Analisis pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan perusahaan (studi kasus pada perbankan) yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2005-2010)

Astuti, Mia Widhi (2011) Analisis pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan perusahaan (studi kasus pada perbankan) yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2005-2010). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R44-01-Mia-Cover.pdf - Published Version

Download (363kB)
[img]
Preview
Text
R44-02-Mia-Abstrak.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img]
Preview
Text
R44-03-Mia-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img]
Preview
Text
R44-04-Mia-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (346kB)
[img]
Preview
Text
R44-05-Mia-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (696kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Perkembangan arus informasi dan teknologi serta transportasi yang cepat dalam era globalisasi saat ini telah menjadikan persaingan usaha menjadi semakin ketat termasuk industri perbankan. Selain itu, perbankan merupakan salah satu bagian dari sektor keuangan strategis yang menopang perekonomian Indonesia dimana memiliki peranan dalam menciptakan kestabilan harga dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan menyokong sektor riil. Mengingat pentingnya peran perbankan tersebut, maka perbankan dituntut agar mampu tumbuh dan memiliki daya saing, salah satunya melalui strategi keuangan perusahaan. Weston dan Brigham (1994) menyebutkan bahwa salah satu keputusan penting manajer keuangan agar tetap berdaya saing dalam jangka panjang adalah keputusan mengenai struktur modal. Struktur modal menjadi penting karena berpengaruh terhadap posisi finansial dan risiko perusahaan. Struktur modal pada lembaga keuangan dan bank merupakan determinasi dari biaya keagenan (agency cost) dari sektor keuangan dalam perekonomian (Siddiqul dan Shoaib, 2011). Menurut Pratomo (2007), bank memiliki potensi biaya agensi yang tinggi karena bank memiliki akses terhadap private information yang berhubungan dengan para nasabahnya. Biaya keagenan dapat diminimalisis dengan meningkatkan kinerja keuangan bank melalui keputusan struktur modal yang tepat karena menurut Pranomo (2011), pada prinsipnya struktur modal yang digunakan oleh suatu perusahaan sangat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan struktur modal dan kinerja keuangan serta pengaruh antara struktur modal terhadap kinerja keuangan yang dilakukan oleh perbankan yang terdaftar di BEI periode 2005-2010. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa data laporan keuangan tahunan perbankan yang tercatat di BEI selama periode 2005-2010 dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan ekonometrik. Perbankan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 bank sehingga terdapat 120 titik pengamatan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian akan diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan software Eview 7. Penelitian ini menggunakan variabel ROA, ROE dan TOBINS’Q sebagai variabel terikat (dependen) yang mewakili kinerja keuangan perbankan dan variabel equity-asset ratio (ECAP), Earning risk (SDROE), SIZE (ukuran perusahaan berdasarkan kepemilikan aset), dan total loan terhadap total asset (LOAN) sebagai variabel bebas (independen). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa struktur modal perbankan yang terdaftar di BEI dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 lebih banyak didanai dari hutang dibandingkan ekuitas. Sebagian besar hutang yang digunakan oleh bank merupakan dana yang berasal dari simpanan nasabah (deposito) yang juga merupakan dana pihak ketiga (DPK). Deposito yang digunakan tersebut merupakan dana simpanan nasabah yang berasal dari nasabah individu, corporate maupun simpanan dari bank lainnya. Sedangkan sisanya berupa penerbitan surat berharga, pinjaman yang diterima, hutang derivative, hutang pajak dan hutang-hutang lainnya. Determinasi struktur modal lainnya seperti ukuran bank menunjukkan adanya variasi yang beragam dengan empat bank terbesar berdasarkan kepemilikan asetnya, yaitu Bank Mandiri, BRI, BCA dan BNI. Sementara itu kebijakan penyaluran kredit (loan) oleh bank masih belum optimal. Ha ini terlihat dari rasio total loan terhadap total aset dan total deposito yang masih dibawah harapan BI. Selain itu hasil analisis deskriptif terhadap kinerja keuangan perbankan menunjukkan bahwa perbankan di BEI secara rata-rata selama periode 2005-2010 memiliki rasio ROA sebesar 0,21% yang berarti bahwa secara rata-rata kemampuan manajemen bank dalam menghasilkan keuntungan (laba) dari seluruh aset yang diinvestasikan dalam perusahaan sebesar 0,21%. Sementara kemampuan manajemen bank dalam menghasilkan keuntungan yang diperoleh pemegang saham dari ekuitas atau modal yang diinvestasikannya secara rata-rata sebesar 16,15%. Dengan rata-rata ROE tersebut, subsektor perbankan menjadi menarik bagi investor. Selain itu juga, kinerja pasar yang diukur dengan TOBINS’Q menunjukkan bahwa hampir seluruh bank (18 bank dari 20 bank) memiliki nilai TOBINS’Q lebih besar dari 1. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar bank-bank yang tercatat di BEI telah mampu menghasilkan earning dengan rate of return yang lebih besar dari pada harga perolehan aset-asetnya. Analisis pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan pada perbankan di BEI menunjukkan bahwa sebagian besar variabel struktur modal berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan bank. Variabel ECAP berpengaruh signifikan positif terhadap ROA dan berpengaruh signifikan negatif terhadap ROE dan TOBINS’Q. Variabel SIZE menunjukkan pengaruh yang positif terhadap ROA dan TOBINS’Q namun hanya signifikan terhadap TOBINS’Q. Variabel SDROE berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA dan TOBINS’Q serta berpengaruh signifikan positif terhadap ROE. Sementara variabel LOAN berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA dan berpengaruh signifikan positif terhadap ROE dan TOBINS’Q. Bagi manajemen perusahaan, peningkatan penggunaan hutang atau penurunan ekuitas oleh bank dapat meningkatkan nilai perusahaan. Namun kenaikan penggunaan ekuitas juga dapat berdampak pada kenaikan kinerja keuangan yang ditunjukkan oleh variabel ECAP terhadap ROA sebagai akibat dari peningkatan unsur laba ditahan dalam ekuitas. Dengan demikian manajemen bank perlu memperhatikan mengenai pengelolaan hutang atau manajemen pasivanya. Bagi investor di pasar modal, investasi pada subsektor perbankan di BEI merupakan pilihan yang menarik karena memberikan keuntungan yang relatif lebih besar yang terlihat dari rata-rata nilai ROE perbankan periode 2005-2010 sebesar 16,15%. Investor dapat mempertimbangkan melakukan investasi pada bank-bank yang memiliki aspek fundamental yang kuat seperti tingkat ROA, ROE dan TOBINS’Q serta ukuran perusahaan. Bagi Bank Indonesia selaku regulator, BI perlu mengatur batasan-batasan aman bagi perbankan dalam menggunakan hutang. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kesulitan keuangan bagi perbankan yang menggunakan modal sendiri atau ekuitas yang sangat minim atau sangat bergantung pada hutang. Selain itu pemerintah juga diharapkan dapat memberikan insentif bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kreditnya untuk kegiatan produktif di sektor riil.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Capital Structure, Financial Performance, ROE, banking, tobins’q, Regression Analysis of Panel Data. Struktur Modal, Kinerja keuangan, ROE, Perbankan, TOBINS’Q, Regresi Data Panel
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 19 Apr 2012 01:29
Last Modified: 16 Jun 2020 06:54
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1436

Actions (login required)

View Item View Item