Analisis pengembangan komoditas unggulan utama hortikultura dikawasan agropolitan ciwidey, kabupaten bandung

Andayani, Asti (2010) Analisis pengembangan komoditas unggulan utama hortikultura dikawasan agropolitan ciwidey, kabupaten bandung. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R40-01-Asti-Cover.pdf - Published Version

Download (448kB)
[img]
Preview
PDF
R40-02-Asti-Abstrak.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
R40-03-Asti-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (339kB)
[img]
Preview
PDF
R40-04-Asti-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img]
Preview
PDF
R41-05-Asti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (675kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Pertanian saat ini sudah diupayakan secara terintegrasi. Hortikultura merupakan kelompok komoditas yang sangat penting dan strategis karena merupakan kebutuhan pokok manusia. Hortikultura saat ini menjadi komoditas yang sangat penting karena pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat turut memicu peningkatan konsumsi hortikultura. Peningkatan konsumsi hortikultura disebabkan karena struktur konsumsi bahan pangan cenderung bergeser pada bahan non pangan dengan elastisitas pendapatan relatif tinggi. Kebutuhan hortikultura meningkat setiap tahunnya, namun tidak diimbangi dengan jumlah produksi yang memadai. Hal tersebut menunjukkan bahwa peluang untuk pengembangan hortikultura masih besar. Hortikultura Indonesia memiliki beberapa kelemahan yaitu harga yang berfluktuasi, kualitas dan kuantitas yang rendah, kontinuitas yang belum tercapai serta kemasan dan promosi yang belum baik. Hal tersebut menyebabkan sulitnya hortikultura Indonesia untuk menembus pasar Internasional. Kabupaten Bandung termasuk dalam kabupaten yang akan dikembangkan sektor pertaniannya terutama komoditas hortikultura. Kawasan Agropolitan Ciwidey merupakan salah satu wujud dari pengembangan pertanian di Kabupaten Bandung. Kawasan Agropolitan Ciwidey terdiri dari tiga Kawasan Agropolitan yaitu Kawasan Agropolitan Pasirjambu, Rancabali dan Ciwidey. Ketiga Kawasan Agropolitan tersebut saling bergantung satu dengan yang lain, sehingga ketiga Kawasan Agropolitan tersebut sering disebut dengan Ciwidey. Kawasan Agropolitan Ciwidey sebagai salah satu Kawasan Agropolitan di Bandung memiliki potensi besar dalam sisi permintaan maupun penawaran. Sumber daya alam Kawasan Agropolitan Ciwidey sangat besar untuk pertanian terutama dalam aspek kesesuaian lahan dan iklim, sedangkan dari sisi permintaan Kawasan Agropolitan Ciwidey merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Bandung. Penentuan komoditas unggulan sangat dibutuhkan untuk meraih keunggulan komparatif dan kompetitif dalam menghadapi persaingan. Pengembangan pertanian secara holistik di Kawasan Agropolitan Ciwidey dapat dilakukan lebih efisien jika diketahui komoditas apa yang memiliki kapasitas sebagai komoditas unggulan. Penentuan komoditas unggulan merupakan langkah awal penerapan peraturan pemerintah mengenai kawasan hortikultura yang dicanangkan oleh Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam program tersebut. Kawasan Agropolitan Ciwidey dapat menjadi kawasan berbasis pertanian dengan komoditas unggulan, namun perlu dianalisis komoditas hortikultura apa saja yang dapat menjadi unggulan di Kawasan Agropolitan Ciwidey, sehingga pengembangan hortikultura di Kawasan Agropolitan Ciwidey dapat lebih terfokus. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar One Village One Product (OVOP) sebagai salah satu gerakan pengembangan wilayah. OVOP merupakan salah satu pengembangan wilayah yang berfokus pada pengembangan satu komoditas unggulan di wilayah tersebut. Informasi mengenai komoditas unggulan memudahkan untuk pengembangan OVOP sebagai gerakan yang dicanangkan pemerintah, secara lebih lanjut. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dianalisis komoditas hortikultura apa saja di Kawasan Agropolitan Ciwidey yang berpotensi menjadi komoditas unggulan. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penentuan komoditas unggulan di Kawasan Agropolitan Ciwidey dan bagaimana strategi pengembangan agribisnis komoditas unggulan utama tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan utama yang ada di Kawasan Agropolitan Ciwidey serta merumuskan strategi pengembangannya. Penentuan komoditas utama di Kawasan Agropolitan Ciwidey dianalisis dengan menggunakan alat analisis AHP, sedangkan komoditas-komoditas yang dianalisis berasal dari hasil analisa LQ. Setelah diketahui komoditas unggulan utama, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah analisis lingkungan eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap pengembangan komoditas unggulan utama. Analisis lingkungan tersebut menjadi dasar dalam penentuan strategi-strategi yang disarankan untuk dilakukan bagi pengembangan komoditas unggulan. Komoditas-komoditas unggulan yang merupakan komoditas basis berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan analisis LQ sebesar 12,86 persen dari 70 komoditas yang terdapat di Kawasan Agropolitan Ciwidey. Seluruh komoditas yang memiliki nilai LQ > 1, selanjutnya menjadi lima komoditas yang digunakan dalam tahapan berikutnya yaitu Analytical Hierarchy Process. Berdasarkan hasil analisis dengan AHP diperoleh sasaran utama yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu penentuan komoditas unggulan utama hortikultura di Kawasan Agropolitan Ciwidey. Faktor penentu utama dengan nilai tertinggi yaitu Sumber Daya Manusia (0,309). SDM merupakan faktor utama dalam pemilihan komoditas unggulan utama di Kawasan Agropolitan Ciwidey karena SDM merupakan penggerak utama dalam pengembangan pertanian. Sub faktor merupakan sesuatu yang menjelaskan secara detail faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan komoditas unggulan di Kawasan Agropolitan Ciwidey. Ada lima sub faktor yang dianalisis dengan AHP. Sub faktor yang merupakan komponen-komponen penentu dari masing-masing faktor yang terlibat dalam mencapai sasaran, adalah sebagai berikut: Sub faktor yang paling berpengaruh pada faktor ekonomi adalah nilai jual komoditas (0,404), Sub faktor yang paling berpengaruh pada faktor Agroekosistem yaitu Iklim dan Topografi Wilayah (0,378), sub faktor yang paling berpengaruh pada faktor teknologi dan infrastruktur yaitu teknologi budidaya (0,490). Lembaga formal dan informal merupakan sub faktor yang dominan dalam faktor sosial dan budaya (0,431), sedangkan PEMDA merupakan pihak yang terkait dengan SDM sangat menentukan dalam penentuan komoditas unggulan pada Kawasan Agropolitan Ciwidey (0,476). Komoditas hortikultura yang merupakan komoditas utama di Kawasan Agropolitan Ciwidey adalah stroberi (0,350). Stroberi menjadi komoditas unggulan karena pada saat ini stroberi merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh petani yang ada di Ciwidey dan dinilai masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Masyarakat Ciwidey memiliki kecenderungan untuk membudidayakan stroberi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 1) Nilai jual yang tinggi, 2) Salah satu alternatif wisata, 3) Stroberi memberikan penghasilan yang rutin bagi petani, 4) Stroberi dapat menyerap tenaga kerja yang besar, 5) Stroberi menghasilkan produk turunan yang banyak jenisnya. Pengembangan stroberi harus memperhatikan berbagai faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang termasuk dalam kekuatan, antara lain: 1) Keberadaan Sumber Daya Alam, 2) Keberadaan Sumber Daya Manusia, 3) Kualitas Produk, 4) Sarana dan Prasarana, 5) Pelaksanaan Pembinaan dan 6) Lembaga Pembinaan. Faktor-faktor yang termasuk dalam kelemahan antara lain: 1) Kebijakan Pemerintah, 2) Modal Usaha, 3) Koordinasi, 4) Manajemen Usaha, 5) Informasi Pasar, 6) Penelitian dan Pengembangan dan 7) Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna. Berdasarkan analisa terhadap lingkungan pengembangan komoditas stroberi diperoleh bahwa komoditas stroberi di Kawasan Agropolitan Ciwidey masih lemah pada faktor internal (2,16) karena nilai internal kurang dari batas minimal faktor internal 2,5. Faktor kekuatan terbesar yaitu kualitas produk dengan nilai sebesar 0,32, sedangkan keberadaan sumber daya alam merupakan faktor kekuatan terkecil dengan nilai 0,11. Faktor yang menjadi kelemahan utama pada lingkungan internal yaitu faktor manajemen usaha dengan skor sebesar 0,17, sedangkan kelemahan terkecil yaitu koordinasi sebesar 0,08. Faktor-faktor eksternal yang menjadi peluang dalam pengembangan komoditas stroberi adalah 1) Peluang Ekspor/Dijual di Tempat Lain, 2) Teknologi Informasi, 3) Otonomi Daerah, 4) Tingkat Suku Bunga. 5) Ketersediaan Kredit, 6) Kesempatan Bermitra, 7) Pertumbuhan Ekonomi, 8) Standarisasi Produk. Adapun faktor-faktor yang termasuk ancaman bagi pengembangan komoditas stroberi antara lain: 1) Tingkat Inflasi, 2) Produk Sejenis dari daerah lain, 3) Keadaan Politik dan Keamanan, 4) Fluktuasi Harga dan 5) Iklim. Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal pengembangan komoditas stroberi diperoleh peluang terbesar pada komoditas stroberi yaitu Peluang ekspor/dijual ke tempat lain dan Standarisasi produk/selera konsumen (0,26). Ancaman terbesar yang sulit untuk diatasi oleh pemerintah Kabupaten Bandung dalam mengembangkan stroberi yaitu iklim (0,12). Berdasarkan pendekatan matriks TOWS, diperoleh sembilan alternatif strategi sebagai berikut 1) Pengembangan produk turunan stroberi guna peningkatan nilai tambah stroberi, 2) Perluasaan pasar untuk produk segar dan turunan stroberi, 3) Penerapan teknologi naungan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas stroberi, 4) Pembuatan peraturan dan penerapan pengawasan para pelaku usaha, 5) Pengembangan bibit stroberi, 6) Penguatan kelembagaan stroberi, 7) Bantuan langsung kepada petani, 8) Pembentukan kelompok tani dalam upaya meningkatkan kemampuan dan peran serta petani, 9) Pelaksanaan penyediaan informasi pertanian.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Agropolitan Area of Ciwidey, Bandung District, Development of Superior Commodity, Horticulture. Kawasan Agropolitan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Pengembangan Komoditas Unggulan, Hortikultura.
Subjects: Manajemen Teknologi > Manajemen Teknologi Agribisnis
Manajemen Teknologi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 24 Jul 2012 08:09
Last Modified: 24 Dec 2014 08:36
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1484

Actions (login required)

View Item View Item