Rancang Bangun Sistem Informasi Bisnis Tanaman Obat

Rosidin, Rosidin (2003) Rancang Bangun Sistem Informasi Bisnis Tanaman Obat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E9A-01-Rosidin-Cover.pdf

Download (70kB)
[img]
Preview
PDF
E9A-02-Rosidin-Abstrak.pdf

Download (26kB)
[img]
Preview
PDF
E9A-03-Rosidin-Ringkasan_Eksekutif.pdf

Download (36kB)
[img]
Preview
PDF
E9A-04-Rosidin-Daftar_Isi.pdf

Download (42kB)
[img]
Preview
PDF
E9A-05-Rosidin-Bab1.pdf - Published Version

Download (85kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

ROSIDIN, 2003. Rancang Bangun Sistem Informasi Bisnis Tanaman Obat Berbasis Web. Dibawah bimbingan MARIMIN dan ARIF IMAM SUROSO. Indonesia mempunyai keragaman hayati yang sangat tinggi termasuk keragaman tanaman obat. Keragaman tanaman obat meliputi keragaman lokasi, keragaman budidaya dan keragaman pemanfaatan dari ragamnya bentuk dan fungsi. Menurut Departemen Kesehatan RI sebanyak 1.000 jenis tanaman dinyatakan dapat digunakan sebagai tanaman obat, dimana baru 350 spesies yang telah banyak digunakan dimasyarakat maupun industri sebagai bahan baku obat. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengenal berbagai jenis tanaman obat. Mereka menggunakan tanaman obat tersebut sebagai bahan baku obat primer atau jamu untuk menjaga kesehatan. Begitu juga ketika terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan meningkatnya harga obat modern, menyebabkan banyak orang beralih ke pengobatan yang berbahan baku tanaman obat. Keragaman pemanfaatan tanaman obat ini merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Semakin meningkatnya penggunaan bahan baku tanaman obat baik sebagai bahan baku obat modern maupun sebagai bahan baku industri makanan dan industri kimia, akan semakin meningkatkan permintaan bahan baku tanaman obat. Namun budidaya tanaman obat selama ini mengalami kendala yang serius antara lain: (1) tanaman obat tersebut diambil langsung dari alam yang akan mengancam kelestarian keragaman hayati dan (2) budidaya tanaman obat dianggap kurang ekonomis. Keragaman ini juga membuat sulitnya untuk mengintegrasikan informasi tanaman obat. Stakeholder yang selama ini bergerak dalam bidang tanaman belum mempunyai koordinasi yang baik dalam menyajikan dan mengintegrasikan informasi yang mereka miliki. Hal ini terlihat dengan kondisi informasi yang mereka berikan masih terpisah - pisah dan banyak yang tumpang tindih serta belum merata. Dengan melihat permasalahan yang dihadapi saat ini maka tesis ini bertujuan (1) mengintegrasikan informasi tanaman obat yang berhubungan dengan sifat fisik, simplisia yang dihasilkan, kandungan dan manfaat simplisia kedalam suatu sistem informasi bisnis berbasis tanaman obat; (2) merancang dan membangun prototype model dari komponen - komponen analisis kelayakan investasi budidaya tanaman obat yang diintegrasikan dalam sebuah Sistem Penunjang Keputusan (SPK). Manfaat penelitian ini adalah (1) dapat memberikan informasi tentang sifat fisik, simplisia yang dihasilkan, kandungan dan manfaat simplisia tanaman obat yang telah teruji klinis melalui penelitian; (2) mendapatkan gambaran pohon industri dari setiap komoditi tanaman obat; (3) dapat memperoleh gambaran analisis kalayakan investasi budidaya tanaman obat sehingga pengguna mempunyai alternatif untuk melakukan budidaya tanaman obat dengan berbagai kendala yang dimiliki. Dalam rangka pengembangan sistem, dilakukan langkah - langkah sebagai berikut: (1) investigasi; (2) analisis; (3) rancang bangun; (4) implementasi dan verfikasi. Invetigasi yang dilakukan terhadap beberapa website yang secara khusus menyediakan informasi tentang tanaman obat antara lain: http://www.iptek.net.id; http://www.lembaga.wima.ac.id/lppm/ppot/; http://www.karyasari.com dan http://www.mojokerto - business.com. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem yang ada saat sebagian besar hanya berhubungan dengan pemanfaatan dan manfaat tanaman obat. Sehingga dapat dikatakan layak untuk membangun sebuah sistem yang menyediakan informasi secara integrasi dengan baik dan menyediakan simulasi tentang analisis kelayakan usaha, terutama untuk menunjang pengembangan bisnis tanaman obat di Indonesia. Rancang bangun Sistem Informasi Bisnis Tanaman Obat Indonesia (SIBTOI) secara khusus digunakan untuk menunjang keputusan investasi dalam budidaya tanaman obat. Dalam analisis, informasi-informasi tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis dan kebutuhan pengguna. Ada 13 komponen utama yang membangun integrasi sistem ini. Komponen-komponen tersebut dibedakan dalam subsistem. Sistem ini tersusun menjadi 13 subsistem, yakni 9 subsistem utama dan 4 subsistem tambahan. Subsistem utama terdiri dari Kelayakan Usaha, Budidaya, Pohon Industri, Perusahaan, Jual Beli, Regulasi, Penelitian, Database serta Berita dan Kegiatan. Sedangkan subsistem tambahan berupa Resep Jamu, Buku Tamu, Produk dan Link. Software yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah Microsoft Frontpage 2000 dan SQL Server 2000 sebagai penunjang dalam manajemen data. Prototipe sistem informasi ini disajikan dalam bentuk media elektronik dalam bentuk website dengan alamat http://www.emis.or.id/sibtoi. Hal ini bertujuan agar setiap orang atau pengguna dapat mengakses informasi yang terdapat didalamnya secara optimal. Dalam subsistem kelayakan usaha, pengguna dapat melakukan simulasi terhadap analisis kelayakan usaha budidaya tanaman obat. Hal ini akan memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mencoba berbagai sumberdaya yang dimiliki untuk budidaya tanaman obat. Pengguna dapat memilih jenis tanaman obat yang diminati dan dapat merubah besaran asumsi dan biaya-biaya sesuai dengan kendala sumberdaya yang dimiliki pengguna. Pengguna yang sudah menjadi anggota dapat memberikan rekomendasi untuk menambahkan variabel asumsi atau biaya kepada pengelola. Implementasi sistem dapat dilakukan dengan cara (1) mengintegrasikan sistem - sistem yang ada sekarang ini untuk dijadikan suatu rangkaian sistem yang saling terhubung dan saling melengkapi; (2) sosialisasi kepada lembaga - lembaga terkait tentang keberadaan sistem agar dapat dimanfaatkan secara optimal; (3) membangun komunitas dari para pengguna yang bergerak dalam bidang tanaman obat. Dalam rangka menyajikan informasi yang baik dan benar, perlu memperhatikan kebutuhan dari pengguna. Saat ini muncul kebutuhan akan informasi yang berhubungan dengan budidaya dan agribisnis terpadu yang mudah dipahami dan diperoleh oleh masyarakat. Informasi yang baik dan akurat amat dibutuhkan agar para pelaku pertanian yang tidak berlatar belakang pendidikan pertanian dapat pula menjaga kelestarian lingkungannya dan dapat menjaga kualitas produk usahanya. Untuk menjaga kelangsungan hidup dari sistem ini, peran aktif dari pengguna mutlak diperlukan. Keterkaitan antara sistem, pengelola dan pengguna sangat erat dalam rangka memelihara sistem agar dapat berjalan dengan baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Kelayakan Usaha, Data Flow Diagram (DFD), Internet, Obat Tradisional, Prototipe, Simplisia, Sistem Informasi Bisnis, Sistem Penunjang Keputusan (SPK), Tanaman Obat, Website.
Subjects: Manajemen Sistem Informasi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 28 Jul 2012 06:19
Last Modified: 28 Jul 2012 06:19
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1512

Actions (login required)

View Item View Item