Kajian manajemen teknologi produk pestisida pada PT Dharma guna wibawa chemicals

Joharman, Tomando (2010) Kajian manajemen teknologi produk pestisida pada PT Dharma guna wibawa chemicals. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R41-01-Tomando-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
R41-02-Tomando-Abstrak.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img]
Preview
Text
R41-03-Tomando-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (389kB)
[img]
Preview
Text
R41-04-Tomando-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (339kB)
[img]
Preview
Text
R41-05-Tomando-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (664kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Indonesia memiliki potensi daya saing komparatif dengan negara-negara lain khususnya pada sektor pertanian. Dengan jumlah penduduk sekitar 220 juta jiwa (BPS, 2009) dan terus bertambah. Indonesia dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan pokok pangan penduduknya melalui sektor pertanian. Menurut Departemen Pertanian (2009), terjadi peningkatan luas areal panen dan jumlah produksi untuk sub sektor tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura. Peningkatan produksi untuk ketiga sub sektor tersebut secara nasional, salah satunya diakibatkan oleh faktor penggunaan bahan kimia perlindungan tanaman atau pestisida dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Berdasarkan data BPS (2009), pada petani padi terjadi peningkatan penggunaan pestisida per musim tanam untuk setiap satu hektar tanaman padi. Berdasarkan perkembangan tersebut, maka industri bahan kimia perlindungan tanaman atau pestisida merupakan salah satu industri yang strategis untuk menunjang terpenuhinya kebutuhan pokok secara nasional melalui swasembada pangan. Menurut Deptan (2009), di Indonesia jumlah produk pestisida yang terdaftar telah meningkat tajam hingga 2000 persen sejak berdirinya Komisi Pestisida pada tahun 1970. Pada tahun 1970, pestisida yang terdaftar baru berjumlah 40 produk, sementara pada tahun 2008 meningkat jumlahnya menjadi 900 produk. Kondisi di atas menunjukkan persaingan yang semakin ketat antar pelaku industri pestisida. PT. Dharma Guna Wibawa Chemicals (PT. DGWC) merupakan salah satu pelaku dalam industri pestisida di Indonesia. Sejak berdirinya pada tahun 2004, PT. DGWC telah turut meramaikan persaingan dalam industri pestisida di Indonesia. PT. DGWC merupakan anak perusahaan dari PT. Dharma Guna Wibawa (PT. DGW). PT. DGWC merupakan perusahaan joint venture antara induk perusahaan PT. DGW dengan Hextar Chemicals Sdn, Bhd. Dalam aktivitas produksinya, PT. DGWC mendapatkan bahan baku dari Hextar Chemicals. Kemudian bahan tersebut diolah dengan proses pengenceran dan penambahan formula untuk kemudian dipasarkan. Pemasaran produk dilakukan oleh induk perusahaan PT. DGW. PT. DGWC hanya manufaktur produk-produk pestisida. Produk yang dihasilkan oleh PT. DGWC saat ini berjumlah 21 produk dengan kategori 11 produk Insektisida dan 10 produk Herbisida. Meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk PT. DGWC, membuat perusahaan mengambil langkah besar dengan melakukan pemindahan lokasi pabrik. Lokasi pabrik yang sebelumnya di daerah Sunter ( ± 3.000 m2 ) dipindah ke kawasan Jababeka III ( ± 10.000 m2 ), Cikarang – Bekasi. Pemindahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan areal dan kapasitas pabrik. Meskipun demikian, perluasan areal dan peningkatan kapasitas produksi tersebut menuntut kesiapan internal perusahaan, terutama dukungan dari seluruh karyawan. Kesiapan internal perusahaan dalam mengoptimalkan kegiatan operasional perusahaan perlu didukung dengan penerapan manajemen teknologi. Penerapan manajemen teknologi dalam perusahaan mencakup indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi. Indikator transformasi teknologi terdiri dari komponen perangkat teknologi (technoware), perangkat sumber daya manusia (humanware), perangkat teknologi informasi (infoware) dan perangkat organisasi perusahaan (orgaware). Sementara indikator kemampuan teknologi terdiri dari kemampuan operatif, kemampuan akuisitif, kemampuan pendukung dan kemampuan inovatif. Kajian manajemen teknologi di PT. DGWC penting dilakukan saat ini, untuk mengetahui posisi perusahaan dan tingkatan teknologi yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. Hasil dari kajian ini diperlukan untuk merumuskan suatu perencanaan pengelolaan teknologi dalam mengembangkan strategi teknologi. Dengan demikian perusahaan diharapkan akan mampu menghasilkan rangkaian kegiatan produksi yang efektif dan efisien dengan produk yang bermutu secara konsisten. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode “Manual Indicator of Technology Industry” yang dikembangkan dalam Proyek STMIS atau Science and Technological Management Information Systems dengan menggunakan dua indikator yaitu indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi. Tabulasi searah digunakan untuk menghitung median dan kisaran untuk membandingkan indikator transformasi teknologi dengan indikator kemampuan teknologi. Melalui pengujian dengan metode uji Mann-Whitney selanjutnya dilakukan analisa perbandingan antara nilai dari hasil pengamatan (P) dan nilai harapan (H) untuk setiap kategori indikator. Untuk melihat ada tidaknya hubungan antara indikator transformasi teknologi dengan indikator kemampuan teknologi digunakan tabulasi silang untuk menyusun tabel kontingensi, dan selanjutnya dilakukan pengujian hubungan kedua indikator transformasi dan kemampuan teknologi menggunakan statistik non parametrik dengan uji Chi-Square. Kedua indikator diuji apakah memenuhi hipotesis nol (Ho) yaitu kedua indikator bersifat independen (atau bebas), atau memenuhi hipotesa alternatif (H1) yaitu kedua indikator saling mempengaruhi. Hasil pengolahan data melalui program Minitab 14 for Windows dengan menggunakan uji Mann-Whitney terlihat bahwa nilai probabilitas yang diperoleh sebesar 0,3013 pada taraf nyata 0,05 (α = 5 %). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesa nol (Ho) diterima. Tingkat kecanggihan perangkat teknologi yang digunakan perusahaan saat ini tidak berbeda nyata dengan harapan perusahaan. Dengan kata lain, saat ini penggunaan perangkat teknologi dalam proses produksi pestisida di PT. DGWC mendekati kondisi yang diharapkan. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa penilaian perangkat teknologi untuk menghasilkan pestisida yang dimiliki PT. DGWC memiliki nilai median pengamatan sebesar tiga (3). Hal ini berarti perangkat teknologi yang digunakan PT. DGWC untuk memproduksi pestisida berada pada kategori memanfaatkan mesin-mesin manual sampai dengan memanfaatkan mesin-mesin serbaguna Sementara itu perusahaan mengharapkan perangkat teknologi berada pada median empat (4). Hal ini menunjukkan perusahaan mengharapkan perangkat teknologi yang digunakan berada pada kategori memanfaatkan mesin-mesin bermotor sampai dengan memanfaatkan mesin-mesin khusus. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai probabilitas yang diperoleh sebesar 0,0206 pada taraf nyata 0,05 yang menunjukkan Ho ditolak. Hal tersebut berarti kondisi perangkat manusia yang dimiliki perusahaan saat ini berbeda nyata dengan harapan perusahaan. Dengan kata lain, kondisi sumber daya manusia yang ada saat ini masih dibawah dari harapan perusahaan. Berdasarkan hasil penilaian perangkat manusia terlihat bahwa kondisi perangkat manusia yang ada saat ini berada pada median 6. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sumber daya manusia dengan kemampuan mereproduksi hingga menyempurnakan. PT. DGWC sendiri mengharapkan sumber daya manusia dengan kemampuan mengadaptasi hingga inovasi (median 7). Berdasarkan hasil pengolahan data penilaian perangkat informasi pada PT. DGWC, dapat diketahui bahwa nilai probabilitas hasil uji Mann-Whitney diketahui sebesar 0,3035 pada taraf nyata 0,05. Nilai ini menunjukkan bahwa Ho diterima yang artinya kondisi perangkat informasi yang digunakan perusahaan saat ini tidak berbeda nyata dengan kondisi yang diharapkan perusahaan. Dengan kata lain perangkat informasi yang ada di perusahaan saat ini mendekati kondisi yang diharapkan. Perusahaan saat ini menggunakan perangkat informasi pada tahap menggunakan fakta hingga tahap menggeneralisasi fakta (median 6). Perusahaan sendiri mengharapkan perangkat informasi yang digunakan sudah pada tahap memahami fakta hingga tahap mengkaji fakta (median 7). Hasil pengolahan data menggunakan uji Mann-Whitney dengan program Minitab 14 for Windows nilai probabilitas yang diperoleh sebesar 0,0470 pada taraf nyata 0,05 menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil ini menggambarkan bahwa kondisi perangkat organisasi yang ada di perusahaan saat ini berbeda nyata dengan kondisi yang diharapkan perusahaan. Berdasarkan hasil pengamatan pengkajian perangkat organisasi diperoleh nilai median sebesar 5. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perangkat organisasi yang digunakan perusahaan saat ini sampai pada tahapan menciptakan pola kerja hingga menstabilkan pola kerja. Sementara harapan perangkat organisasi yang diinginkan perusahaan berada pada median 6. Nilai median tersebut menunjukkan perusahaan membutuhkan perangkat organisasi yang telah sampai pada tahapan melindungi pola kerja hingga memapankan pola kerja. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan program Minitab 14 for Windows diperoleh bahwa penilaian indikator kemampuan teknologi yang saat ini dimiliki PT. DGWC berada pada median 2,5. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kemampuan teknologi yang dimiliki PT. DGWC saat ini terletak diantara sebanding dengan rata-rata perusahaan pesaing dalam industri sejenis di Indonesia. Harapan perusahaan indikator kemampuan teknologi dapat mencapai median 5 yaitu terbaik di dunia dalam industri sejenis. Nilai probabilitas yang diperoleh sebesar 0,0247 pada taraf nyata 5 %. Nilai ini menunjukkan hipotesa nol (H0) ditolak dan H1 diterima. Dari hasil ini dapat digambarkan bahwa kondisi kemampuan teknologi yang ada di perusahaan saat ini berbeda nyata dengan kondisi yang diharapkan perusahaan. Penelitian ini juga mengkaji mengenai keterkaitan antara indikator transformasi teknologi dengan indikator kemampuan teknologi yang dimiliki oleh PT. DGWC. Hasil uji statistik Chi-Square dapat diketahui bahwa nilai Chi-Square sebesar 0,284 dengan derajat bebas (DF) sebesar 9. Hal ini menunjukkan bahwa indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi bersifat bebas (independen). Dengan kata lain kedua indikator tersebut tidak saling mempengaruhi satu sama lain. Berdasarkan analisis manajemen teknologi di PT. DGWC pengelolaan strategi manajemen teknologi yang telah dilakukan perusahaan diantaranya sebagai berikut. 1) Teknologi yang digunakan PT. Dharma Guna Wibawa Chemicals (DGWC) adalah teknologi yang telah standar. 2) Memiliki perangkat teknologi dengan tingkat kecanggihan menengah. 3) Memiliki dukungan infrastruktur teknologi yang cukup. 4) Mutu yang dihasilkan PT. DGWC pada umumnya seragam. 5) Memiliki tingkat kemampuan teknologi yang agak baik. Berdasarkan kajian penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi teknologi yang diterapkan perusahaan adalah strategi pemanfaatan teknologi (Technology Exploiter Strategy). Strategi di atas digunakan oleh perusahaan skala menengah dengan cara mengimpor teknologi secara selektif, yang kebanyakan dilakukan dengan joint venture dan strategi ini ditujukan pada unggul mutu dengan nilai pasar sedang. Sementara alternatif strategi yang dapat di lakukan perusahaan diantaranya 1) Strategi jangka pendek adalah strategi pemanfaatan teknologi standar yang dimiliki perusahaan dengan strategi unggul harga. 2) Strategi jangka menengah adalah strategi pemanfaatan teknologi dengan strategi unggul mutu untuk memaksimalkan kualitas dalam rangka memenuhi keinginan pelanggan. 3) Strategi jangka panjang adalah strategi pengikut teknologi dengan strategi unggul mutu. Berdasarkan kondisi dan kemampuan yang dimiliki perusahaan, perusahaan dapat mewujudkan visi dan misinya dengan langkah-langkah sebagai berikut.1) Meningkatkan pemanfaatan perangkat teknologi yang dimiliki saat ini dengan melakukan perencanaan produksi tahunan dan per kuartal. Pengadaan mesin-mesin baru perlu dilakukan khususnya mesin pelabelan (labelling) dalam mengantisipasi penambahan permintaan akan produk. 2) Melakukan perencanaan sumberdaya manusia secara baik terutama penyusunan job description yang baku, standarisasi sistem rekruitmen dan intensifikasi pendidikan dan pelatihan karyawan. 3) Perusahaan perlu secepatnya membentuk divisi litbang/R&D tidak saja untuk pengembangan produk namun juga untuk lingkungan internal perusahaan. Kerjasama juga perlu dilakukan dengan pihak insitusi/perguruan tinggi dalam mempercepat transfer knowledge dan teknologi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Technology Management, Technology Indicator, Technology Strategy, Business Strategy, Pesticides industry, THIO. Manajemen Teknologi, Indikator Teknologi, Strategi Teknologi, Strategi Bisnis, Industri Pestisida, THIO.
Subjects: Manajemen Teknologi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 26 Jul 2012 08:05
Last Modified: 17 Mar 2023 07:54
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1499

Actions (login required)

View Item View Item