Kajian manajemen teknologi usaha penangkapan benih padi: Studi kasus pada kelompok tani penangkar benih padi di kab. sawahlunto/sijunjung-sumatra barat

Basuki, Puji (2004) Kajian manajemen teknologi usaha penangkapan benih padi: Studi kasus pada kelompok tani penangkar benih padi di kab. sawahlunto/sijunjung-sumatra barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R27-01-Puji-Cover.pdf

Download (77kB)
[img]
Preview
PDF
R27-02-Puji-Abstrak.pdf

Download (70kB)
[img]
Preview
PDF
R27-03-Puji-RE.pdf

Download (73kB)
[img]
Preview
PDF
R27-04-Puji-Daftar_Isi.pdf

Download (76kB)
[img]
Preview
PDF
R27-05-Puji-Bab_1.pdf - Published Version

Download (225kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

PUJI BASUKI, 2004. Kajian Manajemen Teknologi Usaha Penangkaran Benih Padi (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Penangkar Benih Padi di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung - Sumatera Barat). Di bawah bimbingan NAZIR HARJANTO dan ANNY RATNAWATI. Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung mempunyai potensi lahan sawah seluas 20.121 Ha, diantaranya sekitar 15.000 Ha lahan sawah beririgasi dengan kebutuhan benih rata-rata setiap tahunnya adalah 1.000 ton. Dalam rangka mendukung keberhasilan usaha penangkar benih, maka penggunaan teknologi serta inovasi sangat penting karena diharapkan produksi yang dihasilkan akan lebih baik mutunya. Pengembangan manajemen teknologi meliputi komponen - komponen teknologi yang terdiri dari perangkat teknologi (Technoware), perangkat manusia (Humanware), perangkat informasi (Infoware) dan perangkat organisasi (Orgaware). Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan strategi teknologi dan strategi bisnis untuk mengembangkan kemampuan kelompok tani penangkar dalam hal produksi benih padi sesuai standar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus pada Kelompok Tani Penangkar Benih Padi di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Responden adalah anggota kelompok penangkar benih padi di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung (4 kelompok). Untuk pengkajian kemampuan teknologi responden ditentukan secara sengaja (purposif) yaitu pihak yang ahli dan berkepentingan dalam pengembangan penangkar benih. Analisis yang dilakukan adalah kajian road map, kajian manajemen teknologi, analisis kelayakan finansial, analisis sensitivitas dan analisis harga pokok produksi. Hasil pengkajian Road Map pertanian benih menunjukkan bahwa faktor - faktor yang dikaji dalam usaha penangkaran benih padi yang dilakukan oleh kelompok penangkar benih di Kabupaten Sawahlunto/ Sijunjung memenuhi syarat untuk penangkaran benih padi. Hal tersebut terlihat dari kondisi tanah mempunyai tingkat kesuburan sedang, pengairan dengan irigasi teknis yang menjamin ketersediaan air, benih pokok untuk penangkaran tersedia di Balai Benih Induk, pupuk dan pestisida tersedia di Koperasi Unit Desa dan pedagang pengecer, organisme pengganggu tanaman dikelola dengan sistem terpadu, pengemasan benih dengan standar yang menjamin kualitas benih, sarana transportasi yang tidak terkendala, pasar serta penelitian dan pengembangan yang banyak dibina oleh Dinas pertanian dan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pertanian Sumatera Barat. Indikator transformasi teknologi kelompok penangkar yang diamati, pengkajian perangkat teknologi mempunyai nilai median 3,00 yang menunjukkan tingkat kecanggihan perangkat teknologi berkisar dari mesin manual sampai dengan mesin bermotor dan mesin serbaguna. Pada nilai yang diharapkan mempunyai median 4,00. Pada perangkat manusia kemampuannya berkisar pada tingkat kemampuan mengoperasikan dan tingkat mengeset yang ditunjukkan oleh nilai median 2,75. Nilai harapan 4,50 berarti kemampuan ini dapat ditingkatkan sampai pada kemampuan mereproduksi. Perangkat informasi menunjukkan tingkat kemampuan mengenal fakta sampai menerangkan fakta yang ditunjukkan oleh median nilai pengamatan 2,875. Pada harapan nilai median sebesar 4,00 yang menunjukkan kemampuan perangkat informasi dapat lebih ditingkatkan menjadi menspesifikasikan fakta dan menggunakan fakta. Perangkat organisasi mempunyai median 3,00 yang menunjukkan bahwa kemampuan organisasi pada tingkat mencari bentuk pola kerja sampai menetapkan pola kerja dan menciptakan pola kerja. Kondisi pada harapan mempunyai median 4,00 yang berarti sesuai dengan kemampuan yang ada perangkat organisasi secara bertahap dapat ditingkatkan menjadi menciptakan pola kerja sampai melindungi pola kerja. Hasil penilaian kemampuan teknologi secara keseluruhan terhadap kelompok penangkar benih mempunyai median nilai pengamatan 1,75 yang berarti mempunyai tingkat kemampuan teknologi menuju sebanding dengan usaha sejenis di Sumatera Barat. Kemampuan ini sesuai dengan nilai harapan, maka dapat ditingkatkan menjadi menuju terbaik di Sumatera Barat untuk usaha penangkaran benih padi. Hasil penghitungan kriteria finansial menunjukkan bahwa dari ketiga alat ukur yang digunakan memperlihatkan indikator positif, yaitu NPV sebesar Rp. 261.876.995,-, Net B/C 1,97 dan IRR 14,13 persen, lebih tinggi dari tingkat bunga deposito yang berlaku (5,75%). Analisis sensitivitas yang dilakukan dengan skenario kenaikan biaya - biaya 5,06 persen dan penurunan nilai penjualan 5 persen yang terjadi secara bersamaan masih menunjukkan kriteria finansial yang positif sehingga di masa mendatang usaha penangkaran benih padi ini layak untuk dikembangkan. Akan tetapi usaha penangkaran benih ini sangat sensitif terhadap perubahan harga. Pada harga terendah Rp. 2.200,- usaha penangkaran benih tidak layak untuk dilakukan. Harga pokok produksi yang diperoleh sebesar Rp. 1.299,75,- jika dibandingkan dengan harga jual benih yang diterima kelompok maka dinilai masih menguntungkan. Berdasarkan kajian manajemen teknologi dengan memperhatikan Road Map pertanian benih pada kelompok penangkar, maka strategi yang diterapkan oleh kelompok penangkar adalah strategi memperpanjang umur teknologi (Technology Extender Strategy) dan strategi unggul harga (Price Leadership). Untuk keberlanjutan usaha kelompok harus melakukan perbaikan secara terus - menerus terutama dalam peningkatan mutu benih sehingga tidak dijumpai lagi kegagalan karena benih tidak lulus dalam uji laboratorium. Arah ke depan dalam yang harus dicapai oleh kelompok adalah unggul mutu (Quality Leadership) dengan menghasilkan benih yang lebih baik dari standar minimal yang telah ditetapkan. Untuk lebih menjamin pemasaran hasil perlu melakukan kerjasama dan kemitraan dengan produsen benih yang mempunyai kemampuan lebih baik dalam hal pemasaran. Kerjasama tersebut harus saling menguntungkan bagi kedua belah pihak terutama dalam hal penetapan harga. Dinas Pertanian perlu mengintensifkan dan menindaklanjuti temu usaha dan temu kemitraan yang pernah dilakukan misalnya dengan Bank, program bantuan UKM, Balai Penelitian dan Perguruan tinggi. Mekanisme pendanaan yang sesuai untuk pengembangan kelompok penangkar benih ke depan perlu dikaji dan sistem kerjasama operasional yang pernah dilakukan dievaluasi sehingga diketahui penyebab kegagalan dan keberhasilannya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Benih Padi, Kelompok Tani, Road Map, Manajemen Teknologi, Kelayakan Finansial, Strategi Teknologi, Strategi Bisnis, Sawahlunto/ Sijunjung
Subjects: Manajemen Teknologi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 25 Jul 2012 06:11
Last Modified: 25 Jul 2012 06:11
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1492

Actions (login required)

View Item View Item