Kajian strategi teknologi dalam pengembangan pasar induk keramat jati menjadi terminal agribisnis (patok duga dari melbourne market australia)

Noegroho Soelistianto, Hary (2001) Kajian strategi teknologi dalam pengembangan pasar induk keramat jati menjadi terminal agribisnis (patok duga dari melbourne market australia). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E5A-Hari-Cover.pdf

Download (75kB)
[img]
Preview
PDF
E5A-Hari-RE.pdf

Download (83kB)
[img]
Preview
PDF
E5A-Hari-Daftar_Isi.pdf

Download (75kB)
[img]
Preview
PDF
E5A-Hari-Bab1.pdf - Published Version

Download (224kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Hary Noegroho Soelistianto (2001), Kajian Strategi Teknologi Dalam Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati Menjadi Terminal Agribisnis (Patok Duga Dari Melbourne Market Australia), Pembimbing E. Gumbira - Sa'id dan Agus Maulana. Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang terkait dengan agribisnis, akan tetapi keunggulan tersebut masih terbatas pada keunggulan komparatif. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan pengelolaan sektor agribisnis yang terpadu. Terminal agribisnis sebagai salah satu fasilitas pemasaran untuk memenuhi kebutuhan perdagangan modern diperlukan untuk mengatasi keterbatasan yang ada pada fasilitas pemasaran sekarang. Untuk itu PD. Pasar Jaya berencana untuk mengembangkan Pasar Induk Kramat Jati menjadi terminal agribisnis. Dalam pengembangan terminal agribisnis tersebut strategi teknologi menjadi sesuatu yang sangat penting mengingat ada perbedaan yang mendasar antara terminal agribisnis dengan pasar induk. Permasalahan yang terkait dengan strategi teknologi dalam pengembangan terminal agribisnis adalah bagaimana status penerapan teknologi PD. Pasar Jaya, khususnya Pasar Induk Kramat Jati pada saat ini, teknologi seperti apa yang dapat digunakan untuk operasionalisasi terminal agribisnis yang berstandar internasional di masa yang akan datang, antisipasi strategi apa yang harus dilakukan jika terdapat perbedaan antara kondisi Pasar Induk Kramat Jati saat ini dengan kebutuhan minimal maupun harapan. Pengembangan dan pengelolaan terminal agribisnis diasumsikan dilakukan oleh PD. Pasar Jaya melalui alternatif pengembangan Pasar Induk Kramat Jati menjadi Terminal Agribisnis di wilayah DKI Jakarta. Untuk itu penelitian difokuskan pada pengkajian alternatif strategi teknologi dalam rencana operasionalisasi terminal agribisnis yang akan dikembangkan tersebut, sedangkan implementasinya diserahkan sepenuhnya kepada PD. Pasar Jaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji hal-hal yang mendasari strategi teknologi dalam perencanaan operasionalisasi terminal agribisnis, mengidentifikasi faktor - faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan penerapan teknologi dalam operasionalisasi terminal agribisnis, memberikan rekomendasi pilihan strategi teknologi yang diperlukan dalam operasionalisasi terminal agribisnis bagi PD. Pasar Jaya. Tata cara yang digunakan untuk penelitian strategi teknologi dalam operasionalisasi terminal agribisnis menggunakan metode deskriptif. Data primer dikumpulkan dengan metode Science and Technological Management Information System (STMIS) dengan menggunakan kuesioner agar dapat menilai indikator kemampuan teknologi, indikator transformasi teknologi serta prospek dari suatu restrukturisasi strategi. Kuesioner diberikan kepada pakar, pengguna serta manajemen PD. Pasar Jaya yang memiliki kapasitas pengetahuan mengenai terminal agribisnis serta mampu memberikan penilaian mengenai PD. Pasar Jaya dan Pasar Induk Kramat Jati serta Melbourne Market Authority dan ditetapkan secara sengaja (purposive sampling). Responden yang terlibat adalah Ir. M. Zahrul Muttaqin, MM, Ir. Abdul Harizt Intan, MM, Drs. Syahrir Tanjung, MBA, Drs. Roedjito, Ir. Tatang Hadinata dan Dr. Ir. Kaman Nainggolan. Jenis dan sumber data yang dikumpulkan meliputi sumber data internal ( PD. Pasar Jaya khususnya Pasar Induk Kramat Jati) dan eksternal ( Melbourne Market Australia, Aalsmeer Flower Auction dan sebagainya). Pengolahan data dilakukan dengan dua cara kualitatif dan kuantitatif. Pengolahan data secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan statistik non parametrik. Hal tersebut dilakukan karena sampel bersifat independen dan dimiliki oleh populasi - populasi yang sama. Metode yang digunakan adalah Kruskal - Wallis dan metode Chi - square statistik. Kedua metode tersebut digunakan karena memenuhi kebutuhan dalam pengolahan data yang ada. Ada perbedaan yang sangat besar antara komponen teknologi yang dimiliki oleh PD. Pasar Jaya, khususnya Pasar Induk Kramat Jati, dengan kebutuhan operasional minimum Terminal Agribisnis, terlebih dengan praktek terbaik yang diwakili oleh Melbourne Market pada setiap komponen di atas. Kecanggihan komponen teknologi yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati secara aktual baru dapat diklasifikasikan antara rendah dan sedang. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai median sebesar 3.0 yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati, sedangkan kebutuhan minimal akan kecanggihan teknologi dalam pengoperasian Terminal Agribisnis berupa teknologi yang tergolong tinggi. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai median dari kebutuhan minimal operasional Terminal Agribisnis sebesar 5.7. Di lain pihak, kecanggihan teknologi dalam pengoperasian Terminal Agribisnis yang dimiliki oleh praktek terbaik yang diwakili oleh Melbourne Market termasuk dalam kategori tinggi sampai dengan tertinggi dengan nilai median sebesar 7.0. Ada perbedaan yang sangat besar antara komponen sumber daya manusia yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati dengan kebutuhan operasionalisasi Terminal Agribisnis. Kecanggihan komponen sumber daya manusia yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati baru dapat diklasifikasikan antara rendah hingga sedang. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai median sebesar 3.0 yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati, sedangkan kebutuhan minimal yang dikehendaki dalam pengoperasian Terminal Agribisnis berupa sumber daya manusia yang tergolong tinggi yang ditunjukkan oleh nilai median sebesar 6.0. Praktek terbaik yang ada (Melbourne Market) memiliki komponen sumber daya manusia yang dapat diklasifikasikan tinggi hingga tertinggi yang ditunjukkan oleh nilai median sebesar 7.0. Ada perbedaan yang sangat besar antara komponen informasi yang dimiliki oleh PD. Pasar Jaya khususnya dalam pengoperasian Pasar Induk Kramat Jati dengan kebutuhan minimum operasionalisasi Terminal Agribisnis, terlebih dengan praktek terbaik yang diwakili oleh Melbourne Market Australia. Kecanggihan komponen informasi yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati secara aktual baru dapat diklasifikasikan antara rendah dan sedang, hal tersebut ditunjukkan oleh nilai median sebesar 3 yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati, sedangkan kebutuhan minimal akan kecanggihan informasi dalam pengoperasian Terminal Agribisnis berupa informasi yang tergolong tinggi hingga tertinggi yang ditunjukkan oleh nilai median 7.25 untuk minimal operasionalisasi serta nilai median 8 untuk komponen informasi yang dimiliki oleh praktek terbaik (Melbourne Market). Tingkat kecanggihan organisasi yang ada di Pasar Induk Kramat Jati masih tergolong dalam kategori rendah sampai sedang. Hal tersebut ditandai dengan nilai median 3.2, sedangkan kebutuhan akan kecanggihan organisasi dalam pengoperasian Terminal Agribisnis berkisar tinggi hingga tertinggi yang ditandai dengan nilai median 7 hingga 8. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar antara komponen organisasi yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati dengan komponen organisasi yang diperlukan dalam pengoperasian terminal agribisnis. Secara umum kemampuan teknologi yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati baru berkisar kemampuan dasar (nilai median 2.2), sedangkan kemampuan teknologi yang diperlukan dalam pengoperasian terminal agribisnis minimal adalah kemampuan sedang sampai lanjut (nilai median 5.5) sedangkan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh praktek terbaik yang ada adalah kemampuan super (nilai median 8). Peningkatan kemampuan teknologi mutlak harus dilakukan sesuai kebutuhan dalam pengembangan terminal agribisnis. Ada perbedaan prospek diantara beberapa kemungkinan pilihan strategi teknologi yang dapat dilakukan oleh PD. Pasar Jaya yang terkait dengan Pasar Induk Kramat Jati apabila akan membangun serta mengoperasikan terminal agribisnis. Perbedaan prospek tersebut secara aktual adalah, apabila akan melakukan pilihan strategi memperpanjang umur teknologi menuju pemanfaatan teknologi maka prospek yang dimiliki oleh PD. Pasar Jaya termasuk dalam kategori sulit hingga menjanjikan (nilai median 5.5). Pilihan ini adalah dimulai dengan strategi memperpanjang umur teknologi melalui penggunaan teknologi obsolete (kuno), berlanjut pada strategi selanjutnya yaitu strategi pemanfaatan teknologi melalui adopsi teknologi secara efektif. Pilihan strategi selanjutnya adalah pemanfaatan teknologi menuju pengikut teknologi dengan prospek bagi PD. Pasar Jaya masuk dalam kategori sulit (nilai median 4.2). Pilihan ini berawal dari strategi pemanfaatan teknologi untuk berlanjut pada strategi pengikut teknologi dengan secara kreatif meniru teknologi maju berdasarkan lisensi teknologi dalam rangka melayani pasar tertentu di lingkungan perdagangan internasional. Pilihan berikutnya adalah pengikut teknologi menuju unggul teknologi dengan prospek bagi PD. Pasar Jaya termasuk dalam kategori suram hingga sulit (nilai median 3.5). Pilihan ini diawali dengan strategi pengikut teknologi dan diarahkan pada strategi selanjutnya yaitu strategi unggul teknologi dengan secara aktif memperkenalkan teknologi baru hasil pengembangan sendiri untuk melayani segemen pasar bernilai pasar tinggi. Pilihan strategi selanjutnya adalah mempertahankan keunggulan teknologi yang merupakan strategi dari praktek terbaik atau pemimpin pasar. Prospek strategi ini apabila ingin dilaksanakan oleh PD. Pasar Jaya masuk dalam kategori suram (nilai median 2.2). Strategi tersebut dilaksanakan dengan selalu berinovasi baik dari sisi produk maupun proses untuk dapat tetap menjaga posisinya sebagai pemimpin pasar. Pilihan strategi tersebut tidak mungkin dilakukan oleh PD. Pasar Jaya. Dari hasil perhitungan dihasilkan hubungan antara indikator transformasi teknologi dengan indikator kemampuan teknologi bersifat bebas atau tidak saling mempengaruhi.Terdapat dua alternatif pilihan strategi yang dapat digunakan oleh PD. Pasar Jaya dalam rangka mengembangkan serta mengoperasikan Terminal Agribisnis. Pilihan pertama adalah menggunakan strategi memperpanjang umur teknologi menuju pemanfaatan teknologi dengan prospek yang dimiliki oleh PD. Pasar Jaya termasuk dalam kategori sulit hingga menjanjikan. Pilihan strategi ini sangat memungkinkan mengingat pengalaman sejak tahun 1974 yang dimiliki oleh PD. Pasar Jaya dalam mengelola Pasar Induk Kramat Jati terlebih dengan berawal dari menggarap pasar lokal hanya segmen pasarnya yang berbeda dengan Pasar Induk Kramat Jati. Pilihan kedua adalah menggunakan strategi pemanfaatan teknologi menuju pengikut teknologi dengan prospek yang dimiliki oleh PD. Pasar Jaya termasuk dalam kategori sulit. Pilihan strategi di atas sulit dilaksanakan mengingat pasar yang dimasuki adalah pasar internasional yang menuntut standarisasi komoditas sebagai sesuatu yang baru bagi PD. Pasar Jaya. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah PD. Pasar Jaya telah memiliki dan menguasai perangkat teknologi yang sesuai dengan pengoperasian pasar induk di Indonesia. Akan tetapi perangkat teknologi yang digunakan dalam pengoperasian Pasar Induk Kramat Jati berbeda dengan kebutuhan akan perangkat teknologi dalam pengoperasian terminal agribisnis. Terdapat perbedaan yang cukup besar antara komponen teknologi serta kemampuan teknologi yang dimiliki oleh Pasar Induk Kramat Jati dengan kebutuhan minimal maupun harapan dalam pengoperasian terminal agribisnis. Pengkajian terhadap keterkaitan antara indikator transformasi teknologi dengan indikator kemampuan teknologi bersifat bebas (tidak salaing bergantung). Pilihan strategi yang dapat dilakukan yang memiliki kesesuaian dengan perangkat maupun kemampuan teknologi yang dimiliki oleh PD. Pasar Jaya dalam mengoperasikan terminal agribisnis yaitu strategi memperpanjang umur teknologi menuju pemanfaatan teknologi serta strategi pemanfaatan teknologi menuju pengikut teknologi. Disarankan dalam pengembangan Pasar Induk Kramat Jati menjadi terminal agribisnis manajemen teknologi mutlak harus dilaksanakan terutama terkait dengan tingginya kecanggihan perangkat teknologi maupun kemampuan teknologi yang menjadi kebutuhan dalam pengoperasian terminal agribisnis serta perlu dipertimbangkan aspek - aspek politik, hukum/perundang - undangan, ekonomi serta perniagaan / bisnis.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Terminal Agribisnis, PD. Pasar Jaya, Pasar Induk Kramat Jati, Manajemen Teknologi, Strategi Teknologi
Subjects: Manajemen Teknologi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 26 Jul 2012 07:05
Last Modified: 26 Jul 2012 07:05
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1496

Actions (login required)

View Item View Item