Pengembangan Prototipe Dalam Rangka Pembangunan Business To Business E. Commerce Market Place Produk Agribisnis Indonesia

R Nursin, Maurico (2001) Pengembangan Prototipe Dalam Rangka Pembangunan Business To Business E. Commerce Market Place Produk Agribisnis Indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E6B-01-Maurico-Cover.pdf

Download (70kB)
[img]
Preview
PDF
E6B-02-Maurico-Ringkasan_Eksekutif.pdf

Download (80kB)
[img]
Preview
PDF
E6B-03-Maurico-Bab_1.pdf - Published Version

Download (75kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

MAURICO R. NURSIN.Pengembangan Prototipe Dalam Rangka Pembangunan Business to Business E- Commerce Marketplace Produk Agribisnis Indonesia. Dibawah bimbingan ARIF IMAM SUROSO dan KUDANG BORO SEMINAR. Indonesia merupakan negara agraris dengan kekayaan alam yang besar dengan berbagai macam keanekaragaman hayati dan nabati. Kekayaan ini merupakan potensi alam yang sangat besar yang memiliki prospek dan peluang yang cerah untuk dikembangkan. Disektor ekonomi, agribisnis memberikan kontribusi pendapatan sebesar 3,15 % dari GDP pada Pelita VI dan berdasarkan data dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional bahwa pada akhir tahun 1998 ekspor untuk produk agribisnis Indonesia mencapai 3,232,259 dengan nilai US$ 3,653,385,000. Era teknologi informasi yang berkembang dengan sangat cepat membuat kegiatan kehidupan tidak dapat terlepas dengan apa yang disebut informasi. Saat ini informasi merupakan salah satu komoditi yang sangat dibutuhkan oleh semua orang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Internet merupakan media yang banyak menawarkan berbagai macam informasi dengan cepat dan tepat dengan tingkat keakuratan yang baik. Teknologi informasi menawarkan berbagai macam peluang salah satunya adalah sebagai alternatif pemasaran bagi produk agribisnis. Electronic commerce marketplace merupakan instrumen yang banyak digunakan dalam memasarkan produk agribisnis. E-commerce marketplace ini memberikan kemudahan kepada pengguna untuk berkomunikasi dan bertransaksi dengan cepat, mudah dan tepat. Menurut lembaga riset Forrester bahwa pada pendapatan yang dihasilkan dari bertransaksi dengan menggunakan e-commerce secara global berkisar US$1.3 trilyun pada tahun 2003 atau 9% lebih dari GDP Amerika Serikat. Dari latar belakang kemudian dirumuskan permasalahan sebagai berikut : pertama, bagaimana mengembangkan suatu sistem informasi business to business e-commerce marketplace bagi produk agribisnis Indonesia, kedua, bagaimana prototipe business to business e-commerce marketplace produk agribsinis Indonesia yang dirancang. Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : pertama, menganalisa kebutuhan sistem yang akan diterapkan pada business to business e-commerce marketplace produk agribisnis Indonesia, kedua, mengembangkan prototipe bagi perdagangan elektronik produk agribisnis Indonesia. Manfaat yang diperoleh dari penulisan tesis ini adalah : pertama, memberikan gambaran informasi dan pengetahuan kepada para mahasiswa MMA-IPB, pelaku agribisnis kehususnya dan masyarakat pada umumnya tentang business to business e-commerce marketplace, kedua, memberikan gambaran prototipe business to business e-commerce marketplace produk agribisnis Indonesia yang dirancang kepada pelaku agribisnis, pengelola (lembaga pemerintah dan pendidikan) maupun pembaca. Dalam Metodologi penelitian, jenis data terdiri atas dua yakni data primer dan sekunder. Data primer didapat dari wawancara dengan alat bantu kuesioner. Responden berjumlah 100 orang meliputi kalangan pelaku agribisnis, kalangan akademika dan pemerhati agribisnis. Dalam perancangan business to business e-commerce marketplace produk agribisnis Indonesia, penulis melakukan penelitian terhadap 3 buah web site yakni freshfromtheweb.com, alibaba.com dan deptan.go.id. Alasan pemilihan ketiga web site tersebut adalah pertama, merupakan web yang berpengalaman dalam bidang e-commerce dan portal, kedua, memfokuskan pada perdagangan produk agribisnis, ketiga, mekanisme yang dipergunakan cocok dan sesuai bagi sebuah web site e-commerce produk agribisnis dan keempat, khusus untuk Deptan merupakan salah satu web site yang dikelola oleh lembaga pemerintah dalam hal ini departemen pertanian sehingga baik untuk dijadikan bahan jaian dalam penulisan tesis ini. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, internet dan web site freshfromtheweb, alibaba dan deptan. Metode pengolahan data menggunakan metode James Wetherbe (1998) terhadap 9 jenis informasi dengan membuat matrik antara jenis-jenis informasi dengan kebutuhan informasi dan ketersediaan data yang kemudian mengambil nilai rata-rata dengan metode rataan (mean method) . Metode pengembangan sistem menggunakan metode SDLC (System Development Life Cycle) dengan pendekatan prototyping yang mana terdapat 4 tahap pengembangan sistem yakni : investigasi sistem, analisa sistem, rancang bangun, implementasi dan perawatan sistem. Kajian sistem melihat sistem dan komponen informasi yang berlaku di freshfromtheweb.com, alibaba.com dan deptan.go.id dengan hasil sebagai berikut kedua web site pertama merupakan web site dengan jenis e-commerce business to business, mekanisme yang dipergunakan adalah marketplace yakni suatu komunitas virtual dimana pembeli dan penjual dalam jumlah besar berkumpul menjadi satu yang memungkinkan pelaku atau pengguna dapat berinteraksi satu sama lain sedangkan web site deptan merupakan web site portal produk dan informasi pertanian. Selain itu penggunaan dan operasional ketiga web site ini mudah untuk dimengerti dan dipahami oleh para pengguna disaat melakukan penjelajahan (browsing). Komponen-komponen yang terdapat di freshfromtheweb dan alibaba sebagai berikut pendaftaran (registration), penawaran jual-beli (post offer) , katalog produk (product catalogue), katalog pertanian (agricultural catalogue) , daftar perusahaan (company list), berita (news), kolom dialog (forums) dan pencarian (search). Komponen yang tersaji sebagi berikut : iklan baris, peraturan, ketahanan pangan, statistik, informasi pangan, forum dialog, kehumasan dan kontak pengaduan. Tahap investigasi sistem meliputi analisis kebutuhan informasi. Dalam analisis kebutuhan informasi, data primer diberikan dalam bentuk kuesioner kepada 100 responden. Kuesioner terbagai atas 3 bagian yakni : identitas responden (berisikan data pribadi dan usaha), informasi umum (berisikan informasi mengenai pengetahuan responden mengenai internet, e-commerce dan business to business e-commerce) dan informasi khusus (berisikan 9 jenis informasi yang akan ditampilkan di web site yang akan dibangun). Hasil identitas responden sebagai berikut : pertama, responden berjumlah 100 orang dengan perincian pelaku agribisnis 65 orang, kalangan akademika 15 orang dan pemerhati agribisnis 20 orang, kedua, usia para responden berkisar antara 26-35 tahun (72%) dan 36-45 tahun (28%), ketiga, pendidikan responden adalah sarjana (S1) (100%), keempat, responden memiliki pendidikan atau ketrampilan umum dalam bidang komputer dan agribisnis (100%). Hasil dari informasi umum adalah pertama, 87% responden mengenal dunia internet, kedua, 78% mengenal e-commerce (yang dimaksud mengenal adalah responden mengetahui secara jelas tentang e-commerce, mempunyai pengalaman dalam menggunakannya dan merasakan manfaat yang diberikan), ketiga, 76% responden mengenal business to business e-commerce. Sebelumnya perlu diketahui bahwa informasi khusus adalah informasi yang diberikan penulis kepada responden. Hasil untuk informasi khusus yang berisikan 9 jenis informasi yang akan ditampilkan di web site yang akan dibangun dengan metode pengolahan data James Wetherbe yang kemudian diambil rata-ratanya dengan mean method adalah sebagai berikut : informasi penawaran penjualan dan pembelian dengan rata-rata 3,75 (peringkat pertama), informasi lelang produk dengan rata-rata 3,47 (kedua), informasi peluang investasi dengan rata-rata 3,34 (ketiga), informasi daftar pengusaha agribisnis dengan rata-rata 3,27 (keempat), informasi berita dan informasi statistik produksi dan perdagangan dengan rata-rata 3,15 (kelima), informasi pedoman produksi dan pasca panen dengan rata-rata 3,10 (keenam) dan informasi hasil penelitian dan makalah dengan rata-rata 3,07 (ketujuh). 9 jenis informasi khusus ini dikelompokkan dengan tujuan untuk memudahkan perancangan web site dan lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh pengguna disaat melakukan penjelajahan (browsing). Pengelompokkan itu adalah jenis informasi penawaran penjualan dan pembelian serta lelang produk dikelompokkan kedalam kategori kolom bisnis, informasi peluang investasi dan daftar pengusaha agribisnis dikelompokkan kedalam kategori peluang investasi, informasi pedoman produksi dan pasca panen dan statistik produksi dan perdagangan dikelompokkan kedalam kategori pedoman dan statistik, dan informasi berita dan hasil penelitian dan makalah dikelompokkan kedalam kategori kolom berita. Ditahap ini juga diberikan identitas kebutuhan informasi dan elemen data yang berisikan ke 9 jenis informasi dengan kebutuhan informasi yang mendukungnya, elemen data dan sumber asal data. Tahapan selanjutnya adalah desain sistem berisikan diagram konteks dan diagram aliran data dari sistem yang akan dibangun. Didalam tahapan ini juga ditunjukkan model database, desain aplikasi, desain form input dan output dari web tersebut. Tahap rancang bangun dimulai dengan dasar pemikiran dari pembangunan web site tersebut. Dasar pemikiran dari pembangunan web site adalah web site memiliki motivasi untuk meningkatkan pemasaran produk agribisnis dengan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi, keperluan web site ini dibangun adalah untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam memasarkan produknya, fokus web site pada produk pertanian dan perkebunan, mekanisme yang diterapkan e-commerce marketplace, web site yang mudah dimengerti dan dipahami baik dari sisi informasi yang diberikan maupun navigasi web site tersebut, serta informasi yang diberikan merupakan hasil kuesioner kepada 100 orang responden. Dalam tahap ini diberikan perbedaan antara sistem lama dan baru yakni adanya pengembangan pada menu bisnis dibandingkan kedua web site sebelumnya (hanya menu penawaran penjualan dan pembelian produk) yakni menu lelang produk, informasi yang disajikan lebih mengarah kepada kebutuhan para pelaku agribisnis Indonesia selain informasi-informasi yang bersifat global, server web site dirancang untuk dapat memberikan informasi mengenai penawaran penjualan, pembelian dan lelang produk dibandingkan kedua web site acuan yang kurang dapat melayani kebutuhan tersebut dan adanya menu logoff bagi keamanan dalam melakukan penjelajahan (browsing). Pengembangan untuk penyempurnaan web site ini selanjutnya adalah penambahan menu edit dan hapus (delete) di form pendaftaran, informasi penjualan dan pembelian serta lelang produk dan penambahan pemakaian bahasa inggris pada halaman web site sehingga pengguna dari luar negeri dapat turut serta menggunakannya. Software yang dipergunakan yakni pertama, web site menggunakan software Microsoft frontpage 2000, kedua, data base menggunakan Microsoft access 2000 dan ketiga, script menggunakan active server page (ASP). Hardware dan sumber daya manusia yang dibutuhkan juga dijelaskan di dalam tahap ini beserta berbagai macam tampilan dari software yang dihasilkan. Implikasi bisnis dipandang dari dua sisi yakni sisi pengguna dan pengelola (provider). Dari sisi pengguna implikasi bisnis dapat dibagi kedalam 3 bagian yakni teknologi, ekonomi dan pemasaran. Sisi teknologi yakni adanya pemanfaatan teknologi informasi yang dapat memberikan aliran informasi secara cepat dan tepat. Sisi ekonomi yakni penghematan biaya operasional dan meningkatkan aliran pendapatan. Sisi pemasaran yakni bahwa penggunaan web site ini dapat memberikan nilai tambah bagi pemasaran produk agribisnis seperti sarana promosi gratis, memberikan kemudahan dalam akses ke pasar, dan mencari pembeli yang potensial. Dari sisi pengelola (provider) yang dalam hal ini adalah lembaga pemerintah atau lembaga pendidikan juga dapat dilihat dari 3 sisi yakni dari sisi teknologi dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam bidang tersebut, Sisi ekonomi penghematan biaya promosi pemasaran produk dan meningkatkan sumber pendapatan negara. Sisi pemasaran meningkatkan volume penjualan produk agrisbisnis yang secara langsung membantu program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas penjualan dalam sektor agrisbisnis. Kesimpulan dan saran yang dapat diberikan adalah bahwa business to business e-commerce merupakan sarana yang ideal dan sesuai bagi peningkatan pemasaran produk agribisnis Indonesia. Mekanisme yang dikembangkan adalah e-commerce marketplace. Prototipe yang dibangun merupakan hasil kajian sistem yang dilakukan kepada tiga web site, informasi yang terdapat didalamnya merupakan hasil wawancara dan kuesioner kepada pelaku agribisnis, kalangan akademis dan pemerhati agribisnis. Pengembangan yang dilakukan pada berbagai fasilitas seperti penambahan menu lelang serta navigasi web site yang mudah dimengerti dan dipahami oleh para penggunanya. Saran yang dapat diberikan bahwa dapat dilakukan evaluasi dan revisi sehingga dapat menjadi prototype yang sebenarnya, pembangunan jaringan infrastruktur dan sumber daya manusia serta adanya kemitraan dalam menjalankan program web site business to business e-commerce marketplace ini yakni antara pelaku agribisnis, pengelola, dan pelaku teknologi informasi untuk mensukseskan pelaksanaan business to business e-commerce ini.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Gross Domestic Product (GDP), Internet, E-commerce marketplace, Prototipe, Freshfromtheweb.com, Alibaba.com, Deptan.go.id, James Wetherbe, Mean Method, SDLC, Browsing, Provider, Portal,Registration, Post Offer, Agricultural Catalogue, Product Catalogue, Company List, News, Forums, dan Search
Subjects: Manajemen Sistem Informasi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 31 Jul 2012 04:27
Last Modified: 31 Jul 2012 04:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1518

Actions (login required)

View Item View Item