Analisis strategi bersaing pada rantai nilai ayam ras pedaging pt. ciomas adisatwa region jawa barat unit bogor

Tanjung, Muhammad Hasan (2012) Analisis strategi bersaing pada rantai nilai ayam ras pedaging pt. ciomas adisatwa region jawa barat unit bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E33-01-Muhammad-Cover.pdf - Published Version

Download (569kB)
[img]
Preview
Text
E33-02-Muhammad-Abstrak.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
Text
E33-03-Muhammad-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img]
Preview
Text
E33-04-Muhammad-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img]
Preview
Text
E33-05-Muhammad-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (649kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Agribisnis ayam ras pedaging memiliki peluang yang sangat baik dimana permintaan terhadap ayam ras pedaging terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk, pendapatan yang meningkat, pendidikan, serta gaya hidup yang menyebabkan komposisi gizi akan berubah. Menurut Daryanto (2009) masalah yang terkait dalam hal daya saing agribisnis ayam ras pedaging pertama penyediaan bahan baku pakan dimana pakan memiliki porsi 60-70% dari biaya produksi, kedua adalah berhubungan dengan skala usaha industri ayam ras pedaging dimana semakin besar skala usaha maka biayanya akan semakin rendah dan manajemen kandang dalam pengelolaan produksi menjadi penting dalam effisiensi, dimana posisi PT. Ciomas Adisatwa (PTCA) adalah pemasok daging ayam terbesar di Jabotebek. Dan ketiga adalah penanggulangan akan penyakit pada ayam ras pedaging terutama AI (Avian Influenza). PT. Japfa Group merupakan salah satu pelaku dalam industri perunggasan di Indonesia. Melalui beberapa anak perusahaan yang dimiliki, PT. Japfa Group mengelola bidang usaha mulai dari bagian hulu (industri pembibitan) sampai dengan bagian hilir (industri pengolahan hasil ternak). Salah satu anak perusahaan tersebut adalah PTCA merupakan bagian dari PT. Japfa Group, salah satunya dalam bidang peternakan on farm. PTCA memiliki beberapa lokasi peternakan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa dan Sumatera. Beberapa wilayah tersebut dibagi berdasarkan region yaitu region jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera. Masing-masing region dibagi kembali menjadi unit dengan total 18 unit dengan penyebaran Jawa Barat 3 unit, Jawa Tengah 4 unit, Sumatera 6 unit dan Jawa Timur 5 unit. PTCA region Jawa Barat unit Bogor membawahi area Bogor, Sukabumi, depok dan Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan rantai nilai ayam ras pedaging di PTCA Region Jawa Barat Unit Bogor, Mengetahui gross margin pada rantai nilai ayam ras pedaging PTCA, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal PTCA, dan merumuskan strategi yang digunakan untuk meningkatkan daya saing di PTCA. PTCA region Jawa Barat unit Bogor membawahi daerah Bogor, Sukabumi, Depok dan Tangerang memperoleh input sapronaknya melalui PT. Multibreeder Adirama untuk DOC, PT. Japfa Comfeed untuk pakan, PT. Agrinusa Jayasentosa untuk vaksin dan obat, dan pengusaha lokal untuk sekam dan terpal. Input sapronak tersebut didistribusikan ke peternak mitra yang jumlahnya 80% dari total populasi dan 20% dikelola sendiri untuk dilakukan pembesaran hingga siap panen. Jalur distribusi PTCA memiliki 3 jalur distribusi yaitu (1) PTCA-kolektor-RPA-distributor-konsumen, (2) PTCA-RPA-distributor-konsumen, (3) PTCA-kolektor-dsitributor-konsumen. Hasil panen disalurkan melalui RPA sebesar 60% dan kolektor 40% sebelum akhirnya ke konsumen. Konsumen mendapatkan daging ayam melalui pasar tradisional, rumah makan/catering dan supermarket. Berdasarkan rantai nilai PTCA region Jawa Barat unit Bogor tersebut masing-masing memberikan gross margin untuk setiap jalur distribusi (1) PTCA(13%) - Kolektor(9%) - RPA(12%) - Distributor(7%) - konsumen, (2) PTCA(13%) - RPA(23%) - Distributor(7%) - konsumen, (3) PTCA (13%) - kolektor(9%) - dsitributor(7%) – konsumen, terlihat bahwa dalam bentuk jalur distribusi manapun peternak tetap memiliki posisi tawar rendah dengan keuntungan minimum dengan value share tinggi. Berdasarkan hasil analisis PTCA faktor yang internal dan eksternal secara berurutan (1) support dari group seperti DOC, pakan, vaksin dan obat, (2) daya beli masyarakat terus meningkat, (3) sumber daya manusia bidang peternakan, (4) kebutuhan produk olahan/variasi produk olahan, (5) pasar Jabotabek terus berkembang, (6) pelanggan tidak hanya RPA, (7) teknologi baru dalam manajemen kandang, (8) populasi, (9) harga sapronak yang tinggi dan (10) costumer preference. Strategi untuk meningkatkan daya saing di PTCA secara prioritas adalah (1) optimasi perencanaan produksi, (2) meningkatkan kualitas ayam, (3) program edukasi masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi daging ayam melalui program promosi ataupun pemerintah, (4) menerapkan manajemen mutu dalam proses pembesaran, (5) meningkatkan penerapan biosekuriti, (5) merubah metode kandang terbuka menjadi kandang tertutup.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Value Chain, Competitiveness, Broiler, PT Ciomas Adisatwa, Gross Margin, SWOT Analysis, AHP Rantai Nilai, Ayam Ras Pedaging, PT Ciomas Adisatwa, Gross Margin, Analisis SWOT Analisis AHP.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 22 Jun 2012 00:54
Last Modified: 19 Jun 2020 07:00
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1459

Actions (login required)

View Item View Item