Rancang bangun infrastruktur terminal agribisnis dki jakarta

Salim, Nasser (2001) Rancang bangun infrastruktur terminal agribisnis dki jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E5B-01-Nasser-Cover.pdf

Download (71kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-02-Nasser-Abstrak.pdf

Download (60kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-03-Nasser-RE.pdf

Download (71kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-04-Nasser-Daftar_Isi.pdf

Download (69kB)
[img]
Preview
PDF
E5B-05-Nasser-Bab1.pdf - Published Version

Download (217kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Nasser Salim (2001), Rancang Bangun Infrastruktur Terminal Agribisnis DKI Jakarta. Dibawah bimbingan E. Gumbira Sa'id dan Nazir Harjanto. Pasar Induk Kramat Jati sebagai satu - satunya Terminal Agribisnis DKI Jakarta mempunyai kekurangan dibandingkan Terminal Agribisnis di negara lain yaitu, Pasar Induk Kramat Jati tidak memisahkan pedagang grosir dan pedagang pengecer, produk yang diperdagangkan belum dibersihkan, belum menjalani proses sortasi, pengkelasan dan belum dikemas dengan baik. Alat transportasi yang digunakan adalah kendaraan bak terbuka dan areal bongkar muat di Pasar Induk Kramat Jati juga terbuka sehingga produk langsung terkena panas dan hujan yang menyebabkan produk cepat rusak. Karena produk belum dikemas dengan baik serta proses pembersihan, sortasi dan grading dilakukan di kios yang relatif kecil, menyebabkan sampah berserakan di sekitar kios hingga ke jalan. Menimbang luasnya wilayah Indonesia dan tersebarnya sentra produksi, sudah saatnya Indonesia memiliki sejumlah wholesale market atau Terminal Agribnisnis yang dapat mendukung ekspor produk agribisnis Indonesia. Jika dibandingkan dengan terminal agribisnis dinegara lain maka Jakarta membutuhkan sebuah terminal agribnisnis yang dapat memnuhi kebutuhan pasar lokal dan ekspor, dengan sistem manajemen yang lebih baik, efisiendan efektif serta bangunan fisik yang dapat mengakomodasi perdagangan dengan baik. Berdasarkan kajian Soelistianto (2001) mengenai Kajian Strategi Teknologi dalam Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati Menjadi Terminal Agribisnis, Pasar Induk Kramat Jati tidak mungkin menerapkan sistem prosedur yang baik seperti Melbourne Market sehingga alternatif untuk membangun terminal agribisnis di lokasi yang baru sangat memungkinkan. Permasalahan dalam disain fisik terminal agribisnis adalah bagaimana sistem transaksi jual beli yang diberlakukan, fasilitas pendukung apa saja yang diperlukan, bagaimana alur sirkulasi orang dan barang di dalam terminal agribisnis, serta disain fisik terminal agrisbisnis yang baik dan cocok untuk DKI Jakarta. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan disain fisik terminal agribisnis dengan fasilitas pendukung minimal agar dapat beroperasi dengan baik dan memenuihi syarat pasar modern. Penelitian dilakukan pada disain hipotetik terminal agribsinis untuk DKI Jakarta dengan melakukan patokduga pada terminal agribisnis di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia. Penelitian mengkaji kebutuhan sarana dan prasarana pendukung terminal agribisnis dengan membandingkan antara Pasar Induk Kramat Jati dengan terminal agribisnid di negara lain yaitu Pasar Borong Malaysia, Pasir Panjang Wholesale Market Singapura, Talaad Thai Thailand, Melbourne Market, Sydney Market serta Adelaide Market di Australia, serta kebutuhan minimal sebuah terminal agribisnis yang cocok untuk DKI Jakarta. Analisis dilakukan dengan analisa deskriptif yang menitikberatkan pada disain infrastruktur fisik terminal agribisnis. Terminal agribisnis yang cocok untuk DKI Jakarta adalah terminal agribisnis dengan sistem transaksi tawar menawar, yang membutuhkan kios-kios untuk perdagangan produk agribisnis. Produk yang diperdagangkan sudah menjalani proses pencucian, sortasi, pengkelasan damn dikemas dengan baik. Terminal agaribisnis menyediakan tempat untuk pencucian, sortasi, pengkelasan dan pengkemasan. Termianal agaribisnis juga menyediakan gudang dan cold storage yang dapat disewa oleh pedagang untuk menyimpan produknya. Kendaraaan yang digunakan mulai dari pick up, truk kecil, truk besar hingga truk peti kemas yang memerlukan lebar jalan dan areal parkir yang memadai. Konstruksi terminal agribisnis merupakan konstruksi tertutup dengan area bongkar muat yang memadai dan produk yang dibongkar terhindar dari panas dan hujan untuk menghindari kerusakan. Pedagang grosir besar dikumpulkan dalam satu bangunan besar ber AC dengan bagian depan merupakan ruang pamer yang menghadap ke jalan pembeli dan bagian belakang merupakan gudang yang langsung terhubung dengan areal parkir untuk bongkar muat. Kantor pedagang grosir besar dibuat diatas ruang pamer. Bangunan ini dapat dijadikan tempat pameran dan promosi produk agribisnis. Pedagang grosir kecil dikumpulkan dalam satu blok bangunan besar berbentuk hanggar dengan fasilitas parkir dan bongkar muat disekeliling bangunan. Terminal agribisnis yang direncanakan mempunyai fasilitas pendukung yang memadai yaitu sebuah kantor pengelola dengan ruang pertemuan serta pusat informasi pasar, toko penjualan perlengkapan pendukung seperti dos kemasan, plastik dan lain - lain, wartel, bank, kantor perwakilan dari instansi terkait dengan operasional terminal agribisnis yaitu departemen pertanian, departemen perindustrian dan perdagangan, kantor pengawasan mutu, penyewaan kendaraan angkutan, peralatan bongkar muat, yang ditempatkan pada blok bangunan pendukung berupa ruko. Fasilitas lainnya seperti bangunan gudang dan cold storage, WC, kafetaria, mushola, gardu listrik, rumah kabel telpon, reservoir air, pos satpam,, hidrant, bangunan pengolah limbah ditempatkan di tempat yang layak dan mudah terjangkau. Terminal agribnisnis juga diberi pagar sekeliling dengan pagar besi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Infrastruktur yang direncanakan merupakan infrastruktur minimal untuk terminal agribisnis agar dapat beroperasi dengan baik, sesuai dengan perkembangannya dapat diperluas dan ditambahkan fasilitas lain yang dibutuhkan. Pembangunan dapat dibuat bertahap, untuk mengakomodasi kebutuhan lima tahun kedepan cukup dibangun satu blok grosir besar dan satu blok grosir kecil. Dengan luas tanah yang ada, terminal agribisnis dapat dikembangkan untuk sepuluh tahun kedepan. Disarankan organisasi manajemen pengelola dimulai dengan kebutuhan minimal dan akan berkembang sesuai perkembangan terminal agribisnis. Kegiatan pendukung operasional terminal agribisnis seperti pengelolaan parkir, kebersihan, gudang dan cold strorage serta angkutan dapat dikelola oleh pihak swasta. Perlu dilakukan pengkajian analisa mengenai dampak lingkungan yang teliti dan benar untuk menghindari dampak negatif dengan dibangunnya terminal agribisnis.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Terminal Agribisnis, Pasar Induk Kramat Jati, Area perdagangan, Pedagang grosir, Volume perdagangan, Fasilitas pendukung
Subjects: Manajemen Teknologi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 25 Jul 2012 06:16
Last Modified: 25 Jul 2012 06:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1493

Actions (login required)

View Item View Item