Pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan di industri manufaktur yang berpotensi bangkrut

Saputra, Windi Prima (2010) Pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan di industri manufaktur yang berpotensi bangkrut. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R37-01-Windi-Cover.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
R37-02-Windi-Abstract.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
PDF
R37-03-Windi-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
R37-04-Windi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
PDF
R37-05-Windi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (646kB)

Abstract

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia berpengaruh pada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, termasuk didalamnya perusahaan-perusahaan yang memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank XYZ. Sebagaimana diketahui pada kondisi krisis potensi pemburukan kualitas kredit sangat mudah terjadi. Potensi pemburukan kualitas kredit sendiri dapat dilihat dari potensi kebangkrutan dari perusahaan tersebut yaitu dengan analisis Z-Score Altman. Salah satu sektor industri yang terkena krisis global adalah industri manufaktur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri manufaktur nasional pada kuartal IV 2008 tumbuh 2,06 % jika dibandingkan dengan kuartal yang sama 2007. Namun, jika dibandingkan dengan kuartal III 2008 industri manufaktur nasional justru tumbuh minus 2,76 %. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur, diantaranya adalah diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) No 2 Tahun 2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) namun tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan industri ini. Oleh sebab itu, pertumbuhan industri manufaktur diperkirakan hanya tumbuh 2% pada masa-masa yang akan datang. Melihat kondisi diatas penting untuk dianalisis bagaimana kinerja perusahaan-perusahaan dalam industri manufaktur, khususnya yang mendapatkan fasilitas kredit dari perbankan. Faktanya dalam menghadapi krisis sebagian besar perusahaan biasanya melakukan tindakan penyelamatan dengan menambah modal kerja dari berbagai sumber pendanaan baik internal maupun eksternal untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Permasalahan modal kerja menjadi sangat krusial bagi perusahaan karena pada kondisi saat ini pengelolaan modal kerja yang baik erat hubungannya dengan profitabilitas. Salah satunya sumber pendanaan modal kerja perusahaan adalah dari sumber perbankan, hal ini menyebabkan perbankan dihadapkan pada risiko hutang tak tertagih terlebih pada kondisi krisis saat ini. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut : a) Apakah perusahaan-perusahaan industry manufaktur existing (hubungan dengan Bank XYZ sebelum tahun 2009) berpotensi bangkrut?; b) Bagaimana pengaruh modal kerja dengan profitabilitas perusahaan?; c) Apa yang menyebabkan kondisi perusahaan dalam industri manufaktur berpotensi bangkrut?. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah a) Mengidentifikasi perusahaan-perusahaan existing di BANK XYZ yang berpotensi bangkrut; b)Menganalisis pengaruh modal kerja dengan profitabilitas perusahaan; c) Menganlisis faktor yang menyebabkan kinerja keuangan perusahaan dalam industri manufaktur berpotensi bangkrut. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada beberapa hal meliputi sampel data dari perusahaan-perusahaan industri manufaktur yang mempunyai hubungan dengan BANK XYZ sebelum tahun 2009 yang terdapat dalam sektor Korporasi divisi bisnis umum Bank BANK XYZ. Terdapat 22 perusahaan dari ±29 perusahaan (corporasi) divisi bisnis umum Bank BANK XYZ yang bisa dijadikan sebagai objek dalam penelitian. Pendekatan penelitian ini adalah dengan pendekatan studi kasus kepada 22 perusahaan tersebut. Dari data yang ada memperlihatkan sebagian besar perusahaan-perusahaan tersebut bukan perusahaan public maka pemilihan model Z-Score Altman yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini adalah model Z’= 0,717X1 + 0,847X2 + 3,107X3 + 0,42X4 + 0,958X5. Teknik pengambilan data dan informasi dilakukan dengan mengambil data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan, laporan dan catatan-catatan yang dibuat oleh perusahaan yang diberikan kepada PT Bank XYZ (persero), data statistik, kajian penelitian terdahulu dan publikasi pada berbagai media yang digunakan sebagai informasi pembanding dan referensi penelitian. Metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat kebangkrutan perusahaan menggunakan model Z-Score Altman. Untuk pengujian secara statistik untuk melihat pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian memperlihatkan ketergantungan hutang yang besar, porsi fixed aset yang besar atau porsi current asset yang kecil serta pengelolan modal kerja yang tidak bijaksana, menyebabkan perhitungan dalam analisis Z’-Score dominan dengan klasifikasi rawan bangkrut. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus menjaga likuiditas perusahaan untuk mengurangi potensi kebangkrutan. Hal ini sesuai dengan penelitian Tucker dan Moore (2000) yaitu analisis piutang usaha terhadap kebangkrutan perusahaan dengan memperhatikan rasio piutang usaha terhadap total hutang. Dalam hasil penelitiannya, menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki jumlah piutang usaha lebih besar dibandingkan total hutang terbukti aman dari kebangkrutan sedangkan perusahaan yang memiliki hutang usaha yang terbesar pada total kewajibannya merupakan perusahaan yang sulit untuk direorganisasi. Ada indikasi bahwa perusahaan pada periode penelitian ini dalam kondisi bargaining yang lemah, namun untuk mempertahankan kontinuitas penjualan, hal ini terpaksa dilakukan. Kondisi sampai dengan awal tahun 2010 memperlihatkan bahwa dari 22 perusahaan yang menjadi objek penelitian 8 diantaranya atau 36,4% (PT KRW, PT BKR, PT HS, PT LM, PT TM, PT TMS, PT FPS, PT SLT) sudah menunggak dalam membayar kewajiban sehingga kolektibilitas perusahaan tersebut turun menjadi non performing loan. Hal ini membuktikan bahwa model Z’-score cukup efektif untuk dapat memprediksi kebangkrutan 2 tahun kedepan sebelum terjadinya kebangkrutan yang sebenarnya. Dari hal ini dapat disimpulkan 1) selama tiga periode terakhir memperlihatkan bahwa perusahaan dengan klasifikasi rawan bangkrut mendominasi dari 22 Perusahaan manufaktur Divisi Bisnis Umum BANK XYZ.; 2) Variabel modal kerja yang terdiri dari, financial debt ratio, fixed asset ratio, number of days receivable, number of days payable secara bersama-sama mempunyai pengaruh linier yang signifikan terhadap EBIT rasio; 3) Hal utama yang mempengaruhi kinerja perusahaan memburuk adalah ketergantungan yang besar terhadap hutang dan porsi fixed aset yang besar namun tidak produktif serta pengelolaan modal kerja yang tidak bijaksana pada periode krisis, menyebabkan industri manufaktur mengalami kendala yang cukup hebat dalam mempertahankan kinerjanya. Implikasi managerialnya adalah bagi pihak bank melihat kondisi diatas manajemen Bank XYZ harus mulai mengambil langkah penyelamatan terhadap 22 perusahaan yang menjadi objek penelitian mengingat kondisi rawan bangkrut mendominasi dari kinerja 22 perusahaan tersebut. Langkah yang disarankan untuk pencegahan pemburukan kualitas kredit adalah dengan mengurangi jumlah kredit yang diberikan atau menurunkan plafond pinjaman perusahaan-perusahaan industri manufaktur. Dengan mengurangi hutang bank berarti financial debt rasio perusahaan akan semakin kecil sehingga akan mengurangi potensi kebangkrutan. Bagi pihak perusahaan untuk dapat bertahan dalam menghadapi krisis, dengan melihat pada uji statistik, maka para manajer keuangan perusahaan sebaiknya memperhatikan variabel yang masuk dalam regresi yaitu variabel financial debt ratio, fixed assets ratio, number of days accounts receivable dan number of days accounts payable. Dari variabel tersebut keputusan terbaik untuk mencegah kebangkrutan dan mencegah terhambatnya cash flow perusahaan adalah dengan menurunkan hutang perusahaan baik hutang usaha maupun hutang lancar lainnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Manufacturing Company is Listed in The General Business Division Bank XYZ, Working Capital Management, Discriminant Analisis, Case Study. Industri Manufaktur, Divisi Bisnis Umum Bank XYZ, Manajemen Financial, Strategi Pengelolaan Modal Kerja, Discriminant Analisis, Studi Kasus.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 26 Jul 2012 07:16
Last Modified: 14 Jun 2016 02:42
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1497

Actions (login required)

View Item View Item