Analisis pengaruh electronic word-of-mouth terhadap keputusan konsumen memilih agen e-ticketing pesawat terbang

Amalia, Betty (2011) Analisis pengaruh electronic word-of-mouth terhadap keputusan konsumen memilih agen e-ticketing pesawat terbang. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R43-01-Betty-Cover.pdf - Published Version

Download (504kB)
[img]
Preview
Text
R43-02-Betty-Abstrak.pdf - Published Version

Download (355kB)
[img]
Preview
Text
R43-03-Betty-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (434kB)
[img]
Preview
Text
R43-04-Betty-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (466kB)
[img]
Preview
Text
R43-05-Betty-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (757kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Perkembangan dunia informasi dan teknologi berdampak pada proses mencari informasi tentang produk yang akan dibeli. Konsumen akan mencari informasi secara online dari manapun, baik itu melalui mailing list yang diikuti, jaringan sosial (antara lain Facebook dan Twitter) ataupun search engine (seperti Google, Live, dan Yahoo). Informasi yang dicari adalah berupa opini dari orang lain yang sudah mendapatkan manfaat dari produk yang dibeli. Opini atau rekomendasi yang dicari oleh seseorang melalui media elektronik seperti internet disebut electronic Word-of-Mouth atau e-WOM. Jurnal penelitian tentang pengaruh e-WOM terhadap keputusan membeli suatu produk sudah ada, namun penelitian tentang pengaruh e-WOM yang berisi tentang persepsi produk, persepsi resiko konsumen, opinion leader, dan kesaksian, serta informasi internal (ingatan/kognitif) terhadap keputusan memilih agen e-ticketing pesawat terbang belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk : 1)Mengetahui proses pengenalan kebutuhan konsumen tentang e-ticketing, 2)Menganalisis hubungan antara karakteristik konsumen dan keputusan pemilihan agen e-ticketing, 3)Menganalisis besarnya kontribusi pencarian informasi eksternal (e-WOM) dan internal (kognitif) konsumen terhadap keputusan pemilihan agen e-ticketing, dan 4)Membuat implikasi manajerial bagi agen perjalanan yang menawarkan e-ticketing. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan e-mail ke mailing list dari e-mail peneliti di Bogor. Data dikumpulkan dari bulan Mei-Juli 2011. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 6 mailing list Yahoo Groups yang ada di Indonesia seperti Ikatan Alumni Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB (ikam_IPB), Menekita, pengguna kereta rangkaian listrik (krl-mania), Marketing Community-ers, mb43-ipb, dan Alumni SMUN 3 Bogor. Data primer dari pengisian kuesioner oleh responden, diantaranya berupa data demografi responden, tingkat kepentingan e-ticketing, pengaruh variabel persepsi produk, pengaruh variabel pesepsi resiko konsumen, pengaruh variabel opinion leader, pengaruh variabel kesaksian, dan pengaruh variabel kognitif konsumen. Data sekunder dari jurnal dan informasi dari internet, diantaranya berupa jumlah pengguna internet se-Asia, produk yang sering dicari rekomendasinya dalam belanja online, dan penelitian terdahulu tentang WOM dan e-ticketing. Populasi penelitian ini adalah semua anggota mailing list, sedangkan sampel penelitian adalah anggota yang pernah membeli e-ticketing pesawat terbang melalui agen. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling, yaitu convenience sampling. Banyaknya responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah minimal lima kali dari jumlah indikator (Sitinjak dan Sugiarto, 2006). Jumlah indikator pada kuesioner adalah 30 butir, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan minimal 150 orang. Responden yang bersedia menjawab kuesioner penelitian ini adalah 160 orang. Sebelum turun lapang, dilakukan uji validitas-reliabilitas dengan SPSS for Windows yang menghasilkan 28 dari 30 indikator X dan 5 indikator Y valid, jadi hanya 2 indikator X yang tidak valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai r-hitung adalah 0,9180. Nilai ini lebih besar dari r-tabel yaitu 0,6. Artinya kuesioner ini reliabel (dapat diandalkan, akurat, dan konsisten). Mayoritas demografi responden dari sisi usia ada di rentang 25-35 tahun, dengan pekerjaan sebagai pegawai swasta, pendidikan terakhir S1, pengeluaran khusus per bulan untuk internet ada di rentang Rp 150.000- Rp 249.999, sudah menikah, bertempat tinggal di Bodetabek, dan mendapatkan kuesioner dari mailing list MC-ers. Mayoritas perilaku responden saat membeli online adalah mengakses internet selama lebih dari enam jam per hari, dilakukan sambil mengecek e-mail, sering menggunakan fasilitas e-mail, terakhir kali belanja online 1-2 bulan yang lalu, fesyen sebagai produk yang terakhir kali dibeli, membeli online karena tidak perlu keluar rumah, mengacu pada informasi dari search engine, dan membeli fesyen sebagai produk selain e-ticketing yang pernah dibeli online. Mayoritas perilaku responden saat membeli e-ticketing adalah terakhir kali membeli antara enam bulan sampai setahun yang lalu, membeli untuk keperluan pekerjaan, membeli dengan uang dari uang kantor, biasa mengunjungi 1-2 agen, dan memilih agen tersebut karena kesaksian dari konsumen lain. Analisis tingkat kepentingan untuk mengetahui proses pengenalan kebutuhan konsumen terhadap e-ticketing dibandingkan dengan paper ticket menghasilkan dari 10 variabel yang ada, hanya satu variabel yang berada di tingkat paling penting, sedangkan sembilan variabel lainnya berada di tingkat lebih penting. Artinya, rata-rata, konsumen menilai e-ticketing lebih penting daripada paper ticket. Analisis tabulasi silang (crosstabs) menunjukkan hubungan antara keputusan memilih agen e-ticketing dan tingkat pendidikan terakhir, pengeluaran khusus untuk internet per bulan, terakhir kali membeli online, terakhir kali membeli e-ticketing, dan jumlah agen yang biasa dikunjungi. Namun, waktu per hari menggunakan internet dan usia tidak berhubungan dengan keputusan memilih agen e-ticketing pesawat terbang. Dalam penelitian ini, peubah-peubah eksogen ada lima yaitu ξ1, ξ2, ξ3, ξ4 dan ξ5 dengan indikator sebagai berikut : ξ1 atau persepsi produk memiliki enam indikator, yaitu pelayanan agen e-ticketing (X1), akses websites agen e-ticketing (X2), layanan akurat (X3), lebih efisien (X4), dan sesuai dengan gaya dan selera (X5). ξ2 atau persepsi resiko konsumen memiliki lima indikator, yaitu iklan informatif (X6), data dirahasiakan (X7), pelayanan sesuai informasi (X8), mudah dan aman (X9), dan sangat menyenangkan secara psikologis (X10). ξ3 atau opinion leader memiliki delapan indikator, yaitu dapat dipercaya (X11), jujur (X12), dapat diandalkan (X13), memiliki karakter yang mirip (X14), artis terkenal (X15), pekerjaan (X16), usia (X17), dan jenis kelamin (X18). ξ4 atau kesaksian memiliki tujuh indikator, yaitu informasi tentang pelayanan (X19), kesaksian pada websites (X20), kesaksian tentang harga (X21), konsisten (X22), bernada negatif lebih berpengaruh (X23), informasi tentang prosuk (X24), dan opini konsumen lain yang puas lebih berpengaruh (X25). ξ5 atau ingatan internal/kognitif memiliki lima indikator, yaitu alamat agen (X26), alamat websites agen (X27), pelayanan agen (X28), tiket yang disediakan (X29), dan harga tiket yang ditawarkan (X30). Hasil uji Goodness of Fit (GOF) menunjukkan model penelitian berada di kategori Good, jadi model ini layak. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh indikator X termasuk kategori valid karena memiliki nilai t-hitung lebih dari 1,96 dan koefisen jalur lebih dari 0,5; namun dua indikator Y tidak valid, yaitu Y2 dan Y5. Hasil uji reliabilitas menunjukkan semua variabel eksogen dan endogen termasuk kategori reliable, karena memiliki nilai CR ≥ 0,70 dan VE ≥ 0,5. Dari empat variabel laten eksogen, variabel persepsi produk memberikan kontribusi terbesar terhadap keputusan, diikuti oleh persepsi resiko konsumen, opinion leader, dan kesaksian. Indikator mengingat alamat websites agen (X27) memberikan kontribusi terbesar terhadap pencarian informasi internal. Dari hasil temuan penelitian di atas dapat dibuat implikasi manajerial berupa strategi penguatan positioning produk e-ticketing dibandingkan paper ticket yaitu lebih murah daripada membeli langsung kea gen karena bebas biaya operasional. Persepsi produk yang kuat dibentuk secara sengaja baik oleh agen maupun oleh ASITA sebagai organisasi yang mewadahi agen, karena persepsi produk adalah isi e-WOM yang paling memberi kontribusi dalam pencarian informasi eksternal tentang agen e-ticketing pesawat terbang oleh konsumen. Persepsi yang dibentuk adalah membeli tiket pesawat terbang secara online lebih murah karena bebas biaya operasional. Persepsi tersebut dapat dibentuk dengan menggunakan ahli di bidang industri pelayanan tiket pesawat terbang atau artis yang sering membeli e-ticketing sebagai endorser.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: e-WOM, electronic word-of-mouth, e-ticketing, pencarian informasi, analisis SEM, dan tabulasi silang (crosstabs).
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 22 Jun 2012 00:55
Last Modified: 16 Jun 2020 04:55
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1454

Actions (login required)

View Item View Item