nilai asset yang dimiliki, laba yang diperoleh ataupun kinerja perusahaan.Namun menurut Cheng (1997) dalam Thobrarry (2009) dikatakan bahwa investasi di pasar modal dipengaruhi olehin formasi yang didapatkan dari analisis teknik alatau analisis fundamental. Terkait hal diatas, Bodiedkk (2008) menyatakan bahwa ada beberapa variable makroekonomi yang bias digunakan oleh para analis yang hendak melakukan investasi untuk menilai kondisi ekonomi makro, menurut mereka variabel-variabel ekonomi makro tersebut adalah GDP, employment, inflation, interest rate, exchange rates, current account, dan budget deficit.Arbitrage Pricing Theory (APT) adalah terori untuk melihat hubungan return dan resiko menggunakan beberapa variable pengukur risiko atau dengan kata lain APT tidak menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pricing (Tandelin dalam Fuadi, 2009). Oleh sebab itu, penelitian ini akan mencoba merumuskan permasalahan yang berkaitan dengan bagaimanakah pengaruh variabel makroekonomi (Industrial Production Index, nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi), variabel pasar modal (IHSG) dan variabel karakteristik sektor energi dan pertambangan energi (harga minyak dunia) terhadap return saham-saham energi dan pertambanganenergi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode pengamatan Januari 2008 hingga Desember 2010. Mengacu pada latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Menganalisis dan mengukur pengaruh variabel makroekonomi (Industrial Production Index,nilai tukar rupiah, suku bunga daninflasi), variabel pasar modal (IHSG) dan variabel karakteristik sektor energi (harga minyak mentah dunia) terhadap return saham-saham energi dan pertambangan energi pada Bursa Efek Indonesia. 2. Menyusun Implikasi Manajerial bagi perekonomian domestik atas pengaruh variable makroekonomi (Industrial ProductionIndex,nila itu karrupiah, suku bunga dan inflasi), IHSG dan harga minyak dunia terhadap returnsaham-sahamenergi dan pertambangan energipada Bursa Efek Indonesia. Untuk menghindari terlalu luasnya pembahasan, maka penelitian ini dibatasi pada beberapa hal, yaitu : a. Pembatasan studi penelitian yaitu di Bursa Efek Indonesia dengan mengambil saham-saham energi dan pertambangan energi b. Variabel makro ekonomi yang digunakan adalah Industrial Production Index,nilaitukarrupiah, suku bunga dan inflasi c. Variabel pasar modal yang digunakan adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) d. Variabel karakteristik saham-saham sektor energi dan pertambangan energi yang digunakan adalah harga minyak mentah dunia Model data panel digunakan dalampengolahan data dalam penelitan ini agar diketahui pengaruh variabel-variabel yang akan diujikan. Uji R2 yang didapatkan sebesar 0.375928 atau sebesar 37.59%.Uji F didapatkan sebesar F hitung sebesar 0.000000, dengan tingkat signifikansi(α)sebesar 5%.Sedangkanuji t, ada tiga koefisien yang signifikan yakni KURS, IHSG dan OIL yang t‐hitungnya (0.0013, 0.0000 dan 0.0000) lebihkecildarit-tabel(α = 0.05). Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa variabel yang signifikan mempengaruhi return saham-saham sector energi dan pertambangan energi adalah variable perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar (KURS), return market (IHSG) dan harga minyak mentah dunia (OIL), maka dapat dirumuskan beberapa implikasi kebijakan yang dapat dilakukan oleh Pemerintah untuk mendorong nilai investasi yang terus mengalir kepasar modal khususnya saham-saham sektor energi dan pertambangan energi: 1. Pergerakan nilai tukar mata uang dolar terhadap mata uang rupiah mempengaruhi return saham-saham sektor energi dan pertambangan energi. Ketika penguatan nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah atau pelemahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar akan membuat return saham-saham sektor energi dan pertambangan energi akan meningkat. Oleh karena itu pelemahan nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah harus dijaga dengan kata lain tidak turun secara tajam. Karena jika terjadi penurunan secara tajam, maka akan membuat return saham-saham sektor energi dan pertambangan energi turun juga, yang akan berdampak tidak tertarik laginya para investor untuk berinvestasi di sektor ini. Penguatan nilai tukar mata uang dolar terhadap mata uang rupiah memang akan membuat return saham tersebut baik, namun akan mempengaruhi sektor makro yang lain. 2. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia pun mempengaruhi return saham-saham sektor energi dan pertambangan energi. Perubahan positif IHSG akan mebuat return saham-saham tersebut akan naik. Pemerintah dan pelaku ekonomi diharapkan untuk menjaga nilai IHSG untuk senantiasa meningkat dari waktu kewaktu. 3..Pergerakan harga minyak mentah dunia merupakan variabel yang harus senantiasa dijaga untuk menjaga pemodalan di sektor energi dan pertambangan energi diketahui bahwa harga minyak dunia adalah salahsatu yang mendorong ekspektasi para investor terhadap perusahaan di sektor energi dan pertambangan energi. Namun harga minyak dunia tidak bias dikontrol oleh pemerintah, karena penentuan harganya ditentukan oleh pasar. Untuk para investor yang ingin mendapatkan pengembalian investasi yang optimal dalam penempatan dana investasinya kesaham-saham sektor energi dan pertambangan energi hendaknya memperhatikan hal-hal berikut: 1. Karena return saham sektor energi dan pertambangan energi dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah, maka investor harus mencermati pergerakan atau trend nilai tukar mata uang tersebut. 2. Investor harus mencermati sentiment positif atau pun negative terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Karena hal ini akan memicu secara keseluruhan terhadap pola pikir investor. 3. Melihat sensifitas harga minyak dunia terhadap return saham sektor energi dan pertambangan energi, maka investor harus mencermati pergerakan harga minyak dunia. Ketika harga minyak mentah dunia meningkat, maka harga saham sebuah perusahaan akan meningkat, dan disaat itulah adanya return. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian mengenai deskripsi perkembangan setiap variabel yang diduga berpengaruh terhadap return saham-saham sektor energi dan pertambangan energi di Bursa Efek Indonesia diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Adanya pengaruh variabelnilaitukarrupiah, variabel pasar modal (IHSG) dan variabel karakteristik sektor energi (harga minyak dunia) terhadap return saham-saham energi dan pertambanganenergi pada Bursa Efek Indonesia. 2. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, penguatan IHSG dan peningkatan harga minyak dunia akan memberikan return yang bagus bagi saham-saham energi dan pertambangan energi di BEI. Dan sebaliknya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, pelemahan IHSG dan penurunan harga minyak dunia akan memberikan return yang bagus bagi saham-sahamenergi dan pertambangan energi di BEI Berdasarkanhasil, pembahasan, dankesimpulan yang diperoleh, makasaran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah: 1. Periode penelitian dilakukan dari Januari 2008 hingga Desember 2010, di periode tersebut dilewati oleh krisis keuangan global. Sehingga dalam penelitian ini ada kemungkinan pengaruh krisis dalam model yang dibangun, oleh karena itu perlu adanya perlakuan khusus dalam model yang dibangun. 2. Koefisiendeterminasi (R2) yang baru mencapai 38% menandakan adanya variabel-variabel lain yang perlu dimasukan dalam model. Seperti Corporate action, karena salah satu hal yang penting dalam menganalisis suatu saham adalah kebijakan-kebijakan yang diambil oleh perusahan. 3. Informasi-informasi yang tidak tercatat secara nilai ekonomi namun mempengaruhi kegiatan ekonomi seperti, kegiatan politik, bencana dan lain-lain namun mampu menberikan pengaruh terhadap keputusan investor secara bersama-sama belum dimasukan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, variabel-variabel tersebut dapat dimasukan untuk penelitian yang akan datang.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: APT, macroeconomic, panel data, oil price, IHSG, energy stock APT, makroekonomi, data panel, harga minyak dunia, IHSG, saham sektor energi
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 19 Apr 2012 01:29
Last Modified: 16 Jun 2020 06:18
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1434

Actions (login required)

View Item View Item