Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi terhambatnya penyerahan fasilitas umum dan fasilitas sosial perumahan di kota depok

Hanny, - (2011) Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi terhambatnya penyerahan fasilitas umum dan fasilitas sosial perumahan di kota depok. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R42-01-Hanny-Cover.pdf - Published Version

Download (351kB)
[img]
Preview
PDF
R42-02-Hanny-Abstrak.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
R42-03-Hanny-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
R42-04-Hanny-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (353kB)
[img]
Preview
PDF
R42-05-Hanny-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (621kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Masalah tunggakan pengembang terhadap kewajiban menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemda menunjukkan angka yang signifikan. Walaupun regulasi mengenai penyerahan fasum dan fasos telah lama ditetapkan, yaitu sejak Permendagri Nomor 1 Tahun 1987, sampai kemudian regulasi tersebut telah diganti dengan Permendagri Nomor 9 Tahun 2009, akan tetapi hasilnya masih yang belum optimal. Berlarut-larutnya masalah ini berdampak negatif bagi masyarakat dan pemerintah. Mengingat fasum dan fasos adalah barang publik yang ketersediaan dan pemeliharaannya harus terjamin, serta fasum dan fasos yang belum diserahkan tersebut merupakan piutang Pemda, maka seharusnya Pemda memberikan perhatian khusus. Masalah tunggakan fasum dan fasos dari para pengembang banyak ditemui di berbagai daerah, salah satunya adalah Kota Depok Propinsi Jawa Barat. Di kota ini hanya 21 % pengembang yang telah menyerahkan fasum fasos perumahan kepada Pemda Kota Depok. Rendahnya jumlah pengembang yang telah menyerahkan fasum fasos menarik perhatian untuk dilakukan analisis terhadap evaluasi kebijakan penyerahan fasum fasos di Kota Depok ditinjau dari sisi pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) Menganalisis faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab terhambatnya pelaksanaan penyerahan fasum dan fasos oleh pengembang di Kota Depok. (b) Menganalisis faktor-faktor yang diduga lebih berpengaruh terhadap terhambatnya pelaksanaan kebijakan tersebut, berdasarkan perbedaan sikap antara pengembang yang belum dengan yang sudah menyerahkan fasum dan fasos, serta alternatif penyelesaianya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data yang diperlukan dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari data plimer yang berasal dari jawaban kuesioner dari responden, sedangkan data sekunder dilakukan melalui metode dokumentasi dan studi pustaka baik dari instansi berwenang, internet dan perpustakaan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara nonprobability sampling dengan teknik incidental sampling. Selanjutnya data diolah dengan software SPSS 11.5 dan dianalisis melalui analisis uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, analisis faktor, dan analisis Uji Mann-Witney sesuai tema-tema pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhambatnya pelaksanaan penyerahan fasum dan fasos perumahan oleh pengembang di Kota Depok berdasarkan hasil analisis faktor adalah kesadaran pengembang (dengan nilai korelasi 0,633), pelayanan Pemda (dengan nilai korelasi 0,230), kepatuhan pengembang (dengan nilai korelasi 0,577), faktor integritas pengembang (dengan nilai korelasi 0,911) dan faktor dokumen kepemilikan tanah perumahan(dengan nilai korelasi 0,788). Hasil uji hipotesis terhadap sikap pengembang yang sudah dan yang belum menyerahkan fasum fasos menurut Uji Mann-Whitney menunjukKan hanya tiga variabel dari tiga faktor penghambat yang hipotesisnya ditolak, yaitu variabel ketidakpatian waktu proses pelayanan, dari faktor pelayanan Pemda (dengan nilai zhitung sebesar -2,527 dan nilai probabilitas 0,012); variabel ketiadaan informasi mengenai kewajiban penyerahan fasum dan fasos sejak pengajuan ijin perumahan, dari faktor kepatuhan pengembang (dengan nilai zhitung sebesar -2,122 dan nilai probabilitas 0,034); dan variabel hubungan hukum pengembang dengan tanah perumahan, dari faktor dokumen kepemilikan tanah perumahan (dengan nilai zhitung sebesar -2,2657 dan nilai probabilitas 0,008). Dengan demikian berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut, maka faktor pelayanan pemda, faktor kepatuhan pengembang, dan faktor dokumen kepemilikan tanah perumahan, adalah sebagai faktor yang diduga berpengaruh terhadap terhambatnya kebijakan penyerahan fasum dan fasos di Kota Depok.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: housing, public and social facilities of housing, developers, evaluation of public policies, factor analysis, Mann-Whitney analysis perumahan, fasum dan fasos perumahan, pengembang, evaluasi kebijakan publik, analisis faktor, analisis Mann-Witney
Subjects: Manajemen Sektor Publik Agraria
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 20 Jul 2012 08:14
Last Modified: 10 Jul 2014 05:25
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1470

Actions (login required)

View Item View Item